Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

STUDI PUTUSAN PRAPERADILAN NOMOR 04/PID.PRAP/2015/PN.JKT.SEL DALAM TINJAUN YURIDIS DAN FILOSOFIS TERHADAP PENETAPAN TERSANGKA SEBAGAI OBJEK GUGATAN PRAPERADILAN PADA SISTEM PERADILAN PIDANA INDONESIA Sari, Safitri Wikan Nawang; Sazali, Ahmad
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 3 No 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v3i2.1381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak yang muncul pasca putusan praperadilan Nomor 04/Pid.Prap/2015/PN.Jkt.Sel. yang dalam putusannya menetapkan penetapan tersangka sebagai objek gugatan praperadilan. Latar belakang nya disebabkan adanya konflik hukum (Legal Conflict) pasca Putusan Praperadilan No 04/Pid.Prap/2015/PN.Jkt.Sel. Penelitian hukum normatif digunakan dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), penedekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan kasus (case approach). Data diperoleh melalui studi pustaka dengan mempelajari dan mengkaji peraturan perundang-undangan maupun bahan pustaka yang relevan dengan pokok bahasan dan di analisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya Konflik Hukum (Legal Conflict) pasca Putusan Praperadilan No 04/Pid.Prap/2015/PN.Jkt.Sel Atas nama Budi Gunawan. Berdasarkan putusan praperadilan tersebut hakim cenderung subjektif. Hal ini tentu menimbulkan adanya konflik hukum (Legal Conflict) yaitu pertentangan atau perselisihan yang melibatkan antar aturan hukum yang berlaku pada satu subjek. Karena beberapa hakim menerima dan beberapa menolak penetapan tersangka sebagai objek praperadilan. Pada dasarnya, Penelitian ini menjelaskan bahwa penafsiran hermeneutika dipakai sebagai solusi terhadap dampak putusan praperadilan Nomor 04//Pid.Prap/2015/PN.Jkt.Sel. pendekatan hermeneutika membawa konsekuensi positif yaitu berdampak besar dalam memajukan hukum seperti penafsiran hukum yang lebih kontekstual, adaptif, dan peran aktif hakim dalam penciptaan hukum. Dengan memperhatikan tiga komponen pokok, yaitu teks, konteks, kemudian upaya kontekstualisasi.
Sustainability of Durian Agroforestry in the Selat Area, Jambi: Population Structure and Management Challenges in a Changing Landscape Hariyadi, Bambang; Ihsan, Mahya; Husnudin, Uni Baroroh; Sazali, Ahmad
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 11, No 3: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus September 2025
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v11i3.7259

Abstract

Background: Agroforestry systems integrate agricultural production with environmental conservation, particularly in tropical regions. Although durian-based agroforestry practices have long been established in Jambi, comprehensive studies on their ecological structure, contribution to biodiversity, and sustainability strategies remain limited. This study aims to analyze the population structure of durian trees, agroforestry patterns, biodiversity, as well as the challenges and sustainability strategies of the system.  Methodology: Data were collected through vegetation analysis and in-depth interviews conducted in durian agroforestry areas in Selat, Jambi Province. Findings: The results show that agroforestry systems in this region are dominated by old durian trees that have strong associations with other species such as Jengkol (Archidendron pauciflorum), Duku (Lansium domesticum), and Rubber (Hevea brasiliensis).  Contribution: This research contributes to biodiversity conservation by providing habitats for local flora and fauna and maintaining ecosystem balance. However, the sustainability of this system faces significant challenges, including land conversion due to population pressure, oil palm plantation expansion, declining durian productivity, and the emergence of the “tasteless durian” phenomenon that reduces fruit quality. Therefore, management strategies focusing on species diversification, tree rejuvenation, and innovations in cultivation technology are essential to sustain durian agroforestry and improve community welfare, particularly in the Selat region
PENGEMBANGAN MINUMAN HERBAL FUNGSIONAL PADA IBU PKK KELURAHAN AUR KENALI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN MITRA OLEH PROGRAM STUDI BIOLOGI FST UNIVERSITAS JAMBI Ihsan, Mahya; Maritsa, Hasna Ul; Wulandari, Tia; Sazali, Ahmad; Irvan Yusuf, Ashif; Nalirsa, Salwa
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.100-106

