Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Menelaah Struktur dan Aspek Kebahasaan Teks Cerpen Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Bulango Timur G. Ina, Finriani; Masie, Sitti Rachmi; Muslimin, Muslimin; Malabar, Sayama; Nuramila, Nuramila
Reduplikasi: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2025): (Juni 2025)
Publisher : Pascasarjana, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/rjppbi.v5i1.2966

Abstract

This study addresses the problems of how the implementation of a problem-based learning (PBL) model is carried out in analyzing the structure and linguistic aspects of short stories in grade IX at SMPN 1 Bulango Timur, the factors influencing its application, and the solutions to overcome possible obstacles. The research employed a descriptive qualitative approach with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that the learning process using the PBL model was conducted according to the planned design and successfully enhanced students’ critical thinking, communication, and collaboration skills. Furthermore, interviews indicated that no significant inhibiting factors emerged, as both teachers and students played active roles in the learning process. Consequently, specific solutions to address obstacles were not required, since the effectiveness of the model was supported by the teachers’ guidance and students’ active participation. In conclusion, this study confirms that the PBL model is effective in analyzing the structure and linguistic aspects of short stories and contributes to fostering innovative learning at SMPN 1 Bulango Timur.This study addresses the problems of how the implementation of a problem-based learning (PBL) model is carried out in analyzing the structure and linguistic aspects of short stories in grade IX at SMPN 1 Bulango Timur, the factors influencing its application, and the solutions to overcome possible obstacles. The research employed a descriptive qualitative approach with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that the learning process using the PBL model was conducted according to the planned design and successfully enhanced students’ critical thinking, communication, and collaboration skills. Furthermore, interviews indicated that no significant inhibiting factors emerged, as both teachers and students played active roles in the learning process. Consequently, specific solutions to address obstacles were not required, since the effectiveness of the model was supported by the teachers’ guidance and students’ active participation. In conclusion, this study confirms that the PBL model is effective in analyzing the structure and linguistic aspects of short stories and contributes to fostering innovative learning at SMPN 1 Bulango Timur.
Pemertahanan Bahasa Bajo di Kabupaten Boalemo Ntelu, Asna; Malabar, Sayama; Djou, Dakia N; Lantowa, Jafar
Salingka Vol 19, No 1 (2022): SALINGKA, Edisi Juli 2022
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v19i1.717

Abstract

Bahasa Bajo adalah satu di antara bahasa daerah yang ada di Provinsi Gorontalo khususnya yang terdapat di Desa Bajo Kec. Tilamuta  Kab. Boalemo. Umum mata pencaharian Suku Bajo adalah nelayan tradisional. Suku  Bajo  pun  mulai  memiliki  mata  pencaharian  bukan  hanya  sebagai  nelayan, banyak  di  antara  mereka  yang  profesi  seperti  guru, pedagang,  petugas  kesehatan,  pegawai pemerintahan,  dan  lain  lain.  Dengan beragam profesi ini, berdampak pada penggunaan beragam bahasa pada masyarakat suku Bajo, namun penutur bahasa Bajo tetap memperlihatkan sikap positif sebagai upaya dalam pemertahanan bahasa Bajo. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian pemertahanan bahasa Bajo di Kabupaten Boalemo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemertahanan bahasa Bajo melalui sikap bahasa penutur bahasa Bajo di Desa Bajo Kec. Tilamuta Kab. Boalemo Provinsi Gorontalo. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah teknik angket dan wawancara. Data hasil penelitian yang diperoleh dari angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Berdasarkan hasil penelitian terkait penggunaan bahasa oleh masyarakat di desa Bajo, ditemukan bahwa masyarakat setempat lebih dominan menggunakan bahasa Bajo, hal ini karena masyarakat di desa Bajo tersebut mayoritas berlatar belakang suku Bajo, dibandingkan dengan suku Gorontalo atau suku lainya yang sangat minoritas di desa tersebut, sehingga dapat dikatakan bahwa bahasa yang lebih dominan digunakan oleh masyarakat di desa tersebut adalah bahasa Bajo (bahasa mayoritas). Penggunaan bahasa Bajo ditunjukkan melalu sikap masyarakat di Desa Bajo masih memiliki sikap positif. Hal ini ditandai oleh sejumlah ciri-ciri dari sikap bahasa, antara lain pemilihan, penggunaan dan pemertahanan bahasa. Selain itu, bahasa Bajo ini sangat mendominasi sehingga mengakibatkan adanya pergeseran bahasa daerah lainnya. Adanya pergeseran bahasa daerah lainnya mengindikasi pada adanya pemertahanan bahasa Bajo di Desa Bajo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo
Pemberdayaan Perpustakaan Desa melalui Implementasi Gerakan Nasional Gemar Membaca di Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango Malabar, Sayama; Salam, Salam; Lantowa, Jafar
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Sbermas (Sinergi Bersama Masyarakat)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sibermas.v8i1.7789

