Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

KESADARAN PSP DALAM MENGAKSES LAYANAN PEMERIKSAAN IMS DI KLINIK PRATAMA PKBI JAKARTA : ANALISIS RUN dan CONTROL CHART: FEMALE SEX WORKER’S AWARENESS IN ACCESING SEXUALLY TRANSMITTED INFECTION CHECK SERVICES AT PRATAMA PKBI CLINIC JAKARTA : RUN CHART AND CONTROL CHART ANALYSIS Destrikasari, Charisma; Martha, Evi; Prasetyo, Sabarinah
Jurnal Online Dengan Open Journal System Vol 5 No 1 (2024): JMSWH
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jmswh.v5i1.1688

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan masalah kesehatan yang banyak terjadi Indonesia maupun dunia. Rendahnya kesadaran penderita IMS terkait dengan adanya stigma dan diskriminasi tentang HIV dan Penyakit Infeksi Menular Seksual baik dari diri maupun luar diri penderita. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) adalah Lembaga Swadaya Masyarakat yang berperan aktif dalam menyediakan layanan kesehatan seksual dan reproduksi. PKBI mengembangkan Klinik Infeksi Menular Seksual Terpadu (Integrated STI Clinic) untuk melayani kelompok berperilaku risiko tinggi di beberapa wilayah. Untuk mengoptimalkan layanan, penting untuk memahami tren dan pola kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan IMS. Tujuan artikel ini adalah melihat tren dan pola kesadaran Pekerja Seks Perempuan / PSP yang mengakses layanan pemeriksaan IMS dengan melihat hasil analisis run chart dan control chart data kunjungan PSP di Klinik Pratama PKBI Jakarta rentang tahun 2022-2023. Hasil analisis menunjukkan variasi yang terjadi adalah sistematik dengan penyebab khusus (spesific cause variation). Variasi data menunjukkan adanya fluktuasi yang signifikan. Ada beberapa titik yang melampaui batas UCL (Upper Control Limit) dan LCL (Lower Control Limit), mengindikasikan adanya variasi yang mungkin memerlukan investigasi lebih lanjut. Penyebab umum lonjakan dan penurunan yang signifikan yaitu (1) Perpindahan lokasi Klinik; (2) Stigma Sosial; (3) Kegiatan Mobile Clinic Services; (3) Ketidak sesuaian jam pelayanan dengan jam kerja PSP. Berdasarkan hasil analisis di atas, Klinik Pratama PKBI Jakarta dapat mengembangkan program intervensi layanan terkait IMS yaitu (1)Melanjutkan kegiatan Mobile Clinic Services dengan meningkatkan kuantitas kegiatan. (2) Meningkatkan kegiatan pemberian informasi dan edukasi. (3) Menyesuaikan jam kegiatan Mobile Clinic Services dengan jam kerja PSP. (4) Memanfaatkan Peer Educator.
EVALUATING THE QUALITY OF UNINTENDED PREGNANCY SERVICES AT PKBI CLINIC DKI JAKARTA Yunanda, Rista; Rahmaniati, Martya; Prasetyo, Sabarinah
Journal of Applied Health Management and Technology Vol 6, No 2 (2024): October 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jahmt.v6i2.11595

Abstract

Based on WHO estimates, the unintended pregnancy rate in Indonesia is 40/1,000 women aged 15-49 years. PKBI clinic recorded 210 cases of unintended pregnancy from 2022 to 2024. These cases pose significant risks to maternal and child health. The high incidence of these cases necessitates the provision of high-quality services by health facilities. This is crucial to enhance patient satisfaction and improve service access. The objective of this study is to give an overview of the quality services evaluation for unintended pregnancy at PKBI Clinic. This study is a descriptive study using secondary data from the PKBI clinic based on monthly patient visits from 2022 to 2024.  The analysis uses a Run Chart and Control Chart. The results of the Run Chart analysis indicate the presence of common causes that remain under system control, whereas further analysis using Control Charts reveals the presence of special causes. These special causes are associated with patient surges at certain times and the impact of health education programs. However, to anticipate patient surges, the PKBI clinic is still lacking in human resources. This study concludes that Control Charts are more sensitive in detecting special causes due to the presence of control limits that can identify out-of-control data and detect small changes. The evaluation of service quality for unintended pregnancies at the PKBI clinic demonstrates good quality, but a lack of human resources can reduce this quality. Therefore, there is a need for additional staff, training, and better management of work schedules.
Validation and adaptation of the Indonesian version of thyroid cancer quality of life questionnaire Pramono, Laurentius Aswin; Shatri, Hamzah; Subekti, Imam; Prihartono, Nurhayati Adnan; Hatma, Ratna Djuwita; Kurniawidjaja, Meily; Prasetyo, Sabarinah; Kurniawan, Felicia
Medical Journal of Indonesia Vol. 34 No. 2 (2025): June
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13181/mji.oa.257639

