Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PENGETAHUAN KENAKALAN REMAJA DENGAN SIKAP MENGHADAPI SEKS REMAJA PADA MAHASISWI KEBIDANAN Lia Dwi Prafitri; Nina Zuhana
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 8, No 1 (2017): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.312 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v8i1.159

Abstract

Remaja adalah peralihan antara masa anak-anak dan masa dewasa, yaitu antara 12-21 tahun. Pada masa remaja terjadi perubahan fisik,mental, dan sosial yang rentan terhadap perilaku menyimpang seperti kenakalan remaja. Perilaku merupakan tanggapan atau reaksi individu yang terwujud pada gerakan atau sikap dan ucapan. Pengetahuan remaja mengenai seksual dan dampak dari seks bebas masih sangat rendah. Penelitian ini bersifat deskriptif korelaatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan yaitu mahasiswi kebidanan tingkat I dan II . Tehnik pengambilan sampel yaitu total populasi sebanyak 106 responden. Analisis data menggunakan uji chi square. Sebanyak 76 responden (71,7%) mempunyai pengetahuan cukup tentang kenakalan remaja, sebanyak 55 responden (51,9%) mempunyai sikap mendukung dalam menghadapi seks remaja, dan hasil analisa uji chi square p value = 0,536 (> 0,05) yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan remaja tentang kenakalan remaja dengan sikap menghadapi seks remaja. Tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan kenakalan remaja dengan sikap menghadapi seks remaja sehingga diharapkan mahasiswi mengupayakan peningkatan pengetahuan tentang kenakalan dan seks remaja, pemahaman agama dengan mencari informasi yang baik serta dapat memilih teman yang baik agar mempunyai sikap negatif untuk menghindari seks remaja. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Kenakalan Remaja, Seks Remaja
HUBUNGAN TEMPAT TINGGAL DAN MOTIVASI KONSUMSI ZAT BESI DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA MAHASISWA KEBIDANAN STIKES MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN PEKALONGAN Wahyu Ersila; Lia Dwi Prafitri
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 8, No 1 (2017): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.772 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v8i1.56

Abstract

Kehidupan mahasiswa ngekos pada umumnya lebih banyak mengalami kesulitan daripada mahasiswa yang tinggal di rumah sendiri. Itu dapat dilihat dari pola hidup seperti makan, hal tersebut yang membuat remaja cenderung kekurangan zat gizi. Defisiensi ini bukanlah semata-mata hanya karena kuantitasnya saja tetapi tidak jarang menyangkut ketidakserasian dalam mengkomposisi nutrien secara optimal yang pada akhirnya berdampak pada asupan gizi secara keseluruhan. Salah satu elemen mikronutrien yang penting ialah besi (Fe). Kekurangan besi, apalagi bila telah menyebabkan anemia terbukti memberikan pengaruh buruk bagi tumbuh kembang anak dan bayi sampai remaja, khususnya dan segi prestasi dan kualitas hidup serta kinerja sebagai sumber daya manusia di masa mendatang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tempat tinggal dan motivasi konsumsi zat besi dengan kadar hemoglobin pada mahasiswa kebidanan di STIKES Muhammadiyah Pekajangan Tahun 2016. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan Cross Sectional, populasi penelitian ini adalah mahasiswa kebidanan, menggunakan teknik proporsional stratified random sampling sejumlah 67 responden. Hasil penelitian diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan tempat tinggal (p=0,027; OR= 3,53) dan motivasi konsumsi zat besi (p=0,001;OR=6,85) dengan kadar hemoglobin mahasiswa kebidanan. Simpulan dari penelitian ini ada hubungan tempat tinggal dan motivasi konsumsi zat besi dengan kadar hemoglobin pada mahasiswa kebidanan. Saran perlu adanya informasi mengenai pentingnya konsumsi zat besi untuk dapat meningkatkan motivasi remaja sehingga dapat meningkatkan kadar hemoglobin remaja. Kata kunci: Tempat tinggal, motivasi, zat besi, kadar hemoglobin
STUDI DESKRIPTIF PENCATATAN DAN PEMANFAATAN KARTU IBU OLEH BIDAN F Fitriyani; Nina Zuhana; Lia Dwi Prafitri
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 3 No 3 (2018)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.29 KB)

