Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODISCO TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BALITA Ersila, Wahyu; Dwi Prafitri, Lia; Utami, Susri
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 1, Januari 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i1.1214

Abstract

Defisiensi gizi merupakan ketidakseimbangan atau kekurangan antara kebutuhan energi dengan asupan yang dikonsumsi sehari-hari, atau dapat diartikan nutrisi yang dikonsumsi dibawah rata-rata. Dampak yang terjadi ketika seorang balita mengalami malnutrisi berpengaruh pada terjadinya gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Upaya yang dapat dilakukan dengan pemberian Modified Dietetic Skimmed Milk and Coconut Oil (Modisco) karena mengandung lebih tinggi kalori dan protein. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh modisco terhadap peningkatan berat badan pada balita. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan pendekatan pretest posttes without control grup design. Tempat penelitian di Azzamil day care Kabupaten Pekalongan bulan Maret-Mei 2023. Sample yang digunakan 18 balita gizi kurang, dengan teknik purposive sampling Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi. Modisco formula I yaitu susu full krim 100gr, gula pasir 50gr, margarine 50 gr dan dicampur dalam air hangat diberikan sehari 1x selama 30 hari. Analisis data menggunakan analisis bivariate dengan uji beda mean, yaitu uji paired t test. Hasil penelitian diperoleh rata-rata berat badan balita sebelum dilakukan intervensi adalah 9,50 kg dan setelah diberikan memiliki rata-rata 10,21 kg dengan selisih kenaikan sebesar 710 gram. Nilai p diperoleh sebesar 0,000 (<0,05) hal ini juga menunjukkan berarti terdapat pengaruh modisco terhadap peningkatan berat badan pada balita. Kesimpulan bahwa modisco salah nutrisi tambahan yang tinggi protein dan kalori yang mampu meningkatkan berat badan pada anak terutama dengan gizi kurang, sehingga diharapkan modisco menjadi salah satu alternative program nutrisi tambahan yang dapat diberikan dalam penatalaksanaan gizi kurang dan gizi buruk. Nutritional deficiency is an imbalance or deficiency between energy needs and the intake consumed daily, or it can be interpreted as the nutrition consumed being below average. The impact that occurs when a toddler experiences malnutrition has an impact on growth and development disorders. Efforts that can be made are by giving Modified Dietetic Skimmed Milk and Coconut Oil (Modisco) because it contains higher calories and protein. The aim of this research was to determine the effect of modisco on weight gain in toddlers. This type of research is quasi experimental with a pretest posttest approach without control group design. The research location was Azzamil day care, Pekalongan Regency, March-May 2023. The sample used was 18 malnourished toddlers, using a purposive sampling technique. The instrument used was an observation sheet. Modisco formula I, namely 100g full cream milk, 50g granulated sugar, 50g margarine and mixed in warm water, is given once a day for 30 days. Data analysis uses bivariate analysis with a mean difference test, namely the paired t test. The research results showed that the average weight of toddlers before the intervention was carried out was 9.50 kg and after it was given the average was 10.21 kg with a difference in increase of 710 grams. The p value obtained was 0.000 (<0.05), this also shows that there is an influence of modisco on increasing body weight in toddlers. The conclusion is that Modisco is one of the additional nutrients that is high in protein and calories which can increase body weight in children, especially those with malnutrition, so it is hoped that Modisco will become an alternative additional nutrition program that can be provided in the management of malnutrition and malnutrition.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Sikap Bidan dalam Mengatasi Gangguan Neuromusculoskeletal pada Ibu Hamil Prafitri, Lia Dwi; Ersila, Wahyu
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 11 No 2 (2024): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v11i2.224

