Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Identification of Species and Fatty Acid Composition of Microalgae from Raas Beach Sendang Biru Malang and Their Potential as Biodiesel Feedstock Eli Hendrik Sanjaya; Alifah Novitasari; Parlan Parlan; Laurent Octaviana; Dermawan Afandy; Sitoresmi Prabaningtyas
Jurnal Kimia Riset Vol. 2 No. 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Airlangga, Campus C Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.015 KB) | DOI: 10.20473/jkr.v2i1.4449

Abstract

Biodiesel is one of the best renewable energy made from triglycerides. Microalgae has a high lipid content include triglycerides, so it can be used as raw material for biodiesel production. Malang has many of beaches which are potent to become sources of microalgae, several beaches are surrounding Sendang Biru. The aims of this research were to identify the species of microalgae from Raas Beach Sendang Biru, determine their yield of lipid and fatty acid composition, and analyse their potential to became feedstock of biodiesel production. This research consists of five stages: identification of microalgae, cultivation, harvesting, determination of the yield of microalgae lipid by soxhlet extraction method, and analysis of the fatty acid composition of lipid by GC-MS. The results showed that the species of microalgae are dominated by Euglena sp and small amount of Gloeocapsa. The lipid yield of dried microalgae is 7.5% and the fatty acids composition are dodecanoic acid (1.6%), tetradecanoic acid (1.3%), hexadecanoic acid (16.6%), 9,12-octadecadienoic acid (25.2%), 9-octadecenoic acid (29.8%), and octadecanoic acid (6.7%). Based on this results, it can be concluded  that the microalgaes from Raas Beach Sendang Biru are potential to become biodiesel feedstock but it still need optimization.
Empowerment Teachers of SMA Malang Raya Making Eco Enzyme and Biology Module for Teachers of SMA Malang Raya Balqis Balqis; Herawati Susilo; Murni Saptasari3; Sitoresmi Prabaningtyas4; Ringga Satria Putra; Iin Lailatul Khoirunnisa; , Rifqi Hilman
Community Development Journal Vol 7 No 1 (2023): Community Development Journal
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/cdj.v7i1.3874

Abstract

The 21st century is characterized by information that can be accessed by anyone, anytime and anywhere, computing or using robots, automation or work that can be done regularly and communication that becomes unlimited. Educators are required to be able to facilitate and inspire student learning and creativity, such as involving students in exploring real-world issues and solving contextual problems using tools and digital resources. Learning in the form of environmental care needs to be related to the application in students' daily lives in the family, community, and surrounding nature, so that learning becomes meaningful for students. Eco-enzyme is one of the sources and learning media in the surrounding environment that can be raised in the learning process. This can be used as a teaching module that teachers use as innovation. This activity aims to hold eco-enzyme training and the preparation of teaching modules for Biology Teachers of Malang Raya High School. This activity is carried out using the eco-enzym making training method and the preparation of teaching module making exercises by lifting eco-enzymes. The targets of this activity are teachers from malang city and malang district with 15 of them. The results of this activity found that 80% of this activity was successful because it exceeded the target with details of 18 attending offline and 5 attending online. Another thing is shown by the collection of 6 teaching modules.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Berbantuan Dekomposier Maggot dan Budidayanya untuk Mendukung Program Sekolah Adiwiyata SD Negeri 5 Lawang Fatchur Rachman; Sitoresmi Prabaningtyas; Frida Kunti Setiowati; Indra Kurniawan Saputra; Ahmad Imam Nurdin
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Inovasi IPTEKS untuk Meningkatkan Peran Serta Masyarakat Menuju Indonesia Mandiri
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dilaksanakan. Kegiatan PKM ini dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2022 di SD Negeri 5 Lawang dan bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik berbantuan dekomposer Maggot dan budidayanya untuk mendukung program sekolah adiwiyata. Maggot merupakan larva yang dihasilkan dari lalat Black Soldier Fly (BSF) dengan nama ilmiah Hermetia illucens. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan sebanyak 2 kali. Kegiatan pertama seminar untuk memberikan pemahaman mengenai pupuk organik, jenis-jenis sampah dan potensi maggot untuk mengurai sampah. Pelatihan diawali dengan kegiatan pretest dan diakhiri dengan posttest. Soal tes multiple choice tentang materi sampah dan maggot BSF digunakan dalam kegiatan ini. Kegiatan kedua mengembangkan tempat budidaya Maggot serta cara penangkapan induk lalat BSF. Hasil pretest dan postest menunjukkan adanya perbedaan antara nilai pretest dan posttest, artinya terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta pelatihan. Hasil kegiatan kedua dalah terbentuk instalansi kandang tempat pengembangbiakan lalat BSF serta medium yang siap digunakan untuk menangkap indukan lalat BSF. Pengetahuan dan ketrampilan pembuatan pupuk organik berbantuan decomposer Maggot beserta budidayanya oleh warga SDN 5 Lawang dapat menjadi pendukung program Sekolah Adiwiyata.Kata kunci—pupuk organik, decomposer, maggot, sekolah adiwiyata
Eksplorasi Bakteri Amilolitik Potensial dari Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Grati dan Telaga Ngebel Yanis Kurnia Basitoh; Endang Suarsini; Sitoresmi Prabaningtyas
Jurnal Ilmu Hayat Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um061v3i22019p52-63

