Claim Missing Document
Check
Articles

Membangun Konsep Diri Positif Melalui Peer Group Sebagai Manajemen Diri Dampak Bullying Pada Remaja Putri Prafitri, Lia Dwi; Budiarto, Eka; Suparni, Suparni; Zuhana, Nina
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 8, No 3 (2025): Juli 2025
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v8i3.3850

Abstract

Young women in orphanages often experience psychosocial challenges, such as low self-esteem and experiences of bullying, which affect their emotional and social well-being. This service aims to improve self-concept through a peer group approach as a self-management strategy against the impact of bullying. The methods used include focused group discussions (FGD), education, peer group formation, role play, mentoring, and evaluation. The results show an increase in self-concept understanding, the formation of an active and supportive peer group, improvement in self-management skills, increased self-confidence, the development of peer group modules or guides, and the establishment of sustainable partnerships. Pre-test to post-test scores increased by an average of 1.4 points. Peer groups are effective in creating a safe environment and strengthening positive interactions between adolescents. This intervention has a positive impact on the psychosocial aspect and has the potential to be replicated in other orphanages as a form of promotive and preventive mental health. Cross-sectoral support, such as caregivers, educators, and health workers, is needed for sustainable programs and optimal results.Keywords: bullying; self-concept; orphanage; peer group; young women  Abstrak: Remaja putri di panti asuhan sering mengalami tantangan psikososial, seperti rendahnya konsep diri dan pengalaman bullying, yang memengaruhi kesejahteraan emosional dan sosial mereka. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan konsep diri melalui pendekatan peer group sebagai strategi manajemen diri terhadap dampak bullying. Metode yang digunakan meliputi diskusi kelompok terfokus (FGD), edukasi, pembentukan kelompok sebaya, role play, pendampingan, dan evaluasi. Hasil capaian menunjukkan peningkatan pemahaman konsep diri, terbentuknya peer group yang aktif dan suportif, peningkatan kemampuan manajemen diri, peningkatan rasa percaya diri, tersusunnya modul atau panduan peer group dan terjalinnya kemitraan berkelanjutan. Skor pre-test ke post-test naik rata-rata 1,4 poin. Peer group terbukti efektif menciptakan lingkungan aman dan memperkuat interaksi positif antarremaja. Intervensi ini memberikan dampak positif pada aspek psikososial dan berpotensi direplikasi di panti lain sebagai bentuk promotif dan preventif kesehatan mental. Dukungan lintas sektor seperti pengasuh, pendidik, dan tenaga kesehatan diperlukan agar program berkelanjutan dan hasilnya optimal.Kata kunci: bullying; konsep diri; panti asuhan; peer group; remaja putri
Pemberdayaan Mandiri Kader Nasyiatul Aisyiyah Tanggap Stunting di Kota Pekalongan: Independent Empowerment of Nasyiatul Aisyiyah Cadres to Respond to Stunting in Pekalongan City Prafitri, Lia Dwi; Aisyah, Risqi Dewi; Aprilyan, Sherly; Zulfarani, Nelly; Habibah, Naeli
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 8 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i8.7002

