Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Revitalisasi Media Pembelajaran Menggunakan Canva & Wepik Berbasis AI dalam MGMP Geografi SMA Kota Ternate Safitri, Yuni; Sufia, Rohana; Nasution, Lely Adriani; Pasongli, Hernita; Vrita Tri Aryuni; Marthinu, Eva; Amelia, Risky Nuri; Adjam, Syarifuddin
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 2 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.613

Abstract

Revitalisasi media pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) menjadi solusi inovatif bagi guru Geografi SMA Kota Ternate untuk menghadapi tantangan pembelajaran di era digital. Program pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan platform desain Canva dan Wepik berbasis AI untuk menciptakan media ajar yang interaktif dan kreatif. Kegiatan dilaksanakan melalui workshop dengan metode simulasi, praktik dan monitoring, melibatkan perwakilan guru dari seluruh SMA di kota ternate yang tergabung dalam MGMP Geografi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam kompetensi guru baik dari segi skill design, literasi digital maupun kreativitas dari kedua web tersebut, dengan rata-rata kenaikan skor sebesar 81,4% pada post-test, serta kemampuan menghasilkan media pembelajaran seperti poster tematik, infografis, dan presentasi interaktif. Fitur AI seperti Magic Design (Canva) dan Auto-Layout (Wepik) memudahkan guru dalam membuat konten edukasi secara efisien. Dampak program meliputi efisiensi waktu penyusunan media ajar dan keterhubungan platform pendidikan. Keberlanjutan kegiatan direncanakan melalui pembuatan komunitas daring untuk berbagi template dan praktik baik. Lebih lanjut Studi ini juga membuktikan bahwa integrasi AI dalam media pembelajaran dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah urban seperti Ternate.
Peranan Ibu Rumah Tangga Dalam Meningkatkan Perekonomian Keluarga Melalui Olahan Singkong (Manihot Esculenta) Di Kelurahan Jaya Kecamatan Tidore Utara Tidore Kepulauan Tosafu, Hasna; Amelia, Risky Nuri; Marthinu, Eva; Ummah, Kuntum Chairum; Samili, Asnita Ode
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 7, No 1 (2025): Vol 7, No 1 (2025): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geogr
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v7i1.10280

Abstract

Indonesia terkenal dengan keanekaragaman bahan pangan, salah satunya ubi kayu yang terdapat di Maluku Utara. Ubi kayu bisa diolah salah satunya menjadi sagu lempeng dan memiliki cita rasa yang khas. Kelurahan Jaya juga memiliki olahan ubi kayu yaitu berupa sagu lempeng. Sagu lempeng di daerah ini memiliki varian berbeda dengan sagu lempeng di daerah lain. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ibu rumah tangga dalam meningkatkan perekonomian keluarga melalui usaha sagu lempeng di Kelurahan Jaya, Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan jumlah responden 10 orang dengan kriteria sudah berpengalaman memproduksi sagu lebih kurang selama 3 tahun. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa peranan ibu rumah tangga melalui usaha sagu lempeng di Kelurahan Jaya, mampu meningkatkan pendapatan keluarga dan digunakan untuk kebutuhan keluarga.
Penerapan Model Pembelajaran Example Non Example Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Dinamika Hidrosfer Kelas X SMA Negeri 10 Kota Ternate Marthinu, Eva; Nurdin, Rusdin; hasyim, Jainudin
Jurnal GeoCivic Vol 6, No 1 (2023): Edisi April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v6i1.6189

Abstract

This research was conducted to improve the learning outcomes of class X students of SMA Negeri 10 Ternate City. On the subject of Hydrosphere Dynamics through the application of the Example Non Example learning model by using worksheets (questionnaires) while the data analysis techniques used are Observation, and questionnaires. To improve student learning outcomes.The type of research used is descriptive qualitative research with reference to the Example Non Example learning model. To improve student learning outcomes. The place of research is SMA Negeri 10 Kota Ternate.The completeness of student learning outcomes as a whole can be seen in cycle I as many as 33 people who have not finished or as much as 8%. Those who have not achieved mastery learning or have not reached KKM. Whereas in cycle II there was an increase in student learning outcomes as many as 32 people who completed or as many as 89% of students achieved learning mastery, so it can be said that in cycle II students can be said to have succeeded or achieved KKM
Aktivitas Belajar Peserta Didik dengan Pembelajaran Literasi, Orientasi, Colaborasi dan Refleksi (Loc-R) di SMP Negeri 7 Kota Ternate Hernita Pasongli; Eva Marthinu; Julianto La Taju; Syarifuddin Adjam; Facriah Djumati; M. Ikhsan
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 3 (2022): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v3i3.133

