Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Utilization of Artificial Intelligence-Based Canva as an Adaptive Learning Media for Students with Intellectual Disabilities Fauzi, Ali; Eriyanti, Ribut Wahyu; Sunaryo, Hari
Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2026): Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/atjpi.v17i1.30351

Abstract

Students with intellectual disabilities frequently encounter cognitive and adaptive learning barriers that require structured, visual, and personalized instructional support within inclusive education environments. Despite the rapid advancement of artificial intelligence (AI) technologies in education, limited studies have examined the pedagogical potential of AI-supported design platforms such as Canva for adaptive learning in this population. This study aims to analyze the role of AI-based Canva as an adaptive learning medium for students with intellectual disabilities through a systematic literature review combined with thematic analysis of recent research on AI integration, visual learning media, and inclusive instructional practices. The findings indicate that AI-supported Canva facilitates material simplification, multimodal visualization, and flexible content personalization that enhance student engagement, conceptual understanding, and accessibility of learning materials while supporting teachers in implementing differentiated instruction. In addition, the platform contributes to improving instructional efficiency and promoting inclusive learning environments when supported by adequate pedagogical planning and digital literacy competencies. This study contributes to the literature by proposing a conceptual framework for integrating AI-based Canva as an adaptive visual learning medium in inclusive education contexts and provides practical guidance for educators and policymakers in designing accessible technology-enhanced instruction for students with intellectual disabilities.
Developing the Anchor Eyes Model: An AI-Assisted Pedagogical Framework for Creative Poetry Writing in Secondary Education Isma’il Isma’il; Ribut Wahyu Eriyanti; Hari Sunaryo
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 18, No 1 (2026): MARCH 2026
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v18i1.9447

Abstract

The rapid advancement of artificial intelligence (AI) has created new possibilities for writing instruction; however, its pedagogical integration into creative genres such as poetry remains underexplored. This study employed a research and development (RD) design guided by the ADDIE instructional model to develop and examine the feasibility of the Anchor Eyes Model, an AI-assisted pedagogical framework for creative poetry writing in secondary education. The model was implemented with 96 secondary school students from three schools in East Java, Indonesia, within formal Indonesian language classes. Data were collected through performance-based poetry writing tasks, analytic scoring rubrics, student questionnaires, classroom observations, and semi-structured interviews. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics to examine performance gains, while qualitative data were analyzed through thematic content analysis to capture students’ creative processes and perceptions of AI-assisted learning. The findings indicate meaningful descriptive improvements in students’ poetry writing performance, particularly in idea development, diction, and imagery, alongside positive learner perceptions of AI as a supportive creative scaffold rather than a substitute for original thinking. Qualitative evidence further revealed enhanced engagement, confidence, and reflective awareness during the creative writing process. These findings suggest that the Anchor Eyes Model offers a pedagogically grounded and ethically oriented approach to integrating AI into creative writing instruction. The study provides initial empirical evidence to inform human-centered AI pedagogy and supports the inclusion of structured AI-assisted models in secondary literacy curricula.
Model Perencanaan Program Literasi Madrasah Tsanawiyah: Implementasi di 16 Madrasah Wilayah Kerja 5 Lumajang Ayu Puspitasari; Hari Sunaryo; Hari Windu Asrini
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.15930

Abstract

Penelitian ini mengkaji model perencanaan program literasi yang diimplementasikan di 16 Madrasah Tsanawiyah dalam Wilayah Kerja 5 Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menjawab kesenjangan pemahaman tentang bagaimana madrasah merancang program literasi komprehensif yang mengintegrasikan literasi baca tulis, literasi digital, serta literasi budaya dan kewarganegaraan dalam kerangka pendidikan Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala madrasah, guru, pustakawan, dan siswa, dilengkapi observasi langsung serta analisis dokumen. Temuan mengungkapkan heterogenitas signifikan dalam kualitas perencanaan, dengan lima madrasah mencapai kategori sangat baik melalui dokumentasi sistematis, pelibatan aktif pemangku kepentingan, integrasi anggaran, dan periodisasi terstruktur. Sebaliknya, empat madrasah menunjukkan perencanaan tidak memadai yang ditandai dokumentasi minimal, absennya pustakawan, dan ketiadaan alokasi anggaran. Determinan kualitas perencanaan meliputi kepemimpinan visioner, kompetensi sumber daya manusia, alokasi anggaran memadai, dan kolaborasi antar komponen. Penelitian ini berkontribusi menghasilkan kerangka perencanaan literasi holistik bagi madrasah yang dapat dijadikan model rujukan lembaga pendidikan Islam dalam mengembangkan budaya literasi berkelanjutan.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran PBL Media Kertas Warna Pada Siswa Kelas II Siti Yuliani; Hari Sunaryo; Lia Angelia Rosalia
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Vol 8, No 3 (2023): VOLUME 8 NUMBER 3 SEPTEMBER 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpdi.v8i3.4399

