Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

HUBUNGAN USIA MENARCHE DENGAN KUALITAS HIDUP WANITA MENOPAUSE Wahyuningsih, Wahyuningsih; Marni, Marni; Yudhianto, Kresna Agung; Munawarrah, Raudhatul; Fatmawati, Riska
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2023 : SIKesNas 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2964

Abstract

Wanita yang lebih tua akan mengalami menopause. Menopause adalah perubahan fisiologis dimana terjadi penghentian menstruasi secara permanen selama 12 bulan. Biasanya ada yang terjadi pada usia 51 tahun. Saat wanita memasuki masa menopause, mereka akan merasakan beberapa keluhan yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Beberapa wanita menunjukkan keluhan yang berbeda. Keluhan tersebut akan berdampak pada kualitas hidup mereka. Kualitas hidup wanita pascamenopause dinilai dari kondisi fisik, psikososial, vasomotor dan seksual. Tujuan khusus dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara usia menarche dengan kualitas hidup wanita pascamenopause. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan 44 sampel. Data di olah dengan chi square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia menarche dengan kualitas hidup wanita postmenopause. Ada beberapa faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup wanita pascamenopause yaitu pendidikan dan pendapatan. petugas kesehatan seperti puskesmas membuat kebijakan untuk memberikan intervensi edukasi pada wanita menopause mengenai perawatan diri, pola hidup sehat sehingga diperoleh pengetahuan dan solusi tentang mengatasi keluhan yang muncul akibat menopause, tanda gejala, cara penanganan keluhan.
OPTIMALISASI KELAS IBU HAMIL DALAM PENCEGAHAN DEPRESI POST PARTUM Marni, Marni; Husna, Putri Halimu; Yudhianto, Kresna Agung
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3930

Abstract

Latar Belakang:Depresi post partum merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang terjadi pada ibu setelah melahirkan yang dapat berpengaruh pada aktifitas ibu, kegiatan menyusui dan merawat bayinya. Ibu yang mengalami depresi post partum dapat menyakiti dirinya sendiri maupun anaknya yang baru dilahirkan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelas ibu hamil dalam mencegah depresi post partum Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study dengan post test study. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu post partum sebanyak 40 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Jumlah sampel yang didapat sebanyak 20 orang. Tingkat depresi post partum diukur menggunakan Edinburg Post Partum Depression Scale (EPDS). Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariate dan multivariate dengan regresi logistik. Hasil: Responden yang mengalami depresi post partum adalah sebanyak 6 orang dan yang tidak depresi sebanyak 14 orang. Responden yang mengalami depresi 5 diantaranya tidak mengikuti kelas ibu hamil. KIH memiliki pengaruh sebesar 51,4% terhadap tingkat depresi dengan nilai signifikansi sebesar 0,011 dan Odds Ratio sebesar 0,033. Kesimpulan: Kelas ibu hamil berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat depresi post partum. Penanganan lanjutan tingkat depresi post partum sangat penting untuk dilaksanakan serta koordinasi lintas sektoral perlu dilakukan
Quality of Life Among Women at Menopause Marni, Marni; Farida, Siti; Husna, Putri halimu; Wahyuningsih, Wahyuningsih; Soares, Domingos; Yudhianto, Kresna Agung
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 21 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang in collaboration with Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI Tingkat Pusat) and Jejaring Nasional Pendidikan Kesehatan (JNPK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v21i2.24246

Abstract

This study aimed to examine factors related to the quality of life in women at menopause. This cross-sectional study included 53 women aged 45 to 65 who were at menopause, with self-reported good general health and not receiving hospital treatment, and were willing to participate as respondents. The Menopause-Specific Quality of Life (MENQOL) questionnaire assessed quality of life across four domains: vasomotor, psychosocial, physical, and sexual. Data analysis involved univariate analysis using frequency tables and crosstabs, bivariate analysis using correlation tests, and multivariate analysis using chi-square tests. The bivariate analysis revealed a significant association between education and quality of life (p = 0.000). Additionally, the age of menarche (p = 0.022) and income (p = 0.006) were significant factors. The multivariate analysis confirmed that both income (p = 0.021) and frequency of sexual activity (p = 0.032) significantly impacted the quality of life. The quality of life among women at menopause was influenced by factors such as education, age of menarche, income, and early menopause. Income and the frequency of sexual activity particularly affected the quality of life, specifically in the sexual domain. This research holds implications highlighting the need for targeted interventions to help women prepare for menopause and mitigate physical complaints.
Implementation and Optimization of Saliency Mapping Algorithms in Convolutional Neural Networks (CNN) to Enhance Transparency in Pneumonia Diagnosis Ardiyanto, Marta; Irawan, Ridwan Dwi; Yudhianto, Kresna Agung
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2025: Proceeding of the 6th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/c9jq7074

