Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENDAMPINGAN PEMBUATAN MURAL BANDUNGKU ANU GENAH TUMANINAH DI SDN 077 SEJAHTERA BANDUNG DENGAN GAYA DEKORATIF Ariesa Pandanwangi; Belinda Sukapura Dewi; Ismet Zainal Effendi; Olga Pattipawaej; Wawan Suryana; Muhammad Ali Rahim
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v5i3.3631

Abstract

Sekolah Dasar Negeri 077 Sejahtera yang terletak di jl Sejahtera 12 Bandung memiliki dinding sekolah sepanjang 30 m yang belum dimanfaatkan sebagai media edukasi bagi anak-anak sekolah. Permasalahannya pihak sekolah ingin memanfaatkan dinding kosong melalui mural dengan tema Bandungku Genah Tumaninah, Tujuannya untuk dapat menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman sehingga tercipta suasana belajar yang kondusif. Mitra dalam pengabdian ini adalah SDN 077, Ikatan Kekeluargaan Perempuan Maranatha (IKPM), dan Lions Club. Solusinya dibuat strategi dengan cara menggarap mural sepanjang 30 m. Tim abdimas menggunakan metoda Asset Based Communities Development (ABCD). Hasilnya objek yang divisualisasikan selesai dalam waktu 1 hari dengan mengusung wujud visual flora dengan warna-warni yang kontras, mendominasi bidang dengan komposisi center.
Menerapkan Teori Desain Berkelanjutan Dalam Praktik Bisnis: Sebuah Panggilan Untuk Aksi di HOTEL GAIA Royandi, Yudita; Djakaria, Elliati; Chandrahera, Yuma; Malinda, Maya; Pattipawaej, Olga Catherina
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/japamul.v3i2.636

Abstract

Intensifikasi kegiatan industri dalam paradigma pembangunan yang tidak berkelanjutan menyebabkan krisis lingkungan hidup yang mengkhawatirkan dan terkait dengan permasalahan sosial dalam skala global. Desain berkelanjutan teori ini berisi kumpulan pengetahuan yang luas tentang bagaimana isu-isu lingkungan dan sosial dapat terjadi diatasi dengan memikirkan kembali produk, proses industri, dan, lebih luas lagi, cara organisasi beroperasi konteks sistem sosio-ekonomi yang lebih berkelanjutan. Namun demikian, bukti menunjukkan bahwa penerapannya ide-ide tersebut merupakan aspek problematis yang belum tertangani sehingga menimbulkan kesenjangan antara abstrak spekulasi dan tindakan nyata. Dalam pengabdian masyarakat ini kami fokus pada kesenjangan kritis ini dengan melihat seberapa besar kesenjangan tersebut ada teori desain berkelanjutan diimplementasikan dalam praktik bisnis khususnya pada Hotel GAIA. Untuk tujuan ini, kami melakukan penelusuran yang dilanjutkan dengan wawancara dengan Hotel GAIA, untuk mengungkap kebutuhan mereka terkait pengalaman desain yang berkelanjutan. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah Service Learning yaitu untuk mengintegrasikan pembelajaran ke dalam kegiatan pengabdian masyarakat dalam Kemitraan Universitas Kristen Maranatha dan Hotel GAIA. Hasilnya adalah desain cheria, oray-orayan, kawung, dan ngahilir ka GAIA yang mengusung kerangka kerja yang mengintegrasikan desain berkelanjutan, dimana desain harus memenuhi fungsinya, mudah dibawa, mudah disusun dan disimpan, tahan cuaca, dan mudah dibersihkan dan memiliki estetis tinggi. Berdasarkan hal ini, kami menguraikan kontribusi kami terhadap teori dan praktik, dan memberikan rekomendasi yang tepat bagi, perancang industri, dan manajer bisnis yang ingin memanfaatkan posisi profesional mereka untuk berperan aktif dalam transisi menuju keberlanjutan perkembangan.
Respon Struktur Dua Derajat Kebebasan Dengan Kekakuan Sebagai Parameter Ketidakpastian Olga Pattipawaej; Budiarto Budiarto
Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v3i1.1269

Abstract

Sistem suatu struktur sangatlah bergantung kepada ketidakpastian yang ada di geometri struktur, sifat bahan dan kondisi pembebanan. Pemodelan struktur berupa bangunan dua lantai sebagai portal sederhana berdimensi dua. Dengan memasukkan parameter ketidakpastian, perhitungan dilakukan dengan menggunakan gabungan dua metode yaitu probabilitas dan metode elemen hingga. Parameter ketidakpastian dalam tulisan ini adalah kekakuan struktur. Hasil analisis dengan menggunakan program Matlab diperoleh bahwa pengaruh respon sebelum memasukkan dan setelah memasukkan parameter ketidakpastiannya menyebabkan adanya penambahan perpindahan.
Perhitungan Lendutan Pondasi Telapak Dengan Metode Elemen Hingga Hanny J Dani; Olga Pattipawaej; Putra W Remantan
Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v4i1.1296