Abstract

The lack of use of learning models makes teaching and learning activities less effective and interesting. The lecture learning model commonly used by teachers in teaching and learning activities is often considered boring by students and student learning activities are low. The purpose of this study was to determine the activities of students with the application of the Literacy, Orientation, Collaboration and Reflection Learning Model (LOC-R) at SMP Negeri 7 Ternate City. The research method is descriptive research with a quantitative approach. The research sample was VIIc SMP Negeri 7 Ternate City. The number of samples selected was 35 students consisting of 23 girls and 12 boys. The sample in this study was class VIIc students, the sample was selected by purposive sampling by taking into account the characteristics of students. Collecting data using observation sheets and study documentation. Analysis of the data used is the percentage formula with categorization criteria. The results obtained by student activities at the appreciative stage were 79.9%, literacy stage was 82.8%, orientation stage was 88.4%, collaboration stage was 85.4% and reflection stage was 94.4%. Student learning activities using the LOC-R learning model are very effectively implemented in the classroom
SOSIALISASI DAN DEMONSTRASI PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS SEKOLAH DENGAN PENDEKATAN TAKAKURA Pasongli, Hernita; Sinaga, Rizky; Nasution, Lely; Aryuni, Vrita Tri; Marthinu, Eva
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v4i1.1124

Abstract

Sampah merupakan masalah yang sejak dulu hingga kini sulit untuk diatasi dalam lingkungan masyarakat, karena sampah telah menjadi barang keseharian masyarakat. Oleh karena itu perlunya adanya agen sebagai penghubung atau pelantara dalam mengimplementasikan pengetahuan dalam pengelolaan sampah. Agen tersebut adalah peserta didik. Peserta didik dapat menjadi agent of change di sekolah yang dapat membawa perubahan di masyarakat. Hal ini disebabkan karena sekolah merupakan miniature masyarakat yang dapat dijadikan sebagai media pendidikan dalam pengelolaan sampah sejak dini. Oleh karena itu diperlukan pemahaman sejak dini terkait dalam pengelolaan sampah yang baik dan benar. Pengenalan pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan mengenalkan salah satu metode yang sangat sederhana, murah dan cepat yang dapat dilakukan oleh peserta didik yaitu metode Takakura. Kegiatan ini dilaksanakan kurang lebih satu bulan dengan klayak sasaran yakni siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Kota Ternate. Teknik Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling dengan pertimbangan berdasarkan tujuan tertentu. Metode Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dalam bentuk sosialisasi dan demonstrasi. Hasil yang diperoleh yakni peserta didik dapat mengikuti kegiatan sosialisasi dan demontrasi dengan baik. Pemahaman siswa meningkat dalam hal mengenal sampah dan dampak dari sampah sedangkan tahapan demonstrasi dan implementasi dari metode Takakura yakni siswa sangat memahami dengan benar langkah-langkah dalam mengolah sampah rumah tangga sehingga produk yang dihasilkan dari sampah, yang berasal dari dedauan, sisa makanan dari kantin dan sampah rumah tangga dapat diubah menjadi kompos.
Enhancing Geography Education Students' Competence in Sustainable Development Goals (SDGS): A Lesson Study Approach through LOC-R Learning Hernita Pasongli; Enok Maryani; Eva Marthinu; Rohana Sufia; Lely A. Nasution
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 2 (2025): JUNE 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i2.6319

