Claim Missing Document
Check
Articles

Layanan Konvergensi Stunting pada Ibu Hamil Prafitri, Lia Dwi; Budiarto, Eka; Zuhana, Nina; Widyastuti, Windha
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi stunting secara keseluruhan yaitu sebesar 30,8%. Pengalaman global menyatakan bahwa tindakan intervensi yang terpadu atau konvergensi pada kelompok prioritas merupakan kunci keberhasilan perbaikan status gizi, tumbuh kembang anak, dan pencegahan stunting. Edukasi layanan konvergensi stunting merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil sehingga dapat menurunkan prevalensi angka stunting. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh edukasi layanan konvergensi stunting terhadap pengetahuan ibu hamil. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan rancangan one group pretest-posttest desain. Pengambilan sampel menggunakan total populasi sejumlah 51 ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Tirto Kota Pekalongan. Kuesioner diberikan kepada ibu hamil untuk mengetahu pengetahuan sebelum dan setelah diberikan intervensi. Hasil uji Kolmogorov smirnov menunjukkan distribusi data tidak normal, sehingga analisa bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian diketahui terdapat pengaruh edukasi layanan konvergensi stunting terhadap pengetahuan ibu hamil (0,000 < 0,05). Tenaga kesehatan, khususnya bidan diharapkan dapat memberikan layanan konvergensi stunting kepada semua ibu hamil. Puskesmas dan Dinas Kesehatan dapat memberikan dukungan dan fasilitas yang memadai kepada tenaga kesehatan dalam memberikan layanan konvergensi stunting.
Pengaruh Kombinasi Cervical Stabilizing Exercise dengan McKenzie Neck Exercise terhadap Perbaikan Forward Head Posture (FHP) Ramadhani, Nanda Ayu; Prafitri, Lia Dwi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Forward head posture (FHP) merupakan kelainan yang terjadi pada leher dan kepala, dimana posisi kepala melebihi bahu saat dilihat dari bidang sagital. Upaya fisioterapi untuk perbaikan FHP dapat dilakukan dengan kombinasi cervical stabilizing exercise dengan mckenzie neck exercise. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi cervical stabilizing exercise dengan mckenzie neck exercise terhadap perbaikan FHP pada penjahit konfeksi di Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pre eksperiment design dengan pre test and post test without control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan 29 responden. Pengukuran FHP dengan metode craniovertebral angle (CVA) menggunakan alat ukur goniometer. Intervensi dalam penelitian ini adalah kombinasi cervical stabilizing exercise dengan mckenzie neck exercise, diberikan 3 kali per minggu selama 3 minggu. Analisa menggunakan paired ttest. Hasil Penelitian: Mean CVA sebelum intervensi (41,21º) dan mean setelah intervensi (47,00º). Nilai ? value 0,000 < (0,005), artinya ada pengaruh kombinasi cervicalstabilizing exercise dengan mckenzie neck exercise terhadap perbaikan FHP pada penjahit konfeksi di Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Simpulan: Ada pengaruh kombinasi cervical stabilizing exercise dengan mckenzie neck exercise terhadap perbaikan FHP. Saran: Tenaga kesehatan khususnya fisioterapi muskuloskeletal dapat menggunakan kombinasi cervical stabilizing exercise dengan mckenzie neck exercise untuk perbaikan FHP.
Perawatan Luka Perineum Sebagai Upaya Deteksi Dini Infeksi Luka Pada Ibu Nifas Zuhana, Nina; Prafitri, Lia Dwi; Ratnawati, R
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan perineum merupakan salah satu pemenuhan kebutuhan dasar manusia, yang penting dilakukan dalam rangka mempertahankan kebersihan perineum,mencegah keputihan yang berbau dan gatal, mempertahankan PH vagina, mencegah infeksi nifas Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara deskriptif perawatan luka perineum sebagai upaya deteksi dini infeksi pada ibu nifas di wilayah kerja puskesmas sragi II Kabupaten Pekalongan. Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif cross sectional. Populasi seluruh ibu nifas di wilayah kerja puskesmas Sragi II Kabupaten Pekalongan. Pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik consecutive sampling. Besar sampel yang digunakan sebanyak 41 ibu nifas yang memenuhi syarat kriteria inklusi pada bulan April 2022 Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan metode angket. Analisa data menggunakan tendensi sentral dan distribusi frekuensi. Perawatan luka perineum pada ibu nifas didapatkan lebih dari separuh 58,50% kurang baik. Hal ini akan berdampak pada lambanya penyembuhan luka dan berisiko terjadinya infeksi Nifas, sehingga sangat penting peran tenaga kesehatan dalam pemberian edukasi terkait perawatan luka perineum yang baik dan tepat sebagi upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap infeksi pada ibu nifas
Early Detection of Urinary Incontinence in The Elderly Prafitri, Lia Dwi; Nurseptiani, Dzikra; Faiza, Hani Irfana
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 17th University Research Colloquium 2023: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increase in age that occurs in the elderly causes the bladder muscles and urinary tract (urethra) to weaken. Incontinence is also often part of the syndrome that occurs in the elderly. Although it is not usually a dangerous condition, urinary incontinence can adversely affect the sufferer’s condition and social life. The purpose of this community service is as an effort to early detect urinary incontinence in the elderly. This activity was carried out on 48 elderly people in Rengas Kedungwuni Village, Pekalongan Regency. The method carried out for urinary incontinence examination uses the SSI (Sandvix Severity Index) scale diagnostic questionnaire, in addition to that blood pressure and weight checks are also carried out and provide education about kegel gymnastics. The results obtained from the examination carried out were that there were 12 elderly people (25%) who experienced urinary incontinence, an average blood pressure of 142 / 77 mmHg, and an average body weight of 55 kg. Early detection efforts obtained data that 25% of the elderly experience urinary incontinence and already know how to overcome it with kegel gymnastics, so follow-up is needed from health workers in conducting early detection of urinary incontinence to reduce morbidity and improve the quality of life in the elderly.
Membangun Konsep Diri Positif Melalui Peer Group Sebagai Manajemen Diri Dampak Bullying Pada Remaja Putri Prafitri, Lia Dwi; Budiarto, Eka; Suparni, Suparni; Zuhana, Nina
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 8 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v8i3.3850

