Claim Missing Document
Check
Articles

Stimulasi Tumbuh Kembang Balita Melalui Pelatihan Kader Kesehatan di Kabupaten Jember Septiyono, Eka Afdi; Kurniawati, Dini; Rahmawati, Iis; Prasetyowati, Irma; Wiastuti, Siti Marina
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v3i1.127

Abstract

Stimulasi tumbuh kembang balita merupakan aspek penting dalam pembentukan potensi anak sejak dini. Namun, kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya stimulasi tumbuh kembang balita di wilayah Baratan Jember menjadi hambatan dalam mencapai perkembangan optimal anak-anak. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat melalui pelatihan kader kesehatan untuk meningkatkan stimulasi tumbuh kembang balita. Kegiatan ini melibatkan tahap pra pengabdian untuk mengidentifikasi kebutuhan dan hambatan yang ada. Selanjutnya, dilakukan pelatihan kader kesehatan yang mencakup peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memberikan stimulasi tumbuh kembang yang tepat. Evaluasi pelaksanaan dan dampak dilakukan untuk mengukur efektivitas program. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, perubahan perilaku orang tua, serta perkembangan balita yang lebih optimal. Dalam kesimpulannya, pelatihan kader kesehatan dalam upaya meningkatkan stimulasi tumbuh kembang balita di Baratan Jember memberikan dampak positif terhadap perkembangan balita dan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.
Pendampingan dan Pelibatan Sekolah Dasar Desa Selolembu menuju Desa Peduli Kesehatan Anak Prasetyowati, Irma; Rohman, Hermanto; Umniyyah, Zahratul; Makmur, M. Hadi
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v10i2.1225

Abstract

Kesehatan anak usia sekolah merupakan isu penting karena tingginya risiko penyakit menular di lingkungan pendidikan. Desa Selolembu di Kabupaten Bondowoso menghadapi tantangan dalam pemenuhan indikator Desa Peduli Kesehatan Anak yang merupakan bagian dari SDGs Desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi capaian indikator kesehatan anak di Desa Selolembu serta mendampingi optimalisasi peran sekolah dasar melalui pendekatan partisipatif. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, focus group discussion (FGD), workshop, dan sosialisasi, dengan melibatkan berbagai pihak seperti pemerintah desa, sekolah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Hasil menunjukkan bahwa hanya 29% indikator telah tercapai, dengan kekurangan terutama pada cakupan imunisasi, sanitasi, dan layanan kesehatan dasar. Sosialisasi berhasil meningkatkan pengetahuan peserta secara signifikan (p = 0,001). Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif lintas sektor efektif dalam membangun komitmen dan kapasitas menuju desa yang peduli kesehatan anak secara berkelanjutan. School-age children's health is important due to the high risk of infectious diseases in educational environments. Selolembu Village in Bondowoso Regency faces chetcenges in fulfilling the indicators of a Village Caring for Children's Health, which is part of the Village SDGs. This study aims to identify the achievement of child health indicators in Selolembu Village and assist in optimizing the role of elementary schools through a participatory approach. The methods used include initial observation, focus group discussions (FGD), workshops, and socialization, involving various parties such as the village government, schools, health workers, and the community. The results showed that only 29% of the indicators had been achieved, with deficiencies mainly in immunization coverage, sanitation, and basic health services. Socialization succeeded in significantly increasing participants' knowledge (p = 0.001). The conclusion of this activity shows that a cross-sectoral collaborative approach is practical in building commitment and capacity towards a village that sustainably cares about children's health.
SUSPECTED MEASLES AND IMMUNIZATION TRENDS BEFORE AND DURING COVID-19 IN EAST JAVA, INDONESIA: Tren Kasus Suspek Campak dan Cakupan Imunisasi Sebelum dan Selama Pandemi COVID-19 di Jawa Timur Arifin, Munif; Putri Haryanik, Meilinda Alya'; Prasetyowati, Irma
Jurnal Berkala Epidemiologi Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Berkala Epidemiologi (Periodic Epidemiology Journal)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbe.V13I22025.126-132

Abstract

Background: Measles, caused by a virus belonging to the genus morbillivirus of the paramyxoviridae family, remains a global health challenge. The COVID-19 pandemic has affected measles prevention activities. Understanding measles characteristics before and during the pandemic is important to developing effective prevention programs. Purpose: This study aims to analyze measles suspects' epidemiological characteristics before and during the COVID-19 pandemic. Method: This study used a cross-sectional approach. The population in this study were all measles suspects before and during the COVID-19 pandemic. The data sources were the results of tracing measles suspects and the results of examination of BBLK Surabaya measles specimens (measles IgM) before the pandemic (2017-2019) and during the pandemic (2020-2022). The correlation test was carried out using Chi-square analysis. Results: The analysis results indicate the following p-values: age = 0.00, gender = 0.92, immunization status = 0.00, and test lab = 0.46. The findings showed a relationship between age and immunization status regarding suspected measles before and during the COVID-19 pandemic. However, there was no significant relationship between gender and lab results of suspected measles before and during the pandemic. Conclusion: There was a significant relationship between immunization status and age in measles suspects before and during the COVID-19 pandemic. Therefore, optimizing immunization coverage and ensuring immunization is carried out on time according to the specified age is necessary.
Impact of Side Effects on Adherence in Drug-Resistance Tuberculosis Treatment at RSD dr. Soebandi Jember Poerwahyuningrum, Neny; Fajrin, Fifteen Aprilla; Rahardjo, Angga Mardro; Prasetyowati, Irma; Arwi, Khoiriyatul Muhlishoh; Machlaurin, Afifah
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 14 No 1 (2025): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v14i1.537