Abstract

Jamu atau ramuan herbal merupakan ramuan tradisional yang menjadi ciri khas budaya Indonesia dan telah diwariskan kepada generasi penerus secara turun-temurun. Dalam proses pembuatannya, jamu dibuat berdasarkan resep dari leluhur dan berperan upaya melestarikan keanekaragaman hayati yang berkhasiat obat serta turut melestarikan kebudayaan Indonesia sebagai ciri khas tradisi yang dimiliki. Yogurt merupakan minuman fungsional yang baik terhadap kesehatan gastrointestinal dan kardiovaskular. Telah diteliti, kombinasi jamu dan yogurt mampu meningkatkan kadar antioksidan yang berperan dalam melindungi radikal bebas. Aur Duri adalah salah satu kelurahan yang berada disekitar 10 km dari Kampus Universitas Jambi Mendalo dan juga merupakan tempat domisili peneliti pengabdi. Beberapa penjual jamu gendong adalah ibu-ibu produktif kerap ditemui pengabdi dikelurahan ini.. Metode yang dilakukan adalah metode pengenalan terhadap produk inovasi,pelatihan dan pembekalan terhadap produk inovasi, monitoring dan evaluasi. Hasil pengabdian berdasarkan prestest dan posttest kuisioner menunjukkan bahwa mitra antusias dan memahami terhadap materi yogurt dan dapat mempraktekkan sendiri dirumah masing masing, feedback kegiatan berjalan lancar dan berkeberlanjutan.
The Utilization of Organic Waste at State Senior High School 3 Muaro Jambi as an Environmentally Friendly Multipurpose Liquid: Pemanfaatan Limbah Organik Di Sma N 3 Muaro Jambi Sebagai Cairan Serbaguna Yang Ramah Lingkungan Ihsan, Mahya; Adriadi, Ade; Wulandari, Tia; Sazali, Ahmad; Wahyuni, Fitra; Vermita Bestari, Andini; Suprayogi, Dawam
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 6 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i6.24449

Abstract

Waste management has become a central issue due to the growing population and the increasing amount of unmanaged waste. This management should be implemented across all aspects of life, from small to large scales. At the smaller scale, waste management is introduced starting from schools, where values are instilled in students that they will carry into adulthood. The habit of managing waste from an early age is expected to become a positive practice in the future. State Senior High School (SMA N) 3 Muaro Jambi is a well-regarded Senior High School in Jambi Province, holding an A accreditation. Currently, SMA N 3 Muaro Jambi does not have an effective waste management system, particularly for organic waste. Additionally, the school is planning to implement the Adiwiyata program, which includes waste management as one of its key points. This community service activity is carried out in three stages: a survey and analysis of the waste problems, socialization of organic waste management into liquid organic fertilizer as an environmentally friendly solution, and practical training in organic waste management. It is hoped that this activity will provide students with knowledge that can lead to business development, serve as a benchmark for other schools in Jambi Province, and help fulfill the requirements for the Adiwiyata program.
ETNOBOTANI MARSIDUDU PADA MASYARAKAT SUB ETNIS BATAK MANDAILING DI PASAR SANGKUMPAL BONANG KOTA PADANGSIDIMPUAN [Ethnobotanical Of Marsidudu In Sub ethnic Batak Mandailing Communities At Sangkumpal Bonang Market Padangsidimpuan City] Revis Asra; Anita Rahmadhani Batubara; Ahmad Sazali
Berita Biologi Vol 22 No 3 (2023): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2023.1065

Abstract

Marsidudu is a traditional steam bath tradition performed by the Mandailing Batak sub-ethnic group. This research was conducted to determine the knowlodge of the Mandailing Batak ethnic community about the marsidudu tradition. Data collection was carried out through in dept interview. The results of the study show that the Mandailing Batak ethnic community utilizes 29 types of plants used for the marsidudu tradition. The perceived benefits of marsidudu are refreshing the body, relieving muscle pain, relieving stress, relieving aches, improving blood circulation and the body feeling more fragrant and having bright vision. In the process of carrying out this marsidudu there are 3 stages, namely boiling the ingredients, carrying out marsidudu and after doing marsidudu. The results of quantitative data analysis showed that Nypa fructicans was the type of plant that had the highest ICS value of 600. The part of the plant that was most used for marsidudu was the leaves (52,7%).
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KAYU SECANG ( Caesalpinia sappan L.) TERHADAP BAKTERI Edwardsiella tarda DAN Edwardsiella ictaluri PATOGEN BUDIDAYA PERIKANAN Sazali, Ahmad; Adriadi, Ade; Yusuf, Ashif Irvan; Maritsa, Hasna Ul; Siringo-ringo, Annisa Juliana; Kise, Hanny Faatihah
Berita Biologi Vol 23 No 1 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2024.2606

