Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pengukuran Implementasi Budaya Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Paru Bogor Jawa Barat Tahun 2023: Measurement of the Implementation of Patient Safety Culture in Bogor Pulmonary Hospital, West Java in 2023 Henik Saefulmilah; Prasetyo, Sabarinah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 2: FEBRUARY 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i2.4686

Abstract

Latar belakang: Sesuai seruan World Health Organization (WHO) bahwa tidak seorangpun boleh mendapatkan bahaya ketika sedang menjalani pelayanan di fasilitas kesehatan. Melalui berbagai upaya RS Paru Bogor menunjukkan tekadnya untuk memberikan pelayanan berorientasi pada keselamatan pasien, tetapi dalam tiga tahun terakhir terdapat 25 laporan insiden keselamatan pasien. Oleh karena itu dilakukan pengukuran Implementasi Budaya Keselamatan Pasien (BKP). Tujuan: Mendapatkan gambaran implementasi BKP di RS Paru Bogor. Metode: Penelitian kuantitatif observasional desain cross sectional, data merupakan hasil survei Komite Mutu RS, jumlah sampel 222. BKP diukur menggunakan instrumen Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC). Analisis univariat persentase respon positif dan rata-rata nilai, bivariat dengan uji T-independen. Hasil: Persentase respon positif BKP 76,8%, dengan rincian kerja tim (96,4%), pembelajaran organisasi perbaikan berkelanjutan (85,4%), komunikasi tentang kesalahan (84,4%), serah terima dan pertukaran informasi-informasi (83,9%), dukungan supervisor/ manajer/ pimpinan klinis untuk keselamatan pasien (83,6%), respon terhadap kesalahan (75,1%), keterbukaan komunikasi (74,4%), dukungan manajemen RS untuk keselamatan pasien (71,2%), pelaporan insiden keselamatan pasien (61%), dan staffing-kecepatan kerja (52,1%). Hasil uji T-independen terdapat perbedaan rata-rata skor dukungan supervisor/ manajer/ pimpinan klinis untuk keselamatan pasien pada lama kerja di unit (P value 0,02), terdapat perbedaan rata-rata skor dukungan manajemen rumah sakit untuk keselamatan pasien pada staf pelayanan kontak langsung dan tidak kontak langsung dengan pasien (P value 0,03), terdapat perbedaan rata-rata skor dukungan manajemen rumah sakit untuk keselamatan pasien pada jam kerja per minggu (P value 0,01). Kesimpulan: Implementasi BKP di RS Paru Bogor pada level kuat, performa tinggi, proaktif, memiliki komitmen, keselamatan pasien diprioritaskan dibandingkan produktivitas.
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita di Provinsi X Safitri, Diah; Prasetyo, Sabarinah; Ekananda, Rizki; Waloya, Waloya
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.5 No.1 Juli (2023) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v5i1.10355

Abstract

Stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang ditandai dengan tubuh pendek. Prevalensi stunting tahun 2018 di Indonesia mencapai 30,8%. Terdapat berbagai faktor risiko yang diduga menjadi penyebab utama stunting, salah satunya pemberian ASI Eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI Eksklusif terhadap kejadian stunting pada balita di Provinsi X dan memberikan gambaran prevalensi balita yang mengalami stunting serta proporsi bayi yang mendapat ASI Eksklusif pada setiap kabupaten di Provinsi X. Desain studi pada penelitian ini adalah studi ekologi dengan unit analisis agregat. Data yang digunakan merupakan data sekunder, yaitu data Gizi KIA Indonesia (kumulatif bulan September 2022). Terdapat enam kabupaten/kota yang digunakan sebagai sampel pada penelitian ini. Uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan lima dari enam kabupaten di Provinsi X memiliki proporsi balita yang mengalami stunting cukup tinggi serta proporsi bayi yang mendapat ASI Eksklusif rendah. Kemudian, tidak ada hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting, yaitu (p-value=0,402). Perlu adanya penelitian lebih lanjut yang meneliti faktor risiko stunting selain pemberian ASI Eksklusif.
Faktor-faktor Tuberkulosis Paru: Analisis Spasial Hasnanisa, Nadia; Prasetyo, Sabarinah; Handayani, Yolanda
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 3 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 3, Agustus 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i3.466

