Claim Missing Document
Check
Articles

HOW TO DEVELOP HALAL TOURISM AT MOUNT WILIS MADIUN DESTINATION Layin Lia Febriana; Luhur Prasetiyo
Journal of Islamic Tourism Halal Food Islamic Traveling and Creative Economy Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam - Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/ar-rehla.v3i2.8630

Abstract

Abstract: The Ministry of Tourism and Creative Economy has identified halal tourism as a significant area of focus. The slope of Mount Wilis possesses the potential to emerge as a tourism attraction that caters to the needs and preferences of Muslim travelers. The slopes of Mount Wilis possess significant potential to serve as an emblematic halal tourist destination in western East Java, thereby contributing to the development of tourism in the region. The present study employed a qualitative research methodology. The data was obtained via interviews conducted with tourism stakeholders in the regions of Watu Rumpuk and Taman Gligi. Furthermore, the process of data triangulation involved the utilization of observation. The findings show that the tourism industry in the slope of Mount Wilis exhibits promising prospects for the development of halal tourism. This paper proposes a strategic approach to foster the growth of halal tourism in the regions of Watu Rumpuk and Taman Gligi through collaborative efforts among many stakeholders. The key areas of focus for this collaboration include enhancing the quality of services, preserving the natural environment, improving communication channels, and ensuring accessibility for halal tourism. Keywords: Potential; Strategy; Halal Tourism; Mount Wilis Abstrak: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah menjadikan wisata halal sebagai fokus pengembangan sector pariwisata yang potensial. Lereng Gunung Wilis memiliki potensi untuk menjadi daya tarik pariwisata yang memenuhi kebutuhan dan preferensi wisatawan Muslim. Lereng Gunung Wilis memiliki potensi baik untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata halal yang ikonik di wilayah barat Jawa Timur, sehingga dapat berkontribusi pada pengembangan pariwisata di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara yang dilakukan dengan pemangku kepentingan pariwisata di wilayah Watu Rumpuk dan Taman Gligi. Selain itu, proses triangulasi data melibatkan penggunaan observasi. Temuan menunjukkan bahwa industri pariwisata di lereng Gunung Wilis menunjukkan prospek yang menjanjikan untuk pengembangan pariwisata halal. Makalah ini mengusulkan pendekatan strategis untuk memajukan pertumbuhan pariwisata halal di wilayah Watu Rumpuk dan Taman Gligi melalui upaya kolaboratif antara banyak pemangku kepentingan. Adapun fokus kerjasama ini mencakup peningkatan kualitas layanan, pelestarian lingkungan alam, perbaikan saluran komunikasi, dan memastikan aksesibilitas pariwisata halal. Kata Kunci: Potensi; Strategi; Pariwisata Halal; Gunung Wilis
Strategi Pengembangan Bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui Sertifikasi Halal di Kabupaten Ponorogo Bagus Hadi Mustofa; Luhur Prasetiyo
Istithmar Vol. 7 No. 2 (2023): Istithmar : Jurnal Studi Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/istithmar.v7i2.716

Abstract

Label halal berdampak positif terhadap peningkatan laba yang diterima perusahaan karena tingkat kepercayaan konsumen meningkat dengan dimasukkannya produk halal pada produk. Oleh karena itu, sertifikat halal berperan penting bagi perusahaan. Selain menjaga kepercayaan konsumen, sertifikat halal juga mempengaruhi pendapatan atau omzet suatu perusahaan. Fokus penelitian penelitian ini adalah untuk melihat dan strategi pengembangan UMKM melalui sertifikasi halal di Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sertifikasi halal penting untuk memberikan perlindungan kepada konsumen dan meningkatkan pangsa pasar UMKM. Strategi yang digunakan dalam pengembangan UMKM meliputi strategi internal dan eksternal. Strategi internal terdiri dari strategi produk dan promosi. Sementara, strategi eksternal terdiri dari strategi penciptaan iklim usaha yang kondusif, perlindungan usaha, pelatihan, dan sosialisasi.
Analisis Penggunaan Website Sebagai Media Komunikasi Efektif : Studi Kasus Website bankziska.org Wijaya, Buana Handa; Anggun, Dara; Prasetiyo, Luhur; Asyiqin, Akbar Dzukha
Journal of Islamic Philanthropy and Disaster (JOIPAD) Vol. 2 No. 1 (2022): January-June 2022
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/joipad.v2i1.4807

