Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Dampak Keluarga Perokok Aktif dan Status Gizi Balita dengan Kejadian Ispa Pada Balita Hasmita, Hasmita; Yessi, Hilma; Asmaria, Mike; Anggita, Kheniva Diah; Dewi , Sandra; Yose , Prima; Armalini, Rika
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43917

Abstract

Dampak rokok tidak hanya mengancam siperokok tetapi juga orang sekitarnya atau perokok pasif, termasuk balita yang tinggal bersama siperokok. Salah satu masalah yang seringkali timbul pada balita akibat paparan asap rokok adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak anggota keluarga perokok aktif dan status gizi balita dengan kejadian ISPA pada balita. Jenis penelitian ini Analitik dengan metode penelitian Cross sectional . Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Sungai Geringging pada 27 April- 4 Mei 2020. Jumlah sampel 30 balita diambil secara Accidental sampling. Pengumpulan data diambil dengan cara mengambil data sekunder dengan membagikan kuesioner dan wawancara. Pengolahan data univariat dan bivariate dilakukan manual dengan analisa data uji statistic chi- square X2 hitung < X2 tabel. Hasil analisi univariat ditemukan dari 30 responden terdapat 56,6 % memiliki anggota keluarga perokok aktif, 66,6 % balita berstatus gizi baik dan 63,3 % balita tidak mengalami ISPA. Hasil analisis bivariat ditemukan nilai X2 Hitung (X2 Hitung > 3,841) artinya ada hubungan yang bermakna antara anggota keluarga perokok aktif (X2 Hitung= 13,25) dan status gizi balita (X2 Hitung=4,1) dengan kejadian ISPA. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ternyata ada dampak anggota keluarga perokok aktif dan status gizi balita dengan kejadian ISPA pada balita. Diharapkan tenaga kesehatan agar melakukan pembenahan perilaku orangtua terhadap ISPA, menyarankan orang tua untuk tidak merokok di dalam rumah dan mengedukasi para orang tua untuk mencukupi kebutuhan gizi balitanya. Balita yang mempunyai keluarga perokok 12 kali lebih tinggi beresiko ISPA.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Keluarga tentang Perawatan Lansia dengan stroke di Rumah Yesi, Hilma; Yuderna, Vivi; Asmaria, Mike; Hasmita, Hasmita; Sari, Dwi Happy Anggia; Maidawillis, Maidawillis; Dewi, Sandra; Minerva, Prima
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 1 (2025): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i1.3205

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyakit serius yang memiliki dampak terhadap individu dan masyarakat secara keseluruhan. Faktor yang mempengaruhi Insiden prognosis serangan stroke termasuk hipertensi, diabetes, kolesterol dan lainya. Posyandu Latulip memiliki angka lansia dengan permasalahan faktor resiko stroke dan kejadian stroke yang tinggi. Meskipun kegiatan posyandu sudah melakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan, edukasi penyakit, namun belum melakukan pengelolaan yang maksimal. Tujuan pengabdian ini untuk meningatkan pengetahuan dan keterampilan tentang pencegahan stroke dan perawatan stroke di Rumah. Metode pengabdian kepada masyarakat yaitu metode penyuluhan dan pendampingan. Peserta kegiatan ini  sebanyak 17 orang yang terdiri dari 3 orang penderita stroke, 5 orang penderita resiko stroke, 3 orang keluarga penderita stroke, 6 orang keluarga penderita resiko stroke. Hasil pengabdian masyarakat ini didapatkan adanya penambahan jumlah peserta yang berpengetahuan baik saat post test yaitu sebanyak 35,3%. Dapat di simpulkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga tentang perawatan lansia stroke di rumah. Diharapkan keluarga mampu menerapkan edukasi yang sudah di berikan secara maksimal.Kata Kunci : lansia ; pengetahuan ; perawatan ;  stroke ; resiko stroke ;
HUBUNGAN SIKAP DAN PENGETAHUAN IBU BALITA TENTANG KEJADIAN STUNTING DESA AMPALU WILAYAH KERJA PUSKESMAS NARAS KOTA PARIAMAN Marni, Linda; Armaita, Armaita; Asmaria, Mike; Yessi, Hilma; Yuderna, Vivi
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 6, No 2 (2023): November 2023
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v6i2.2156

