Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

SEMINAR PENDIDIKAN KRISTEN DENGAN TOPIK IDENTITAS DIRI DAN PENGEMBANGAN POLA PIKIR KRISTIANI DI SMA KRISTEN 1 SURAKARTA Andriani, Neneng; Sitompul, Lastiar Roselyna; Tangkin, Wiyun Philipus
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2288

Abstract

Pendidikan Kristen bertujuan untuk memperkenalkan Yesus Kristus dalam hidup siswa agar semakin dewasa dalam pertumbuhan iman. Sekolah Kristen merupakan wadah pendidikan Kristen yang berperan mengajarkan karakter Kristus dalam kehidupan siswa. Pentingnya peran pendidikan Kristen menjadi dasar kerja sama antara Yayasan Amarta Kasih Indonesia (AKSI) di Surakarta dan para dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pelita Harapan, dengan melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui program seminar Pendidikan Kristen. Yayasan AKSI hadir dengan sebuah visi yaitu menyebarkan kasih Kristus kepada setiap orang, di mana terdapat program AKSI untuk anak yang bertujuan memberikan kesempatan kepada anak-anak kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di SMA Kristen 1 Surakarta, di mana merupakan sekolah pilihan yayasan AKSI untuk menyekolahkan anak-anak yayasannya, dengan harapan siswa mendapatkan pengajaran kristiani dan komunitas belajar yang berwawasan Kristen alkitabiah. Namun berdasarkan observasi, ditemukan bahwa guru dan siswa pada sekolah tersebut masih kesulitan dalam mengintegrasikan wawasan Kristen alkitabiah di dalam pembelajaran maupun struktur hidup. Berdasarkan analisis kebutuhan ini maka dilakukan seminar Pendidikan Kristen untuk 127 siswa SMA Kristen 1 Surakarta dengan topik identitas diri dan pengembangan pola pikir. Metode yang diterapkan adalah presentasi, tanya jawab interaktif, dan refleksi. Pada akhir kegiatan seminar dilakukan evaluasi, dan hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa dapat memahami dengan baik materi yang disampaikan dan berkomitmen mengaplikasikan pemahamannya dalam kehidupan sehari-hari dan mengembangkan pola pikir. Namun hasil evaluasi juga menunjukkan siswa secara pribadi masih belum yakin akan makna sesungguhnya dari identitas dirinya di dalam Kristus, sehingga diperlukan tindak lanjut kegiatan dengan program berkelanjutan untuk mendampingi siswa dalam menemukan identitas diri yang sejati dan mengembangkan pola pikir serta aplikasi praktis di dalam hidupnya sehari-hari.
PENINGKATAN KETERAMPILAN LITERASI SISWA KELAS 3-4 SD DI DESA TANJUNG BURUNG TANGERANG BANTEN sitompul, Lastiar Roselyna; Sari, Ganda; Silalahi, Destya waty
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 2 (2025): OCTOBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v9i2.10229

Abstract

Desa Tanjung Burung, yang terletak di kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang Provinsi Banten, merupakan daerah pedesaan yang menghadapi tantangan kurangnya literasi anak-anak usia sekolah dasar. Hasil observasi di desa tersebut menunjukkan kemampuan literasi siswa SD desa Tanjung Burung masih rendah, banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami teks bacaan, menulis dengan struktur yang baik, serta mengekspresikan ide secara lisan maupun tulisan. Berdasarkan survei yang melibatkan 120 siswa dari siswa TK sampai siswa kelas 6, diperoleh data 55% siswa belum memiliki kemampuan menyimak dan menulis yang baik. Khusus untuk siswa kelas tiga SD, masih terdapat beberapa siswa yang belum lancar membaca, berdasarkan kondisi tersebut Fakultas Ilmu Pendidikan UPH mengadakan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat dalam bentuk Bimbingan belajar dengan tujuan untuk mengembangkan keterampilan literasi dasar siswa SD di desa Tanjung Burung sesuai dengan kebutuhan siswa dalam aspek membaca, menulis, berbicara dan menyimak dengan baik. Metode yang digunakan adalah memberikan pendampingan pembelajaran literasi dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah siswa yang mengikuti bimbingan belajar secara kontinu mengalami peningkatan kemampuan literasi dasar dalam aspek membaca, menulis, menyimak dan berbicara.
TEACHING READINESS ANALYSIS OF PRESERVICE PRIMARY TEACHERS IN PHYSICAL EDUCATION THROUGH MICROTEACHING Widiastuti Widiastuti; Oce Datu Appulembang; Lastiar Roselyna Sitompul
KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE Vol 7 No 2 (2025): Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/klasikal.v7i2.1399

Abstract

Microteaching serves as a scaled-down teaching practice platform designed to hone fundamental instructional skills among preservice primary teachers. Delivering physical education at the primary level demands specialized competencies distinct from other subjects, given its inherent movement-based nature and outdoor implementation requirements. This study examines the readiness of preservice primary teachers to teach physical education through microteaching activities. Employing a quantitative descriptive approach, we analyzed physical education microteaching assessment data from 28 preservice primary teachers (February-May 2025), evaluating eight core teaching competencies. Results revealed a tripartite competency distribution: High Achievers (16 students): Demonstrated comprehensive mastery of essential microteaching skills, including creative lesson delivery and adaptive classroom management. Intermediate Performers (10 students): Exhibited foundational competence but required refinement in questioning techniques, time management, and instructional transitions. Developing Practitioners (2 students): Showed significant gaps in lesson preparation and teaching confidence, necessitating targeted intervention. The findings underscore two critical implications for teacher preparation: First, most candidates achieved teaching readiness through structured microteaching experiences, validating its efficacy in skill development. Second, the identified competency gaps—particularly in pedagogical content knowledge and self-efficacy-highlight the need for differentiated training approaches. This research emphasizes the indispensable role of microteaching in equipping future elementary teachers with the unique skill set required for effective physical education instruction
PENINGKATAN KETERAMPILAN LITERASI SISWA KELAS 3-4 SD DI DESA TANJUNG BURUNG TANGERANG BANTEN Lastiar Roselyna sitompul; Ganda Sari; Destya waty Silalahi
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 2 (2025): February
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v9i2.10229