Abstract

Gangguan neuromusculoskeletal dapat menimbulkan permasalahan pada ibu hamil seperti kerusakan saraf dan pembuluh darah pada bagian leher, bahu, pergelangan tangan, pinggul, lutut, dan tumit. Apabila gangguan neuromusculoskeletal tidak teratasi dengan baik maka ibu hamil akan mengalami gangguan rasa nyaman yang menyebabkan stress, insomnia, dan gangguan tidur serta permasalahan pada gangguan pernafasan. Sikap bidan sebagai pemberi asuhan kehamilan dalam mengatasi gangguan neuromusculoskeletal sangat penting dalam memberikan kenyamanan dan keamanan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan sikap bidan dalam pencegahan gangguan neuromusculoskeletal pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan jenis penelitian analitik menggunakan pendekatan kuantitatif. Tehnik pengambilan sampel dengan proporsional random sampling sejumlah 100 bidan. Peneliti melakukan wawancara tertutup menggunakan kuesioner dengan google formulir. Analisa data menggunakan chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian diketahui bahwa faktor yang berhubungan dengan sikap bidan dalam mengatasi gangguan neuromusculoskeletal yaitu status pernikahan (p value 0,002), tempat kerja (p value 0,008), dan motivasi (p value 0,012). Sedangkan faktor status kepegawaian (p value 0,807) dan masa kerja (p value 0,566) tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan sikap bidan dalam mengatasi gangguan neuromuscu oskeletal. Kekuatan hubungan dari hasil nilai OR dari yang terbesar adalah motivasi (OR 4,431), tempat kerja (OR 3,821), dan status pernikahan (OR 3,263). Nilai OR terbesar adalah motivasi, sehingga faktor yang paling dominan terhadap sikap bidan dalam mengatasi gangguan neuromusculoskeletal pada ibu hamil adalah motivasi. Bidan diharapkan dapat selalu memberikan sikap yang baik pada saat memberikan asuhan kehamilan sebagai upaya dalam mencegah dan mengatasi gangguan neuromusculoskeletal.
Optimalkan Persiapan Pranikah dan Prakonsepsi pada Remaja Melalui Pelatihan Kader Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Pekalongan Fitriyani, Fitriyani; Ayuanda, Leila Nisya; Prafitri, Lia Dwi; Kusuma, Nur Intan
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v4i1.280

Abstract

Persiapan pranikah dan prakonsepsi merupakan aspek penting yang dibutuhkan oleh remaja. Berbagai dampak buruk dapat terjadi jika remaja tidak mempersiapkan pranikah dan prakonsepsi dengan baik. Dampak yang terjadi tidak hanya jangka pendek, namun jangka panjang pada keluarga. Posyandu remaja di Kabupaten Pekalongan sudah dibentuk oleh Gerakan Nasyiatul Aisyiyah (NA) dengan nama Posyandu Remaja Nasiatul Aisyiyah (Pashmina) dan sudah berjalan, namun belum terdapat program kelas pra nikah. Hal ini dikarenakan belum terlatihnya kader NA dalam memberikan program persiapan pranikah dan prakonsepsi. Kegiatan Pelatihan ini bertujuan untuk membentuk kader NA yang terlatih sehingga dapat terbentuk program kelas pranikah pada Pashmina dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh remaja di Kabupaten Pekalongan. Kegiatan Pelatihan NA ini dilakukan secara terprogram selama 6 bulan. Tim pelaksana pengabdian memberikan edukasi tentang persiapan pra nikah berupa persiapan fisik, mental, spiritual skrining status gizi pranikah. Kegiatan ini dilaksanakan dengan kerjasama pengurus NA Kabupaten Pekalongan, di evaluasi pada akhir kegiatan melalui kuesioner. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan kader NA tentang persiapan pranikah dan prakonsepsi remaja melalui hasil uji statistic dengan Uji Wilcoxon dengan nilai p 0,003 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pelatihan. Peningkatan pengetahuan kader NA dapat menjadi modal dalam pembentukan kelas pranikah pada Posyandu Remaja Nasiatul Aisyiyah (Pashmina) Kabupaten Pekalongan.
Deteksi Dini dan Cegah Stunting Melalui Pembentukan Kelas Catin (Calon Pengantin) Zuhana, Nina; Prafitri, Lia Dwi; Sulistiani, Ria Purnawian
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jagri.v5i2.1192

