Claim Missing Document
Check
Articles

Sosialisasi Metode Yanbu’a bagi Santri di Pondok Pesantren Al Fatich Tambakberas untuk Meningkatkan Kemampuan Baca Al Qur’an Ino Angga Putra; Khoirun Nisa’; Amirotul Faiqoh; Nurvita Putri Romadhani
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): April
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mempelajari Al-Qur’an di pondok pesantren adalah kewajiban yang telah diperintahkan oleh Allah. Tiada bacaan Al-Qur’an yang diatur cara tatacara membacanya, mana yang pendek, dipanjangkan, dipertebal atau diperhalus ucapannya, bahkan diatur lagu dan iramannya sampai etika cara membacanya. Tujuan dari kegiatan ini antara lain: Untuk meningkatkan kemampuan baca al-qur’an dalam metode yanbu’a melalui penerapan metode yanbu’a. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 26-30 Oktober 2020. Metode diskusi dilaksanakan pada kegiatan sosialisasi penerapan dan pengenalan metode yanbu’a. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah menggunakan metode workshop melalui bentuk sosialisasi, penerapan dan pendampingan sampai dapat menerapkan metode yanbu’a dengan tepat dan benar. Kegiatan ini diikuti sebanyak 20 santri. Hasil kegiatan dari sosialisasi metode Yanbu’a diperoleh bahwa 80% peserta menyatakan kegiatan ini memberikan manfaat yang sangat baik untuk mendukung kemampuan santri dalam membaca Al-Qur’an secara baik dan benar di Pondok Pesantren Al-Fatich Tambakberas Jombang. Selain itu, hasil observasi kepada para siswa (santri) menunjukkan adanya kemampuan memahami membaca Al-Qur’an dengan menggunakan metode Yanbu’a dengan skor rata-rata 3,4 atau pada kategori baik, kemampuan melafadkan makhorijul huruf dengan skor rata-rata 3,2 atau kategori baik, dan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan metode Yanbu’a dengan skor rata-rata 3,6 atau pada kategori baik. Kegiatan ini diterapkan dan dilaksanakan di beberapa pondok yang berada di pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Hal yang perlu dilakukan adalah agar santri dapat menerapkan baca Al-Qur’an dengan bermetode Yanbu’a ke generasi berikutnya yang berada dipondok maupun di masyarakat.
Pelatihan Peningkatan Kemampuan Menghafal Al-Quran dengan Metode One Day One Ayat ODOA) di SMP Islam Mbah Bolong Jombang Khoirun Nisa’; Wahyudi Wahyudi; Ma’ruf Saifullah
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): April
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menghafal AlQur’an merupakan amalan yang mulia Pada dasarnya menghafal Al-Qur’an merupakan aktivitas yang dapat dilakukan oleh semua orang, dan salah satu bentuk cara dalam memelihara Al-Qur’an, Menghafal AlQur’an merupakan amalan yang mulia oleh sebab itu beruntunglah bagi orang-orang yang menghafal Al-Qur’an demi menjaga kemurnian Al-Qur’an dapat kita ketahui bersama bahwa Al-Qur’an merupakan identitas umat islam yang idealnya dikenal, di mengerti dan dihayati oleh setiap individu yang mengaku muslim. Mitra pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah di SMP Islam Mbah Bolong Watuhgaluh Jombang Sebagian besar para siswa-siswi SMP kurang maksimal dalam melafalkan huruf huruf hijaiyah ketika membaca maupun menghafal al quran. Banyaknya santri dan terbatasnya waktu pengajar dan kemampuan pengajar membuat kegiatan SMP Islam Mbah Bolong Watuhgaluh Jombang kurang maksimal saat program menghafal Al-Qur’an oleh karnanya di SMP Islam Mbah Bolong Watuhgaluh Jombang butuh suatu metode dalam menghafalkan AlQur’an, One Day One Ayat (ODOA) adalah teknik menghafal Al-Qur’an dengan satu hari satu ayat dan juga merupakan suatu terobosan baru dalam menghafal Al-Qur’an dengan menggabungkan kekuatan otak kiri dan kanan searah seimbang sehingga dapat merasakan kemampuan menghafal Al-Qur’an yang maha dahsyat. Kelebihan dan kekurangan One Day One Ayat (ODOA). One Day One Ayat (ODOA) artinya satu hari satu ayat, adalah teknik menghafal Al-Qur’an, namun untuk ayat-ayat yang panjang dihafalkan