Abstract

Sekitar 150,8 juta atau sebesar 22,2% pada tahun 2017 balita menderita stunting di dunia. Tujuan penelitian ini untuk Hubungan Sikap dan Pengetahuan Ibu Balita tentang Kejadian Stunting Desa Ampalu Wilayah Kerja Puskesmas Naras Kota Pariaman Tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional study. Penelitian ini dilaksnakan pada bulan Juli di wilayah kerja Puskesmas Naras. Penelitian ini bersifat analitik dengan metode cross sectional study. Dilakukan di wilayah kerja puskesmas naras pada bulan juli 2023. Populasi penelitian sebanyak 164 orang dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 41 responden dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner dan wawancara. Pengolahan data univariat dan bivariat dilakukan secara komputerisasi menggunakan program SPSS dengan analisa data uji statistic chi-square dengan p value < α 0,05. Hasil analisis univariat ditemukan dari 41 responden terdapat 51,2% responden bersikap negatif, 48,8% responden berpengetahuan rendah, 56,1% responden mengalami stunting di puskesmas naras. Hasil analisis bivariat didapatkan ada hubungan yang bermakna antara sikap (p value = 0,000) dan pengetahuan (p value = 0,000) tentang kejadian stunting di wilayah kerjan puskesmas naras tahun 2023. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya hubungan antara hubungan sikap dan pengetahuan ibu balita tentang kejadian stunting. Diharapkan tenaga kesehatan agar lebih memberikan edukasi dan informasi kepada ibu tentang stunting sehingga tidak ada lagi ibu yang memiliki anak balita stunting.Kata Kunci : Sikap, Pengetahuan, Stunting
Studi Fenomenologi : Hambatan Keluarga Dalam Membawa Pasien Stroke ke Rumah Sakit Yessi, Hilma; Asmaria, Mike; Yuderna, Vivi
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 6, No 1 (2022): JIK-April Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v6i1.521

Abstract

Stroke merupakan gejala defisit fungsi susunan syaraf yang di akibatkan oleh penyakit pembuluh darah merupakan penyebab kematian tertinggi di tingkat global yaitu 55% dari 55,4 juta kematian di seluruh dunia. Data epidemiologi menunjukkan bahwa stroke menjadi penyebab kematian nomor 2 di dunia setelah penyakit jantung. Keterlambatan datang dan pasien yang tinggal sendiri menyumbang angka kematian. Kasus pasien berisiko stroke di Pariaman juga mengalami peningkatan yaitu Diabetes Melitus 15 kasus tahun 2018 meningkat jadi 145 kasus tahun 2019. Penelitian ini bertujuan mengetahui hambatan keluarga dalam membawa pasien stroke ke rumah sakit. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan teknik yang pendekatan Colaizzi. Hasil penelitian di temukan 3 tema. yaitu kurangnya pengetahuan pasien stroke ke rumah sakit, ketidakmampuan dalam mengambil keputusan, masalah finansial. Untuk meghindari hambatan tersebut maka perlu adanya edukasi tentang tanda gejala stroke dan penanganan awal pasien stroke di rumah. Diharapkan petugas kesehatan bisa memberikan edukasi kepada keluarga pasien tentang stroke dan penanganan awalnya.
Management Exercise Kaki Terhadap Nilai ABI pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 : Literature Review Hidayati, Hidayati; Asmaria, Mike; Asman, Aulia
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 6, No 1 (2022): JIK-April Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v6i1.520