Abstract

Salah satu faktor pendukung permasalahan terkait tingginya angka kematian ibu dan bayi adalah kehamilan di usia remaja. Masalah ini sangat dipengaruhi oleh faktor perilaku seksual yang menyebabkan terjadinya kehamilan di usia dini. Stunting, wasting dan underweight merupakan tiga faktor status gizi anak yang diakui secara luas. Masih minimnya pengetahuan masyarakat tentang pencegahan stunting dan pelayanan pranikah masih dirasa kurang efektif karena program skrining pranikah masih sebatas pemeriksaan fisik dan pemberian suntikan tetanus toxoid. Belum ada nya kelas catin karena terkendala waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk membentuk program kelas catin dan promotor utnuk meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam pencegahan stunting. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membantu mitra dalam mengoptimalkan deteksi dini dan skrining stunting melalui kelas catin (calon pengantin) di wilayah Puskemas Karangdadap, meningkatkan kemandirian kader kesehatan dalam tanggap stunting melalui kelas catin. Metode pendekatan yang akan digunakan dalam penyelesaian masalah mitra adalah metode pemberdayaan masyarakat. Hasil pengabdian berupa terbentuknya kader tanggap stunting dan terbentuknya kelas catin yang berjalan secara berkesinambungan dan mampu menskrining calon pasangan pengantin yang memiliki permasalahan kesehatan yang berpotensi hamil dan melahirkan dengan anak stunting. Hasil pengabdian lainnya berupa adanya peningkatan rerata pengetahuan sebelum dengan sesudah pemberian edukasi Diperlukan komitmen bersama antara puskesmas, KUA, kader tanggap stunting serta pemerintahan desa agar kegiatan kelas catin ini dapat berjalan secara teratur dan tersistem dan diperlukan kerjasama yang lebih luas lagi dengan dinas perencanaan pemberdayaan perempuan dan KB.
PENGUKURAN POSTUR LANSIA YANG MENGALAMI KIFOSIS, LORDOSIS DAN SKOLIOSIS DI DESA BINAAN FISIOTERAPI Nurseptiani, Dzikra; Lia Dwi Prafitri; Muhammad Daffa’ Al Ghifary Caesario Putra
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): NOPEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gemassika.v8i2.1258

Abstract

One of the efforts needed in solving the problems of the elderly is with promotive, preventive, curative, and rehabilitative. One of these services can be provided in certain communities such as built villages that have been managed by Physiotherapy Bachelor Study Program of Faculty of Health Sciences Universitas Muhammadiyah Pekaangan Pekalongan. The role of the physiotherapist here is related to the changes in posture experienced by the elderly that are the impact of changes in the musculoskeletal system. One of the changes is the posture of the elderly who have begun to bend or so-called kyphosis which can be detected by examining the position of the flexion of the trunk. Other changes in the shape of the posture in the elderly are lordosis and scoliosis. Lordosis is a spinal disorder of the lumbar region that has excessive curvature, the bone curves back so excessively that it seems as if the bone is pulled forward.. When viewed from the left side of the patient, the lower back forms the letter “C”. As for posture changes scoliosis is a condition of vertebral deformity with a characteristic lateral deviation of at least 10° with rotation of the vertebrae. This scloliosis can be seen when the structure of the spine is shaped like the letter “S”. Some of the problems faced by partners are the need for maintenance with the form of approach activities carried out directly with simple methods of extension, observation and posture examination where later the elderly will be given education about daily activities so as not to aggravate the situation of their posture. From this effort, it was found that as many as 24 elderly experienced a change in posture towards kyphosis, 4 elderly people had lordosis posture and 2 scoliosis. Keywords: Elderly; Kiphosis; Lordosis; Scoliosis
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN ORANG TUA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM MENCEGAH COVID-19 Ersila, Wahyu; Dwi Prafitri, Lia; Budiarto, Eka; Khuzaiyah, Siti
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 14, No 1 (2023): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v14i1.756