Abstract

Young women in orphanages often experience psychosocial challenges, such as low self-esteem and experiences of bullying, which affect their emotional and social well-being. This service aims to improve self-concept through a peer group approach as a self-management strategy against the impact of bullying. The methods used include focused group discussions (FGD), education, peer group formation, role play, mentoring, and evaluation. The results show an increase in self-concept understanding, the formation of an active and supportive peer group, improvement in self-management skills, increased self-confidence, the development of peer group modules or guides, and the establishment of sustainable partnerships. Pre-test to post-test scores increased by an average of 1.4 points. Peer groups are effective in creating a safe environment and strengthening positive interactions between adolescents. This intervention has a positive impact on the psychosocial aspect and has the potential to be replicated in other orphanages as a form of promotive and preventive mental health. Cross-sectoral support, such as caregivers, educators, and health workers, is needed for sustainable programs and optimal results.Keywords: bullying; self-concept; orphanage; peer group; young women  Abstrak: Remaja putri di panti asuhan sering mengalami tantangan psikososial, seperti rendahnya konsep diri dan pengalaman bullying, yang memengaruhi kesejahteraan emosional dan sosial mereka. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan konsep diri melalui pendekatan peer group sebagai strategi manajemen diri terhadap dampak bullying. Metode yang digunakan meliputi diskusi kelompok terfokus (FGD), edukasi, pembentukan kelompok sebaya, role play, pendampingan, dan evaluasi. Hasil capaian menunjukkan peningkatan pemahaman konsep diri, terbentuknya peer group yang aktif dan suportif, peningkatan kemampuan manajemen diri, peningkatan rasa percaya diri, tersusunnya modul atau panduan peer group dan terjalinnya kemitraan berkelanjutan. Skor pre-test ke post-test naik rata-rata 1,4 poin. Peer group terbukti efektif menciptakan lingkungan aman dan memperkuat interaksi positif antarremaja. Intervensi ini memberikan dampak positif pada aspek psikososial dan berpotensi direplikasi di panti lain sebagai bentuk promotif dan preventif kesehatan mental. Dukungan lintas sektor seperti pengasuh, pendidik, dan tenaga kesehatan diperlukan agar program berkelanjutan dan hasilnya optimal.Kata kunci: bullying; konsep diri; panti asuhan; peer group; remaja putri
Pembentukan KEPITING (Kelas Pijat Balita Anti Stunting) melalui Pemberdayaan Ibu dalam Mengoptimalkan Gizi dan Nafsu Makan Balita di desa Getas Wonopringgo Pekalongan: The Formation of KEPITING (Anti-Stunting Toddler Massage Class) through the Empowerment of Mothers in Optimizing Nutrition and Appetite of Toddlers in Getas Wonopringgo Village Pekalongan Ersila, Wahyu; Prafitri, Lia Dwi; Sulistiani, Ria Purnawian; Erlinda, Talitha Rahma; Pratista, Agni
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 11 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i11.10786

Abstract

Stunting remains a serious health problem in Indonesia, including in Pekalongan Regency, where the prevalence increased from 11.1% to 11.3% in 2023. Getas Village, Wonopringgo District, recorded the highest stunting rate at 45.16%. Previous efforts focused on providing supplementary feeding without an integrated education program, whereas outreach from the integrated health post has not been optimal. This condition has resulted in mothers' low knowledge regarding stunting prevention and stimulating toddlers' appetite. The KEPITING (Anti-Stunting Toddler Massage Class) program is designed to empower mothers to enhance their understanding of nutrition and parenting, as well as improve their attitudes, motivation, and skills in infant massage, promoting the nutritional status and appetite of toddlers. Implementation methods include outreach, toddler massage practice, demonstrations of making simple, nutritious supplementary foods, such as MODISCO (Modified Dietetic Skim Milk and Coconut Oil), and appetite massage assistance. The results of the activity showed an increase in average body weight of 540 grams, an average height of 1.7 cm, a toddler appetite p-value of 0.001, knowledge about toddler nutrition p-value of 0.009, knowledge of parenting patterns p-value of 0.017, maternal attitudes p-value of 0.028, maternal motivation p-value of 0.002, and maternal skills p-value of <0.001. In conclusion, KEPITING can strengthen the role of mothers in preventing stunting through educational approaches and direct practice, as well as serving as a community-based intervention model that is expected to be replicated in other areas of Pekalongan.