dalam waktu dua hari, dengan teknik ini ada beberapa kekurangannya antara lain: Apabila satu hari satu ayat maka perkiraan hafal Al-Qur’an seluruhnya dalam rentang waktu 17 tahun, 7 bulan, 9 hari. Jadi jika dengan menghafal menggunakan teknik ini seseorang akan memakan waktu yang cukup lama. Namun kelebihan dengan teknik ini yaitu dengan melihat kemampuan dan kondisi siswa yang masih tergolong anak-anak akan dapat mempengaruhi motivasi siswa dalam belajar. cenderung dengan penerapan menghafal satu hari satu ayat yang terkesan mudah dilakukan akan memberikan motivasi seseorang yang hendak menghafalkan Al- Qur’an serta tidak akan membebani dalam aktifitas yang lain disamping itu membantu pihak lembaga SMP Islam Mbah Bolong Watuhgaluh Jombang untuk meningkatkan kualitas membaca al quran para siswa-siswi SMP Islam Mbah Bolong Watuhgaluh Jombang saat program menghafal Al-Qur’an.
Pelatihan Banjari Peningkatan Seni Religius bagi Generasai Muda melalui Pelatihan Banjari di Desa Kepuhdoko Tembelang Jombang Mohammad Saat Ibnu Waqfin; Mohamad Khoirur Roziqin; Emi Lilawati; Khoirun Nisa; Nanang Qosim; Wahyudi Wahyudi
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 3 (2021): Desember
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Para pemuda di desa Kepuhdoko tembelang Jombang selama masa pandemi banyak mengalami kendala dalam mengisi waktu luang dalam pembelajaraan di era pandemi. Sistem pembelajaran yang dilakukan selama masa pandemi ini yaitu secara daring sedangkan untuk ektra kulikuler juga tidak terjadwal dikarenakan terkena aturan PPKM. Dari sistem pembelajaran daring tersebut terdapat beberapa permasalahan yang muncul mulai dari guru, siswa, dan orang tua siswa. Membahas tentang sistem pembelajaran daring maka pentingnya penguasaan dalam pengembangan seni religius melalui pelatihan banjari bagi generasi muda agar tradisi tersbut berjalan dan tetap efektif. Mitra kegiatan pengabdian masyarakat pada skema KKN-PPM adalah para penuda Ansor dan IPNU di Desa Kepuhdoko Tembelng Jombang. Kelompok pemuda IPNU ini dipilih karna terdapat beberapa kendala diantaranya kurangnya minat mengikuti kegiatan ekstra dan masih minimnya pentingnya memperlajari seni religius banjari bagi genarasi muda. Fasilitas sarana dan prasarana di ini juga masih kurang optimal untuk mendukung peserta didik dalam kegiatan pembelajaran seni religius banjari. Berdasarkan hasil pengamatan bahwa para pemuda di Desa Kepuhdoko Tembelang Jombang menunjukkan kurangnya fasilitas sarana dan prasarana ternyata masih jauh dari harapan apalagi di masa pademi untuk menuju masa new normal. Beberapa hal yang dijumpai dilapangan antara lain; Fasilitas sarana dan prasarana kesenian yang kurang optimal dalam kegiatan ekstra, Kurangnya keterampilan pembimbing seni banjari dalam bidang ekstra kurikuler, tidak adanya jadwal rutin yang tepat waktu, serta kurangnya minat dan bakat dalam pengembangan seni religius banjari tersebut. Berdasarakan hasil wawancara yang dilakukan di Desa Kepuhdoko Tembelang jombang para pemuda sangat mengharapkan dengan adanya KKN-PPM ini menjadi salah satu kegiatan alternatif yang dapat memotivasi para generasi mudanya untuk lebih aktif mengikuti ekstrakulikuler di desanya terlebih pada seni religius kegiatan banjari tersebut. Berdasarkan penjabaran diatas, kegiatan pengabdian pada masyarakat pada skema KKN-PPM akan dilaksanakan pelatihan intensif berupa pelatihan banjari bagi generasi muda untuk menambah dan memperdalam kreatifitas dibidang seni religi. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung kualitas religi bagi pemuda desa kepuhdoko dan untuk peningkatan keterampilan seni budaya islami di desa kepuhdoko tembelang jombang.
PKM Pengembangan Metode Hitung Cepat Dengan Media Sempoa Agus Sifaunajah; Khoirun Nisa; Ika Nur Amaliah; Durrotul Hikmah
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): April
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimas_agama.v3i1.2542