Abstract

Descriptive Analysis Of Maternal Anxiety Before Sectio Caesaria Surgery Nina Zuhana; Lia Dwi Prafitri; Wahyu Ersila
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i2.406

Abstract

This research aims to find out the picture of maternal anxiety before sectio caesarean at Muhammadiyah Pekajangan Islamic Hospital Pekalongan. This research is a quantitative descriptive study using a cross sectional approach. The population in this study was mothers who gave birth in pre-caesarean sections at The Islamic Hospital Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Sampling technique using quota sampling type, which is 30 respondents who meet inclusion criteria and do not drop out. Data collection using the T-MAS questionnaire (Taylor Anxiety Scale) method of data collection with interviews. The results found that 100% of respondents experienced anxiety and Most (70%) have severe anxiety before SC surgery. It is hoped that health workers especially midwives can provide information and provide positive support that can reduce the anxiety of clients before surgery sectio caesaria
KELOMPOK REMAJA SEHAT REPRODUKSI DI MTs MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN PEKALONGAN: REPRODUCTION OF HEALTHY ADOLESCENTS IN MTs MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN PEKALONGAN Dwi Prafitri, Lia; Fitriyani, F; dewi aisyah, risqi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2019): JPM | September 2019
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.587 KB) | DOI: 10.33023/jpm.v5i2.464

Abstract

ABSTRAK MTs Muhammadiyah Pekajangan merupakan salah satu madrasah yang menyelenggarakan pendidikan bagi remaja putra dan putrid yang berada di Desa Ambukembang Kecamatan Kedungwuni. Kurangnya informasi dan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja masih menjadi permasalahan remaja khususnya di MTs Muhammadiyah Pekajangan. Perasaan malu, ketakutan, dan kecemasan menjadi masalah nagi remaja untuk mencari informasi terkait dengan kesehatan reproduksi remaja, sehingga masih banyak remaja yang belum dapat menyelesaikan permasalahan kesehatan reproduksi remaja. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan reproduksi remaja salah satunya yaitu dengan mengadakan promosi kesehatan. Sasaran dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah remaja putra dan putrid kelas VII dan VIII. Hasil kegiatan ini adalah remaja putra dan putri dapat mengetahui tentang kesehatan reproduksi remaja dan dapat memecahkan masalah kesehatan reproduksi yang mereka alami. Diharapkan adanya peran serta dari dinas kesehatan dan pihak sekolah untuk dapat meningkatkan kesehatan reproduksi remaja dengan rutin mengadakan promosi kesehatan. Kata Kunci : Remaja, Sehat, Reproduksi ABSTRACT MTs Muhammadiyah Pekajangan is one of the madrassas that provides education for young men and women who are in Ambukembang Village, Kedungwuni District. Lack of information and knowledge about adolescent reproductive health is still a problem of adolescents, especially in MTs Muhammadiyah Pekajangan. Feelings of shame, fear, and anxiety become problems for adolescents to look for information related to adolescent reproductive health, so there are still many teenagers who have not been able to solve adolescent reproductive health problems. One of the efforts that can be done to improve adolescent reproductive health is by conducting health promotion. The targets in the community service activities are young men and girls in class VII and VIII. The results of this activity are young men and women can find out about adolescent reproductive health and can solve reproductive health problems they experience. It is expected that the participation of the health department and the school can improve adolescent reproductive health by regularly holding health promotions.. Keywords : Adolescents, Healthy, Reproductive
Membangun Konsep Diri Positif Melalui Peer Group Sebagai Manajemen Diri Dampak Bullying Pada Remaja Putri Prafitri, Lia Dwi; Budiarto, Eka; Suparni, Suparni; Zuhana, Nina
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 8, No 3 (2025): Juli 2025
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v8i3.3850