Abstract

Upaya pemerintah dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi adalah dengan melengkapi fasilitas kesehatan yang dilaksanakan secara komprehensif dan terpadu, mencakup upaya promotif, preventif, kuratif sekaligus rehabilitatif (Kemenkes RI, 2013). ). Untuk mendukung upaya promotif dan preventif, maka Kementrian Kesehatan telah mengeluarkan berbagai instrumen Kesehatan Ibu dan Anak, meliputi Kohort Ibu, Kohort Anak, Kohort Balita, Kartu Ibu, Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Manajemen Terpadu Balita Muda (MTBM) dan program Antenatal Care (ANC) terpadu. Sampai saat ini belum ada evaluasi tentang pencatatan dan pemanfaatan kartu ibu di Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pencatatan dan pelaporan kartu ibu di Kabupaten Pekalongan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif non eksperimen dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah bidan desa puskesmas di seluruh Wilayah Kabupaten Pekalongan pada tahun 2017. Sampel penelitian ini menggunakan Cluster random sampling berjumlah 67 bidan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang akan digunakan adalah dengan uji univariat. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari sebagian (61,2%) responden melakukan pencatatan kartu ibu dengan lengkap, 38,8% responden masih kurang lengkap dalam pencatatan kartu ibu; sebagian besar (82,1%) responden mempunyai persepsi baik tentang pemanfaatan kartu ibu, sebagian kecil (17,9%) mempunyai persepsi yang kurang. Dinas kesehatan perlu melakukan superfisi dan evaluasi secara rutin tentang pencatatan kartu ibu dan kepala puskesmas perlu memberikan kebijakan tentang penghargaan dan sanksi kepada bidan desa dalam menjalankan tugasnya termasuk dalam pendokumentasian kartu ibu.
Hubungan masa kerja bidan dengan kelengkapan pendokumentasian kartu ibu di kabupaten Pekalongan F Fitriyani; Nina Zuhana; Lia Dwi Prafitri
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 3, No 1 (2019): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.288 KB) | DOI: 10.32536/jrki.v3i1.36

Abstract

Latar belakang: Kartu ibu merupakan bentuk instrument pendekomentasian kesehatan ibu dan anak sebagai salah satu bentuk  kinerja bidan dalam pelayanan. Kinerja bidan dalam pelayanan kesehatan sangat dipengaruhi elah beberapa factor, salah satunya adalah masa kerja.Tujuan penelitian:mengehtahui hubungan masa kerja bidan dengan kepengkapan pendomentasian kartu ibu. Metode :Desain penelitian menggunakan kuantitative non experiment. Populasi seluruh bidan di 27 puskesmas se  Kabupaten Pekalongan pada tahun 2017. Jumlah sampel 67bidan yang diambil dari 5 puskesmas dengan teknik cluster random sampling.Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan uji spearman rank. Hasil:terdapat hubungan masa kerja bidan dengan kelengkapan pendokumentasian kartu ibu (p=0.03). Saran: perlu motivasi dari dinas kesehatan pada bidan dengan masa kerja yang rendah untuk pendomentasian kartu ibu secara lengkap.
PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA UNTUK MENCEGAH PERILAKU NEGATIF REMAJA Lia Dwi Prafitri; S. Suparni
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.266 KB)

Abstract

Remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak, namun ia masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Remaja berusaha melepaskan diri dari otoritas orang tua dengan maksud menemukan jati diri. Kondisi ini membuat remaja sangat rentan terhadappengaruh teman dalam hal minat, sikap, penampilan, dan perilaku. Pada proses pencarian jati diri, remaja sering memanifestasikan perilaku yang mengandung resiko dan berdampak negatif bagi dirinya. Selain itu, remaja berisiko tinggi terhadap terjadinya kasus yang berhubungan dengan masalah kesehatan reproduksi remaja.Upaya pencegahan perilaku negatif salah satunya dapat dilakukan dengan pendidikan kesehatan kereproduksi remaja. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Domiyang Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan. Sasaran dalam kegiatan ini adalah remaja pria dan perempuan. Hasil pada kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja serta menginisiasi remaja untuk menindaklanjuti hasil pendidikan kesehatan dengan pentingnya mengetahui tentang kesehatan reproduksi remaja. Luaran yang dihasilkan adalah kesadaran akan pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi remaja untuk mencegah perilaku negatif remaja.
Layanan Cegah Stunting Sejak Kehamilan Risqi Dewi Aisyah; F Fitriyani; Lia Dwi Prafitri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.696 KB)