Abstract

Data from Pekalongan City in August 2021 showed a stunting rate of 7.8% under five, which is lower than the national average. Efforts to accelerate stunting handling are carried out by involving Nasyiatul Aisyiyah (NA) as a youth organization in Pekalongan City. NA cadres are targeted to empower independence in handling stunting with education and early detection. However, the obstacles that occur are uneven activities in all branches of NA Pekalongan City and health programs that are limited to screening. Therefore, the independent empowerment of NA cadres in increasing awareness and independence of stunting response is important. The approach method taken is the independent empowerment of NA cadres as subjects and objects in community service activities with the aim of reducing stunting rates and improving student learning experiences as well as the implementation of key performance indicators. This method includes socialization, formation of stunting response NA cadres, provision of education, demonstration examinations, and assistance to provide education and early detection of stunting to the community. This activity received support from various parties so that it can run smoothly and is expected to increase public awareness about the importance of early detection in stunting. Support from various parties is still needed such as the Health Office, Social Office of Population Control and Family Planning, Puskesmas, and the community as an effort to realize zero stunting through independent empowerment of stunting response cadres.
PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA UNTUK MENCEGAH PERILAKU NEGATIF REMAJA Prafitri, Lia Dwi; Suparni, S.
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak, namun ia masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Remaja berusaha melepaskan diri dari otoritas orang tua dengan maksud menemukan jati diri. Kondisi ini membuat remaja sangat rentan terhadappengaruh teman dalam hal minat, sikap, penampilan, dan perilaku. Pada proses pencarian jati diri, remaja sering memanifestasikan perilaku yang mengandung resiko dan berdampak negatif bagi dirinya. Selain itu, remaja berisiko tinggi terhadap terjadinya kasus yang berhubungan dengan masalah kesehatan reproduksi remaja.Upaya pencegahan perilaku negatif salah satunya dapat dilakukan dengan pendidikan kesehatan kereproduksi remaja. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Domiyang Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan. Sasaran dalam kegiatan ini adalah remaja pria dan perempuan. Hasil pada kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja serta menginisiasi remaja untuk menindaklanjuti hasil pendidikan kesehatan dengan pentingnya mengetahui tentang kesehatan reproduksi remaja. Luaran yang dihasilkan adalah kesadaran akan pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi remaja untuk mencegah perilaku negatif remaja.
Meningkatkan Keterampilan Kader melalui Pelatihan Deteksi Perkembangan Balita Ersila, Wahyu; Prafitri, Lia Dwi; Abdurrachman, A
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan Anak merupakan salah satu aspek atau bagian dari kesehatan masyarakat yang didalamnya termasuk tumbuh kembang anak balita dan keterampilan dalam melakukan deteksi secara dini adanya disfungsional tumbuh kembang anak balita. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan keterampilan kader posyandu dalam melakukan praktik deteksi perkembangan pada balita menggunakan KPSP.Metode PkM ini menggunakan metode demonstrasi dan pendampingan sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan kader, instrument yang digunakan untuk menilai keterampilan adalah lembar observasi (checklist). Hasilnya sebelum dilakukan pelatihan keterampilan kader yang memiliki kategori baik 31,3% dan setelah dilakukan pelatihan keterampilan kader meningkat menjadi 81,3%. Hasil PkM ini diharapkan akan menjadi acuan bagi dinas kesehatan setempat agar kegiatan serupa dapat dilakukan pada setiap posyandu yang ada di seluruh kabupaten pekalongan sehingga kemanfaatannya dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan anak balita.
Layanan Cegah Stunting Sejak Kehamilan Aisyah, Risqi Dewi; Fitriyani, F; Prafitri, Lia Dwi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting sering tidak dikenali di masyarakat di mana perawakan pendek sangat umum sehingga dianggap normal.Faktor prenatal memiliki peran dalam insiden stunting. Stunting adalah masalah yang sangat penting, jadi intervensi berbasis komunitas harus dirumuskan dan diimplementasikan untuk meningkatkan kesehatan anak-anak.Stunting mempengaruhi kognitif dan motoric perkembangan pada balita anak-anak. Beberapa di antaranya dampak yang timbul antara lain penurunan memori, ketidakakuratan dalam menyimpan objek, keterlambatan verbal dan non-verbal, dan penundaan dalam berpikir. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pelayanan pencegahan stunting sejak kehamilan. Pelaksanakan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai stunting, nutrisi 1000hpk, dan anemia. Peningkatan pengetahuan tersebut dapat membantu ibu hamil untuk mecegah terjadinya stunting pada anak yang akan dilahirkan.
Effervescent Granule Formulation Of Alpocate Seed Extract (Persea Americana Mill.) With Acid-Basic Concentration Variation Permadi, Yulian Wahyu; Rahmatullah, St.; Prafitri, Lia Dwi; Putri, Rosma Syifa Azmi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biji alpukat merupakan salah satu hasil produk pertanian yang belum dimanfaatkan dengan maksimal yang akhirnya hanya membuat permasalahan limbah. Padahal menurut penelitian, biji alpukat memiliki senyawa aktif yang terkandung didalamnya yaitu flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan fenol. Hal ini dirasa pemanfaatan biji alpukat (Persea americana Mill.) perlu dikembangkan sebagai pengobatan tradisional dan pengembangan sediaan farmasi salah satunya adalah granul effervescent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan variasi konsentrasi sumber asam-basa terhadap mutu fisik granul effervescent. Metode yang digunakan yaitu metode granulasi kering. Tiga variasi formula masing-masing dengan konsentrasi asam-basa 55%, 60%, 70%. Evaluasi mutu fisik granul meliputi uji kompresibilitas, uji sifat alir dan uji sudut istirahat. Hasilnya bahwa ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill.) dapat diformulasikan dalam sediaan granul effervescent dengan variasi konsentrasi asam-basa. Konsentrasi asam-basa yang memenuhi sifat fisik paling baik pada formula 1 dengan konsentrasi asam basa 55% (28,42% asam tartrat, 26,58% natrium bikarbonat). Ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill.) dapat diformulasikan dalam sediaan tablet effervescent dengan variasi konsentrasi asam-basa. Perbedaan konsentrasi asam-basa pada tablet effervescent yang dihasilkan mempengaruhi kekerasan tablet, waktu larut, dan kerapuhan tablet.