Abstract

BACKGROUND The rising incidence of thyroid cancer in Indonesia has become a public health concern. This study was aimed to evaluate the validity of the thyroid cancer-quality of life-Indonesian version (ThyCa-QoL-ID). METHODS This cross-sectional study involved translating the original ThyCa-QoL questionnaire from English to Indonesian (T1), which was then back-translated into English (T2). The T2 questionnaire was compared with the original ThyCa-QoL questionnaire to refine T1, resulting in T3. The T3 questionnaire underwent cognitive and transcultural validation through individual assessment and focus group discussions with 10 doctors and 10 nurses at Cipto Mangunkusumo Hospital and St. Carolus Hospital, and 5 patients with thyroid cancer from St. Carolus Hospital. This process ensured cultural, language, and literacy adaptation processes for patients across different age groups. RESULTS The ThyCa-QoL questionnaire demonstrated validity, with all questions showing correlation calculation (r) above the r table. Test-retest reliability was measured by calculating the intraclass correlation coefficient for each question on the ThyCa-QoL questionnaire. The reliability test can be seen in the value of Cronbach’s alpha (0.915), exceeding the standard Cronbach’s alpha value standard (0.6). CONCLUSIONS The ThyCa-QoL-ID was confirmed as a valid and reliable tool for assessing the QoL of patients with thyroid cancer in Indonesia.
PENGEMBANGAN MEDIA CETAK PENDIDIKAN PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL BALITA DI KOTA BOGOR Arsyati, Asri Masitha; Pratomo, Hadi; Ismail, Irawati; Prasetyo, Sabarinah; Damayanti, Rita
HEARTY Vol 5 No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.452 KB) | DOI: 10.32832/hearty.v5i1.1052