Abstract

Meningkatnya prevalensi DM Tipe 2 tidak tertutup kemungkinan akan terjadi komplikasi. Keadaan hiperglikemia yang tidak dikelola/tidak terkontrol dengan baik dapat menyebabkan disfungsi vaskularisasi baik secara makrovaskular maupun microvaskular. Komplikasi secara makrovaskuler lebih lanjut akan menyebabkan masalah kesehatan seperti PAD. Hal yang sangat dikhawatirkan, PAD merupakan penyebab paling sering pada ulkus diabetikum. Penilaian PAD dapat dilakukan dengan pengukuran nilai ABI. untuk mencegah PAD dapat dilakukan dengan perawatan kaki. Perawatan kaki yang diberikan dapat berupa latihan fisik  seperti senam kaki, resistence exercise, ROM dan lain-lain. Literatur review ini bertujuan untuk mengkaji tentang pengaruh Exercise kaki terhadap Nilai ABI pada penderita DM tipe 2. Studi literatur ini diperoleh dari beberapa database yaitu proquest, e-resources perpustakaan nasional, e-resources Ristekdikti, Google Scholar dan Pubmed. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian litratur antara lain, Excercise kaki, ankle brahial indeks, Peniferial arterial disease dan diabetes mellitus. Seluruh hasil penelitian yang direview menyatakan exercise kaki secara signifikan mempengaruhi peningkatan nilai ABI pada penderita DM tipe 2. Exercise kaki pada penderita DM tipe 2 akan memperlancar peredaran darah periper. Keadaan ini dapat menghindari penderita dari PAD sehingga penderita masih bisa hidup secara mandiri, mampu menolong dirinya sendiri tanpa tergantung dengan orang sekitarnya walaupun  menderita penyakit kronis.
STUDI FENOMENOLOGI PROSES PELIMPAHAN WEWENANG DOKTER KEPADA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP NON BEDAH PENYAKIT DALAM RS X KOTA PADANG Mike Asmaria; Debby Silvia Dewi; Hilma Yessi; Reska Handayani; Suharizal
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i1.2541

Abstract

Abstrak:Perspektif yang berbeda dalam menangani pasien, memunculkan hambatan dalam melakukan kolaborasi dokter dan perawat. Perawat memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan keperawatan dan tindakan medis yang dilimpahkan oleh dokter.Wawasan etik dan hukum yang dimiliki dokter dan perawat seringkali mempengaruhi cara pandang dokter dan perawat dalam upaya kolaboratif dan bahkan perawat tidak merasa nyaman ” menantang” dokter.Dari survey awal wawancara dengan 4 perawat didapatkan hasil bahwa proses pelimpahan wewenang yang dilakukan oleh dokter masih belum terstruktur. Tujuan dari penelitian ini Bagaimana Proses dan Pelaksanaan pelimpahan wewenang dokter kepada perawat di Ruang Rawat Inap Non Bedah Penyakit Dalam RS X Padang Padang. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan teknik Purposcive sumpling 7 partisipan Proses analisis metode analisis menurut creswell. Hasil penelitian ditemukan 2 tema dengan 4 sub tema Tema, Proses Pelimpahan Wewenang Dokter kepada Perawat dengan 2 sub tema : dokter memberikan order secara tertulis, dokter memberikan order via telpon, tema 2 Pelaksan tindakan pelimpahan wewenang dengan 2 sub tema : perawat melaksanakan tindakan pelimpahan secara mandiri tanpa di dampingi, perawat didampingi oleh dokter apabila ada kesulitan. Diharapkan dikeluarkan SPO tertulis proses dan pelaksanaan pelimpahan kewenangan dokter kepada perawat dan perlunya penetapan tindakan yang dilakukan secara mandiri dan secara pendampingan. Kata Kunci : Kewenangan Dokter, Pelimpahan, Perawat, Proses
Penyuluhan Tentang Self Managemen Pada Pasien Diabetes MellitusTipe II Yessi, Hilma; Asmaria, Mike; Anggita, Kheniva Diah; Hasmita, Hasmita; Armalini, Rika
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v4i1.1364