Abstract

This study aims to develop a transparent and reliable artificial intelligence model for pneumonia diagnosis using chest X-ray images by implementing and optimizing Convolutional Neural Networks (CNN) with Saliency Mapping. The research employed a combination of advanced optimization techniques, including aggressive data augmentation, class weight balancing, L2 regularization, dropout, batch normalization, and adaptive learning rate scheduling to address overfitting challenges. A functional prototype was then deployed in a Streamlit-based application to provide an interactive diagnostic tool. The evaluation results demonstrated that the model achieved strong performance, with high training accuracy and competitive testing accuracy, while visualization through Saliency Mapping provided meaningful interpretability by highlighting critical lung regions, particularly the mid-to-lower lung fields and hilar area. This interpretability ensured that the system not only delivered accurate predictions but also supported clinical reasoning by aligning with radiological characteristics of early-stage pneumonia and bronchopneumonia. The integration into a user-friendly application illustrates the potential for practical adoption in healthcare settings, especially in regions with limited access to radiologists. Overall, the study demonstrates that combining CNN-based classification with explainable AI techniques can bridge the gap between advanced machine learning and clinical applicability, offering a strategic pathway to improve pneumonia diagnosis and patient outcomes.
PENGARUH DISCHARGE PLANNING SPIRITUAL PADA KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS anjanani; Andriani Mei Astuti; Kresna Agung Yudhianto
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 20 No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v20i2.1883

Abstract

Penyakit ginjal kronis merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat. Chronic Kidney Disease (CKD) atau penyakit ginjal kronis adalah kondisi progresif ginjal yang mengalami kerusakan sehingga menghambat kemampuannya untuk secara efektif membuang racun serta produk sisa metabolisme dari darah. Data Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2022, jumlah penderita penyakit ginjal kronis di Indonesia meningkat menjadi 6 juta orang sedangkan tahun 2023 menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Tengah memiliki prevalensi 0,19% yang menempati peringkat ke-15 secara nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan Self-Management : Discharge Planning berbasis spiritual pada peningkatan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronis. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperiment one group pretest-posttest, sampel pada penelitian ini melibatkan 63 responden yang merupakan pasien penyakit ginjal kronis di Unit Hemodialisa RSUD Pandan Arang Boyolali. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner kualitas hidup yang telah teruji valid dan reliabel oleh peneliti. Setelah dilakukan intervensi, kualitas hidup pasien mengalami peningkatan dengan nilai signifikansi 0.00 (p < 0,05) pada Uji Welcoxon. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan Self-management : discharge planning berbasis spiritual signifikan mempengaruhi peningkatan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronis di Unit Hemodialisa.
Pengaruh Terapi Stretching terhadap Nyeri Sendi Penderita Gout Arthritis pada Lansia Kurniawati, Nita; Rahmasari, Ikrima; Yudhianto, Kresna Agung
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.3750

Abstract

Gout arthritis adalah penyakit metabolik ditandai adanya pengendapan urat senyawa dalam sendi sehingga dapat menyebabkan peradangan sendi. Kadar asam urat yang tinggi dalam tubuh dapat menyebabkan pengendapan kristal asam urat pada jaringan lunak, terutama di sekitar sendi. Kelebihan kadar senyawa urat di dalam tubuh dapat menyebabkan nyeri gout arthritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi stretching terhadap nyeri sendi penderita gout arthritis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rencana pre experimental pendekatan one group pretest and posttest design. Teknik pengambilan sampel non-random sampling dengan metode purposive sampling sebanyak 18 responden yang mengalami gout arthritis. Analisa data yang digunakan pada penelitian ini yaitu uji wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan terapi stretching yang diberikan kepada responden berpengaruh pada penurunan nyeri, yang ditunjukkan melalui uji statistik dengan tingkat signifikan nilai p value=0,000. Kesimpulannya terapi stretching efektif dalam menurunkan nyeri sendi pada lansia penderita gout arthritis.
Pengaruh Terapi Dzikir terhadap Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus Adilah, Balqis Nur; Sani, Fakhrudin Nasrul; Yudhianto, Kresna Agung
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.3860