Abstract

Latar Belakang: Banyumas merupakan salah satu kabupaten dengan dengan jumlah kasus tuberkulosis (TB) paru Basil Tahan Asam Positif (BTA+) tertinggi di Jawa Tengah. Dibutuhkan identifikasi faktor risiko sebelum melakukan upaya pengendalian TB sehingga pelaksanaan program dapat disesuaikan dengan kondisi wilayah dan sumber dayanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian TB paru BTA+ di Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi ekologi dan unit analisis kecamatan dilakukan di Kabupaten Banyumas. Data agregat berupa data faktor risiko tahun 2019 dan 2021. Penelitian ini dilakukan sejak November-Desember 2022. Analisis yang dilakukan meliputi analisis univariat, bivariat, dan spasial. Hasil: Faktor yang berhubungan dengan kejadian TB paru BTA+ di Kabupaten Banyumas pada 2019 adalah jumlah bayi yang diimunisasi BCG (p=0,005) dan jumlah rumah sehat (p=0,006). Pada tahun 2021 faktor yang berhubungan adalah jumlah bayi yang diimunisasi BCG (p=0,000), jumlah rumah sehat (p=0,000), jumlah rumah tangga ber-PHBS (p=0,001), jumlah balita gizi buruk (p=0,011), dan jumlah kasus HIV/AIDS (p=0,050). Berdasarkan pemetaan secara spasial didapatkan hasil wilayah berisiko tinggi TB paru BTA+ pada tahun 2019 terdiri dari 5 kecamatan, jumlah ini meningkat menjadi 10 kecamatan pada 2021. Kesimpulan: Faktor yang tetap berhubungan dengan kejadian TB paru BTA+ di Kabupaten Banyumas pada tahun 2019 dan 2021 adalah jumlah bayi diimunisasi BCG dan jumlah rumah sehat. Factors of Pulmonary Tuberculosis: Spatial Analysis Background: Banyumas is one of the districts with the highest number of cases of pulmonary tuberculosis (TB) positive acid fast bacilli (AFB+) in Central Java. It is necessary to identify risk factors before carrying out TB control efforts so that program implementation can be adapted to regional conditions and resources. The purpose of this study was to determine the risk factors associated with the incidence of AFB+ pulmonary TB in Banyumas District. Methods: A quantitative descriptive study with an ecological study approach and sub-district analysis units was held in Banyumas Regency. Risk factor data for 2019 and 2021 were aggregate data. This research was conducted from November to December 2022. The analysis carried out included univariate, bivariate and spatial analysis. Result: Factors related to the incidence of AFB+ pulmonary TB in Banyumas Regency in 2019 were the number of babies immunized with BCG (p=0.005) and the number of healthy homes (p=0.006). In 2021, the related factors are the number of babies immunized with BCG (p=0.000), the number of healthy homes (p=0.000), the number of households with PHBS (p=0.001), the number of severely malnourished children under five (p=0.011) and the number cases of HIV/AIDS (p=0.050). Based on spatial mapping, the results showed that the high-risk areas for AFB+ pulmonary TB in 2019 consist of 5 sub-districts, this number increased to 10 sub-districts in 2021. Conclusion: Factors that remain associated with the incidence of AFB+ pulmonary TB in Banyumas Regency in 2019 and 2021 were the number of babies immunized with BCG and the number of healthy homes.
The Relationship between Accreditation Status and Public Health Centre Patient Satisfaction in Cirebon on 2021 Amin, Muhammad; Prasetyo, Sabarinah
International Journal of Social Service and Research Vol. 3 No. 3 (2023): International Journal of Social Service and Research (IJSSR)
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/ijssr.v3i3.305

Abstract

Accreditation is a mandatory process that must be carried out by public health center in order to improve the quality of health services provided to patients with an output in the form of an accredited status level. Service quality is a measure of how well the level of service provided is in accordance with customer expectations so that it affects customer satisfaction. The study was purposed to find out the relationship between the accreditation status and the level of health centers patient satisfaction in Cirebon City. Data was collected by the 2021 Community Satisfaction Survey of health centers in Cirebon City. The type of research is quantitative research with a cross-sectional approach which was conducted in November 2021 at 2 plenary accredited health centers, 3 main accredited health centers, 11 middle accredited health centers and 6 basic accredited health centers. The study sample was taken from patients who visited the health center during the study period with a total of 8180 respondents using purposive sampling method. Statistical analysis using chi square test and simple logistic regression with 95% confidence level. The results showed that 98.8% of plenary accredited primary health centers were satisfied, 95.1% of main accredited health centers, 84.2% of middle accredited health centers and 82.0% of basic accredited health centers. Based on the results of the chi-square test, the higher the accreditation status of the health centers, the higher the percentage of patient satisfaction. The results of a simple logistic regression test with a comparison of basic accredited status show that OR = 1.170 for middle accredited status, OR = 4.278 for main accredited status and OR = 18.048 for plenary accredited status. It is necessary to improve the quality of services that focus on improving services which are still low and continue to strive to meet the service standards required for health center accreditation.
EVALUATING THE QUALITY OF UNINTENDED PREGNANCY SERVICES AT PKBI CLINIC DKI JAKARTA Yunanda, Rista; Rahmaniati, Martya; Prasetyo, Sabarinah
Journal of Applied Health Management and Technology Vol. 6 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : Postgraduate Program , Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jahmt.v6i2.11595

