Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGERUH PEMBERIAN JUS BELIMBING MANIS (AVERHOA CARAMBOLA) TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI Meria Kontesa; Nurleny; Rosi Permata Sari; yusriana, yusriana
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/hjtr3t33

Abstract

Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas. Tekanan darah pada lansia akan cenderung tinggi sehingga lansia lebih besar beresiko terkena hipertensi. Angka kejadian hipertensi pada lansia ini terbanyak terdapat di Puskemas Belimbing Kota Padang menempati urutan pertama sebanyak 3.442 (41,64%) pada tahun 2024. Tujuan Penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian jus belimbing manis (averhoa carambola) terhadap tekanan darah pada lansia. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain pra-eksperimen dengan menggunakan pendekatan One Group Pretest-Postest tanpa kontrol, yang bertujuan untuk menilai pengaruh pemberian jus belimbing manis.  Populasi penelitian adalah 120 lansia yang mengalami hipertensi Sampel diambil secara purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang di tetapkan sebanyak 14 sampel. Hasil penelitian diperoleh tekanan darah MAP (Mean Arterial Pressure) sebelum dilakukan pemberian jus belimbing manis yaitu 118,14 (SD= 4,704), sedangkan setelah dilakukan pemberian jus belimbing manis yaitu 110,14 (SD = 5,216). Uji t-test menunjukkan nilai p-value<0,000 yang mengidentifikasi adanya pengaruh pemberian jus belimbing manis (averhoa carambola) terhadap tekanan darah pada lansia hipertensi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tensimeter, dan lembar observasi, dan alat-alat untuk pembuatan jus belimbing manis.  Disarankan bagi pelayanan kesehatan dapat memberikan jus belimbing manis sebagai penanganan nonfarmakologi atau pendamping obat anti hipertensi. Peneliti selanjutnya diharapkan juga bisa melakakukan penelitian dengan desain kontrol, jumlah sampel yang lebih besar, dan waktu intervensi yang lebih lama.
The Effect of Peer Group Education on Smoking Behavior in Youth in Student Vocational School Taman Siswa Padang 2018 Nurleny, Nurleny
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v9i2.361

Abstract

ABSTRACT WHO (2008), put Indonesia 4.8% as the country with the third highest number of smokers in the world after China as much as 30% and India as much as 11.2%. Smokers in Indonesia on average start smoking at the age of 15-19 years, which at age is the age of adolescents. One effort to provide information about the dangers of smoking in adolescents is through peers ( peer group). The purpose of this study is to determine the effect of Peer Group Education on smoking behavior in adolescents at SMK TAMAN SISWA Padang in 2018. The research type is pre-experiment with One-Group Pre-Test-Post-Test approach implemented in SMK Taman Siswa Padang in December 2017 until May 2018. The population is class X and class XI total of 60 people where class X there are 25 students and class XI 35 student at SMP Taman Siswa Padang with sample amounted to 24 students. Univariate data analysis with frequency distribution and bivariate analysis with paired sample t-test with a confidence level of 95%.  Results showed average knowledge teenager before getting peer group education intervention was 6.21, after getting peer group education intervention was 14.54, average adolescent attitude before getting peer group education intervention is 34.88, after getting peer group education intervention was 52.25, the average teenage action before getting peer group education intervention was 3.33 and after obtaining peer group education intervention was 8.12 . It can be concluded differences in knowledge, attitude and practice about smoking before and after getting peer group education intervention. Suggestion for school parties needs to work with local health agencies to conduct cooperation in the form of health education to students, especially about the dangers of smoking for students. 
Determinan Faktor dari Gangguan Fungsi Kognitif pada Lansia Siti Yuliharni; Mohd Jamil; Bunga Permata Wenny; Sukmah Fitriani; Rima Berlian; Putri Putri; Nurleny Nurleny
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3162

Abstract

Proses menua mengakibatkan konsekuensi penurunan fungsi pada lansia, salah satunya penurunan fungsi kognitif, sehingga lansia berisiko mengalami demensia. Gangguan fungsi kognitif akan memberi dampak pada kemandirian lansia, dan penurunan kualitas hidup. Gangguan fungsi kognitif pada lansia dapat disebabkan banyak faktor. Penelitian ini bertujuan yaitu untuk melihat hubungan antara faktor-faktor dengan gangguan fungsi kognitif. Jenis penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 101 orang lansia menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data menggunakan instrument MMSE, PASE, Tensimeter, dan kuesioner data usia dan perilaku merokok. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Terdapat hubungan yang bermakna pada usia (p value < 0,022), hipertensi (p value < 0,010), aktivitas fisik (p value < 0,000) dengan gangguan fungsi kognitif, serta tidak terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku merokok dengan gangguan fungsi kognitif. Intervensi terkait pengontrolan tekanan darah dan aktivitas fisik perlu ditingkatkan untuk menghambat terjadinya gangguan fungsi kognitif pada lansia.
PENGARUH VIDEOTHERAPY TERHADAP KESADARAN ANTI-BULLYING DI SEKOLAH PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SDN 05 KP JAWA KOTA PARIAMAN Nurleny Nurleny; Hidayati Hidayati
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.2891

Abstract

Latar Belakang : Secara global prevalensi kasus bullying di kalangan anak usia sekolahmenunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Banyak penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yangmenjadi korban bullying sering mengalami dampak negatif secara emosional, sosial, dan akademis.Mereka dapat mengalami stres, kecemasan, depresi, bahkan dalam kasus ekstrem, menyebabkanisolasi dan bahaya kesehatan mental yang lebih serius. Selain itu, lingkungan sekolah yangtidak aman dan terancam oleh kekerasan juga dapat mengganggu proses pembelajaran danmenciptakan ketidaknyamanan yang meluas di antara siswa. Peningkatan kesadaran anti-bullying yangdilakukan dengan pemutaran video dalam psikoterapi disebut juga dengan Videotherapy. Videotherapyadalah sebuah teknologi terbaik dalam proses dan kemajuan dari psikoterapi. Video memiliki kelebihanmem-feedback kembali perasaan, emosi dan masalah yang dihadapi klien melalui penayangan video.Video efektif membantu mengatasi masalah klien yang dihadapi melalui penayangan video yang sesuaidengan masalah klien. Tujuan Penelitian ini untuk megetahui pengaruh vidiotherapy terhadap kesadarananti – bullying di sekolah pada anak usia sekolah di SDN 05 Kp Jawa Kota Pariaman.Metode Penelitian: Desain penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan pendekatan one-group pretest-posttesdesign.Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2023 sampai dengan Agustus 2024. Pengambilandata dilakukan pada tanggal 22 Juli – 25 Juli 2024. Sampel pada penelitian ini berjumlah 18 orangresponden.Hasil Penelitian : Uji statistik dengan menggunakan uji paired t-test dan didapatkan hasil pvalue 0,000 artinya terdapat pengaruh rerata skor sebelum dan sesudah dilakukan videotherapy terhadapkesadaran anti-bullying di SDN 05 Kp Jawa Kota Pariaman. Kesimpulan : Adanya pengaruhvidiotherapy terhadap kesadaran anti-bulyingKeyword : Anak Usia Sekolah, Bulying, Vidiotherapy