Abstract

The disease caused by pathogenic bacteria is one of the main problems in aquaculture in the Jambi Province. One of the diseases that occurs in cultivated catfish is due to infection by bacteria Edwardsiella tarda and Edwardsiella ictaluri, which cause Edwardsiellosis with a mortality rate above 50%. The antibacterial properties of the sappanwood extract (Caesalpinia sappan, L.) can be used to overcome problems in aquaculture, while reducing the use of antibiotics that can have negative impacts. This research aims to explore the antibacterial potential of sappanwood extract (Caesalpinia sappan, L.), a local plant believed to possess strong antimicrobial activity. The study began with isolating bacteria from catfish that showing symptoms of the disease, identifying the test bacteria, followed by extracting sappanwood using 96% ethanol solvent. Subsequently, the antibacterial activity was tested using the disc diffusion method with extract concentrations of 1%, 5%, and 10%. The research results indicate that sappanwood extract at a concentration of 5% has a very strong ability to inhibit the growth of E. tarda and E. ictaluri bacteria. The inhibition zones produced show significant antibacterial activity equivalent to the antibiotic ciprofloxacin used as a positive control.
AKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIA KOMBUCANG (KOMBUCHA KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.)) TERHADAP MENCIT (Mus musculus L.) YANG DIINDUKSI ALOKSAN Sazali, Ahmad; Yusuf, Ashif Irvan; Maritsa, Hasna Ul; Nazila; Sormin, Veni Gustina; Pazira, Regita Para
Berita Biologi Vol 24 No 1 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.8963

Abstract

Penyakit diabetes melitus merupakan masalah kesehatan global yang memerlukan terobosan dalam pengembangan terapi alternatif yang efektif dan terjangkau. Kayu secang dikenal memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang mungkin berkontribusi dalam mengelola kadar glukosa darah. Fermentasi kayu secang menjadi kombucha dapat memperbaiki cita rasa dan meningkatkan aktivitas biologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas kombucha kayu secang (Caesalpinia sappan L.) dalam menurunkan kadar glukosa darah pada model mencit (Mus musculus, L.) diabetes. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, menggunakan 6 kelompok perlakuan, yaitu kontrol normal (tidak diberikan perlakuan apapun), kontrol aloksan (diberikan induksi aloksan 200 mg/kgBB secara intraperitonial dalam 1 kali pemberian), kontrol glibenclamide (diberikan induksi aloksan dan obat glibenclamide 0,013 mg/20 gr BB), dan 3 perlakuan dosis kombucha (diberikan induksi aloksan dan dosis perlakuan masing-masing : 0,26 ml/20 gr BB, 0,52 ml/20 gr BB, dan 0,78 ml/20 gr BB). Setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan dengan durasi perlakuan selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induksi aloksan meningkatkan gula darah pada semua kelompok perlakuan hingga 7 kali lipat dibandingkan dengan kadar gula darah awal. Kenaikan kadar gula darah tertinggi terjadi pada kelompok kontrol aloksan, yaitu dari 70,4 mg/dl menjadi 518,2 mg/dl. Setiap kelompok dosis perlakuan kombucha menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam menurunkan kadar gula darah dibandingkan dengan kontrol glibenclamide sebagai obat anti diabetes, hal ini menunjukkan potensi fitokimia kombucha kayu secang yang lebih unggul dibandingkan dengan obat anti diabetes. Setiap perlakuan dosis kombucha menunjukkan penurunan kadar gula darah dibawah 200 mg/dl terjadi setelah 7 hari perlakuan. Sementara kelompok kontrol glibenclamide baru menunjukkan penurunan kadar gula darah dibawah 200 mg/dl setelah 14 hari perlakuan. Dosis kombucha 0,78 ml/20 gr BB merupakan dosis yang paling efektif karena menunjukkan efek hipoglikemik yang signifikan setelah induksi aloksan, dengan penurunan kadar gula darah dari H+3 sampai mendekati normal pada H+14. Hal ini menunjukkan potensi kombucha kayu secang sebagai alternatif pengelolaan hiperglikemia.