Abstract

The development of a quick count method using abacus media in the Barongsawahan KKN learning guidance aims to develop student’s thinking skills and interest in mathematics. This activity is carried out for weeks, with a meeting duration of 60 minutes per meeting. Students who take part in the activities are student who are considered capale of participating in the training. Namely from six grade. The material taughtfirst is about the components on the abacus, then the basic abacus formulas are used. The abacus used is an abacus with five seeds or beads, one bead above and four beads below the diving line. Student response is very good in carrying out activities because the abacus is new to them, besides that by being taught the abacus students became more enthusiastic and focused on taking math lesson in the class.
Application of Religious Culture In Improving The Quality of Education Khoirun Nisa; Tsabita Dina Hanifah
SCHOOLAR: Social and Literature Study in Education Vol. 2 No. 2 (2022): September
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/schoolar.v2i2.1288

Abstract

This research is aimed to examine application of religious culture in increasing quality of education in MTsN 3 Jombang. The kind of research used is qualitative research with descriptive approacement. Data is collected through observation, interview and documentation. The technique of analyzed data is carried out Through phase data reduction, data presentation and summary (conclusion). Result of research that to upgrade quality of education in MTsN 3 Jombang is unlimited only full filling input and output aspect, but more important than that is processes, one of the processes application of religious culture. The realities of religious cultures in MTsN 3 Jombang include: Culture 5S (Senyum, sapa, salam, sopan, santun), Pray Duha, reciting Qur’an, study amtsilati, praying together and istigotsah, takhasus programme, used uniform cover aurat and separating male and female activity. Application of religious culture can influence quality education MTsN 3 Jombang and make positive attitude (morality) for thourghout students.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENERAPKAN BUDAYA RELIGIUS SISWA DI MA MAMBA’UL MA’ARIF DENANYAR JOMBANG Khoirun Nisa'; Zuhrotul Farida
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 8 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/inovatif.v8i2.275

Abstract

ABSTRACT Education is a way of achieving the sciences to determine the future of civilization. A nation could be developed if education had the quality of students to print only competent students. However, their way of education is not without obstacles, problem such as moral degredation, and a decline in the value of ethics pose problems that should be answered by actors and educators. Therefore, the discourse that has made Indonesia the world leader is in line with that can be achieved in the forward sector. So, to answer the portrait of moral degredation, I offered some formulas that can be implemented with Islamic lerning in a adjusted religious culture. Religious culture is the habituation of releihous values that are applied consistently and continuously. The purpose of this research needs to know all religious cultures that are applied in MA Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang and the method of that which is used in developing them as. It can be seen from any activity from every activity carried out there, starting from entering the class, repeating rote preceding the lesson started, and also when activities of Islam day celebration. Methods used to collect the data by means of observation, interviews and document using approach qualitative descriptive.
STRATEGI SEKOLAH DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS SISWA MELALUI KEGIATAN KEAGAMAAN DI MA BAHRUL ULUM TAMBAKBERAS JOMBANG Khoirun Nisa'; Selly Nur Syafitri; Wahyudi
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 8 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/inovatif.v8i2.279