Abstract

Stunting sering tidak dikenali di masyarakat di mana perawakan pendek sangat umum sehingga dianggap normal.Faktor prenatal memiliki peran dalam insiden stunting. Stunting adalah masalah yang sangat penting, jadi intervensi berbasis komunitas harus dirumuskan dan diimplementasikan untuk meningkatkan kesehatan anak-anak.Stunting mempengaruhi kognitif dan motoric perkembangan pada balita anak-anak. Beberapa di antaranya dampak yang timbul antara lain penurunan memori, ketidakakuratan dalam menyimpan objek, keterlambatan verbal dan non-verbal, dan penundaan dalam berpikir. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pelayanan pencegahan stunting sejak kehamilan. Pelaksanakan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai stunting, nutrisi 1000hpk, dan anemia. Peningkatan pengetahuan tersebut dapat membantu ibu hamil untuk mecegah terjadinya stunting pada anak yang akan dilahirkan.
Indeks Masa Tubuh terhadap Penyembuhan Luka Perineum Ibu Nifas Nina Zuhana; Lia Dwi Prafitri; Wahyu Ersila
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v10i2.78

Abstract

Perawatan perineum yang kurang baik dapat menyebabkan timbulnya infeksi pada perineum yang dapat menghambat proses penyembuhan luka. Beberapa faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka perineum diantaranya status nutrisi, istirahat, stress, infeksi, merokok, kondisi medisdan pengobatan dan obesitas. Obesitas atau berat badan yang berlebih dapat terjadi pada berbagai usia, menyebabkan penutupan luka kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan penyembuhan luka perineum ibu nifas. Jenis penelitian yang dilakukan adalah survey analitik Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas yang mempunyai luka jahit perineum di wilayah kabupaten Pekalongan. Dengan tehnik pengambilan sampel Accidental sampling dari tanggal 21 Maret sampai dengan 2 Mei 2017 didapatkan 30 ibu nifas. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah uji korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara indeks massa tubuh dengan penyembuhan luka perineum ibu nifas dengan p value 0,003 (< 0,05). Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan informasi kepada ibu nifas bahwa status gizi seorang wanita dapat mempengaruhi penyembuhan luka dan dalam memberikan asuhan kepada ibu nifas tidak hanya secara fisik maupun psikis tetapi secara holistic(menyeluruh) dan harus diperhatikan faktor-faktor lain seperti personal hygiene,lingkungan danpengetahuan tentang perawatan luka jahit perineum.
PERBEDAAN EFEKTIVITAS MASSAGE EFFLEURAGE DAN KOMPRES DINGIN TERHADAP NYERI PERSALINAN Wahyu Ersila; Lia Dwi Prafitri; Nina Zuhana
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v8i2.1146

Abstract

Seorang wanita secara fisiologis akan mengalami kehamilan, persalinan dan menjalani masa nifasnya. Beberapa wanita yang pernah melahirkanpun terkadang memiliki perasaan trauma atau khawatir terhadap rasa nyeri yang timbul pada saat persalinan, nyeri persalinan dianggap nyeri yang paling menyakitkan oleh ibu-ibu yang baru pertama kali mengalaminya. Penanganan nyeri non farmakologis dapat diterapkan untuk membantu mengurangi nyeri persalinan, salah satunya dengan melakukan massage effleurage dan kompres dingin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan efektivitas massage effelurage dan kompres dingin terhadap nyeri persalinan. Jenis penelitian Quasi eksperimen. Instrumen penelitian menggunakan Numeral Rating Scale (NRS) pada 30 responden terdiri dari 15 responden kelompok massage effleurage dan 15 kelompok kompres dingin. Analisa data menggunakan uji Mann Whitney. Hasil terdapat perbedaan massage effelurage dan kompres dingin terhadap nyeri persalinan dengan nilai p 0,001 (0,05)sehingga dapat disimpulkan massage effleurage lebih efektif untuk menurunkan nyeri persalinan. Saran hendaknya bidan dapat mensosialisasikan dan mengaplikasikan massage effelurage sebagai metode non farmakologi untuk mengurangi nyeri persalinan Kata kunci: Massage effleurage,kompres dingin,nyeri persalinan
EVALUASI POLA PERESEPAN PADA PASIEN LANJUT USIA RAWAT JALAN DIABETES MELITUS TERHADAP KEJADIAN INAPPROPRIATE PRESCRIPTION DAN POTENTIALLY PRESCRIPTION OMISSION DI RSUD KRATON TAHUN 2019 Selly Listiani; Ainun Muthoharoh; Lia Dwi Prafitri
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v5i2.199