Abstract

Young women in orphanages often experience psychosocial challenges, such as low self-esteem and experiences of bullying, which affect their emotional and social well-being. This service aims to improve self-concept through a peer group approach as a self-management strategy against the impact of bullying. The methods used include focused group discussions (FGD), education, peer group formation, role play, mentoring, and evaluation. The results show an increase in self-concept understanding, the formation of an active and supportive peer group, improvement in self-management skills, increased self-confidence, the development of peer group modules or guides, and the establishment of sustainable partnerships. Pre-test to post-test scores increased by an average of 1.4 points. Peer groups are effective in creating a safe environment and strengthening positive interactions between adolescents. This intervention has a positive impact on the psychosocial aspect and has the potential to be replicated in other orphanages as a form of promotive and preventive mental health. Cross-sectoral support, such as caregivers, educators, and health workers, is needed for sustainable programs and optimal results.Keywords: bullying; self-concept; orphanage; peer group; young women  Abstrak: Remaja putri di panti asuhan sering mengalami tantangan psikososial, seperti rendahnya konsep diri dan pengalaman bullying, yang memengaruhi kesejahteraan emosional dan sosial mereka. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan konsep diri melalui pendekatan peer group sebagai strategi manajemen diri terhadap dampak bullying. Metode yang digunakan meliputi diskusi kelompok terfokus (FGD), edukasi, pembentukan kelompok sebaya, role play, pendampingan, dan evaluasi. Hasil capaian menunjukkan peningkatan pemahaman konsep diri, terbentuknya peer group yang aktif dan suportif, peningkatan kemampuan manajemen diri, peningkatan rasa percaya diri, tersusunnya modul atau panduan peer group dan terjalinnya kemitraan berkelanjutan. Skor pre-test ke post-test naik rata-rata 1,4 poin. Peer group terbukti efektif menciptakan lingkungan aman dan memperkuat interaksi positif antarremaja. Intervensi ini memberikan dampak positif pada aspek psikososial dan berpotensi direplikasi di panti lain sebagai bentuk promotif dan preventif kesehatan mental. Dukungan lintas sektor seperti pengasuh, pendidik, dan tenaga kesehatan diperlukan agar program berkelanjutan dan hasilnya optimal.Kata kunci: bullying; konsep diri; panti asuhan; peer group; remaja putri
Pemberdayaan Mandiri Kader Nasyiatul Aisyiyah Tanggap Stunting di Kota Pekalongan: Independent Empowerment of Nasyiatul Aisyiyah Cadres to Respond to Stunting in Pekalongan City Prafitri, Lia Dwi; Aisyah, Risqi Dewi; Aprilyan, Sherly; Zulfarani, Nelly; Habibah, Naeli
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 8 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i8.7002

Abstract

Data from Pekalongan City in August 2021 showed a stunting rate of 7.8% under five, which is lower than the national average. Efforts to accelerate stunting handling are carried out by involving Nasyiatul Aisyiyah (NA) as a youth organization in Pekalongan City. NA cadres are targeted to empower independence in handling stunting with education and early detection. However, the obstacles that occur are uneven activities in all branches of NA Pekalongan City and health programs that are limited to screening. Therefore, the independent empowerment of NA cadres in increasing awareness and independence of stunting response is important. The approach method taken is the independent empowerment of NA cadres as subjects and objects in community service activities with the aim of reducing stunting rates and improving student learning experiences as well as the implementation of key performance indicators. This method includes socialization, formation of stunting response NA cadres, provision of education, demonstration examinations, and assistance to provide education and early detection of stunting to the community. This activity received support from various parties so that it can run smoothly and is expected to increase public awareness about the importance of early detection in stunting. Support from various parties is still needed such as the Health Office, Social Office of Population Control and Family Planning, Puskesmas, and the community as an effort to realize zero stunting through independent empowerment of stunting response cadres.