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan penyuluhan kepada pasien Diabetes Mellitus Tipe II mengenai pentingnya self-management dalam pengelolaan diabetes. Penyuluhan ini dilakukan melalui pendekatan edukasi yang sederhana dan interaktif, mencakup materi tentang pola makan sehat, pentingnya olahraga teratur, cara memonitor gula darah, serta pengelolaan stres yang dapat memengaruhi kesehatan mereka. Selain itu, kegiatan ini juga mengajarkan teknik-teknik untuk meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan dan pemeriksaan rutin. Hasil pengabdian didapatkan Sebagian besar responden yaitu 25 (75.8%) berada pada usia rentang 45-59 tahun. Lebih dari separuh responden yaitu 19 (57.6%) memiliki pengetahuan tinggi. Lebih dari separuh responden yaitu 22 (66.7%) memiliki dukungan yang tinggi. Lebih dari separuh responden yaitu 23 (69.7%) memiliki efikasi diri tinggi. Lebih dari separuh responden yaitu 22 (66.7%) memiliki self manajemen dengan kategori baik. Kesimpulan terdapat hubungan yang bermakna antara usia, pengetahuan, dukungan keluarga dan efikasi diri dengan Self Management pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Desa Pauh Timur tahun 2024. Saran diharapkan responden dapat mengedukasi management perawatan untuk dilakukan secara mandiri dan teratur oleh penderita DM sehingga dapat menurunkan prevalensi diabetes mellitus tipe 2 di Desa Pauh Timur Wilayah Kerja Puskesmas Pariaman Tahun 2024.
PENATALAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DI RUANG MARWA RUMAH SAKIT AISYIYAH PARIAMAN Marni, Linda; Asmaria, Mike; Hasmita, Hasmita; Armaita, Armaita; Yessi, Hilma; Milatama S, Thessa Ribka
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 6, No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v6i1.1863

Abstract

Peningkatan prevalensi Chronic Kidney Disease (CKD) saat ini merupakan masalah kesehatan yang  sangat penting. Sekitar 78,8% dari pasien gagal ginjal kronik di dunia menggunakan terapi dialisis untuk kelangsungan hidupnya. Tujuan Ppenelitian yaitu memberikan gambaran asuhan keperawatan pada pasien dengan penyakit ginjal kronis secara komperhensif. Metode penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan, dengan sampel 1 pasien di Ruang Marwa Rumah Sakit Aisyiyah Pariaman. Hasil penelitian Klien mengeluh pusing, demam yang naik turun, serta mual disertai muntah, dan diare selama 3 hari, klien mengatakan merasa lemas dan lutut terasa kesemutan, kedua kaki bengkak, penurunan BAK , konsistensi warna kuning pekat cenderung kemerahan, tidak nafsu makan. Ditemukan 5 diagnosa yang ditegak kan yaitu Hipervolemia, Perfusi perifer tidak efektif, Defisit Nutrisi, Gangguan integritas kulit, Ansietas. Pada penelitian ini gangguan pertukaran gas tidak dapat diangkat karena tidak ditemukan tanda dan gejala seperti edema paru, bunyi napas tambahan, dan tidak ada data penunjang laboratorium, pola nafas tidak efektif tidak dapat diangkat karena tidak ditemukan tanda dan gejala pada klien seperti nafas tambahan, kesulitan untuk bernafas, melakukan alat bantu nafas. Dan yang terakhirnya yaitu intoleransi aktivitas tidak dapat diangkat diakibatkan klien masih bisa berjalan dengan pelan-pelan dibantu oleh keluarga dan mampu untuk duduk sendiri. Hasil evaluasi  belum teratasi di karenakan klien meminta pulang sebelum selesainya perawatan di Rumah Sakit. Keywords:  asuhan, keperawatan, pasien, chronic kidney disease
PELATIHAN DETEKSI DINI STROKE PADA KADER LANSIA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STROKE DI DESA PAUH BARAT KOTA PARIAMAN Asmaria, Mike; Hidayati, Hidayati; Sari, Dwi Happy Anggia; Yessi, Hilma; Marni, Linda; Yuderna, Vivi; Armaita, Armaita
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 2 (2023): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i2.2154