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis menahun berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah yang melebihi batas normal dan salah satunya adalah diabetes melitus. Diabetes melitus terjadi karena sensitivitas insulin dan kapasitas produksi insulin yang tidak memadai, baik karena hormon insulin yang belum berkembang sempurna maupun karena ketidakmampuan menggunakan insulin secara efektif. Penatalaksanaan penyakit diabetes dapat dilakukan secara farmakologi maupun nonfamakologi, salah satu terapi nonfarmakologis adalah dengan terapi dzikir. Penelitian ini dilakukan secara observasional menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Quasy Experiment dengan rancangan penelitian one group pretest-postest desain. Sampel berjumlah 30 responden dengan teknik simple random sampling. Analisa data menggunakan uji statistik dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi dzikir terapi dzikir berupa kalimat thayibah, asmaul husna dan doa yang dilakukan
Peran Self Compassion Terhadap Kecemasan Pada Siswa Smk Kelas 3 Yang Menghadapi Ujian Akhir Kelulusan Yudhianto, Kresna Agung
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 7, No 2 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Maret)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v7i2.5110

Abstract

        Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran self compassion terhadap kecemasan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian bersifat kuantitatif, yakni adanya pengumpulan data, kemudian interpretasi terhadap data statistik yang dihasilkan dan akhirnya publikasi hasil. Hasil dari penelitian yang dilakukan ini penelitian ini mengkonfirmasi hubungan yang diharapkan antara variabel, dengan mempertimbangkan penelitian sebelumnya : bahwa self-compassion mempunyai korelasi negatif dengan kecemasan dan depresi.
Stress and Motivation to Smoke among Adolescents Firdaus, Insanul; Arnas Suwarni, Anggita; Agung Yudhianto, Kresna; Mei Astuti, Andriani; Witriyani, Witriyani
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2024: Proceeding of the 5th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/icohetech.v5i1.4225

Abstract

Background: Stress is a condition of anxiety or mental strain brought on by challenging circumstances and motivates us to face obstacles and dangers in life. Stress often experienced by adolescents, with a reported high prevalence of depression among teenagers. Each person uses different stress coping techniques, some of which are beneficial and others of which are detrimental. Smoking is one of the negative stress coping strategies that some people turn to in the hopes of finding mental calm. However, smoking behavior is dangerous for both active and passive smokers, who may experience a range of illnesses, including cancer, lung disease, impotence, reproductive abnormalities, stroke, and possibly fatal pregnancy issues for the fetus. Objective: The aim of this research is to determine the relationship between stress levels and smoking motivation among adolescents. Method: This research is a quantitative descriptive study with a cross-sectional approach by involving 80 subjects of adolescents. The research instrument used a questionnaire that had been tested for validity. Analysis of this research data used the Spearman Rho test. Results: It was discovered that 38 subject (47.5%) had low level of stress, 26 subject (32.5%) had moderate levels of stress, 9 (11,25%) had high levels of stress, 7 (8,75%) had very high levels of stress. Smoking motivation was discovered that 59 subject (73.75%) had moderate smoking motivation, 31 subject (38.75%) had high smoking motivation. Conclusion: There is a relation between stress levels and smoking motivation among adolescents with a significance value of 0.00 (p<0.05).
Hubungan Antara Dukungan Sosial dan Tingkat Stres pada Pasien dengan Penyakit Kronis Puput Mulyono; Kresna Agung Yudhianto
Inovasi Kesehatan Global Vol. 2 No. 4 (2025): November: Inovasi Kesehatan Global
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/ikg.v2i4.2465

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus is a chronic disease that not only causes physical disorders, but also has an impact on the patient's psychological condition, especially increased stress levels. Unmanaged stress can worsen medical conditions, decrease adherence to treatment, and negatively impact the patient's quality of life. Social support is known to have an important role as a protective factor in helping patients cope with psychological burden. This study aimed to analyze the relationship between social support and stress levels in patients with Type 2 Diabetes Mellitus. The research design used was descriptive correlation with a cross-sectional approach, involving [number of respondents] patients selected with the [mention sampling technique]. The research instrument used a validated social support questionnaire and stress scale. The data were analyzed by the Pearson/Spearman correlation test according to the data distribution. The results showed that there was a significant relationship between social support and stress levels in patients with Type 2 Diabetes Mellitus (p < 0.05), with a negative correlation direction, which means that the higher the social support received by the patient, the lower the level of stress experienced. These findings confirm the importance of the role of family, health workers, and the social environment in supporting patients to manage stress and improve quality of life. This study recommends the need for social support-based interventions in diabetes management programs in health services.