Abstract

Tuberculosis (TB) is the leading cause of death from infectious disease worldwide. Patient adherence to treatment is crucial for therapy which side effects of tuberculosis treatment are a significant factor affecting compliance. This study aims to analyze the impact of side effects from anti-tuberculosis drugs on the medication adherence of Drug Resistant Tuberculosis patients (DR-TB) at RSD dr. Soebandi in Jember. This study was a retrospective cohort observational that included 245 DR-TB patients register at the dr. Soebandi Hospital from January 2021-December 2023. The electronic medical records, web-based tuberculosis information systems (SITB), and data filling sheets was used. The Proportion of Days Covered (PDC) method was used to evaluate the medication adherence. Data analysis was conducted in SPSS 27.0. Ten patients were excluded due to HIV comorbidities, resulting a final sample of 235 patients. The findings revealed that 53.6% of patients were non-adherence. The three most common types of side effects were gastrointestinal (43.4%), musculoskeletal (29.8%) and skin-related side effects (16.6%). The multivariate logistic regression showed that adherence was significantly reduced by the presence of side effects (aOR: 0,153; 95%CI 0,052-0,448), the number of side effects >2 types (aOR: 0,290; 95%CI 0,101-0,837), and the musculoskeletal-related side effects (aOR: 0,441; 95%CI 0,201-0,972).
Demonstrasi Camilan BB Booster ‘Pisang Barongko’ untuk Mencegah Gizi Kurang Di Desa Jumpong Kecamatan Wonosari Jannah, Hanifah Raudhatul; Rachmawati, Septi Nur; Margareta, Amanda Cynthia; Aulia, Linda; Izza, Adha Dzulhidjatul; Anwari, Imas Sa'idatul; Silitonga, Indah Selli Zevania; Prasetyowati, Irma
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.18569

Abstract

Pendahuluan: Balita rentan terhadap kekurangan gizi, penyakit ataupun infeksi. Masalah gizi yang sering dijumpai pada balita yaitu gizi kurang. Faktor utamanya adalah asupan gizi yang kurang. Dalam upaya pencegahan gizi kurang di Desa Jumpong, Tim Praktik Belajar Lapangan (PBL) 18 FKM UNEJ dilakukan demonstrasi pembuatan camilan pisang barongko berbahan dasar pangan lokal. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai PMT berupa camilan untuk mencegah gizi kurang di Desa Jumpong. Metode: Wawancara, tahap percobaan, penyuluhan, demonstrasi, dan evaluasi. Hasil: Berdasarkan hasil pretest dan postest yang telah dilakukan, terjadi peningkatan pengetahuan responden sebesar 9,38%. Kesimpulan: Kegiatan demonstrasi pembuatan camilan pisang barongko memberikan dampak positif bagi ibu dan balita  dan meningkatkan pengetahuan mengenai camilan sehat untuk balita.
Hubungan Ibu, Anak, dan Keluarga dengan Stunting Balita Usia 24-59 Bulan Nindy Irsila Dwi Valentine; Irma Prasetyowati; Adistha Eka Noveyani
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.501

Abstract

Pendahuluan: Stunting masih menjadi masalah gizi yang banyak terjadi pada balita. Karakteristik ibu perlu diperhatikan karena berpengaruh terhadap proses pertumbuhan janin. Karakteristik anak juga merupakan faktor risiko stunting, juga karakteristik keluarga karena penyebab dasar stunting juga terletak pada level keluarga. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara karakteristik ibu, anak, dan keluarga dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Metode: Penelitian analitik yang menggunakan rancangan studi observasional dengan desain penelitian case control. Besar sampel 40 sampel kasus dan 40 sampel kontrol menggunakan teknik simple random sampling. Hasil: Terdapat hubungan antara usia ibu saat hamil, pendidikan ibu, berat badan dan panjang badan lahir anak, status pemberian ASI eksklusif, jumlah anggota keluarga, dan pendapatan keluarga dengan stunting. Tidak terdapat hubungan antara jarak kehamilan dan pekerjaan ibu dengan kejadian stunting. Saran: evaluasi setelah edukasi, melakukan pemantauan dan tindak lanjut terkait pemenuhan nutrisi ibu hamil, menghilangkan kebiasaan atau budaya terkait pencampuran makanan halus untuk anak sebelum 6 bulan, aktif melakukan konseling gizi terkait cara pemenuhan gizi anak dengan menggunakan bahan makanan bergizi yang murah dan sederhana serta konseling terkait pengelolaan dan pendistribusian makanan bergizi yang baik di dalam keluarga yang tergolong keluarga besar.
Implikasi Pola Makan Tinggi Natrium Terhadap Kejadian Hipertensi di Masyarakat Pesisir Prasetyowati, Irma; Puspitasari, Muthia Fahriyah; Putri, Syafira Aurellia; Ayunni, Kartika Astri Firda; Thoyiba, Nuzula Lailatul; Hilmiy, Daryta Balqis Nashifa; Nurmusfiroh, Rizqi Faza; Zahro, Adinda Khatimatuz; Salsabilah, Della Estelina; Wijaya, Novita Dian Rahmawati
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Vol 10, No 4: November 2025
Publisher : Master of Epidemiology, Faculty of Public Health, Diponegoro University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jekk.v10i4.27706