Abstract

Data di Desa Pauh Barat menunjukkan sudah adanya posyandu Lansia tetapi belum maksimal dalam mengatasi permasalahan pencegahan stroke. Faktor eksternal yang menyebabkan kejadian stroke di Desa Pauh Barat selama ini belum terkontrolnya pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat. Kader lansia juga belum ada yang bisa melakukan pengkajian dini stroke secara langsung, kader mengatakan belum memiliki panduan yang baku dalam melakukan deteksi stroke.  Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu upaya penanggulangan stroke dengan memberdayakan para kader lansia Desa Pauh Barat. Metode pelaksanaan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dengan memberikan pelatihan deteksi dini stroke serta memberikan panduan deteksi dini stroke serta leaf let. Peserta pelatihan sebanyak 12 orang yang terdiri dari 10 orang kader lansia dan 2 orang tokoh masyarakat desa Pauh Barat. Hasil pre test menunjukkan bahwa dari 60% kader yang berpengetahuan kurang baik, setelah dilaksanakan pelatihan terjadi peningkatan menjadi baik 100%. Dari pelatihan yang sudah diberikan terjadi peningkatan pengetahuan para kader lansia tentang deteksi dini stroke  dan kegiatan pengabdian ini berkesinambungan secara berkala dengan pendampingan tim pengabdian masyarakat dan bidan desa Pauh Barat .
EDUKASI CARA MENYUSUI YANG BENAR PADA PASIEN DAN KELUARGA PASIEN DI RUMAH SAKIT AISYIYAH PARIAMAN Yuderna, Vivi; Asmaria, Mike; Ramaita, Ramaita; Ningrum, Hanifa Salsa
Jurnal Abdimas Saintika Vol 6, No 1 (2024): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v6i1.2632

Abstract

Data Kementerian Kesehatan (2018) mencatat angka inisiasi menyusui dini (IMD) di Indonesia meningkat dari 51,8 persen pada 2016 menjadi 57,8 persen pada 2017. Walaupun meningkat tetapi angka tersebut masih jauh dari target 90 persen mengingat pentingnya peran ASI bagi kehidupan anak. ASI merupakan asupan terbaik bagi bayi. Data yang ditemukan dari riset kesehatan. Agar bisa mengatasi permasalahan diatas maka diperlukan penyuluhan cara menyusui yang benar. Penyuluhan ini diharapkan dapat mengurangi masalah tumbuh kembang anak. Kegiatan yang dilakukan bertujuan mengedukasi pasien dan keluarga tentang cara menyusui yang benar sehingga bayi mendapatkan asi yang cukup pada proses tumbuh kembangnya. Metode edukasi ini dilakukan dengan cara penyuluhan melalui media SAP, modul, leaflet dan diskusi tanya jawab serta konsultasi. Saat dilakukan evaluasi hasil dari audience yang mengikuti kegiatan ini mulai paham dengan apa yang dijelaskan. Dari Hasil kegiatan penyuluhan ini dapat disimpulkan bahwa Edukasi mengenai cara menyusui yang benar pada pasien dan keluarga pasien di Rumah Sakit Aisyiyah Pariaman sangat penting untuk memastikan bayi mendapatkan asupan gizi yang optimal. Dengan mengikuti teknik menyusui yang benar, ibu dapat memberikan ASI dengan nyaman dan bayi dapat tumbuh dengan sehat.Keywords :  ASI, Edukasi, Menyusui, Pasien, Keluarga