Abstract

Bangunan teknik sipil seperti gedung, jalan dan jembatan bertumpu pada lapisan tanah. Dalampelaksanaan pembangunan sering kali tanah tersebut tidak memenuhi kriteria kekuatan untuk memikulbeban dari struktur di atasnya, sehingga diperlukan suatu pemecahan dalam masalah tersebut. Pondasimemikul beban yang di salurkan oleh kolom sebelum diteruskan ke tanah. Salah satu parameter yangperlu diperhatikan dalam suatu desain pondasi adalah lendutan. Dalam tulisan ini, lendutan pondasitelapak dihitung dengan menggunakan metode elemen hingga. Pondasi diasumsikan sebagai strukturyang rigid dan berada di atas tumpuan elastis/pegas sebagai pengganti pengaruh modulus reaksi tanah.Desain pondasi pelat dimodelkan sebagai persamaan matrik dari perilaku pelat tipis yang dimodifikasiterletak di atas tanah. Studi kasus dilakukan untuk mendapatkan lendutan pada tiap-tiap titik nodal.Dalam metode elemen hingga, pondasi telapak dimodelkan sebagai pelat lentur. Hasil lendutanmaksimum dengan perhitungan manual dan numerik dengan menggunakan software SAP2000.Perbedaan hasil lendutan maksimum dari kedua metode ini diperoleh sebesar 0.28 %.
Analisis Stabilitas Struktur Pelindung Pantai Baju Bronjong Olga Pattipawaej; Kanjalia Tjandrapuspa Tanamal; Asriwiyanti Desiani; Hanny Juliany Dani; Angga Rijalu Pratama
Jurnal Teknik Sipil Vol 9 No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v9i1.1368

Abstract

Pemanasan global mengakibatkan pertambahan volume air laut sehingga terjadi kenaikan elevasimuka air laut. Kenaikan muka air laut yang terus-menerus menjadi ancaman abrasi dan erosi bagipulau-pulau kecil di Indonesia terutama di daerah tepi pantai. Struktur pelindung pantai yang kuatdan stabil untuk menangani abrasi dan erosi ini akan dianalisis sehingga dapat meredam kekuatangelombang secara efektif. Struktur pelindung pantai menggunakan material yang mudah diperolehdi Indonesia, yaitu batu pecah dengan menggunakan bronjong. Pada tulisan ini struktur pelindungpantai yang terletak di pantai Bengkulu akan dievaluasi. Tekanan tanah aktif dan tekananhidrostatik akan diikutsertakan dalam gaya-gaya yang bekerja pada struktur pelindung pantai batubronjong. Analisis stabilitas struktur pelindung pantai dihitung dengan menganalisa gaya guling,gaya geser, serta daya dukung tanah. Analisis stabilitas struktur pelindung pantai batu bronjongditinjau untuk dua kasus, yaitu kondisi tidak terjadi kenaikan muka air laut (normal) dan kondisiterjadi kenaikan muka air laut akibat pemanasan global. Hasil analisis stabilitas struktur pelindungpantai batu bronjong memberikan faktor keamanan berada dalam kondisi stabil dan aman.Berdasarkan analisis kestabilan struktur pelindung pantai ini, diharapkan dapat mengurangi tingkatkerusakan struktur-struktur tepi pantai dan bangunan lain di sekitarnya.
Pengaruh Penggunaan Limbah Baja Terhadap Kuat Karakteristik Beton Ronald Simatupang; Olga Pattipawaej; Tan Lie Ing; Deni Setiawan
Jurnal Teknik Sipil Vol 9 No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v9i1.1370

Abstract

Beton merupakan salah satu material konstruksi yang banyak digunakan pada berbagai macamelemen struktur bangunan seperti kolom, balok, pelat, dan lain sebagainya. Kuat tekan tinggi,kaku, dan penghantar listrik yang rendah, merupakan karakteristik yang dimiliki beton, sehinggabeton banyak digunakan dalam perencanaan elemen struktur. PS Ball sebagai produk akhir sangatseragam (koefisien keseragaman: 1,22 dibandingkan dengan pasir: 1,64) dengan kekuatan tekanyang lebih besar (161% lebih tinggi dari pasir), tingkat kekerasan 740 Vickers (62 Rockwell). PSBall dapat digunakan sebagai pengganti garnet atau copper slag dan terkadang sebagai penggantisteel ball / steel shot. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari dan membandingkan perilakumaterial beton dengan menggunakan PS Ball dan material beton tanpa menggunakan PS Ball.Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan beton yang menggunakan PS Ball dan beton yang tanpamenggunakan PS Ball diperoleh bahwa PS Ball bisa digunakan dalam campuran beton. Hal inibisa terlihat dengan meningkatnya kuat tekan beton yang menggunakan PS Bal .
Stabilitas Dermaga Akibat Kenaikan Muka Air Laut (Studi Kasus: Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat Kalimantan Barat) Grecia Alfa; Olga Pattipawaej
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v10i1.1381