Abstract

Strategi sekolah dalam membentuk karakter keagamaan siswa melalui kegiatan keagamaan sangat penting. Strategi sekolah dalam membentuk karakter agama bertujuan untuk mengatasi karakter anak bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan strategi pembentukan karakter keagamaan melalui kegiatan keagamaan di MA Bahrul Ulum Tambakberas Jombang dengan sub-fokus penelitian yang terdiri dari: (1) Strategi Sekolah, (2) Pembentukan Karakter, (3) Karakter religius. karakter siswa mengutamakan akhlak dan juga ibadah. Selain itu, pihak sekolah juga tidak mengesampingkan intelektual yang sesuai dengan visi dan misi sekolah MA Bahrul Ulum Tambakberas. Bentuk karakter keagamaan siswa melalui kegiatan keagamaan di MA Bahrul Ulum Tambakberas mampu menumbuhkan sikap disiplin, kejujuran, menumbuhkan sikap siswa tawadhu’, rajin beribadah, bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisa deskriptif kualitatif, teknik ini yaitu peneliti mengumpulkan data yang berupa kata-kata. Aktifitas dalam menganalisis datanya menggunakan teknik triangulasi sumber data, member checking, dan auditing serta teknik analisis data. Informan pada penelitian ini antara lain guru agama Islam, waka kurikulum, dan beberapa siswa. Abstract The school's strategy in shaping the religious character of students through religious activities is very important. The school's strategy in forming religious characters aims to overcome the character of the nation's children. This research aims to describe the strategy of forming religious characters through religious activities in MA Bahrul Ulum Tambakberas Jombang with a research sub-focus consisting of: (1) School strategy, (2) Character forming, (3) Religious character. MA Bahrul Ulum Tambakberas in carrying out religious activities in forming the religious character of students prioritizes morals and also worship. In addition, the school also does not rule out intellectuals who are in accordance with the vision and mission of the MA Bahrul Ulum Tambakberas school. The forms of student religious character through religious activities at MA Bahrul Ulum Tambakberas are able to cultivate disciplined attitudes, honesty, foster the attitude of tawadhu' students, diligent worship, responsibility. This research uses a qualitative approach. Data collection techniques with observation, interview and documentation techniques. Data analysis techniques use qualitative descriptive analysis techniques, this technique is that researchers collect data in the form of words. Activities in analyzing data using data source triangulation techniques, member checking, and auditing and data analysis techniques. Informants on this study include Islamic religious teachers, waka curriculum, and some students. Keywords: Strategy, Character Forming, Religious Characte
PERAN GURU PAI DALAM MENGINTERNALISASIKAN KARAKTER KEPEDULIAN SOSIAL DI SMPN 2 PLANDAAN JOMBANG Khoirun Nisa'; Feri Kusmanto
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 8 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/inovatif.v8i2.280

Abstract

Abstract: Kepedulian sosial adalah salah satu nilai karakter sosial yang menjadi progam pendidikan karakter dan terus dikembangkan dalam pendidikan di Indonesia. Di samping itu, manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup secara individu dan pasti selalu membutuhkan bantuan orang lain. Pendidikan yang ada saat ini lebih condong kepada akademiknya saja, sedangkan yang menyangkut moral spiritual belum menjadi fokus perhatian. Bahkan semakin pesatnya perkembangan zaman sekarang juga dibarengi dengan semakin merosotnya rasa kepedulian yang dimiliki oleh remaja-remaja zaman sekarang. Oleh karena itu agar peserta didik dapat besosialisasi dengan baik di lingkungannya maka sangat dibutuhkan peran guru sebagai pendidik untuk mencerdaskan dan memperbaiki akhlak peserta didik.Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan peran guru PAI dalam menginternalisasikan karakter kepedulian sosial peserta didik di SMPN 2 Plandaan Jombang, (2) Mendeskripsikan bentuk karakter kepedulian sosial di SMPN 2 Plandaan Jombang, (3) Mendeskripsikan dampak internalisasi karakter kepedulian sosial di SMPN 2 Plandaan Jombang. Untuk mencapai tujuan diatas, digunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif, dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisa dengan pengumpulan data, mereduksi data yang tidak relevan, menyajikan data, kemudian ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Proses guru PAI dalam menginternalisasikan karakter kepedulian sosial di SMPN 2 Plandaan Jombang adalah, mencantumkan nilai karakter di Silabus atau RPP, pembiasaan, kerja kelompok, dan saling membantu, (2) Bentuk kepedulian sosial di SMPN 2 Plandaan Jombang merupakan, infaq, gotong royong, peduli sesama, zakat, dan qurban, (3) Dampak dari adanya internalisasi karakter kepedulian sosial di SMPN 2 Plandaan Jombang dibagi menjadi dua hal positif, yakni meningkatkan akhlakul karimah peserta didik dan menciptakan keakraban bagi peserta didik. Kata kunci: Guru PAI, Internalisasi, Kepedulian Sosial Abstract: Social care is one of the values of social character that is part of the character education program and continues to be developed in education in Indonesia. In addition, humans are social creatures who cannot live individually and always need the help of others. The current education is more academically inclined, while those concerning spiritual morals have not become the focus of attention. In fact, the rapid development of today's era is also accompanied by a declining sense of concern that is owned by teenagers today. Therefore, so that students can socialize well in their environment, the role of teachers as educators is needed to educate and improve the morals of students. The aims of this study are: (1) to describe the role of PAI teachers in internalizing the social care character of students at SMPN 2 Plandaan Jombang, (2) to describe the form of social care character at SMPN 2 Plandaan Jombang, (3) to describe the impact of internalizing the social care character at SMPN 2 Plandaan Jombang. SMPN 2 Plandaan Jombang. To achieve the above objectives, a descriptive qualitative research approach was used, and data collection techniques were interviews, observations, and documentation. Data is analyzed by collecting data, reducing irrelevant data, presenting data, then drawing conclusions. The results showed that, (1) the process of PAI teachers in internalizing the character of social awareness at SMPN 2 Plandaan Jombang was, including character values ​​in Silabus or RPP, habituation, group work, and helping each other, (2) the form of social care at SMPN 2 Plandaan Jombang is, infaq, mutual cooperation, caring for each other, zakat, and qurban, (3) the impact of the internalization of the character of social care at SMPN 2 Plandaan Jombang is divided into two positive things, namely increasing the morality of students and creating intimacy for students. Kata kunci: PAI Teacher, Internalizing, Sosial Care
Pendampingan Metode Pembelajaran melalui Kegiatan Outbond untuk Melatih Kerjasama Anak Usia Dini di KB Mawaddah Jombang Khoirun Nisa'; Wahyudi Wahyudi; M Aliyul Wafa; Syarifatul Khofifah
Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNWAHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimaspen.v3i3.3291