Abstract

Danau merupakan salah satu bentuk ekosistem perairan air. Bakteri amilolitik menghasilkan eksoenzim yang dapat mendegradasi amilum menjadi maltosa, glukosa dan dextrin sehingga penyerapan nutrisi menjadi optimal. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui bakteri amilolitik yang terisolasi dari Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Grati dan Telaga Ngebel, (2) mengukur kemampuan hidrolisis amilum berdasarkan indeks hidrolisis amilum oleh bakteri amilolitik, (3) menentukan spesies bakteri amilolitik yang mempunyai nilai indeks hidrolisis amilum terbesar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif. Penelitian dilakukan pada bulan April 2017 sampai Juni 2018 di Laboratorium Mikrobiologi, Jurusan Biologi, Fakultas Metematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sebanyak 53 isolat bakteri bersifat amilolitik dari 89 isolat bakteri yang berhasil diisolasi dari Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Grati dan Telaga Ngebel, (2) masing-masing isolat bakteri memiliki indeks hidrolisis amilum yang berbeda yaitu berkisar antara 0,20 – 5,89, (3) Bacillus subtilis memiliki nilai indeks hidrolisis tertinggi yaitu 5,89.
Perbandingan Kemampuan Effective Microorganisms (EM4) dan Bacillus subtilis Sebagai Agen Bioremediasi Limbah Cair Tahu pada Kondisi Aerob Muhammad Andry Prio Utomo; Sitoresmi Prabaningtyas; Mardiana Lelitawati; Aghits Laily Rizqiyah; Fika Cahya Lovely; Nadila Sekar Zahidah; Nano Rizki Pratama
Jurnal Ilmu Hayat Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um061v6i12022p42-52

Abstract

Limbah cair industri tahu kaya akan bahan organik dan apabila langsung dibuang ke lingkungan dapat berpotensi sebagai pencemar. Limbah cair tahu pada lingkungan perairan mudah terdekomposisi, sehingga membuat daya dukung lingkungan terhadap kehidupan perairan semakin berkurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan kultur campuran effective microorganisms (EM4) dan kultur tunggal B. subtilis dari natto dalam bioremediasi limbah tahu. Bioremediasi dilakukan secara aerob, perbandingan jumlah inoculum mikroorganisme dan limbah tahu adalah 1:20 dan waktu inkubasi yang digunakan adalah selama 8 hari. Parameter yang dihitung dalam penelitian adalah TDS, pH, suhu dan bau. Perlakuan EM4 dan B. subtilis mampu menurunkan TDS dengan prosentase penurunan berturut-turut adalah 29,3% dan 84,6%. pH hasil inkubasi menunjukkan kenaikan menjadi 6,5 pada perlakuan EM4 dan 7,6 pada perlakuan B. subtilis dari pH awal limbah 4,3. Suhu akhir limbah tahu dengan perlakuan EM4 turun menjadi 27,6◦C dan perlakuan dengan B. subtilis menjadi 25,8◦C dari suhu awal limbah tahu 29,5◦C.  Pengukuran bau menunjukkan hanya EM4 yang mampu merubah bau limbah menjadi tidak menyengat. Perlakuan limbah tahu dengan EM4 selama 8 hari mempengaruhi nilai TDS, pH, suhu dan bau limbah tahu sehingga memenuhi persyaratan limbah golongan II KEP 51/MENLH/10/1995.
Kajian Kualitas Mikrobiologi Permen Labu Kuning berdasarkan Lama Penyimpanan dan Macam Pembungkus Ditinjau dari Angka Lempeng Total Koloni Kapang Linda Hapsari; Utami Sri Hastuti; Sitoresmi Prabaningtyas
Jurnal Ilmu Hayat Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um061v2i22018p61-73