Abstract

Preparing prospective teachers with a solid understanding of the Sustainable Development Goals (SDGs) and strong geographic literacy is essential for promoting sustainable development. This study explores how reflective practice, embedded in the Lesson Study (LS) model, can enhance geography education students’ comprehension of SDGs. Using a qualitative approach, the research was conducted through two LS cycles, each comprising the standard stages: Plan, Do, and See. Data were collected via observation sheets and classroom video recordings to assess student engagement and instructional effectiveness. In the first cycle, several challenges emerged, including poor time management, insufficient geographic literacy, discomfort from observer presence, and difficulty linking global case studies to SDG concepts. The second cycle introduced targeted improvements: the use of visual maps, enriched SDG-related content, and integration of digital technologies. These adaptations significantly enhanced student engagement and understanding. Findings demonstrate that the LOC-R (Local Context–Reflective) learning model, when implemented through LS, effectively helps students relate geographic knowledge to real-world sustainability challenges. Reflective collaboration among educators also contributed to improved instructional strategies. The LS-based LOC-R model shows strong potential in advancing both geographic literacy and critical thinking in the context of education for sustainable development. This approach equips future educators to analyze global issues and devise informed, sustainable solutions.
SOSIALISASI DAN DEMONSTRASI PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS SEKOLAH DENGAN PENDEKATAN TAKAKURA Pasongli, Hernita; Sinaga, Rizky; Nasution, Lely; Aryuni, Vrita Tri; Marthinu, Eva
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v4i1.1124

Abstract

Sampah merupakan masalah yang sejak dulu hingga kini sulit untuk diatasi dalam lingkungan masyarakat, karena sampah telah menjadi barang keseharian masyarakat. Oleh karena itu perlunya adanya agen sebagai penghubung atau pelantara dalam mengimplementasikan pengetahuan dalam pengelolaan sampah. Agen tersebut adalah peserta didik. Peserta didik dapat menjadi agent of change di sekolah yang dapat membawa perubahan di masyarakat. Hal ini disebabkan karena sekolah merupakan miniature masyarakat yang dapat dijadikan sebagai media pendidikan dalam pengelolaan sampah sejak dini. Oleh karena itu diperlukan pemahaman sejak dini terkait dalam pengelolaan sampah yang baik dan benar. Pengenalan pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan mengenalkan salah satu metode yang sangat sederhana, murah dan cepat yang dapat dilakukan oleh peserta didik yaitu metode Takakura. Kegiatan ini dilaksanakan kurang lebih satu bulan dengan klayak sasaran yakni siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Kota Ternate. Teknik Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling dengan pertimbangan berdasarkan tujuan tertentu. Metode Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dalam bentuk sosialisasi dan demonstrasi. Hasil yang diperoleh yakni peserta didik dapat mengikuti kegiatan sosialisasi dan demontrasi dengan baik. Pemahaman siswa meningkat dalam hal mengenal sampah dan dampak dari sampah sedangkan tahapan demonstrasi dan implementasi dari metode Takakura yakni siswa sangat memahami dengan benar langkah-langkah dalam mengolah sampah rumah tangga sehingga produk yang dihasilkan dari sampah, yang berasal dari dedauan, sisa makanan dari kantin dan sampah rumah tangga dapat diubah menjadi kompos.
Bridging STEM gaps in island education: Empowering teachers through contextual training in Indonesia Marthinu, Eva; Pasongli, Hernita; Maryani, Enok; Ruhimat, Mamat; Waluya, Bagja; Saminan, Nurul Fajri
Journal of Environment and Sustainability Education Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Education and Development Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62672/joease.v4i1.131

Abstract

This study investigates the impact of contextual STEM training designed for Subject Teacher Forum Subject Teacher Forum Geography teachers in Ternate, Indonesia, an island region facing geographical and educational challenges, where empirical evidence on localized and contextualized STEM professional development remains limited.  The research employed a quantitative approach using a pre-experimental one-group pretest–posttest design with 20 participating teachers. Data were collected through a 20-item multiple-choice test validated by experts and analyzed using gain scores, inferential statistics, and effect size estimation. The results demonstrated a substantial improvement in teachers’ STEM knowledge, with the mean pretest score increasing from 8.90 to 13.20 (N-Gain = 0.59, moderate-to-high). Inferential analysis confirmed a significant improvement (p < 0.001) with a very large effect size (Cohen’s d = 2.44). Interestingly, teachers from non-education backgrounds achieved slightly higher learning gains compared to education majors, suggesting that contextual STEM concepts can be effectively acquired regardless of prior specialization. The findings confirm that short-term, localized, and context-based training is effective in enhancing teachers’ pedagogical knowledge, reducing initial disparities, and empowering educators to design relevant STEM-based geography learning. This model contributes to the growing body of research on STEM professional development, advances geography education through context-based pedagogy, and offers a replicable framework for teacher capacity building in island and under-resourced regions.