Abstract

isiko Polifarmasi yang terjadi pada lanjut usia akan mengakibatkan terjadinya Inappropriate Prescription (IP maupun Potentially Prescription Omission (PPO). STOPP START merupakan alat skrining yang digunakan untuk menghindari terjadinya penggunaan obat yang tidak tepat atau Inappropriate Prescription (IP) dan untuk menghindari potensi terjadinya obat-obatan yang dilalaikan dalam pengobatan atau Potentially Prescription Omission (PPO) pada lanjut usia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi potensi terjadinya IP dan PPO dalam penggunaan obat-obatan menurut kriteria STOPP START pada pasien diabetes melitus lanjut usia di RSUD Kraton tahun 2019. Metode penelitian ini bersifat deskriptif secara restrospeksif terhadap rekam medis berdasarkan teknik systematic random sampling. Analisis data dengan menggunakan analisis univariat. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dari total samoel sebanyak 139 (100%) terbagi 57 (41%) laki-laki dan 82 (59,0%) perempuan dengan rentang usia yang paling banyak 47 (33,8%) dengan kejadian IP sebesar 82 (59,0%) dan kejadian PPO sebesar 15 (10,8%). Disarankan perlunya dilakukan peningkatan keilmuan pada tenaga kesehatan dalam memberikan terapi pengobatan kepada pasien lanjut usia.
Children's Nutritional Assistance Program With Modisco As Additional Nutrition For Stunting Children: Program Pendampingan Gizi Anak Dengan Modisco Sebagai Nutrisi Tambahan Untuk Anak Stunting ersila, Wahyu Ersila; Lia Dwi Prafitri; Susri Utami; Nur Chabibah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2024): JPM | Maret 2024
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v10i1.2086

Abstract

Salah satu masalah kesehatan anak yang masih menjadi perhatian pemerintah Indonesia salah satunya adalah tingginya angka gizi buruk dan stunting. Strategi nasional ini bertujuan untuk: menurunkan prevalensi stunting, meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi, dan memperbaiki pola asuh dengan kelompok sasaran anak usia 0 bulan -59 bulan.  Melakukan upaya pencegahan status gizi buruk dan stunting  dengan melaksanakan pendampingan deteksi dini tumbuh kembang anak di PAUD dan Daycare Azzamil. Metode pengabdian masyaraktini dilakukan dengan tiga tahapan, tahap pertama pemeriksaan pertumbuhan anak, tahap  kedua  pemberian edukasi kepada orang tua dan guru. Tahap ketiga dilakukan pemberian modisco kepada anak gizi kurang, stunting dan borderline. Didapatkan bahwa 15% (18 anak) dari siswa Azzamil memiliki status gizi kurang. Program pendampingan dilakukan dengan edukasi kepada para guru dan pengasuh daycare  dan orang tua siswa tentang MODISCO sebagai nutrisi tambahan untuk anak stunting dan selanjutkan dilaksanakan pemberian MODISCO kepada anak stunting, gizi kurang dan anak pada kelompok status gizi borderline.  Terdapat peningkatan rerata BB sebelum diberikan modisco 9,5 kg. Rerata BB setelah 4 minggu pemberia menjadi 10,21 kg. Kegiatan Pengabdian Masyarakat berpa pendampingan anak gizi kurang dan stunting terbukti dapat meningkatkan status gizi anak di PAUD Azzamil, diharapkan dengan adanya edukasi pada guru, pegasuh dan orangtua dapat menjadi motivasi pada oaring dewasa terhadap upaya pencegahan stunting.