Abstract

Permen labu kuning adalah produk olahan buah labu kuning yang merupakan makanan khas dari Sumbawa Besar. Dalam permen labu kuning terkandung senyawa-senyawa yang dapat dimanfaatkan oleh kapang kontaminan untuk tumbuh dan berkembang biak. Hal ini dapat menyebabkan penurunan kualitas permen sehingga mempengaruhi daya tahan simpannya. Tujuan penelitian ini adalah: 1)Mengungkap pengaruh lama waktu penyimpanan, macam pembungkus, dan interaksi lama waktu penyimpanan dan macam pembungkus terhadap kualitas mikrobiologi permen labu berdasarkan ALT koloni kapang. 2) Menentukan batas waktu simpan maksimal permen labu ditinjau berdasarkan ALT koloni kapang yang masih memenuhi syarat batas maksimal dari DIRJEN POM. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu lama waktu penyimpanan dan macam pembungkus. Sampel permen labu kuning sebanyak 25 gram dihaluskan, kemudian dilarutkan dalam 225 ml larutan air pepton 0,1%, kemudian diencerkan sampai tingkat pengenceran10-6. Inokulasi pada medium lempeng Czapek Agar (CA) masing-masing 0,1 ml dari setiap tingkat pengenceran. Selanjutnya dilakukan penghitungan ALT koloni kapang baik pada sampel yang dibungkus kertas minyak maupun plastik yang telah disimpan selama 0 hari, 2 hari, 4 hari, 6 hari , dan 8 hari,  kemudian dirujukkan pada ketetapan dari DIRJEN POM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Lama penyimpanan berpengaruh signifikan terhadap ALT koloni kapang, 2) Macam pembungkus dan interaksi antara lama penyimpanan dan macam pembungkus tidak berpengaruh terhadap ALT koloni kapang, 3)Batas waktu simpan pada permen labu kuning yang dibungkus kertas minyak maksimal adalah 4 hari sedangkan yang dibungkus plastik maksimal adalah 6 hari.
The effect of the problem-oriented project-based learning (POPBL) model on high school students' collaboration skills on metabolic and cell division materials Riza Farahdika Filmi; Ibrohim Ibrohim; Sitoresmi Prabaningtyas
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 6, No 1 (2024): February 2024
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v6i1.18148

