Articles
Flood Control with the Shortcut Method on Drainage Channels in the Kampar District Police Area
Randhi Saily;
Desi Yasri;
Erna Agnesa
Formosa Journal of Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 7 (2022): November 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55927/fjmr.v1i7.1689
Kampar Regency, especially the Polres area, is an area that often experiences stagnant water when it rains with high intensity and long duration. The existing drainage condition is not sufficient to accommodate rainwater runoff. The purpose of this research is to review the hydrological aspects and the capacity of the drainage canals that cause inundation in Kampar Regency, as well as to design and determine the location for the construction of a directional drainage (Short-cut). Rain data used is the last 10 years. The design rain is calculated based on the analysis of the frequency distribution of the log person type III method. The research results show that Qcapacity > Runoff. The design channel length is 190 meters with a 1000x1200 u-ditch drainage type.
IDENTIFIKASI JEJAK KARBON SKALA RUMAH TANGGA SEBAGAI UPAYA MENGATASI PERUBAHAN IKLIM
Dedi Rosadi;
Randhi Saily;
Zaiyar Zaiyar;
Ulfa Jusi
INDONESIAN JOURNAL OF CONSTRUCTION ENGINEERING AND SUSTAINABLE DEVELOPMENT (CESD) Vol. 5 No. 2 (2022): INDONESIAN JOURNAL OF CONSTRUCTION ENGINEERING AND SUSTAINABLE DEVELOPMENT (CES
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/cesd.v5i2.15629
The high level of population density in RT 002 / RW 009 Labuh Baru Timur Village, Payung Sekaki District, Pekanbaru City has the potential to be a contributor to CO2 carbon dioxide emissions. The resulting carbon emissions are from electrical energy and food consumption. The formulation of the problem of this research is how the value of the carbon footprint resulting from the consumption of food and electricity energy. The purpose of this study is to determine the value of carbon emissions. Based on the data obtained, the value of emissions from the electricity sector is 1061.106786 (kg CO2)/day, the food consumption sector is 526.33299 (kg CO2)/day. The highest emission value produced by the electricity sector from the 32nd respondent was 18.39823 (kg C02)/day, and the food consumption sector from the 48th respondent was 13.55319 (kg C02)/day.
Analisis Jumlah Stasiun Hujan pada DAS Rokan dengan Metode Stepwise
Ghiffa Syauqiyya Harahap;
Manyuk Fauzi;
Yohanna Lilis Handayani;
Randhi Saily
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35583/jice.v3i1.34
Dalam upaya pengelolaan kualitas air, pembangunan bangunan air harus tepat agar dapat mempertahankan kualitas dan kuantitas air. Pada perencanaan bangunan air diawali dengan analisis hidrologi. Untuk mendapatkan data hidrologi yang akurat, dibutuhkan jumlah pos hujan yang cukup dan tersebar secara merata sehingga bisa mewakili kondisi hidrologi pada daerah pengaruhnya. DAS Rokan memiliki 13 pos hujan dengan luas daerah pengaruh 15.341 km2. Karena jumlah pos hujan yang cukup banyak maka perlu dilakukan rasionalisasi untuk melihat pos hujan mana yang paling erat hubungannya dengan pos duga air. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi kerapatan jaringan pos hujan menggunakan standar WMO dan analisis hubungan pos hujan dan pos duga air menggunakan metode stepwise. Analisis ini menggunakan 11 pos hujan dari 13 pos hujan yang ada yaitu pos hujan yang memenuhi persentase luasan diatas 1% pada Polygon Thiessen. Hasil evaluasi kerapatan pos hujan dengan standar WMO masih belum memenuhi persyaratan karena jika dilihat dari luas daerah pengaruhnya penyebaran pos hujan pada DAS Rokan ini belum merata. Hasil analisis menggunakan metode stepwise tidak dapat digunakan karena didapatkan rekomendasi dengan jumlah 2 pos hujan sedangkan berdasarkan standar WMO DAS Rokan minimal harus memiliki 7 pos hujan. Pada metode stepwise-enter dihasilkan kombinasi 7 pos hujan dengan nilai korelasi sebesar 0,965.