Abstract

BankZiska dalam penyampaian informasi kepada masyarakat luas memanfaatkan kemajuan teknologi, melalui penggunaan website. Website dapat memberikan kemudahan bagi organiasai dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran dengan desain deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah website bankZiska. Konten website diketahui melalui survei lapangan, sedangkan data terkait jumlah pengunjung website diketahui melalui grafik volum kunjungan. Website BankZiska berisikan berbagai macam informasi terkait program BankZiska . Hasil evaluasi kegiatan public relations yang telah dipublikasikan oleh media dapat diukur berdasarkan peningkatan volum lalu lintas website. Penggunaan media dapat dikategorikan berkualitas baik apabila telah mampu meningkatkan jumlah khalayak pembaca. Jumlah khalayak pengunjung website BankZiska terus meningkat seiring bartambahnya jumlah berita/informasi program yang di unggah pada website tersebut, sehingga dapat disimpulkan bahwa kualitas pemberitaan pada website tersebut berkualitas baik. Website BankZiska telah mampu berperan sebagai media komunikasi efektif dengan menampilkan informasi secara baik kepada pengunjung website dengan tujuan meningkatkan wawasan literasi pembaca tentang program BankZiska. Website BankZiska telah menggunakan ekstensi domain yaitu .org. Ekstensi domain tersebut termasuk kedalam Top Level Domain (TLD) yang mudah diidentifikasi saat dilakukan pencarian. Selain itu website BankZiska juga menggunakan SEO (Search Engine Optimization). Website BankZiska menempati posisi urutan pertama pada hasil pencarian google.
Menggali Makna Simbolik Angkringan di Ponorogo dalam Perspektif Ekonomi Penjual dan Pembelinya Puspitasari, Indah; Prasetiyo, Luhur
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 13 No 1 (2024): Social Relation and Change
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v13i1.44542

Abstract

Abstrak Angkringan pada awalnya hanya eksis di Kota Yogyakarta dan Kota Surakarta. Seiring waktu angkringan mulai menyebar ke berbagai kota di seluruh Indonesia termasuk Ponorogo. Angkringan merupakan salah satu bisnis kuliner yang mengalami perkembangan yang cukup signifikan di Ponorogo. Kajian ini menyoroti makna angkringan bagi masyarakat Ponorogo dengan menggunakan teori interaksonisme simbolik. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif data primer didapatkan dari tujuh informan yang dianggap merepresentasikan penjual dan pelanggan angkringan di Ponorogo. Temuan yang didapatkan adalah angkringan bagi masyarakat Ponorogo bukan hanya sebagai tempat makan dengan harga terjangkau/ekonomis, tetapi juga sebagai simbol interaksi sosial dan kebersamaan, egaliter, dan kebebasan. Keuntungan bukan semata-mata yang diutamakan oleh penjual angkringan. Dibuktikan dengan para penjual yang membiarkan para pelanggan duduk berjam-jam di angkringan walau hanya memesan beberapa menu. Penjual mengikhlaskan saja. Harga yang murah bukan semata-mata tujuan para pembeli, karena pada akhirnya secara akumulatif makan di angkringan juga dapat berbiaya sama, bahkan dapat melebihi biaya makan di tempat lain yang terlihat lebih mahal. Meski demikian pelanggan akan tetap ke angkringan, karena simbol yang melekat padanya. Pemilik angkringan dapat memanfaatkan hal ini untuk mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif dan meningkatkan daya saing mereka di pasar kuliner di Ponorogo. Kata Kunci: Angkringan, Makna Simbolik, Ponorogo, Perspektif Ekonomi Abstract Angkringan initially only existed in the city of Yogyakarta and the city of Surakarta. Over time, Angkringan spread across various cities in Indonesia, including Ponorogo. Angkringan is one of the culinary businesses that has experienced significant development in Ponorogo. This study highlights the meaning of angkringan for the people of Ponorogo, using the theory of symbolic interactionism. Using qualitative research methods, primary data were obtained from seven informants who were considered to represent the sellers and customers of Angkringan in Ponorogo. The findings are that angkringan for the people of Ponorogo is not only an affordable/economical place to eat but also a symbol of social interaction and togetherness, egalitarianism, and freedom. Profit is not solely prioritized by angkringan sellers. This is evidenced by sellers who let customers sit for hours in Angkringan, even though they only order a few menus. Sellers simply let it go. Low prices are not the only goal of buyers, because in the end, accumulatively eating at angkringan can also cost the same, even exceeding the cost of eating in other places that look more expensive. Nevertheless, customers will still go to Angkringan because of the symbols attached to it. Angkringan owners can capitalize on this to develop more effective marketing strategies and increase their competitiveness in the culinary market in Ponorogo. Keywords: Angkringan, Symbolic, Ponorogo, Economy
Formulasi Prioritas Program Corporate Social Responsibility di Bank Syariah: Perspektif Maqasid Al-Shariah Prasetiyo, Luhur
Etihad: Journal of Islamic Banking and Finance Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/etihad.v3i1.6283