Abstract

The Problem-Oriented Project-Based Learning (POPBL) model is believed to be a learning approach that can effectively facilitate students in developing 21st-century skills. Adopting a student-centered approach is essential to engage students actively in learning activities. This study investigates the impact of the POPBL model on collaboration skills related to metabolic material and cell division. The research employs a quasi-experiment design, and the instrument used for data collection is a collaborative questionnaire that includes peer assessment and self-assessment. Analysis of students' collaboration skills, based on the average collaboration skills calculation, indicates that the experimental class using the POPBL learning model outperformed the control class. Prerequisite tests confirmed that the data are normally distributed and homogeneous. The ANCOVA data analysis results show a significant impact of the learning model treatment, with a significance value of p = 0.000<α = 0.05. This indicates that the hypothesis is accepted, and H0 is rejected. Consequently, there are significant differences in collaboration skills between the experimental class (XII MIPA 3) and the control class (XII MIPA 2). These research findings are expected to serve as a valuable reference for educators seeking effective learning models to enhance the quality of biology education, particularly in improving students' collaboration skills.Abstrak. Model pembelajaran Problem Oriented Project Based Learning (POPBL) diyakini dapat pembelajaran yang dapat memfasilitasi siswa agar dapat memberdayakan keterampilan abad-21.  Pembelajaran dengan student center perlu dilakukan agar siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara model POPBL terhadap keterampilan kolaborasi pada materi metabolisme dan pembelahan sel. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy experiment, dan instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket kolaborasi (Peer assessment dan self assessment). Analisis data keterampilan kolaborasi siswa dengan dengan hasil perhitungan rerata keterampilan kolaborasi menunjukkan kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Problem Oriented Project Based Learning (POPBL) lebih tinggi daripada kelas kontrol. Uji prasyarat terbukti data berdistribusi normal dan homogen. Hasil nilai analisis data ANCOVA memiliki nilai signifikansi perlakuan model pembelajaran yaitu p =0,000<α =0,05 artinya hipotesis diterima dan H0 ditolak. Ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan kolaborasi anatara kelas eksperimen (XII MIPA 3) dan kelas kontrol (XII MIPA 2). Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai rujukan model pembelajaran yang memberikan solusi dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran biologi  khususnya untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi pada siswa.
Analisis Intensitas Penerangan dan Suhu yang Dihasilkan oleh Lampu LED pada Proses Preparasi Inkubator Co-Culture Alga Aridhowi, Dhiyauddin; Prabaningtyas, Sitoresmi; Eka Fitria, Diah Ayu; Saptawati, Rina Tri Turani; Annisa, Yuslinda
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No Edisi Khusus 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v0i3.88201

Abstract

Penelitian variasi warna cahaya pada kultur alga secara Co-culture membutuhkan peralatan inkubator khusus dengan variasi warna lampu. Peralatan tersebut berguna untuk memberikan warna cahaya tertentu pada proses kultur. Proses pengajuan alat sekitar 1 tahun menjadi alasan diperlukan perakitan inkubator agar proses penelitian Co-Culture Alga dapat dilakukan dengan sumber daya yang ada. Penelitian bertujuan untuk menganalisis efektivitas inkubator co-culture yang dilengkapi lampu LED sehingga dapat dimanfaatkan untuk perlakuan warna cahaya pada proses Co-Culture Alga. Inkubator dibuat dari bahan multiplek 15 mm, lampu LED HPL 3 watt dengan warna putih 30000 K, merah 625 nm, biru 460 nm, dan kuning 590 nm sebagai sumber cahaya, adaptor 3 – 24 Volt 2 Ampere sebagai kontrol cahaya, heatsink, kipas DC 12 Volt. Resistor 10 Ohm 5 watt. Hasil pengujian inkubator didapatkan bahwa lampu warna biru mempunyai nillai maksimum intensitas sebesar 6640 Lux dan suhu berkisar antara 26.2 – 27.9°C, warna kuning mempunyai nilai intensitas 3130 Lux dan suhu berkisar antara 28.7 – 30.6°C, warna merah sebesar 2000 Lux dan suhu berkisar antara 28.7 – 31.1°C, dan warna putih sebesar 4550 Lux dan suhu berkisar antara 26.7 – 28.8°C. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa inkubator dapat digunakan untuk Co-Culture alga dengan intensitas penyinaran maksimum 2000 LUX pada warna lampu merah dan fluktuasi suhu pada semua inkubator pada kisaran 26 – 31°C.
Potential And Mechanism Antagonistic of Trichoderma sp. Againts Colletotrichum gloeosporioides and C. aotearoa on Avocado Plant (Persea americana Mill) Mafluhah, Luluk Rofiatul; Hastuti, Utami Sri; Prabaningtyas, Sitoresmi
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 9, No 3: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus November 2023
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v9i3.4689