Penentuan Muka Air dan Jenis Lapisan Tanah Menggunakan Metode Geolistrik
Randhi Saily;
Harnedi Maizir;
Ridho Azhari
Bentang : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 11 No 2 (2023): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil (Juli 2023)
Publisher : Universitas Islam 45
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33558/bentang.v11i2.5859
The tools that are often used, such as sondir and SPT, are quite heavy and require a long measurement time span, making it difficult to determine the shear strength of the soil, both in the laboratory and in the field.. This study uses the resistivity geoelectric method of the Wenner Alpha configuration supported by the Naniura NRD 300 HF tool. The aim is to determine the estimated groundwater level and determine the resistivity value of each type of soil layer below the surface of the study area. This study performs 2D measurements to calculate 1-D and 2-D geoelectric resistivity with electrodes arranged lengthwise to form a straight line. Using the IP2WIN software, the measurement results are processed to produce a 2D apparent resistivity section that describes the color image distribution values of the soil surface layer. The measurement results on track 1 shows a resistivity value between 3,512 – 1.539 Ω.m with a length of 90 m at a depth to 15.05 m. The predicted groundwater level elevation is located 0.656 meters below the surface of the ground. Track 2 has a span length of 60 meters and resistivity values ranging from 29.55 to 207.1.m, with a predicted groundwater level at a depth of 0.72 m below the surface. The types of soil layers are clay mixed with sand, sand mixed with gravel and sandstone mixed with gravel.
Simulasi Optimasi Waduk Selat Lampa untuk Penyediaan Air Baku Air Minum
Marisya Wahyuna;
Manyuk Fauzi;
Siswanto Siswanto;
Randhi Saily
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35583/jice.v3i2.43
Waduk Selat Lampa terletak di Provinsi Kepulauan Riau, Kabupaten Natuna, Kecamatan Pulau Tiga, Desa Sabang Mawang Balai. Secara astronomis waduk Selat Lampa berada pada koordinat 3° 39’ 36'' LU dan 108° 08’ 42'' BT. Waduk Selat Lampa termasuk kedalam waduk single purpose yang hanya dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan air baku air minum saja. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis keandalan waduk Selat Lampa yang optimal dalam memenuhi kebutuhan air baku air minum yang optimal dengan metode simulasi trial error peningkatan pengeluaran air. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis ketersediaan air dengan metode Penman-Monteith untuk menghitung Evapotranspirasi, analisis debit ketersediaan air dengan metode FJ. Mock, analisis debit andalan dengan metode Weibull, serta analisis neraca air pada kondisi basah (20%), kondisi normal (50%), dan kondisi kering (90%) dan metode simulasi waduk untuk memperhitungkan optimasi waduk. Dari Analisa yang telah dilakukan didapatkan hasil keandalan waduk dalam memenuhi kebutuhan air baku air minum dan pemanfaatan waduk yang optimal dalam memenuhi kebutuhan air baku air minum. Adapun hasil dari optimasi waduk Selat Lampa ini yaitu kapasitas produksi Air Baku yang awalnya 20 liter/detik dapat ditingkatkan menjadi 35 liter/detik.
Edukasi dan Pendampingan Penjernihan Air Bawah Tanah dengan Metode Filtrasi
Randhi Saily;
Ulfa Jusi;
Harnedi Maizir;
Mohd Fadzil Arshad;
Riswanda Riswanda
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30653/jppm.v8i4.633
Warga Kelurahan Tangkerang Labuai mengeluhkan air yang berbau, berasa terlalu asam dan berminyak pada masjid Nurul Jannah saat digunakan. Sumber air yang dihasilkan merupakan air bawah tanah menggunakan sistem pompa yang ditampung ke dalam tangki. Tidak adanya penyaringan air yang memadai juga menjadi kendala ketersediaan air bersih. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat setempat serta pendampingan secara langsung proses instalasi penyaringan air di Mesjid Nurul Jannah Kelurahan Tangkerang Labuai. Metode yang digunakan adalah eksperimen teknologi sederhana yang terdiri dari sistem aerasi, sistem pemipaan dan sistem penyaringan. Penyaringan air dilengkapi dengan chlorinator sebelum air masuk kedalam tabung filter yang berisikan media penyaring. Media penyaring yang digunakan adalah pasir silika, manganese, ferrolite dan karbon aktif. Hasil pengujian sampel air pada skala laboratorium menunjukkan bahwa air yang digunakan telah memenuhi standar baku mutu. Residents of the Tangkerang Labuai Urban Village complained that the water at the Nurul Jannah mosque smelled and tasted too sour and oily when it was used. The source of the water produced is ground water using a pump system that is stored in a tank. The absence of adequate water filtration is also an obstacle to the availability of clean water. This activity aims to increase the knowledge of the local community as well as provide direct assistance in the process of installing a water filter at the Nurul Jannah Mosque in Tangkerang Labuai Village. The method used is a simple technological experiment consisting of an aeration system, a piping system, and a filtering system. Water filtering is equipped with a chlorinator before the water enters the filter tube, which contains filter media. The filter media used are silica sand, manganese, ferrolite, and activated carbon. The results of testing water samples on a laboratory scale show that the water used meets quality standards.