Abstract

Perkembangan armada kapal perikanan yang berada di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN)Pemangkat menunjukkan jumlah yang terus meningkat dengan ukuran kapal yang semakin besardan kenaikan muka air laut akibat pemanasan global. Analisis lebih lanjut diperlukan untukstruktur dermaga yang sudah ada. Tulisan ini lebih difokuskan kepada stabilitas lereng dermagaakibat pemanasan global menggunakan perangkat lunak Plaxis. Faktor Keamanan untuk stabilitasterhadap penggalian dibagi menjadi dua bagian, yaitu Faktor Keamanan untuk stabilitas terhadappenggalian normal dan Faktor Keamanan untuk stabilitas terhadap penggalian akibat pemanasanglobal. Faktor Keamanan untuk stabilitas terhadap penggalian, pemancangan, dan pembalokanterdiri dari dua Faktor Keamanan, yaitu untuk stabilitas terhadap penggalian, pemancangan danpembalokan dalam kondisi normal dan untuk stabilitas terhadap penggalian, pemancangan danpembalokan dengan memasukkan kenaikan muka air laut akibat pemanasan global. Faktorkeamanan yang dihasilkan memperlihatkan bahwa lereng dermaga dalam kondisi stabil.dapat lebihefisien dan aman sesuai kebutuhan pelabuhan.
Analisis Kapasitas dan Stabilitas pada Kegagalan Bendung Cipamingkis, Jawa Barat Tri Octaviani Sihombing; Olga Catherina Pattipawaej; Monica Rina Tutkey
Jurnal Teknik Sipil Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v19i1.5958

Abstract

One of the water management efforts that can be done is the construction of a weir. Aspects that need to be considered in the planning and construction of a weir are capacity and stability. Cipamingkis weir was built in 1980 and is a vital irrigation infrastructure because it irrigates ± 7.508 hectares of rice fields in Bogor Regency and Bekasi Regency. This study aims to determine the capacity of the weir and then calculate its stability condition. Through calculations, it is known that the stability of the weir during normal water level conditions is safe against overturning with a safety factor of 3,8 greater than 1,5 for overturning with earthquake and a safety factor of 10,8 greater than 1,5 for overturning without earthquake. Under normal water level conditions, the weir is known to be safe against shear with a factor of safety of 1,56 greater than 1,1 for shear with earthquake and a factor of safety of 2,99 greater than 1,3 for shear without earthquake. Under flood water conditions, the stability of the weir is safe against overturning with a factor of safety of 1.67 greater than 1,5 for overturning with earthquake and a factor of safety of 2,38 greater than 1,5 for overturning without earthquake. Likewise, the stability of the weir against shear is known to be safe with a factor of safety of 1,68 greater than 1,1 for shear with earthquake and a factor of safety of 3,11 greater than 1,3 for shear without earthquake. The capacity of the weir using the 50-year return period is 1647,44 m3/sec as the ideal design discharge and for the 100-year return period is 1859,36 m3/sec.
Program Kemitraan Masyarakat untuk Meningkatkan Ketercapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Melalui Perbaikan Trotoar di Universitas Kristen Maranatha Olga Catherina Pattipawaej; Robby Yussac Tallar; Yosafat Aji Pranata; Daud Rahmat Wiyono; Anang Kristianto; Maria Christine Sutandi
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i2.1151