Midwife's Knowledge Of Neuromusculoskeletal Disorders in Pregnant Women Prafitri, Lia Dwi; Ersila, Wahyu
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Neuromusculoskeletal changes in pregnancy often cause discomfort problems as the pregnancy ages. The increased prevalence of the incidence of neuromusculoskeletal disorders during the third trimester of pregnancy, namely low back pain 63%, muscle cramps 60.2% and carpal tunnel syndrome 6.8% needs special attention by midwives. Efforts to increase knowledge and motivation in carrying out pregnancy examination services play an important role in reducing maternal mortality. The purpose of this study is to find out the relationship of midwives' knowledge about neuromusculoskeletal disorders in pregnant women with the motivation of midwives in overcoming neuromusculoskeletal disorders in pregnant women. This research is correlative descriptive with a cross sectional approach. Sampling techniques using cluster sampling and obtained a number of 100 midwives. The chi square test result obtained the value p value = 0.022 and the value OR = 10.213. There is a significant relationship between the midwife's knowledge of neuromusculoskeletal disorders of pregnant women and the motivation of midwives in overcoming neuromusculoskeletal disorders in pregnant women. Well-informed midwives had a high chance of overcoming neuromusculoskeletal disorders in pregnant women by 10,213 times compared to reasonably knowledgeable midwives. Midwives are expected to always increase the latest knowledge by participating in training activities or further studies and the Health Service is expected to provide support to midwives by providing facilities and infrastructure to increase the knowledge and motivation of midwives.
Knowledge of Parents with Children with Special Needs about Covid-19 in Children Ersila, Wahyu; Prafitri, Lia Dwi; Fajriyah, Nuniek Nizmah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Indonesia, the increasingly rapid spread of the Covid-19 virus has an impact on many areas of life, from the economy to society, culture and education. Children with disabilities are at greater risk of contracting Covid-19 health-related challenges and inability to understand and follow definite measures for infection control. So that people's knowledge is needed. It is very important to explain methods that can help prevent COVID 19 in children. Parents are role models and advocates for their children's health. Therefore, it is very important to know the knowledge of parents about COVID 19 including clinical signs, modes of transmission, and ways of prevention. The purpose of this study was to determine parental knowledge about Covid 19 in children at the Wiradesa State Special School, Pekalongan Regency. The research method uses a descriptive type with a cross sectional approach, the number of samples is 48 simple random sampling technique. The research instrument used a questionnaire. The analysis used is univariate. The results of the study obtained that most of the parents' knowledge was in the sufficient category, 48%. So that through the results of this study, it can be considered to increase parental knowledge through health education about Covid 19 for parents with children with special needs.
Decreased Strenght Muscle Gastrocnemius of Balance Disorder in the Elderly Nurseptiani, Dzikra; Prafitri, Lia Dwi; Anjali, Gita
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Current world data is estimated that there are 500 million people with an average age of 60 years and by 2025 this data will increase to 1.2 billion. The elderly have many declines in body physiology, especially those that affect balance control such as decreased muscle strength, and changes in body posture. The Gastrocnemius muscle belongs to the leg flexor muscle group which functions for flexion of the phalanges of the foot and plantar flexion of the ankle as well as the large muscles that support the body to maintain balance. Data processing used a qualitative descriptive approach. The data obtained in the form of primary data, namely age, gender and occupation by using questionnaires and direct interviews. Furthermore, the gastrocnemius muscle strength data was assisted using a manual muscle testing (MMT) measuring instrument and the identification of the risk of falling using a time up go to test (TUGT) measuring instrument. The conclusion is that the neuromuscular changes that occur in the elderly in the form of decreased muscle mass and atrophy of the leg muscles assisted by the nervous system when working to contract will result in decreased strength in the gastrocnemius muscle. As well as changes in somatosensory function in the form of proprioceptive disorders, will have a bad effect on the balance of the elderly. This happens because muscle strength and sensory systems are included in the components of balance. Poor balance typing can put you at risk of falling. This incident proves that the strength of the leg muscles, namely the gastrocnemius muscle, is associated with the risk of falling in the elderly
Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. F Hasna, Khansa Mutiara; Prafitri, Lia Dwi; Suparni, S
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asuhan kebidanan komprehensif berupa asuhan kebidanan yang diberikan sesuai standar kompetensi dan kewenangan bidan pada kehamilan dengan presbo, persalinan normal, nifas normal, bayi baru lahir dan neonatus normal. Tujuan penulisan ini adalah memberikan asuhan komprehensif dari masa kehamilan hingga masa nifas pada Ny. F di desa tangkil tengah. Metode penelitian ini menggunakan studi kasus. Berupa observasi, wawancara, dan studi dokumentasi yang menggunakan format asuhan kebidanan kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir. Hasil asuhan yang diberikan pada Ny. F mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir berjalan dengan lancar serta ibu dan bayi dalam keadaan normal. Berdasarkan hasil asuhan kebidanan continuity of care yang telah dilakukan pada Ny. F diharapkan klien dapat menerapkan konseling yang telah diberikan selama dilakukan asuhan kebidanan dan sesuai dengan kebutuhan ibu dan tidak terdapat komplikasi atau penyulit tertentu serta sudah sesuai dengan kebutuhan pasien dan kewenangan bidan ke 4-6.