Abstract

Indonesia menjadi darurat kejahatan seksual sejak tahun 2014 dan terus meningkat tiap tahunnya. Dinegara- negara maju media edukasi pencegahan kejahatan seksual dinilai efektif menurunkan angka kasus tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media edukasi pencegahan kekerasan seksual pada balita untuk ibu dan kader posyandu. Media yang diuji coba terdiri dari poster, modul dan booklet. Jenis penelitian dengan Rappid Assesment Procedure (RAP) melalui diskusi kelompok pada 10 kader dan wawancara mendalam pada 20 ibu balita. Desain kualitatif ini dimodifikasi dengan pengembangan media (pre testing methods), yaitu tahapan ujicoba dan mengukur hasil media selama 3 kali. Hasil penelitian menemukan terdapat perubahan bahasa serta gambar dalam poster dan modul, sedangkan hanya bahasa dalam booklet. Sebagian besar ibu balita sangat membutuhkan booklet dibandingkan poster. Booklet terbukti lebih efektif digunakan untuk edukasi dibandingkan poster dan modul.
Penggugusan Provinsi di Indonesia Berdasarkan Kondisi Kesehatan Prasetyo, Sabarinah; Ariawan, Iwan; Yelda, Fitra
Kesmas Vol. 7, No. 6
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk melaksanakan penelitian di Indonesia yang dapat mewakili 33 provinsi, sampling bertahap banyak dilakukan, dan tahap awalnya adalah memilih provinsi. Pada penelitian bidang kesehatan, agar provinsi terpilih mewakili kondisi kesehatan penduduk Indonesia, seyogyanya provinsi dikelompokkan berdasarkan variabel terkait kesehatan. Untuk itu, secara statistik dapat dilakukan analisis gugus (cluster analysis) memakai data dari berbagai sumber, dengan 27 variabel mencakup prevalensi beberapa penyakit infeksi dan status gizi, akses ke pelayanan kesehatan, status demografi, indeks pembangunan manusia, dan aspek keuangan. Hasil akhir menunjukkan bahwa ada 4 gugus provinsi di Indonesia, pada masing-masing gugus terdapat sebanyak 4, 8, 7, dan 14 provinsi. Proses penggugusan dengan analisis gugus semacam ini dapat diterapkan dengan memakai data yang diperbaharui dan hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu pertimbangan untuk sampling provinsi di Indonesia. A multistage sampling procedure is often used in conducting a research that represents all 33 provinces in Indonesia, and the first step for the procedure is the sample selection of provinces. In the area of health research, it is recommended that the province selection is based on the stratification of provinces using health related variables. Cluster analysis is a statistical technique possibly employed utilizing data from many sources. In this particular application, it involves 27 important health variables which reflect important communicable diseases and nutritional status, access to health services, demographic situation, human development index, and financial factor. This cluster analysis produces four clusters of province, with each of them comprising of 4, 8, 7, and 14 provinces. This statistical clustering technique of provinces can be implemented and considered in the sampling process of provinces in Indonesia using the updated data.
Birth Intervals among Multiparous Women in Indonesia Kurniawati, Dini; Prasetyo, Sabarinah
Kesmas Vol. 10, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Indonesia masih tinggi. Salah satu faktor yang menyebabkan tingginya risiko kematian pada ibu dan bayi adalah kelahiran terlalu dekat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari determinan jarak antarkelahiran pada perempuan multipara di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2012 pada 9.945 perempuan multipara. Analisis data menggunakan uji Mann Whitney, Kruskal Wallis, dan regresi logistik. Median jarak antarkelahiran sebesar 62 bulan dan 22,8% perempuan memiliki jarak antarkelahiran kurang dari tiga tahun. Hasil menunjukkan determinan jarak antarkelahiran pendek meliputi pendidikan ibu, usia terakhir melahirkan, ukuran ideal keluarga, pemakaian kontrasepsi, riwayat kematian anak, dan kelangsungan hidup anak sebelumnya (nilai p < 0,05). Usia melahirkan merupakan faktor yang paling berisiko terhadap jarak kelahiran terlalu dekat. Diperlukan peningkatan komunikasi, informasi, dan edukasi mengenai pendewasaan usia pernikahan, jumlah anak ideal serta peningkatan pemakaian kontrasepsi dalam upaya meningkatkan jarak antarkelahiran optimum. Maternal mortality rate and infant mortality rate in Indonesia are currently high. One of factors causing the high risk of maternal and infant mortality is too short birth intervals. This study aimed to learn determinants of birth intervals among multiparous women in Indonesia. This study used data from the Indonesia Demographic and Health Survey 2012 with 9,945 multiparous women. The data was analyzed using Mann Whitney, Kruskal Wallis and logistic regression tests. Median of birth intervals was 62 months and 22.8% women had birth interval less than three years. Results showed that determinants of birth intervals included maternal education, the last age of childbirth, ideal family size, the use of contraception, infant mortality records and survival of preceding child (p value < 0.05). The age of childbirth was a major risk factor of too short birth intervals. It needs the improvement of communication, information and education regarding maturation of age for marriage, ideal number of children as well as the increase of contraception use in order to increase optimum birth intervals.
Early Detection of Risk Factor for Suicidal Ideation Among Senior High School Students in Jakarta: Updated Measurement Yusuf, Nova R; Prasetyo, Sabarinah; Good, Byron J
Kesmas Vol. 19, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The key strategy to address suicide in adolescents is school-based suicidal prevention by adapting a screening instrument to the local culture and policymakers’ perception of suicide. This study aimed to develop an instrument for the early detection of risk for suicidal ideation and identify influential risk factors for suicidal ideation among high school students in Jakarta, Indonesia. This study was conducted in 2018 with a mixed-method design (quantitative and qualitative approaches). It was found that 5% of students had suicidal ideation in July–November 2018, and 13.8% had a high-risk factor for suicidal ideation. The instrument developed in this study consisted of 16 items and had been proven valid and reliable for screening. Students with depression and those screened positive utilizing the developed instrument had 4.41 and 5.39 times the risk of developing suicidal ideation. A recommendation to the counseling teacher associations is to reduce suicidal stigma, encourage students to be open to talking about mental health issues, and prioritize adolescents at risk of suicide for further assessment.
Pengukuran Implementasi Budaya Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Paru Bogor Jawa Barat Tahun 2023: Measurement of the Implementation of Patient Safety Culture in Bogor Pulmonary Hospital, West Java in 2023 Henik Saefulmilah; Prasetyo, Sabarinah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 2 (2024): February 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i2.4686