Abstract

Based on WHO estimates, the unintended pregnancy rate in Indonesia is 40/1,000 women aged 15-49 years. PKBI clinic recorded 210 cases of unintended pregnancy from 2022 to 2024. These cases pose significant risks to maternal and child health. The high incidence of these cases necessitates the provision of high-quality services by health facilities. This is crucial to enhance patient satisfaction and improve service access. The objective of this study is to give an overview of the quality services evaluation for unintended pregnancy at PKBI Clinic. This study is a descriptive study using secondary data from the PKBI clinic based on monthly patient visits from 2022 to 2024.  The analysis uses a Run Chart and Control Chart. The results of the Run Chart analysis indicate the presence of common causes that remain under system control, whereas further analysis using Control Charts reveals the presence of special causes. These special causes are associated with patient surges at certain times and the impact of health education programs. However, to anticipate patient surges, the PKBI clinic is still lacking in human resources. This study concludes that Control Charts are more sensitive in detecting special causes due to the presence of control limits that can identify out-of-control data and detect small changes. The evaluation of service quality for unintended pregnancies at the PKBI clinic demonstrates good quality, but a lack of human resources can reduce this quality. Therefore, there is a need for additional staff, training, and better management of work schedules.
Comprehensive Efforts to Accelerate Non-Communicable Disease Services in the Era of COVID-19 in Indonesia’s Suburban Area Taher, Akmal; Gondhowiardjo, Soehartati A; Bachtiar, Adang; Prasetyo, Sabarinah; Pixelyne, Irene; Huang, Ficky; Ahmad, Rima Sumayyah
ASEAN Journal of Community Engagement Vol. 6, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The COVID-19 crisis has disrupted non-communicable disease (NCD) services in primary health care, and NCD is one of the comorbidities that increase mortality in COVID-19 patients. Efforts to accelerate NCD services were carried out with the focus on two programs: the development of integrated polyclinic NCD services and the training of community health workers (CHW) at the Tanara Community Health Center (CHC) in Banten. The development of a continuous team-based service system from the Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu)/integrated service post to NCD services at the CHC was carried out for six months to improve the quality of human resources and help provide recommendations in the implementation of NCD services. At the end of the program, there was a 26.1% increase in the number of hypertension patients receiving treatment compared with the previous year, and there was a significant increase in the level of knowledge of CHWs after training and long-term mentoring (p < 0.001). Efforts to accelerate NCD services require support from all parties, and to ensure the continuity of these efforts, periodic monitoring and evaluation are necessary.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perempuan Melakukan Pemeriksaan Dini Kanker Serviks : A Scoping Review Khairunnisa, Prila; Ronoatmodjo, Sudarto; Prasetyo, Sabarinah
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 6, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan laporan dari The Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2020, kasus terbaru kanker serviks di Indonesia sebanyak 36.633 jiwa (17,2%) menempati posisi kedua setelah kanker payudara dan menempati posisi ketiga penyebab kematian akibat kanker. Secara nasional hanya sebanyak 8,3% perempuan usia 30-50 tahun yang melakukan pemeriksaan dini kanker serviks melalui metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA test) dan kanker payudara dengan Periksa Payudara Sendiri (SADARI). Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengkaji dan menemukan bukti berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi pencegahan dini kanker serviks pada perempuan di Indonesia. Scoping Review digunakan untuk menafsirkan hasil sesuai dengan evidence based dengan menerapkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian menggali dan menganalisis data serta memaparkan hasil dari review artikel. Dari beberapa databased yang digunakan pada penelitian ini seperti Science Direct (42) dan PubMed (68) diperoleh 2 tema yaitu skrining kanker serviks, hambatan dalam skrining dan vaksinasi HPV. Berdasarkan hasil penelitian ini terdapat hambatan dalam pemeriksaan dini kanker serviks dengan metode IVA test, Pap Smear dan pencegahan dini kanker serviks dengan vaksinasi HPV yang diantaranya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, dukungan suami serta khawatir akan efek samping dan biaya yang tinggi.
Determinasi Sosiodemografi terhadap Supresi Viral Load pada Orang Dengan HIV di Oecusse-Timor Leste Santos, Lolita Lay dos; Tanesib, Amran Julianto; Prasetyo, Sabarinah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52075