Penilaian Kinerja dan Penyusunan Angka Kebutuhan Nyata Operasi Pemeliharaan Daerah Irigasi Kelarik
Fauzi, Manyuk;
Siswanto, Siswanto;
Lovina, Fitri;
Saily, Randhi
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35583/jice.v3i3.46
Daerah Irigasi Kelarik terletak di Kelarik, Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau yang menunjang dan mendukung usaha pertanian lokal dengan luas layanan sebesar 677 Ha. Untuk mempertahankan sarana dan prasarana agar tetap berfungsi atau mempunyai umur layanan yang sesuai dengan rencana awal pembangunan dilakukan penilaian kinerja sistem irigasi. Penilaian kinerja sistem irigasi dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 12/PRT/M/2015 yang kemudian dinyatakan dalam nilai indeks kinerja, dengan adanya penilaian kinerja sistem irigasi ini kemudian akan didapatkan klasifikasi tindakan operasional dan pemeliharaan yang sesuai. Selanjutnya, dilakukan perhitungan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) yang berfungsi untuk perencanaan penyediaan/kebutuhan anggaran operasi dan pemeliharaan berdasarkan klasifikasi tindakan operasional dan pemeliharaan yang sudah didapatkan sebelumnya. Anggaran operasi dan pemeliharaan yang dihitung meliputi: biaya operasi, biaya pemeliharaan rutin dan biaya pemeliharaan berkala. Nilai kondisi prasarana fisik secara keseluruhan adalah 62,72% termasuk dalam kategori sedang dengan tingkat kerusakan 21-40% dan perlu dilakukan perbaikan. Biaya yang diperlukan untuk kegiatan operasi Daerah Irigasi Kelarik adalah senilai Rp72.992.332, dan biaya yang dibutuhkan untuk pemeliharaan berkala adalah Rp258.719.099 sedangkan biaya yang dibutuhkan untuk pemeliharaan rutin adalah Rp252.347.766.
Analisis Perubahan Garis Pantai dengan Pendekatan Penginderaan Jauh di Pesisir Jakarta Utara
Kurniyaningrum, Endah;
Siburian, Carlos Tua March Siburian;
Herlina, Liana;
Mulya, Hegi Daniel;
Saily, Randhi;
Misshuari, Imas Wihda
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35583/jice.v4i1.53
Kawasan pesisir yang mengalami perkembangan dalam hal alih fungsi lahan, tata ruang dan tutupan lahan akan berdampak pada perubahan garis pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan garis pantai yang terjadi di pesisir Jakarta Utara, dimana perkembangan tata ruang DKI Jakarta sangat signifikan. Penelitian ini menggunakan metode penginderaan jauh dengan media citra satelit Landsat 7 dan 8, analisis perubahan garis pantai menggunakan Digital Shoreline Analysis System (DSAS) dengan metode single transect dan end point rate. Hasil analisis Pemanfaatan citra satelit dalam melihat perubahan garis pantai di wilayah Jakarta Utara menunjukkan bahwa setiap kurun waktu 10 tahun, wilayah pesisir mengalami akresi. Hal ini dikarenakan proses sedimentasi dan kegiatan reklamasi. Faktor yang mempengaruhi perubahan garis pantai pada wilayah pesisir Jakarta Utara yaitu sedimentasi dan kegiatan reklamasi. Akresi terjadi pada zona 2 dan 3 tahun 1990, zona 1 dan 3 tahun 2000, zona 2 dan 3 tahun 2010, dan zona 1, 2, dan 3 tahun 2021. Abrasi terjadi pada zona 1 tahun 1990, zona 2 tahun 2000, dan zona 1 tahun 2010. Berdasarkan kondisi tersebut pesisir DKI Jakarta mengalami perubahan yang cukup dinamis, hal ini berdampak pada kemampuan wilayah pesisir untuk mengantisipasi perubahan iklim diantaranya kenaikan muka air laut.