Abstract

Latar belakang: Sesuai seruan World Health Organization (WHO) bahwa tidak seorangpun boleh mendapatkan bahaya ketika sedang menjalani pelayanan di fasilitas kesehatan. Melalui berbagai upaya RS Paru Bogor menunjukkan tekadnya untuk memberikan pelayanan berorientasi pada keselamatan pasien, tetapi dalam tiga tahun terakhir terdapat 25 laporan insiden keselamatan pasien. Oleh karena itu dilakukan pengukuran Implementasi Budaya Keselamatan Pasien (BKP). Tujuan: Mendapatkan gambaran implementasi BKP di RS Paru Bogor. Metode: Penelitian kuantitatif observasional desain cross sectional, data merupakan hasil survei Komite Mutu RS, jumlah sampel 222. BKP diukur menggunakan instrumen Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC). Analisis univariat persentase respon positif dan rata-rata nilai, bivariat dengan uji T-independen. Hasil: Persentase respon positif BKP 76,8%, dengan rincian kerja tim (96,4%), pembelajaran organisasi perbaikan berkelanjutan (85,4%), komunikasi tentang kesalahan (84,4%), serah terima dan pertukaran informasi-informasi (83,9%), dukungan supervisor/ manajer/ pimpinan klinis untuk keselamatan pasien (83,6%), respon terhadap kesalahan (75,1%), keterbukaan komunikasi (74,4%), dukungan manajemen RS untuk keselamatan pasien (71,2%), pelaporan insiden keselamatan pasien (61%), dan staffing-kecepatan kerja (52,1%). Hasil uji T-independen terdapat perbedaan rata-rata skor dukungan supervisor/ manajer/ pimpinan klinis untuk keselamatan pasien pada lama kerja di unit (P value 0,02), terdapat perbedaan rata-rata skor dukungan manajemen rumah sakit untuk keselamatan pasien pada staf pelayanan kontak langsung dan tidak kontak langsung dengan pasien (P value 0,03), terdapat perbedaan rata-rata skor dukungan manajemen rumah sakit untuk keselamatan pasien pada jam kerja per minggu (P value 0,01). Kesimpulan: Implementasi BKP di RS Paru Bogor pada level kuat, performa tinggi, proaktif, memiliki komitmen, keselamatan pasien diprioritaskan dibandingkan produktivitas.
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita di Provinsi X Safitri, Diah; Prasetyo, Sabarinah; Ekananda, Rizki; Waloya, Waloya
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.5 No.1 Juli (2023) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v5i1.10355

Abstract

Stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang ditandai dengan tubuh pendek. Prevalensi stunting tahun 2018 di Indonesia mencapai 30,8%. Terdapat berbagai faktor risiko yang diduga menjadi penyebab utama stunting, salah satunya pemberian ASI Eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI Eksklusif terhadap kejadian stunting pada balita di Provinsi X dan memberikan gambaran prevalensi balita yang mengalami stunting serta proporsi bayi yang mendapat ASI Eksklusif pada setiap kabupaten di Provinsi X. Desain studi pada penelitian ini adalah studi ekologi dengan unit analisis agregat. Data yang digunakan merupakan data sekunder, yaitu data Gizi KIA Indonesia (kumulatif bulan September 2022). Terdapat enam kabupaten/kota yang digunakan sebagai sampel pada penelitian ini. Uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan lima dari enam kabupaten di Provinsi X memiliki proporsi balita yang mengalami stunting cukup tinggi serta proporsi bayi yang mendapat ASI Eksklusif rendah. Kemudian, tidak ada hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting, yaitu (p-value=0,402). Perlu adanya penelitian lebih lanjut yang meneliti faktor risiko stunting selain pemberian ASI Eksklusif.
Faktor-faktor Tuberkulosis Paru: Analisis Spasial Hasnanisa, Nadia; Prasetyo, Sabarinah; Handayani, Yolanda
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 3 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 3, Agustus 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i3.466

