Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : BAHAS

PARIWISATA DAN SENI KERAJINAN KAYU DI GIANYAR BALI KELANGSUNGAN DAN PERUBAHANNYA Wahyu Tri Atmojo
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2392

Abstract

  Salah satu komponen dari dunia pariwisata adalah komunitas wisatawan. Oleh karena mereka menghendaki cenderamata yang otentik dan memiliki ciri khas tertentu, maka komunitas perajin merespons kehadiran mereka dengan menciptakan seni kerajinan kayu dalam bentuk cenderamata dengan mengacu pada seni wisata yang di dalamnya mengandung lima ciri khusus. Proses penciptaan seni kerajinan kayu dalam bentuk cenderamata itu menunjukkan adanya kelangsungan dan perubahan yang dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal.   Kata Kunci: Pariwisata, seni kerajinan cenderamata
PARIWISATA DI GIANYAR BALI DARI WISATA BUDAYA SAMPAI WISATA WANA Wahyu Tri Atmojo
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2424

Abstract

Gianyar merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Indonesia. Daerah ini banyak diketemukan berbagai macam objek wisata, seperti objek wisata budaya, objek wisata purbakala, objek wisata remaja, objek wisata bahari, dan objek wisata wana. Masing-masing objek wisata tersebut memberikan suguhan atraksi wisata yang mempesona. Banyak wisatawan yang berkunjung ke daerah ini, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Sumber daya perajin yang menciptakan berbagai macam produk cenderamata juga merupakan atraksi yang mengagumkan. Produk yang mereka hasilkan dijadikan sebagai tanda kenang-kenangan, bahwa mereka pernah berkunjung ke Gianyar.   Kata Kunci : pariwisata, wisata budaya, wisata wana
SENI KERAJINAN CENDERAMATA SEBAGAI SENI WISATA BERBASIS SENI ETNIS BATAK GUNA MENDUKUNG KEPARIWISATAAN DI SUMATERA UTARA Wahyu Tri Atmojo
BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i74TH XXXVI.2519

Abstract

Salah satu komponen pengeluaran komunitas wisatawan adalah untuk belanja seni kerajinan cenderamata. Mereka menghendaki seni kerajinan cenderamata yang memiliki ciri khas dan hasil karya masyarakat setempat. Masyarakat setempat masih menjunjung tinggi terhadap benda-benda tradisional yang diyakini memiliki kekuatan magis. Komunitas wisatawan menghendaki seni kerajinan cenderamata yang berbasis tradisional dan sumber daya masyarakat setempat itu terjadi akulturasi sehingga muncul seni kerajinan cenderamata yang disebut sebagai seni wisata (tourist art) yang di dalamnya mencerminkan lima ciri khusus. Artikel ini merupakan implementasi hasil penelitian Hibah Bersaing Tahun Pertama. Pelaksanaan penelitian tahun pertama ditempuh melalui tiga tahap, yakni identifikasi, klasifikasi, dan eksplanasi. Tahap I adalah mengidentifikasi data yang telah dikumpulkan berkaitan dengan ornamen dan benda pakai tradisional di lima etnis Batak. Tahap ke II adalah mengklasifikasi terhadap jenis ornamen dan benda pakai tradisional etnis Batak. Tahap ke III adalah memberikan penjelasan secara komprehensip dan menentukan jenis ornamen maupun benda pakai tradisional etnis Batak sebagai bahan acuan merumuskan model seni kerajinan cenderamata sebagai seni wisata untuk mendukung kepariwisataan di Sumatera Utara.   Kata Kunci: Seni kerajinan cenderamata, seni wisata, dan seni etnis Batak
KETERAMPILAN MEMBUAT BATIK BAGI KOMUNITAS IBU-IBU RUMAH TANGGA DI DESA BANDAR SETIA Wahyu Tri Atmojo; Hida yat; La Ane
BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i3.10070

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi mitra, yakni: peningkatan keterampilan dalam pembuatan kerajinan tangan khususnya pembuatan kerajinan batik; mengaktifkan program dasa wisma di bawah organisasi PKK dibidang pendidikan dan keterampilan, dan memberikan pengetahuan dan wawasan dalam mengelola usaha. Adapun manfaat yang diperoleh mitra  dari kegiatan ini adalah: (1) meningkatnya pengetahuan dan keterampilan serta produktivitas mitra dalam pembuatan kerajinan khususnya kerajinan batik; (2) Berjalannya program kegiatan Dasa Wisma di bawah organisasi PKK di Desa Bandar Setia dibidang keterampilan dalam pembuatan kerajinan tangan khususnya kerajinan batik. Metode pendekatan yang digunakan untuk mengatasi permasalahan mitra adalah metode pelatihan, demonstrasi, praktek langsung, dan pendampingan.Pelaksanaan pengabdian dilakukan oleh Dr. Wahyu Tri Atmojo, M. Hum (Dosen Jurusan Seni Rupa FBS), Dr. Hidayat, M. Si (Jurusan Sejarah, FIS) dan Drs. La Ane (Jurusan Akuntansi, FE). Hasil luaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat dihasilkannya karya kerajinan batik. Setiap peserta menghasilkan 2 (dua) lembar kain batik. Desain yang mereka hasilkan mengikuti motif dan warna khas Sumatera Utara. Karya kerajinan batik tersebut dapat dimanfaatkan untuk bahan pembuatan sandang maupun aksesoris rumah tangga dengan memodifikasi potongan kain sehingga ada perpaduan sesuai mode yang dikehendaki.
PENCIPTAAN LUKISAN BERBASIS BENTUK SENI RUPA ETNIK KARO PADA MATRA KERET YANG DIBENTUK DENGAN ALAT PENGANTAR PANAS Zulkifli Zulkifli; Dermawan Sembiring; Wahyu Tri Atmojo; Mangatas Pasaribu
BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v29i3.12213

Abstract

The article, a result of this research, discusses the creation of art painting based on ethnic visual art of Karo, which is expressed on rubber material dimension formed with heat conductor device. The purpose is to find the form of North Sumatera’s visual art which is particular and unique. Therefore, it can contribute to the enrichment of the local and national cultural value. The method used is survey method and creative creation method. The testing of the result of the creation was done through the assessment of competent critics and appreciative response of the observers and the community. The data analysis was conducted with the quantitative and qualitative descriptive method. The result of this research shows that the character of Karo ethnic’s visual art as the basis of the art paintings’ development is commonly decorative and mythical. Rubber material as screen area with heat conductor is quite effective to explore the real texture and relief image, as well as producing artistic effect when exposed with light. Based on the critics’ and the observers’ appreciative response, the created works have had the quality of intra-aesthetic and extra-aesthetic, strong uniqueness and characteristics, hence it can contribute to enriching the local and national culture.