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini merupakan pendidikan yang paling dasar untuk membentuk Sumber Daya Manusia di masa yang akan datang. Semakin berkualitas pendidikan anak di usia dininya mak semakin berkualitas pula sumber daya manusia yang dihasilkan. Fakta di lapangan menunjukkan ketika anak melakukan kegiatan permainan, anak masih asyik dengan dunianya sendiri anak masih memiliki sifat mau menang sendiri dnn anak juga cuek dengan temannya hal ini terbukti ketika mereka bermain dalam suatu kelompok namun banyak diantara mereka yang masih memiliki sifat individual. Hal tersebut menunjukkan bahwa kerjasama mereka masih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melatih kemampuan kerjasama melalui pendampingan metode pembelajaran kegiatan outbond pada anak usia dini di KB Mawaddah Tambakberas Jombang. Jenis Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif. Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam kegiatan outbond yaitu: (1) guru mempersiapkan alat dan bahan kegiatan outbond (2) guru memperkenalkan alat dan bahan (3) guru dan anak membentuk kelompok (4) guru menjelaskan aturan main kegiatan outbond (5) guru mempraktekkan kegiatan outbond (6) anak melakukan kegiatan sesuai yang diinstruksikan oleh guru (7) setelah kegiatan outbound berakhir, kemudian guru memberikan reward supaya anak bersemangat dan antusias. Oleh karena itu metode pembelajaran melalui kegiatan outbond efektif untuk melatih kerjasama anak usia dini.
Pelatihan Sholat Jenazah dalam Meningkatkan Pengetahuan para Santri TPQ Al-Hidayah Desa Pulorejo Tembelang Jombang Mohammad Saat Ibnu Waqfin; Wahyudi; Khoirun Nisa; Ade Rizal Rosyidi; Ahmad Robani; Rismainuri Ummu Choir
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): April
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasagama.v4i1.3183