Abstract

Latar Belakang: Banyumas merupakan salah satu kabupaten dengan dengan jumlah kasus tuberkulosis (TB) paru Basil Tahan Asam Positif (BTA+) tertinggi di Jawa Tengah. Dibutuhkan identifikasi faktor risiko sebelum melakukan upaya pengendalian TB sehingga pelaksanaan program dapat disesuaikan dengan kondisi wilayah dan sumber dayanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian TB paru BTA+ di Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi ekologi dan unit analisis kecamatan dilakukan di Kabupaten Banyumas. Data agregat berupa data faktor risiko tahun 2019 dan 2021. Penelitian ini dilakukan sejak November-Desember 2022. Analisis yang dilakukan meliputi analisis univariat, bivariat, dan spasial. Hasil: Faktor yang berhubungan dengan kejadian TB paru BTA+ di Kabupaten Banyumas pada 2019 adalah jumlah bayi yang diimunisasi BCG (p=0,005) dan jumlah rumah sehat (p=0,006). Pada tahun 2021 faktor yang berhubungan adalah jumlah bayi yang diimunisasi BCG (p=0,000), jumlah rumah sehat (p=0,000), jumlah rumah tangga ber-PHBS (p=0,001), jumlah balita gizi buruk (p=0,011), dan jumlah kasus HIV/AIDS (p=0,050). Berdasarkan pemetaan secara spasial didapatkan hasil wilayah berisiko tinggi TB paru BTA+ pada tahun 2019 terdiri dari 5 kecamatan, jumlah ini meningkat menjadi 10 kecamatan pada 2021. Kesimpulan: Faktor yang tetap berhubungan dengan kejadian TB paru BTA+ di Kabupaten Banyumas pada tahun 2019 dan 2021 adalah jumlah bayi diimunisasi BCG dan jumlah rumah sehat. Factors of Pulmonary Tuberculosis: Spatial Analysis Background: Banyumas is one of the districts with the highest number of cases of pulmonary tuberculosis (TB) positive acid fast bacilli (AFB+) in Central Java. It is necessary to identify risk factors before carrying out TB control efforts so that program implementation can be adapted to regional conditions and resources. The purpose of this study was to determine the risk factors associated with the incidence of AFB+ pulmonary TB in Banyumas District. Methods: A quantitative descriptive study with an ecological study approach and sub-district analysis units was held in Banyumas Regency. Risk factor data for 2019 and 2021 were aggregate data. This research was conducted from November to December 2022. The analysis carried out included univariate, bivariate and spatial analysis. Result: Factors related to the incidence of AFB+ pulmonary TB in Banyumas Regency in 2019 were the number of babies immunized with BCG (p=0.005) and the number of healthy homes (p=0.006). In 2021, the related factors are the number of babies immunized with BCG (p=0.000), the number of healthy homes (p=0.000), the number of households with PHBS (p=0.001), the number of severely malnourished children under five (p=0.011) and the number cases of HIV/AIDS (p=0.050). Based on spatial mapping, the results showed that the high-risk areas for AFB+ pulmonary TB in 2019 consist of 5 sub-districts, this number increased to 10 sub-districts in 2021. Conclusion: Factors that remain associated with the incidence of AFB+ pulmonary TB in Banyumas Regency in 2019 and 2021 were the number of babies immunized with BCG and the number of healthy homes.
Co-Authors Adang Bachtiar Ahmad, Rima Sumayyah Akmal Taher Amelia Dyah Kartika Sari Amran Julianto Tanesib Anita Ratnawati Arif Burhanudin Asri Masitha Arsyati Ayoub, Harun Yussuf Bonardo Prayogo Hasiholan Burhanudin, Arif Chudahman Manan Chudahman Manan Dadan Erwandi Darmawati, Annisa Destrikasari, Charisma Dharmika Djojoningrat Diah Safitri Dini Kurniawati E. Mudjaddid A. Siswanto Deddy N.W.Achadiono Hamzah Shatri Ede Surya Darmawan Ekananda, Rizki Ela Mulyana Arofah Elly Nurachmah Evi Martha Felicia Kurniawan, Felicia Fitra Yelda Fitra Yelda Fitri Latipatul Anshor Gondhowiardjo, Soehartati A Good, Byron J Hadi Pratomo Hamidah Indrihapsari Handayani, Yolanda Hasnanisa, Nadia Hatma, Ratna Djuwita Henik Saefulmilah Huang, Ficky Imam Subekti Indri Hapsari Susilowati Inggar Ratna Kusuma Irawati Ismail, Irawati Iwan Ariawan Jamal Abd. Kadir Johan Talesu Junaiti Sahar Karl Peltzer Kemal N. Siregar Khairunnisa, Prila Kurniawidjaja, Meily Laurentius Aswin Pramono Loli J Simanjuntak Lolita Lay dos Santos Marcellus Simandibrata Martya Rahmaniati Muhammad Amin Muthmainnah Muthmainnah Nadia Hasnanisa Najah, Miftahun Nanang Sukmana Nanang Sukmana Nurizin, Dion Zein Nurul Akbar Nurul Akbar Nury Nusdwinuringtyas Pixelyne, Irene Prihartono, Nurhayati Adnan Prila Khairunnisa Purwantyastuti Purwantyastuti Rahmiyati Rahmiyati Rino Alvani Gani Rino Alvani Gani Rita Damayanti Rita Damayanti Sigit Mulyono Siregar, Rohana Uly Pradita Siti Fatimah Sudarto Ronoatmodjo Sudijanto Kamso Supa Pengpid Susiana Nugraha Syarif Hidayat Syarif Hidayat Syarif Rahman Hasibuan Theresa F Napitupulu Utami, Rahastiwi Fadilah Vera Yuwono Waloya, Waloya Yosef Muhamad Rachman Baniaz Muliawan Yuli Puspita Devi Yunanda, Rista Yunita Amraeni Yusuf, Nova R