Abstract

Introduction: This study aims to formulate a priority framework for CSR programs in Islamic banks. The formulation can be used to remove the stigma that Islamic banks' CSR motives are only for economic and corporate interests. Research Methods: This qualitative study formulated a priority framework for CSR programs in Islamic banks using the maqasid al-shariah approach. This type of research was literature research. As a sample, researchers determined two Islamic banks in Indonesia: Bank Muamalat and Bank Syariah Indonesia. The two banks represent the oldest and largest banks in Indonesia. The data was analyzed using content analysis methods and critical study methods. Results: Islamic bank CSR is implemented in the social, economic, educational, and health sectors. The priority of Islamic bank CSR activity programs is based on maqasid al-shariah in accordance with their respective elements and levels. Conclusion: Islamic banks can run CSR programs according to their priorities and urgency based on maqasid al-shari'ah. This priority framework for Islamic banks' CSR activities can increase public trust and a positive image of Islamic banks. Islamic banks can eliminate the negative stigma that Islamic banks' CSR is only carried out with the motive of economic and corporate interests alone.
Wakaf Produktif di Yayasan Addin As-Shiddieq Pacitan Perspektif Total Quality Management (TQM) Nur Alfiyan, Wahyu; Prasetiyo, Luhur
Invest Journal of Sharia & Economic Law Vol. 1 No. 1 (2021): INVEST - Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/invest.v1i1.2718

Abstract

Pondok Pesantren Addin As Shiddieq as a social institution seeks to provide benefits to the people through the management of productive waqf. However, the management of this waqf has not been properly managed like other productive waqf organizations. The organizational structure of the productive waqf management of the Addin As Shiddieq Foundation only consists of nadzir and managers of the waqf assets. Based on these facts, this paper intends to look at the productive waqf management at the Addin As-Shiddieq Islamic Boarding School according to Total Quality Management and its impact on waqf productivity and on society. This research uses qualitative research methods. The data obtained were then analyzed using the characteristics of Total Quality Management (TQM). Of the five criteria mentioned by MA Mannan, the productive waqf management of the Addin As Shiddieq Foundation still has weaknesses at point 4, which is to record everything related to the beneficiary. Meanwhile, in terms of impact, the productive waqf management carried out by the Addin As Shiddieq Foundation has had a positive impact, both on the productivity of waqf assets and on the community.
SOCIAL CAPITAL OF TRADITIONAL MARKET TRADERS BEHIND MODERN RETAIL EXPANSION AND ITS RELEVANCE TO ISLAMIC CULTURE Efendi, Mohamad Nur; Yuni K, Kusnul Ciptanila; Prasetiyo, Luhur; Adinugroho, Mukhtar
An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 10 No 1 (2023): An Nisbah
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/an.v10i1.7486