Abstract

The objective of this study is to ascertain the pathogenic and antagonistic fungi that induce disease in avocado plants (Persea Americana Mill), identify the antagonistic fungi with the greatest antagonism potential among a variety of antagonistic fungi, and elucidate the mechanism by which antagonistic fungi inhibit the growth of pathogenic fungi. From January to May 2023, this study was conducted in vitro at the Microbiology Laboratory, State University of Malang, employing a completely randomized design (CRD) comprising six replications and four interventions. The identification of mold was accomplished through macroscopically and microscopically descriptive analysis, followed by a comparison with the mold identification key book. The antagonism process was executed utilizing the dual culture method on PDA medium, and the electron microscope (SEM) was employed to witness the antagonism mechanism. The research findings revealed that T. harzianum spp. and T. viride were identified as antagonist fungi, whereas C. aotearoa and C. gloeospoiroides were identified as pathogenic fungi. The antagonistic fungus T. viride exhibited the greatest degree of antagonism, impeding the growth of C. gloeospoioroides by 77.8%. Observed antagonism occurs when the hyphae of the antagonistic mold ensnare, entangle, and pierce those of the pathogenic mold, causing harm to the region surrounding the pathogenic mold's hyphae and subsequently impeding its growth
Validitas dan Efektivitas Petunjuk Praktikum Elektronik Keanekaragaman Hayati untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA Alfany Abied Maulana Satmaka; Fatchur Rohman; Sitoresmi Prabaningtyas
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 11, No 2 (2023): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v11i2.10021

Abstract

Increasingly tight competition in the 21st century requires students to be able to think well. Students are required to have critical thinking to be able to compete superiorly in increasingly fierce competition in the 21st century. One innovation in biodiversity learning that can be adopted is the development of electronic biodiversity practicum instructions in inquiry learning. The development procedure used consists of five stages, including: 1) assessment/analysis which consists of two phases, namely needs assessment and front-end analysis; 2) design (design); 3) development (development); 4) implementation (implementation); and 5) evaluation. Biodiversity electronic practicum instructions after being validated have very valid validity and are effective in improving critical thinking skills.
Co-Authors , Rifqi Hilman Achmad Rodiansyah Aghits Laily Rizqiyah Agung Wibowo Agung Witjoro Ahmad Imam Nurdin Ainul Fitria Mahmuda Ainul Fitria Mahmudah Alfany Abied Maulana Satmaka Alif Rofiqotun Nurul Alimah Alifah Novitasari Annisa, Yuslinda Aridhowi, Dhiyauddin Balqis Balqis Betty Lukiati Dermawan Afandy Dhiyauddin Aridhowi Diah Ayu Eka Fitriana Dwi Listyorini Dyah Ayu Eka Fitriana Eka Fitria, Diah Ayu Eko Agus Suyono Eli Hendrik Sanjaya Endang Suarsini Fatchur Rachman Fatchur Rohman Fatchur Rohman Fika Cahya Lovely Fitri, Rizka Diah Fitria Maulita Frida Kunti Setiowati Hendra Susanto Herawati Susilo Ibrohim Iin Lailatul Khoirunnisa Indra Kurniawan Saputra Intan Nurnilam Sari Khaq, Rizki Amalia Nurul Kurniaty, Irna Kusmahardhika, Noviansyah Laurent Octaviana Linda Hapsari Mafluhah, Luluk Rofiatul Maghfiroh, Kalimatul Maknuna, Durrotul Mardiana Lelitawati Mastika Marisahani Ulfah Mastika Marisahani Ulfah Mimien Henie Irawati Mochammad Imron Awalludin Muhammad Andry Prio Utomo Muhammad Athoillah Murni Sapta Sari Mutsaqqofa, Amna Roisah Nadila Sekar Zahidah Nano Rizki Pratama Novida Pratiwi Nurul Andini Setiawan Parlan . Pitaloka, Karin Anindita Widya Retnosari, Rini Rina Tri Turani Saptawati Ringga Satria Putra Risqillah, Ulfa Risqillah, Ulfi Riza Farahdika Filmi Rizky, Mirza Yanuar Rohmawati, Uun Saptawati, Rina Tri Turani Sari, Intan Nurnilam Satmaka, Alfany Abied Maulana Siti Imroatul Maslikah Siti Nur Arifah Siti Salina Mustakim Siti Zubaidah Sri Rahayu Lestari Sugeng Handiyanto Susriati Mahanal Susriyati Mahanal Syafitri, Nur Laila Utami Sri Hastuti Yanis Kurnia Basitoh Yuslinda Anisa Yuslinda Annisa