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah menyediakan trotoar yang aman, nyaman, dan dapat diakses oleh semua orang, termasuk penyandang disabilitas dengan tongkat. Metode yang dilakukan terdiri dari inspeksi, evaluasi, rencana perbaikan, persiapan, perbaikan, dan pembersihan. Kendala yang terjadi dalam proses perbaikan trotoar adalah faktor cuaca, masalah teknis, koordinasi dengan pihak terkait, dan masalah anggaran. Namun, dengan perencanaan yang matang dan koordinasi yang baik antara pihak-pihak terkait, kendala dapat diatasi untuk mencapai tujuan perbaikan trotoar yang optimal. Pihak-pihak yang terlibat dalam perbaikan trotoar terdiri dari dua petugas Sumber Daya Air dan Bina Marga Pemerintah Kota Bandung dan dibantu oleh 10 pekerja dari PT Duta Dianinda Pratama. Sebelum perbaikan trotoar dilakukan, sering terjadi musibah pada pejalan kaki setiap bulannya. Namun, setelah dilakukan perbaikan trotoar dengan menambahkan jalur pemandu, angka kecelakaan pejalan kaki dapat diturunkan sampai tidak ada musibah yang dialami pejalan kaki. Perbaikan trotoar juga membawa dampak positif bagi masyarakat dalam hal peningkatan aksesibilitas bagi pejalan kaki yang memiliki gangguan mobilitas dan efisiensi penggunaan anggaran. Proses keberlanjutan selanjutnya berfokus pada pemeliharaan fasilitas pejalan kaki yang aman dan nyaman. Tanggung jawab pemeliharaan fasilitas tersebut adalah semua pihak termasuk pengguna trotoar itu sendiri. Pemangku kepentingan dalam perbaikan trotoar adalah pemerintah dan masyarakat. Dukungan masyarakat terhadap perlindungan dan pemeliharaan fasilitas trotoar sangat penting, karena pemerintah akan kesulitan untuk memelihara fasilitas tersebut tanpa dukungan masyarakat. Community Partnership Program to Improve Achievement of Sustainable Development Goals through Pavement Improvements at Maranatha Christian University The objective of this community service is to provide safe, comfortable, and accessible sidewalks for all, including people with disabilities who use walking aids. The methods used consist of inspection, evaluation, repair planning, preparation, repair, and cleaning. The challenges encountered during the sidewalk repair process are weather factors, technical problems, coordination with relevant parties, and budget issues. However, with careful planning and good coordination among the parties involved, obstacles can be overcome to achieve optimal sidewalk repair goals. The parties involved in sidewalk repair consist of two officers from the Water Resources and Public Works Department of the Bandung City Government, assisted by ten workers from PT Duta Dianinda Pratama. Before the sidewalk repair was carried out, pedestrian accidents occurred frequently every month. However, after repairing the sidewalks by adding guide paths, the number of pedestrian accidents could be reduced to zero. Sidewalk repairs also have a positive impact on the community, in terms of improving accessibility for pedestrians with mobility impairments and efficient use of funds. The next sustainability process focuses on maintaining safe and comfortable pedestrian facilities. The responsibility for maintaining these facilities lies with all parties, including sidewalk users themselves. Stakeholders involved in sidewalk repair are the government and the community. Community support for the protection and maintenance of sidewalk facilities is crucial because the government will find it difficult to maintain these facilities without community support.
Peningkatan kesejahteraan tenaga outsourcing melalui program bantuan sembako berbasis semangat kebersamaan Ida, Ida; Manurung, Rosida Tiurma; Pandanwangi, Ariesa; Pattipawaej, Olga Catherina
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i2.23592

Abstract

Kesejahteraan sosial dan solidaritas tenaga outsourcing di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang, perlu ditingkatkan. Permasalahan mereka adalah kondisi kerja yang tidak stabil, upah rendah, dan minimnya jaminan sosial. Mereka sering kali tidak memiliki status kerja tetap meskipun bekerja bertahun-tahun di institusi yang sama. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan kesejahteraan mereka sebagai bentuk bantuan sosial. Metode yang digunakan participation action research (PAR) dengan tahapan utama kegiatan adalah pembagian sembako untuk 38 orang peserta dari tenaga outsourcing PT Danamartha Sejahtera Utama dan mitra pujasera Eureka di Universitas Kristen Maranatha Bandung bersama mitra Pusat Bahasa Korea. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 4 April 2024. Bantuan sosial diberikan kepada tenaga outsourcing PT Danamartha Sejahtera Utama dan mitra pujasera Eureka di Bandung. Hasil pengabdian peserta dari tenaga outsourcing PT Danamartha Sejahtera Utama (DSU) sebanyak 8 orang (21%), Pegawai Tenant Food Court Eureka sebanyak 30 orang (79%) dengan rentang usia 18-53 tahun dan sebanyak 9 orang (24%) berjenis kelamin laki-laki dan sebanyak 29 orang (76%) berjenis kelamin perempuan. Jumlah terbesar karyawan perempuan, berarti mereka adalah garda terdepan dalam menyelamatkan perekonomian keluarga, sehingga kegiatan ini dapat membantu mereka. Evaluasi menyatakan bahwa kegiatan ini sebanyak sebanyak 22 peserta (58%) menyatakan berhasil dan dapat dilanjutkan dengan kegiatan serupa. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dapat memperkuat keterlibatan komunitas dalam program pemberdayaan dan menjadi model replikasi di wilayah lain.