Analisis Kondisi Fungsional Infrastruktur Jalan Lingkungan Berdasarkan Metode Pavement Condition Index (PCI) (Studi Kasus : Ruas Jalan Fakultas Teknik - Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik Universitas Riau)
Vinka Lyona;
Randhi Saily;
Intan Monica MG;
Dwi Visti Rurianti
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35583/jice.v4i3.65
Ruas Jalan UNRI yang menghubungkan Fakultas Teknik sampai Fakultas Ilmu Sosial dan Politik yang ditinjau sepanjang 630 meter dan lebar 5.5 meter terdapat beberapa kerusakan yang membuat ketidaknyamanan pengendara yang melewati jalan tersebut sehingga diperlukan perbaikan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis kerusakan jalan, mengetahui nilai index kondisi perkerasan lentur jalan, dan tindakan penanganan kerusakan jalan dengan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI). Penelitian dilakukan menjadi 13 segmen dengan ukuran 10 meter per segmennya. Hasil analisis menunjukkan bahwa kerusakan pada ruas Jalan UNRI berdasarkan kuantitas didominasi oleh pelepasan butir dan pengausan agregat dengan persentase sebesar 42.8% dan 36.7%, diikuti dengan kegemukan sebesar 13.4%, pinggiran jalan turun vertikal sebesar 2.6%, tambalan sebesar 1.8%, retak sambung sebesar 1.2%, retak pinggir dan lubang masing-masing sebesar 0.7%. Nilai rata-rata PCI adalah 56.29 dengan kondisi Sedang (Fair). Hal ini menunjukan diperlukan suatu penanganan serius dari pihak berwenang untuk segera melakukan perbaikan sebelum kerusakan menjadi lebih parah.
Analisis Jumlah Stasiun Hujan pada DAS Rokan dengan Metode Stepwise
Harahap, Ghiffa Syauqiyya;
Fauzi, Manyuk;
Handayani, Yohanna Lilis;
Saily, Randhi
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35583/jice.v3i1.34
Dalam upaya pengelolaan kualitas air, pembangunan bangunan air harus tepat agar dapat mempertahankan kualitas dan kuantitas air. Pada perencanaan bangunan air diawali dengan analisis hidrologi. Untuk mendapatkan data hidrologi yang akurat, dibutuhkan jumlah pos hujan yang cukup dan tersebar secara merata sehingga bisa mewakili kondisi hidrologi pada daerah pengaruhnya. DAS Rokan memiliki 13 pos hujan dengan luas daerah pengaruh 15.341 km2. Karena jumlah pos hujan yang cukup banyak maka perlu dilakukan rasionalisasi untuk melihat pos hujan mana yang paling erat hubungannya dengan pos duga air. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi kerapatan jaringan pos hujan menggunakan standar WMO dan analisis hubungan pos hujan dan pos duga air menggunakan metode stepwise. Analisis ini menggunakan 11 pos hujan dari 13 pos hujan yang ada yaitu pos hujan yang memenuhi persentase luasan diatas 1% pada Polygon Thiessen. Hasil evaluasi kerapatan pos hujan dengan standar WMO masih belum memenuhi persyaratan karena jika dilihat dari luas daerah pengaruhnya penyebaran pos hujan pada DAS Rokan ini belum merata. Hasil analisis menggunakan metode stepwise tidak dapat digunakan karena didapatkan rekomendasi dengan jumlah 2 pos hujan sedangkan berdasarkan standar WMO DAS Rokan minimal harus memiliki 7 pos hujan. Pada metode stepwise-enter dihasilkan kombinasi 7 pos hujan dengan nilai korelasi sebesar 0,965.