Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Panggung

Cendera Mata Berbasis Seni Etnik Batak Atmojo, Wahyu Tri
PANGGUNG Vol 21, No 3 (2011): Narasi Metaforik. Strategi, dan Elanvital
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v21i3.298

Abstract

  
Penciptaan Batik Melayu Sumatera Utara Atmojo, Wahyu Tri
PANGGUNG Vol 23, No 1 (2013): Strategi dan Transformasi Tradisi Kreatif: Pembacaan, Pemaknaan, dan Pembelaja
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v23i1.89

Abstract

ABSTRACT North Sumatera is rich with local cultures, one of them is Malay’s ornament with its various mo­ tives. Unfortunately, it has not directly touched the human daily needs. The ornament which con­ tains patterns and motives needs a real effort to be formed into work of art that touches men’s need. The shape and form are implemented into batik work. The process of batik creation needs several steps in series. Making the design, applying the wax, coloring the motives, and vanishing the wax are the steps that must be taken in the process of batik creation. The products of batik creation among others are batik shirt, batik pillowcase, etc. The coloring process uses napthol with green and yellow as the specific colors of Malay ethnic. Therefore, the specific Malay batik as the local identity in North Sumatera emanates. Keywords: batik creation, Malay’s ornament    ABSTRAK Sumatera Utara memiliki kekayaan budaya lokal, salah satu di antaranya adalah ornamen Melayu  dengan  berbagai  motif.  Akan  tetapi  penerapannya belum  menyentuh  secara langsung terhadap kebutuhan masyarakat. Ornamen yang di dalamnya mengandung pola dan motif memerlukan usaha nyata untuk dapat diwujudkan sebagai karya seni yang ber- hubungan langsung dengan kebutuhan manusia. Bentuk dan wujud diimplementasikan ke dalam karya batik. Proses penciptaan batik memerlukan beberapa tahapan yang saling berurutan. Pembuatan desain, pencantingan, pewarnaan hingga proses menghilangkan li- lin merupakan tahapan yang harus dijalani sebagai langkah di  dalam proses penciptaan batik. Hasil proses penciptaan batik berupa baju batik lengan pendek, sarung bantal kursi, dan lain-lain. Semua produk batik tersebut menggunakan motif Melayu Sumatera Utara. Proses pewarnaan menggunakan napthol dengan warna hijau dan kuning sebagai warna khas etnis Melayu. Dengan demikian muncul batik khas Melayu sebagai identitas lokal di Sumatera Utara. Kata kunci: penciptaan batik, ornament Melayu
Penciptaan Batik Melayu Sumatera Utara Atmojo, Wahyu Tri
PANGGUNG Vol 23, No 1 (2013): Strategi dan Transformasi Tradisi Kreatif: Pembacaan, Pemaknaan, dan Pembelajar
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.861 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v23i1.89

Abstract

ABSTRACT North Sumatera is rich with local cultures, one of them is Malay’s ornament with its various mo­ tives. Unfortunately, it has not directly touched the human daily needs. The ornament which con­ tains patterns and motives needs a real effort to be formed into work of art that touches men’s need. The shape and form are implemented into batik work. The process of batik creation needs several steps in series. Making the design, applying the wax, coloring the motives, and vanishing the wax are the steps that must be taken in the process of batik creation. The products of batik creation among others are batik shirt, batik pillowcase, etc. The coloring process uses napthol with green and yellow as the specific colors of Malay ethnic. Therefore, the specific Malay batik as the local identity in North Sumatera emanates. Keywords: batik creation, Malay’s ornament    ABSTRAK Sumatera Utara memiliki kekayaan budaya lokal, salah satu di antaranya adalah ornamen Melayu  dengan  berbagai  motif.  Akan  tetapi  penerapannya belum  menyentuh  secara langsung terhadap kebutuhan masyarakat. Ornamen yang di dalamnya mengandung pola dan motif memerlukan usaha nyata untuk dapat diwujudkan sebagai karya seni yang ber- hubungan langsung dengan kebutuhan manusia. Bentuk dan wujud diimplementasikan ke dalam karya batik. Proses penciptaan batik memerlukan beberapa tahapan yang saling berurutan. Pembuatan desain, pencantingan, pewarnaan hingga proses menghilangkan li- lin merupakan tahapan yang harus dijalani sebagai langkah di  dalam proses penciptaan batik. Hasil proses penciptaan batik berupa baju batik lengan pendek, sarung bantal kursi, dan lain-lain. Semua produk batik tersebut menggunakan motif Melayu Sumatera Utara. Proses pewarnaan menggunakan napthol dengan warna hijau dan kuning sebagai warna khas etnis Melayu. Dengan demikian muncul batik khas Melayu sebagai identitas lokal di Sumatera Utara. Kata kunci: penciptaan batik, ornament Melayu
Cendera Mata Berbasis Seni Etnik Batak Wahyu Tri Atmojo
PANGGUNG Vol 21, No 3 (2011): Narasi Metaforik. Strategi, dan Elanvital
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4751.312 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v21i3.298

Abstract

  
Penciptaan Batik Tulis Berbasis Ornamen Dan Rumah Adat Batak, Melayu dan Nias Atmojo, Wahyu Tri; Misgiya; Sriwiratma
PANGGUNG Vol 35 No 1 (2025): Wacana Seni dalam Identitas, Simbol, Pendidikan Karakter, Moral Spiritual dan Pr
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v35i1.3692

Abstract

Minat masyarakat Indonesia terhadap pelestarian budaya peninggalan masa lampau sangatlah minim, sebab masyarakat beranggapan peninggalan budaya masa lampau sebagai sejarah. Padahal, peninggalan budaya masa lampau dapat dihidupkan kembali dengan mengolaborasikannya dalam ornamen rumah adat yang dikemas dalam elemen digital visual salah satunya yang ada di Sumatera Utara dengan batik tulis. Penelitian ini bertujuan menghasilkan batik tulis berbasis ornamen dan rumah adat Batak, Melayu, dan Nias yang dikemas dalam elemen digital visual serta penelitian ini menerapkan metode penciptaan dengan fokus kepada praktik karya seni dengan ciri dan ketentuannya. Penelitian ini menghasilkan karya batik tulis sebanyak 14 buah karya, dengan 7 karya batik tulis untuk laki-laki dan 7 karya batik gardigan untuk wanita yang kesemuanya mengacu pada elemen ornamen dan rumah adat Batak, Nias, dan Melayu yang ada di Sumatera Utara. Penelitian ini berkontribusi besar dalam upaya melestarikan budaya yang dikolaborasikan dalam seni dan elemen digital visual.