Abstract

Berdasarkan data awal yang diperoleh di kelas II, diketahui bahwa terdapat beberapa kendala yang terjadi dalam pembelajaran Matematika yaitu siswa merasa jenuh ketika mempelajari dan menganalisis materi, siswa kurang aktif dalam pembelajaran, sehingga sebagian menyebabkan ketidak tercapainya ketuntasan belajar siswa yang mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa. sehingga penggunaan media kertas warna digunakan untuk meningkatkan hasil belajar matematika agar siswa lebih aktif dalam pembelajaran matematika Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk peningkatan hasil belajar matematika melalui model pembelajaran Problem based learning (PBL) media kertas warna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah PTK yang terdiri dari dua siklus. Yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Partisipan penelitian adalah siswa kelas II disebuah SD di Kota Nganjuk yang terdiri dari 18 siswa. Data dikumpulkan melalui pretest dan post test serta observasi kelas. Perlakuan dalam penelitian ini adalah penerapan model PBL dalam pembelajaran. Hasil penelitian pembelajaran Matematika menggunakan model pembelajaran PBL media Kertas Warna di SD Negeri 2 Mungkung Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk dapat dilaksanakan guru dan siswa dengan sangat baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran Matematika melalui model pembelajaran PBL media Kertas Warna dapat meningkat. Dengan demikian dapat diajukan suatu rekomendasi bahwa pembelajaran Matematika dengan model pembelajaran PBL media Kertas Warna dapat meningkatkan proses belajar dan kemampuan siswa dalam menentukan nilai pecahan bilangan.
Analisis Kesulitan Siswa Madrasah Aliyah Terpadu Al Hidayah Kelas XII dalam Pembelajaran Membaca Teks Bahasa Arab Zufrufin saputro; Ribut Wahyu Eriyanti; Hari Sunaryo
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i2.7523

Abstract

Keterampilan membaca (Qiraah) merupakan fondasi esensial dalam penguasaan bahasa Arab, namun capaian belajar siswa kelas XII Madrasah Aliyah Terpadu Al Hidayah Sumenep masih rendah dengan nilai rata-rata 5,05. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor kesulitan membaca teks bahasa Arab dari aspek internal maupun eksternal. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, subjek penelitian adalah siswa kelas XII tahun akademik 2025/2026 yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengklasifikasikan faktor kesulitan ke dalam dua kelompok. Faktor internal meliputi rendahnya pengalaman kebahasaan, minimnya penguasaan kosakata dan kaidah nahwu-sharaf, lemahnya minat, serta motivasi belajar yang rendah. Faktor eksternal terdiri dari faktor guru (kurang penguasaan materi, metode monoton, sikap kurang mendukung, pemantauan pasif) dan faktor sarana (keterbatasan buku teks dan ketidaksesuaian konten dengan karakteristik siswa). Implikasi penelitian merekomendasikan penguatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan, revitalisasi bahan ajar kontekstual, pengembangan iklim belajar yang mendukung minat intrinsik, serta penyediaan sarana pembelajaran yang memadai. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model diagnostik kesulitan belajar bahasa Arab bagi lembaga pendidikan Islam.
Reducing Academic Mismatch through an Academic Alignment Model Adam, Syafryanto; Eriyanti, Ribut Wahyu; Sunaryo, Hari
International Journal of Education, Management, and Technology Vol 4 No 2 (2026): International Journal of Education, Management, and Technology
Publisher : Darul Yasin Al Sys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/ijemt.v4i2.11881

Abstract

Although the transition from secondary to higher education has been widely studied, comprehensive systemic frameworks integrating personal, curricular, institutional, and policy alignment remain underdeveloped. This study develops and empirically tests the Academic Alignment Model (AAM) as a framework for reducing academic mismatch during the transition to higher education. A sequential explanatory mixed-methods design was employed, involving 420 secondary school students, first-year university students, and key educational stakeholders selected through purposive sampling. Quantitative data were collected using structured questionnaires and analyzed through Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), while qualitative data from semi-structured interviews were analyzed thematically. The quantitative and qualitative findings were subsequently integrated through joint displays. The results demonstrate that academic alignment operates as a multidimensional mechanism comprising personal, curricular, institutional, and policy alignment, all of which significantly influence academic success and graduate readiness. These findings indicate that reducing academic mismatch requires systemic coherence among students’ educational choices, curriculum structures, institutional support, and education policies. The AAM extends transition and alignment literature by providing an integrated framework for explaining academic mismatch across multiple educational levels. Practically, the findings highlight the need for schools, universities, and policymakers to strengthen career guidance, school–university articulation, institutional support, and policy-monitoring systems.