Abstract

The Village Project Program –Independent Campus aims to empower libraries by implementing the national reading movement. This program is implemented through education and training, mentoring, service, and guidance, which are expected to be sustainable through the awareness of related parties, especially the government and regional libraries. These parties are expected to pay attention to village library facilities and infrastructure that can realize the national reading movement program.Besides, to support the national reading movement, the program is also directed at forming literacy communities, literacy lodges, and reading parks in Bone Bolango.The Freedom to Learn - Independent Campus Community Service Program with the theme "Empowerment of Village Libraries through the Implementation of the National Reading Movement" is implemented by prioritizing the principle of empowering local communities with the primary objective of program sustainability and public awareness of the importance of literacy. Therefore, after the Freedomto Learn – Independent Campus Community Service Program is completed, the community, especially the Youth Organization, can continue the program that has been run independently through the Subdistrict Literacy Community forum.Villages need to empower their assets both in terms of human resources and management of the sources of funds used. The focus of empowerment is to improve the community's quality in the literacy skills sector and a better institutional administration system in encouraging the development of reading culture programs.Reading culture in the village can make people have the ability to read from the start and encourage them to love reading. It is recommended for students who take part in Community Service Program in the following years to further improve communication with the community in order to make it easier to run the programs implemented in Tinelo, Bubeya, and Boludawa village
ANALISIS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SMP NEGERI 2 WANGGARASI SEBAGAI SEKOLAH PENGGERAK Prasetia, Udin; Malabar, Sayama; Masie, Sitti Rachmi
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 14, No 1 (2024): (JANUARI 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v14i1.24605

Abstract

SMP Negeri 2 Wanggarasi merupakan salah satu sekolah yang terpilih sebagai satuan pendidikan penyelenggara program sekolah penggerak angkatan kedua yang mengimplementasikan kurikulum merdeka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami pengimplementasian kurikulum merdeka di SMP Negeri 2 Wanggarasi sebagai Sekolah Penggerak. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif melalui pendekatan fenomenologi.Subjek dalam penelitian ini kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan, siswa dan komite SMP Negeri 2 Wanggarasi. Fokus penelitian ini yakni apa yang dialami oleh subjek dan bagaimana memahami pengalamannya tersebut. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara yang mendalam terhadap subjek penelitian, observasi partisipan, dan penelusuran dokumen. Analisis data dalam penelitian ini dilaksanakan dengan menerapkan prosedur melalui pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian yang yaitu pengimplementasian kurikulum merdeka di SMP Negeri 2 Wanggarasi sebagai sekolah penggerak diperoleh gambaran nyata tentang: 1. Alasan yang melatarbelakangi penerapan kurikulum merdeka; 2. Bentuk penerapan kurikulum merdeka; 3. Desain kurikulum merdeka di sekolah; 4. Kegiatan yang terlaksana terkait pengimplementasian kurikulum merdeka; 5. Keterlibatan guru dan tenaga kependidikan; 6. Respon dan bentuk keaktifan siswa; 7. Potensi yang dimiliki terkait pengimplementasian kurikulum merdeka; 8. Tantangan yang dihadapi; 9. Keterlibatan orangtua, komite sekolah, pengawas sekolah dan dinas pendidikan; 10.  Manfaat dan perubahan nyata setelah pengimplementasian kurikulum merdeka.
Kesalahan Morfologi dalam Teks Deskripsi Karangan Peserta Didik MTsN 1 Kota Gorontalo Rahman, Fitriyani; Malabar, Sayama; Djou, Dakia N.
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 10 No 2 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v10i2.1657