Abstract

Dalam memandikan jenazah maka syarat syarat jenazah yang harus dimandikan adalah: Muslim / Muslimat,anggota badan masih ada sekalipun sebagian tertinggal,jenazah bukan mati syahid (mati dalam peperangan membela agama Allah) sesuai hadits Nabi dari Jabir yang artinya "Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW telah memerintahkan terhadap orang yang gugur dalam perang Uhud supaya dikuburkan dengan darah mereka,tidak dimandikan dan tidak disholatkan". Adapun cara memandikan jenazah adalah ditempatkan ditempat yang terlindung dari panas matahari,hujan,pandangan orang banyak dan ditempat yang agak tinggi, dipakaikan pakaian basahan (kain mandi) dan aurat tetap tertutup dan yang memandikan sebaiknya memakai sarung tangan, membersihkan kotoran dan najis yang ada di anggota badan jenazah,jenazah agak diangkat perutnya diurut agar kotoran yang mungkin ada dapat keluar, setelah semua kotoran dan najis bersih lalu disiram dengan air secara merata keseluruh tubuh, setelah disiram disabuni kemudian disiram lagi sampai bersih, di wudlukan dan terakhir disiram dengan air yang dicampur kapur barus, daun bidara atau lainnya yang harum, jika keluar najis setelah dimandikan dan mengenai tubuh maka najis harus dibuang dan jenazah dimandikan lagi, keringkan jenazah dengan handuk dan lain lain, sebelum dikafani berikan harum haruman/ wangi wangian dibagian yang dipakai bersujud pada bagian kepala dan jenggot. Metode pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) suatu pendekatan yang prosesnya bertujuan untuk pembelajaran dalam mengatasi suatu masalah dan pemenuhan kebutuhan praktis masyarakat serta produksi ilmu pengetahuan dan juga proses perubahan sosial keagamaan. Tujuan dan hasil pada sekema pengabdian ini adalah diharapkan mampu memberikan pemahaman secara komprehensif kepada mitra mengenai pengertian dan pentingnya mengetahui tentang sholat jenazah dan Memberi pemahaman secara komprehensif kepada mitra mengenai tata cara pelaksanaan sholat jenazah.
Co-Authors Achmad Aldyansyah Achmad Reza Faishal Amin Ade Rizal Rosyidi Afif Kholisun Nashoih Afim - Irwansyah Agus Sifaunajah Ahmad Muslimin Ahmad Robani Amirotul Faiqoh Anis Trianawati Ardhion Cahya WidyaPrakoso Ardhion Cahya WidyaPrakoso Aurora Novitasari Aurora Novitasari Bambang Rianto Canggih Nailil Maghfiroh Chakam Abu Musa Chusnul - Chotimah Chusnul Chotima Chusnul Chotimah Chusnul Chotimah Danang Uswatun Fatriyah Desyandri Desyandri Didin Sirojudin Durrotil Hikmah Durrotul Hikmah Egydia Savitri N D Elok Fadilatul Fajria Emi Lilawati Fadlilah Faizatul Fuadah Fadlilatul Ma'rufah Famung Gangga Feri Kusmanto Fitrianti Hidha Masfufah Fitrianti Hidha Masfufah Hellyou Susanti Helmawan Nugroho Heni Nurlia Fatmawati I’anatuzzakiyah I’anatuzzakiyah Ika Nur Amaliah Iklima Qurotu Izza Rizqiyyah Iklima Qurotu Izza Rizqiyyah Imada Mila Al Khanifah Imada Mila Al Khanifah Ino Angga Putra Khusnul Khotimah Leli Akhlaqun Nisa Lisa Ermiati Lisa Ermiati Lum'atul Af'idah Lutfiah Khoirunnova M Syifa'ul Umam M. Aliyul Wafa M. Dzikrul Hakim Al Ghozali M. Harun fikrulloh M. Harun fikrulloh M. Oktavian Mar'atus Dwi Khofifah Ma’ruf Saifullah Moh Zuem Marzuki Moh. Faridl Darmawan Mohamad Khoirur Roziqin Mohammad Saat Ibnu Waqfin Muh Abdurrosyid Afif Muhamad Khoirur Roziqin Muhammad Arsyadul Arief Muhammad Fodhil Muhammad Iqbal Nasrullah Muhammad Riski Budiyono Muhammad Saat Ibnu Waqfin Nabila Anisya Nadiya Intan Acnesya Nanang Qosim Nanda Ade Fahreza Nasrulloh, M Farid Ninik Lailatul Husna Niswah Qonita Nurie Astari Nurul Fikri Al Ikhasn Nurvita Putri Romadhani Nuurun Alaa Nuurin Revin Fajariyatul Chuzairoh Rif'an Hariri Rismainuri Ummu Choir Roikhatul Machbubah Saihul Atho Alaul Saihul Atho Alaul Selly Nur Syafitri Sinar Anang Subekti Siti Hamidah Siti Khalimatus Sa'diah Siti Nurazizah Siti nurul hidayati aurelia putri wijaya Siti Rusdiana Siti Rusdiana Supriono Supriono Syarifatul Khofifah Tiara Cahyani Tsabita Dina Hanifah Wahyu Azalea Az'zahra Wahyudi Waslah Wildhan Maulana Wildhan Maulana Zakiyaturrosyidah Zakiyaturrosyidah Zakiyaturrosyidah Zuhrotul Farida