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk modal sosial dan peranan modal sosial pada pedagang di Pasar tradisional. Penelitian ini dikaji berdasarkan teori Modal Sosial oleh Robert David Putnam dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil temuan menunjukkan bahwa modal sosial telah dimiliki oleh para pedagang di Pasar tradisional terbentuk pada level mikro dan meso. Pada level mikro, modal sosial bonding nampak pada hubungan pedagang yang saling berinteraksi dengan sesama pedagang dan pelanggan. Pada level meso, modal sosial bridging nampak secara horizontal para pedagang yang memiliki hubungan interaksi dengan pedagang di pasar lainnya atau distibutor, sedangkan secara vertikal hubungan interaksi pedagang terjadi dengan pengelola pasar atau pemerintah. Peran modal sosial sangat penting. Adanya nilai dan norma menumbuhkan trust sehingga terbentuklah sikap rasa percaya, sikap saling menghargai, saling membantu, serta saling memberi dukungan meski keadaan fisik dan ekonomi sedang melemah. Modal sosial memberikan dampak terkait kuatnya kebersamaan dan sikap saling tolong menolong pada komunitas pedagang di pasar tradisional yang relevan dengan kultur budaya islami. Hubungan interaksi yang menyatu dengan nilai budaya serta adanya sikap saling percaya yang tercermin pada pemberian hutang, menjadi salah satu faktor yang memperkuat eksitensi pasar tradisional di tengah gempuran ritel modern. Hal tersebut menjadi fenomena khas dari pasar tradisional yang tidak dimiliki oleh ritel modern. Kata kunci: modal sosial, pasar tradisional, ritel modern, budaya islam Abstract: This study was studied using descriptive qualitative methods based on the Social Capital theory by Robert David Putnam. The findings indicate that the social capital already owned by traders in traditional markets is formed at the micro and mezzo levels. At the micro level, bonding social capital appears in the relationship of traders who interact with fellow traders and customers. At the meso level, bridging social capital appears horizontally by traders who have interaction relationships with traders in other markets or distributors. In contrast, vertically, traders interact with market managers or the government. The role of social capital is vital. The existence of values and norms fosters trust so that an attitude of trust, mutual respect, mutual assistance, and mutual support is formed even though physical and economic conditions are weakening. Social capital impacts the strength of togetherness and mutual aid in the trading community in traditional markets relevant to Islamic culture. The interaction relationship that is integrated with cultural values as well as the attitude of mutual trust which is reflected in the provision of debt, is one of the factors that strengthen the existence of the traditional market in the onslaught of modern retail. This is a typical phenomenon of traditional markets not owned by modern retailers. Keywords: social capital, traditional market, modern market, Islamic culture
Wakaf Produktif di Yayasan Addin As-Shiddieq Pacitan Perspektif Total Quality Management (TQM) Nur Alfiyan, Wahyu; Prasetiyo, Luhur
Invest Journal of Sharia & Economic Law Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.805 KB) | DOI: 10.21154/invest.v1i1.2718

Abstract

Pondok Pesantren Addin As Shiddieq as a social institution seeks to provide benefits to the people through the management of productive waqf. However, the management of this waqf has not been properly managed like other productive waqf organizations. The organizational structure of the productive waqf management of the Addin As Shiddieq Foundation only consists of nadzir and managers of the waqf assets. Based on these facts, this paper intends to look at the productive waqf management at the Addin As-Shiddieq Islamic Boarding School according to Total Quality Management and its impact on waqf productivity and on society. This research uses qualitative research methods. The data obtained were then analyzed using the characteristics of Total Quality Management (TQM). Of the five criteria mentioned by MA Mannan, the productive waqf management of the Addin As Shiddieq Foundation still has weaknesses at point 4, which is to record everything related to the beneficiary. Meanwhile, in terms of impact, the productive waqf management carried out by the Addin As Shiddieq Foundation has had a positive impact, both on the productivity of waqf assets and on the community.
Fenomena Perempuan Pekerja Migran Indonesia Untuk Kesejahteraan Keluarga Devi Andriani; Luhur Prasetiyo
Intelektualita Vol 13 No 2 (2024): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v13i2.25518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran perempuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Ponorogo dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi kasus, penelitian ini mengungkapkan bahwa remitansi dari perempuan PMI menjadi sumber pendapatan utama keluarga, namun juga menimbulkan tantangan sosial dan emosional seperti beban ganda, stigma sosial, dan pemisahan keluarga. Hasil penelitian ini mengisi kekosongan dalam literatur mengenai pengalaman perempuan PMI di tingkat lokal. Penelitian ini menyarankan perlunya kebijakan yang lebih komprehensif untuk mendukung perempuan PMI, termasuk program pelatihan keterampilan, akses terhadap layanan keuangan, dan perlindungan sosial.
Perilaku Masyarakat dalam Mengeluarkan Zakat Mal: Analisis Faktor yang Mempengaruhi Ika Khuril A'yuni; Luhur Prasetiyo
Intizar Vol 30 No 2 (2024): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v30i2.25513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat dalam mengeluarkan zakat. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik.  Penelitian ini menemukan bahwa ada tiga faktor utama ditemukan yaitu pertama, pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban zakat, di mana pengetahuan agama yang memadai terbukti menjadi pendorong utama dalam kepatuhan; kedua, faktor sosial seperti pengaruh keluarga dan komunitas, yang berperan dalam membentuk kebiasaan berzakat; dan ketiga, pengaruh sistem serta kemudahan layanan pembayaran zakat digital, yang memberikan akses lebih luas dan efisien bagi masyarakat untuk berzakat. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan dalam meningkatkan kepatuhan zakat dapat dicapai melalui penguatan edukasi keagamaan, pengaruh sosial yang positif, dan pengembangan sistem layanan digital yang lebih inklusif. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam pengelolaan zakat untuk mendukung upaya peningkatan kesadaran dan kepatuhan masyarakat secara berkelanjutan.