Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN BAURAN PEMASARAN DENGAN LOYALITAS PASIEN RAWAT JALAN RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH SELOGIRI Puji Lestari; Anton Susanto; Puguh Ika Listyorini
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 6 (2024): Agustus 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan rumah sakit yang semakin tinggi, membuat rumah sakit harus mampu memahami kebutuhan dan harapan pasien supaya keinginan pasien dapat terpenuhi dan meningkatkan kepuasaan pasien sehingga tercipta loyalitas pasien. Pasien yang loyal merupakan aset berharga yang harus dijaga oleh rumah sakit agar memiliki daya saing yang tinggi dengan pesaing lainnya di bidang pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan bauran pemasaran dengan loyalitas pasien rawat jalan di RS Muhammadiyah Selogiri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional-analitik yang menggunakan pendekatan waktu cross sectional. Hasil penelitian menujukkan bahwa bauran pemasaran berhubungan dengan loyalitas pasien dengan nilai signifikansi produk = 0,001, harga = 0,001, tempat = 0,001 dan promosi = 0,001. Dengan demikian, Rumah Sakit diharapkan untuk dapat meningkatkan bauran pemasaran produk, harga, tempat, dan promosi sesuai dengan kebutuhan pasien dan keinginan pasien sehingga loyalitas pasien juga meningkat di Rumah Sakit Muhammadiyah Selogiri.
Strategi Holistik Pemberdayaan Kader Posyandu Untuk Penurunan Stunting Melalui Edukasi, Teknologi, dan Nutrisi Di Desa Sidorejo, Wonogiri Puguh Ika Listyorini; Riska Rosita; Retna Dewi Lestari; Brillian Nur Diansari; Suranto Suranto; Pramudya Kurnia; Haryoto Haryoto
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1328

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Kabupaten Wonogiri, khususnya di Desa Sidorejo, Kecamatan Tirtomoyo, yang memiliki angka prevalensi tinggi. Faktor penyebabnya meliputi kurangnya pemahaman tentang gizi, praktik pengasuhan yang tidak tepat, serta akses terbatas terhadap layanan kesehatan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan menurunkan prevalensi stunting di Desa Sidorejo dengan memberdayakan kader Posyandu sebagai agen utama. Kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan gizi, pelatihan penggunaan alat antropometri, penerapan aplikasi deteksi dini stunting, serta pemberian nutrisi tambahan berupa tepung kelor dan protein hewani. Penyuluhan dan pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan kader Posyandu dalam mendeteksi dan menangani kasus stunting. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, dengan skor rata-rata post-test sebesar 80,7 dibandingkan dengan skor pre-test sebesar 65,2. Analisis statistik menunjukkan peningkatan yang signifikan (p < 0,05), yang mengindikasikan keberhasilan intervensi dalam memberdayakan kader Posyandu untuk mencegah dan menangani stunting. Melalui program ini, diharapkan angka stunting di Desa Sidorejo dapat berkurang, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup jangka panjang bagi anak-anak di desa tersebut. Program ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam menangani masalah stunting secara berkelanjutan.
Integration of Data and Perception in Diarrhea Surveillance Reporting: A Mixed-Methods Study in Indonesia Hesty Latyfa Noor; Indra Agung Yudistiro; Puguh Ika Listyorini; Kinanti Anggraini; Denistism Egi Armadani
International Journal of Health and Social Behavior Vol. 3 No. 1 (2026): February: International Journal of Health and Social Behavior
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijhsb.v3i1.582

Abstract

Surveillance for diarrhea at the district level in Indonesia is still affected by the fragmented nature of the District Health Information System (DHIS) and Early Warning and Response System (EWARS), inconsistent reporting, patchy data interoperability, and the resulting public health delays. Although there are systems in place like the DHIS and EWARS, the persistent use of hybrid systems that combine manual and digital data entry, as well as the different skill levels of users, continues to produce issues of incompleteness, untimely reporting, and inaccurate data. The present study investigated the deficiencies in surveillance reporting of diarrhea cases, the surveillance data to determine the degree of integration and also investigated the health workers perceptions of the barriers to effective reporting. A mixed methods approach was adopted in this study where we investigated quantitatively the DHIS and routine diarrhea reports submitted for the entire year of 2023, and combined that with qualitative, in-depth interviews with the relevant surveillance officers, program managers, and district staff. The quantitative analysis indicated gaps in reporting about 55% in terms of completeness, and consistency of reporting and also significant differences were found between the manual register, DHIS, and EWARS whereby the integration of these systems was found to be low. The qualitative analysis pointed to the combination of disconnected workflows, limited cross-system interoperability, inadequate system training, excessive workloads, and weak organizational feedback, as the main barriers to effective reporting. The combination of these two datasets illustrates the fact that both system deficiencies and organizational factors are primary drivers of the reporting. Closing the gaps will require system level changes in the interoperability of reporting systems, simplified reporting workflows, training, reporting, and reporting feedback loops.