Abstract

Morphology has a very important role in expressing ideas in the form of essays. However, there are many students' essays that do not pay attention to morphological aspects. The research method is descriptive qualitative. The results showed that there were (1) 10 types of morphological errors with total of 92 sentence excerpts, (2) factors causing errors, namely students' lack understanding of the rules morphological level, lack of variety in language teaching, and lack of interest in literacy. (3) solutions in minimizing errors include a direct approach, correction of classmates, habituation of morning literacy, and the use of correct Indonesian.
Resepsi Masyarakat terhadap Makna Simbol Nilai Kearifan Lokal Tradisi Dikili Kecamatan Patilanggio Pou, Liska D.; Malabar, Sayama; Bagtayan, Zilfa Achmad
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 10 No 2 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v10i2.1661

Abstract

The researcher’s search in the field is expected that the listeners and chanters of dzikir appreciate the contents of Dikili that are chanted. But in reality, many people let the dzikir singers because they do not understand what the value and meaning contained in Dikili, therefore. The study seeks to depict the community’s perception of local wisdom value symbols in the Dikili tradition of Patilanggio. District utilizing qualitative and quantitative methodologies. The sources of data are the Dikili singers and respondents. The study revealed a nearly equal distribution of community acceptance towards the significance of the symbol of local wisdom’s value in the Dikili tradition of Patilanggio subdistrict with 54,59% agreeing and 45,41% disagreeing, the influential factors that affected the community’s acceptance of the meaning and value of local wisdom in the mentioned tradition were their level of knowledge and age. The study’s findings indicate that the residents of Patilanggio subdistrict mostly concur regarding the symbolism and local wisdom values
RETORIKA VERBAL DAN NONVERBAL GURU BAHASA INDONESIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 8 GORONTALO UTARA Hamzah, Grasela Salsabillah; Malabar, Sayama; Baruadi, Moh. Karmin
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.36146

Abstract

Proses pembelajaran di sekolah sangat dipengaruhi oleh kemampuan retorika guru, baik secara verbal maupun nonverbal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan retorika verbal, nonverbal, dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukan retorika verbal guru bahasa Indonesia mencakup gaya bahasa dan gaya suara, retorika nonverbal guru bahasa Indonesia mencakup sikap badan, penampilan dan pakaian, air muka, gerak tangan, dan pandangan mata, faktor-faktor yang memengaruhi yaitu pengetahuan dan keterampilan berkomunikasi, sikap komunikator, pengetahuan umum, dan sistem kebudayaan. Simpulannya, guru bahasa Indonesia dalam di SMA Negeri 8 Gorontalo Utara memiliki retorika verbal dan nonverbal yang bervariasi.
PENGARUH METODE CARD SORT TERHADAP HASIL BELAJAR MENELAAH UNSUR BUKU FIKSI DAN NON FIKSI KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 BONEPANTAI Ningrum, Sapna Adilia; Malabar, Sayama; Ali, Ayu Hidayanti
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.36422

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hasil belajar menelaah unsur buku fiksi dan buku non fiksi sebelum dan sesudah menggunakan metode card sort dan dampak dari metode ini. Desain penelitian Pra eksperimen menggunakan satu kelas Pretest-Posttest. Metode pengambilan sampel Purposive sampling. Teknik menganalisis data yang di gunakan ialah Statistik deskriptif. Pengujian hipotesis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata sebelum menggunakan metode card sort adalah 43,9, dan rata-rata setelah menggunakan metode tersebut adalah 74,9. Selain itu, hasil uji t menunjukkan metode card sort memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar menelaah unsur buku fiksi dan buku non fiksi, dengan nilai sig (2-tailed) adalah 0.005. Kesimpulan Ho ditolak, dan Ha diterima.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MENGANALISIS UNSUR-UNSUR INSTRINSIK CERPEN DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS XI DI SMA NEGERI 7 GORONTALO Ladjulu, Slamet; Malabar, Sayama; Ntelu, Asna
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.39383