Abstract

Background: Hypertension, commonly referred to as "the silent killer," has become one of the degenerative diseases that still show high case numbers in society. Coastal communities are one of the groups that can experience hypertension due to diet, limited access to healthcare services, and other factors. This study was conducted to analyze non-modifiable risk factors (age, gender, family history) and modifiable risk factors (diet, physical activity, occupation, education, smoking behavior, access to healthcare services) associated with the incidence of hypertension.Methods: The research uses an analytical and cross-sectional with a sample size of 127 people through simple random sampling using the Chi-square test with a 95% confidence level (α = 0.05). The variables used in this study are age, gender, family history, education, occupation, economic status, diet assessed using the Food Frequency Questionnaire (FFQ), physical activity evaluated using the Global Physical Activity Questionnaire (IPAQ), smoking behavior, and access to health services.Result: Based on the risk factors studied, there was a significant association between diet (p = 0.001 & PR 1.534), education (p = 0.000 & PR 1.766), and age (p = 0.038 & PR 1.301) with the incidence of hypertension. However, other variables such as gender, family history, economic status, access to health facilities, physical activity, and occupation did not have a significant relationship with hypertension.Conclusion : The research shows a significant relationship between dietary patterns, education, and age with the incidence of hypertension in coastal communities. 
Co-Authors Abdul Basith Qodam Ali Adistha Eka Noveyani Adistha Eka Noveyani Ahmad Haryono Ahmad Mushthofa As'Adi Ahmad Nafi' Akhmad Haryono Akhmad Taufiq Ana Masfurotin Ni’mah Anisa Yulia Wulandari Anisa Yulia Wulandari, Anisa Yulia Anita Dewi Prahastuti Sujoso Anwari, Imas Sa'idatul Arifin, Munif Arwi, Khoiriyatul Muhlishoh Aulia, Linda Ayunni, Kartika Astri Firda Candra Bumi Chatarina Umbul Wahyuni Dedek Sutinbuk Dena Anggraeni Harjanto Dewi Rokhmah Dini Kurniawati Dwi Eriyanti, Linda Dwi Martiana Wati Eka Afdi Septiyono Emi Dwi Astuti Evita Soliha Hani Fajrin, Fifteen Aprilla Farida Wahyu Ningtyias, Farida Wahyu Fariz Kustiawan Alfarisy Fifian Lula Fiya Wadudah Fiya Wadudah Furoidatul Husniah Haryanik, Meilinda Alya’ Putri Heni Nuraini Hilmiy, Daryta Balqis Nashifa Ida Srisurani Wiji Astuti Iken Nafikadini Illia Seldon Magfiroh Isa Marufi Izza, Adha Dzulhidjatul Jannah, Hanifah Raudhatul Kamerawati, Choni Kinanthi, Citra Anggun Krish Naufal Anugrah Robby Leersia Yusi Ratnawati Luh Putu Ratna Sundari Lutfi Arifianto M. Hadi Makmur Machlaurin, Afifah Madani, Ainun Margareta, Amanda Cynthia Mazida, Zulfa Meggeria Dyah Matrika Tito Putri Mulyo, Fiskan Adi Santro Mury Ririanty Ni'mah, Ana Masfurotin Nindy Irsila Dwi Valentine Ni’mal Baroya Nurmusfiroh, Rizqi Faza Poerwahyuningrum, Neny Pudjo Wahjudi Pudjo Wahjudi Pudjo Wahjudi Pudjo Wahjudi Puspitasari, Muthia Fahriyah Putri Haryanik, Meilinda Alya' Putri, Syafira Aurellia Qaimima Ayuni Rachmad Gusti Irwansyah Rachmawati, Septi Nur Ragil Ismi Hartanti Rahardjo, Angga Mardro Rahman, Hermanto Rahmawati, Iis Riski Anisa Rohman, Hermanto Salsabilah, Della Estelina Sasmita, Hasri Yulia Shabrina Izzata A.A. Shofiyah Vita Yuliana Silitonga, Indah Selli Zevania Simanjuntak, Tri Damayanti Siti Muslicha Suandaru, Yusrizal Fatria Thoyiba, Nuzula Lailatul Umniyah, Zahratul umniyyah, zahratul Wahyu Martina Sari Wati, Desy Dwi Ambar Wiastuti, Siti Marina Wijaya, Novita Dian Rahmawati Yennike Tri Herawati Yudhi Tri Gunawan Yunus Ariyanto Zahro, Adinda Khatimatuz Zulfa Mazida