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat global. Target 95-95-95 UNAIDS menekankan pentingnya pencapaian supresi viral load untuk menekan transmisi HIV dan meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV (ODHIV). Namun, di Timor Leste, hanya 42,4% ODHIV yang mencapai supresi viral load, jauh di bawah target global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinasi faktor sosiodemografi terhadap jumlah viral load pada ODHIV di Oecusse. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan data sekunder dari rekam medis pasien HIV di wilayah Oecusse. Sampel diambil secara total sampling sebanyak 46 ODHIV. Variabel dependen adalah jumlah viral load (<1000 kopi/ml dan ≥1000 kopi/ml), sedangkan variabel independen meliputi jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, dan status perkawinan. Analisis dilakukan secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil menunjukkan 52,2% pasien memiliki viral load <1000 kopi/ml. Tidak terdapat hubungan bermakna antara jenis kelamin (p=1,000), usia (p=0,869), tingkat pendidikan (p=0,182), dan status perkawinan (p=0,700) dengan jumlah viral load. Meskipun pendidikan rendah menunjukkan kecenderungan supresi lebih tinggi, perbedaannya tidak signifikan. Faktor sosiodemografi tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah viral load pada ODHIV di Oecusse. Penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar serta mempertimbangkan variabel klinis dan kepatuhan terapi ART diperlukan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor yang memengaruhi keberhasilan terapi HIV.
Co-Authors Adang Bachtiar Ahmad, Rima Sumayyah Akmal Taher Amelia Dyah Kartika Sari Anita Ratnawati Arif Burhanudin Asri Masitha Arsyati Ayoub, Harun Yussuf Bonardo Prayogo Hasiholan Burhanudin, Arif Chudahman Manan Chudahman Manan Dadan Erwandi Darmawati, Annisa Destrikasari, Charisma Dharmika Djojoningrat Diah Safitri Dini Kurniawati E. Mudjaddid A. Siswanto Deddy N.W.Achadiono Hamzah Shatri Ede Surya Darmawan Ekananda, Rizki Ela Mulyana Arofah Elly Nurachmah Evi Martha Felicia Kurniawan, Felicia Fitra Yelda Fitra Yelda Fitri Latipatul Anshor Gondhowiardjo, Soehartati A Good, Byron J Hadi Pratomo Hamidah Indrihapsari Handayani, Yolanda Hasnanisa, Nadia Hatma, Ratna Djuwita Henik Saefulmilah Huang, Ficky Imam Subekti Indri Hapsari Susilowati Inggar Ratna Kusuma Irawati Ismail, Irawati Iwan Ariawan Jamal Abd. Kadir Johan Talesu Junaiti Sahar Karl Peltzer Kemal N. Siregar Khairunnisa, Prila Kurniawidjaja, Meily Laurentius Aswin Pramono Loli J Simanjuntak Marcellus Simandibrata Martya Rahmaniati Muhammad Amin Muthmainnah Muthmainnah Nadia Hasnanisa Najah, Miftahun Nanang Sukmana Nanang Sukmana Nurizin, Dion Zein Nurul Akbar Nurul Akbar Nury Nusdwinuringtyas Pixelyne, Irene Prihartono, Nurhayati Adnan Prila Khairunnisa Purwantyastuti Purwantyastuti Rahmiyati Rahmiyati, Rahmiyati Rino Alvani Gani Rino Alvani Gani Rita Damayanti Rita Damayanti Santos, Lolita Lay dos Sigit Mulyono Siregar, Rohana Uly Pradita Siti Fatimah Sudarto Ronoatmodjo Sudijanto Kamso Supa Pengpid Susiana Nugraha Syarif Hidayat Syarif Hidayat Syarif Rahman Hasibuan Tanesib, Amran Julianto Theresa F Napitupulu Utami, Rahastiwi Fadilah Vera Yuwono Waloya, Waloya Yosef Muhamad Rachman Baniaz Muliawan Yuli Puspita Devi Yunanda, Rista Yunita Amraeni Yusuf, Nova R