Abstract

Problem Based Learning (PBL) merupakan metode pembelajaran inovatif yang mengedepankan penyelesaian masalah nyata sebagai inti proses belajar. Pendekatan ini memungkinkan siswa menghadapi berbagai tantangan yang membutuhkan identifikasi, evaluasi dan perumusan solusi. Dalam konteks penelitian ini, PBL diarahkan untuk meningkatkan kemampuan analisis siswa terhadap unsur-unsur intrinsik cerpen pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas XI SMA Negeri 7 Gorontalo.Penelitian ini menerapkan metode eksperimen dengan rancangan pretest dan posttest untuk menguji efektivitasnya. Selanjutnya, 30 siswa kelas XI Sastra SMA Negeri 7 Gorontalo dipilih secara sengaja sebagai sampel representatif dari 117 populasi siswa.Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa melalui penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL). Rata-rata nilai siswa melonjak dari 55 pada pre-test menjadi 74 pada post-test. Peningkatan ini juga menunjukkan bahwa mayoritas siswa berhasil mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM), sekaligus mengurangi jumlah siswa yang belum mencapai KKM.Meskipun beberapa siswa masih menghadapi kesulitan dalam memahami gaya bahasa dan amanat, model PBL terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan analisis siswa. Uji hipotesis juga memperkuat temuan ini dengan nilai signifikansi 0,000, yang jauh lebih rendah dari alpha 0,05. Hasil ini secara resmi mengonfirmasi efektivitas model PBL dalam meningkatkan hasil belajar siswa.Pembelajaran berbasis masalah berhasil meningkatkan kemampuan analitis siswa terhadap unsur-unsur intrinsik cerpen secara signifikan, membuktikan efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran
BENTUK DAN MAKNA IDIOM DALAM LIRIK LAGU IWAN FALS PADA ALBUM “TENTANG POLITIK” Nursan, Fatmawaty A; Malabar, Sayama; Zulkipli, Zulkipli
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.42336

Abstract

Sangat menantang bagi pembaca untuk memahami tujuan atau isi informasi ketika idiom digunakan dalam sebuah teks. Hal ini terjadi karena idiom membutuhkan pemahaman yang luas tentang bentuk makna di mana mereka digunakan. Bentuk dan makna kata-kata untuk sebuah lagu karya Iwan Fals dari album "Tentang Politik" menjadi subjek penelitian ini. Studi ini menggunakan metodologi deskriptif dan menggabungkan penelitian kualitatif. Lagu Iwan Fals dari album "Tentang Poitik" berfungsi sebagai sumber data penelitian tentang bentuk dan makna idiom. Teknik membaca, merekam, dan mendengarkan digunakan untuk mengumpulkan data. Setelah pengumpulan, data diperiksa dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, menganalisis, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Bentuk idiom dalam lirik lagu   Iwan Fals, ada 4 (empat) bentuk, yakni leksemik, yang terbagi atas 4 sifat yakni sifat verba (idiom kata kerja), contohnya kata “Suara yang keluar dari dalam goa”, bersifat nomina (idiom kata benda), contohnya kata “uang adalah bahasa kalbu”, idiom bersifat adverbial (idiom  kata sifat), contohnya kata “Menyerang dalam gelap”, idiom bersifat adverbial (idiom kata keterangan), contohnya “Lihatlah wajah Ibu Pertiwi”, idiom frasa, contohnya “Tak pandang bulu”, idiom beku, contohnya “Menjadi manusia setengah Dewa”, dan peribahasa, contohnya “seperti jamur di musim hujan”. Serta (2) 10 makna idiom yang terkandung dalam lirik lagu Iwan Fals pada album “tentang politik”, yakni makna leksikal, gramatikal, referensial, nonreferensial, denotatif, konotatif, konseptual, asosiatif, kata, dan istilah