Abstract

Desa Tanjung Burung, yang terletak di kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang Provinsi Banten, merupakan daerah pedesaan yang menghadapi tantangan kurangnya literasi anak-anak usia sekolah dasar. Hasil observasi di desa tersebut menunjukkan kemampuan literasi siswa SD desa Tanjung Burung masih rendah, banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami teks bacaan, menulis dengan struktur yang baik, serta mengekspresikan ide secara lisan maupun tulisan. Berdasarkan survei yang melibatkan 120 siswa dari siswa TK sampai siswa kelas 6, diperoleh data 55% siswa belum memiliki kemampuan menyimak dan menulis yang baik. Khusus untuk siswa kelas tiga SD, masih terdapat beberapa siswa yang belum lancar membaca, berdasarkan kondisi tersebut Fakultas Ilmu Pendidikan UPH mengadakan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat dalam bentuk Bimbingan belajar dengan tujuan untuk mengembangkan keterampilan literasi dasar siswa SD di desa Tanjung Burung sesuai dengan kebutuhan siswa dalam aspek membaca, menulis, berbicara dan menyimak dengan baik. Metode yang digunakan adalah memberikan pendampingan pembelajaran literasi dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah siswa yang mengikuti bimbingan belajar secara kontinu mengalami peningkatan kemampuan literasi dasar dalam aspek membaca, menulis, menyimak dan berbicara.
PENGARUH KEMAMPUAN MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TERHADAP KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR DALAM PRAKTIK MICROTEACHING MATA KULIAH PERENCANAAN STRATEGI ASESMEN PEMBELAJARAN: [THE EFFECT OF THE ABILITY TO DEVELOP LESSON PLANS ON BASIC TEACHING SKILLS IN MICROTEACHING PRACTICE FOR THE COURSE PLANNING STRATEGIES ASSESSMENT LEARNING] Lastiar Roselyna Sitompul; Asih Enggar Susanti; Oce Datu Appulembang; Widiastuti
Polyglot Vol 22 No 2 (2026): Polyglot: Jurnal Ilmiah
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v22i2.11575

Abstract

The ability to develop lesson plans (RPP) and carry out effective teaching practice is a competency that must be mastered by student teachers. However, in practice, many student teachers still lack basic teaching skills. This study aims to examine the effect of lesson-planning ability on students' basic teaching skills during microteaching practice. This study employed a quantitative approach using simple linear regression. The population consisted of all fifth-semester students of the 2023 cohort in the Biology Education, Christian Religious Education, and Social Studies Education study programs at Universitas Pelita Harapan, totaling 43 students. The sample was selected using the saturated (total) sampling technique, in which all members of the population were included as the research sample. Data were collected by assessing lesson plan documents and basic teaching skills during microteaching. The results show that lesson planning ability has a positive and significant effect on students' basic teaching skills in microteaching practice (F-count = 28.672 > F-table = 4.079; t-count = 5.355 > t-table = 2.020; Sig. = 0.001 < 0.05). The correlation coefficient of r = 0.642 indicates a strong relationship, accounting for 41.2% of the variance. Therefore, strengthening lesson-planning competency should be a priority for lecturers in the Lesson Planning, Strategy, and Assessment course to prepare students for teaching practice. Abstrak Bahasa Indonesia Kemampuan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan melaksanakan praktik mengajar efektif merupakan kompetensi yang harus dikuasai oleh calon guru. Namun, kondisi di lapangan masih ditemukan mahasiswa calon guru yang belum menguasai keterampilan dasar mengajar. Penelitian yang mengkaji hubungan antara kemampuan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dengan keterampilan dasar mengajar mahasiswa, masih terbatas, sehingga penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kemampuan menyusun RPP terhadap keterampilan dasar mengajar mahasiswa dalam praktik microteaching. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier sederhana. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, Pendidikan Guru Agama Kristen dan Pendidikan IPS pada semester 5 angkatan 2023 di Universitas Pelita Harapan, berjumlah 43 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh, yaitu seluruh anggota populasi dijadikan sampel. Data dikumpulkan melalui penilaian dokumen RPP dan penilaian keterampilan dasar mengajar dalam microteaching. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menyusun RPP berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterampilan dasar mengajar mahasiswa dalam praktik microteaching (F hitung = 28,672 > F tabel = 4,079; t hitung = 5,355 > t tabel = 2,020; Sig. = 0,001 < 0,05). Koefisien korelasi sebesar r = 0,642 berada pada kategori kuat, dengan kontribusi sebesar 41,2%. Dengan demikian, penguatan kompetensi perencanaan pembelajaran perlu menjadi prioritas bagi dosen pengampu mata kuliah Perencanaan, Strategi dan Asesmen Pembelajaran dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi praktik mengajar.