Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Pasien dan Keluarga dengan Home Visit Serta Support Group Dalam Pengendalian Stroke pada Lansia di Rumah Yuderna, Vivi; Asmaria, Mike; Yessi, Hilma; Hasmita, Hasmita; Dewi, Sandra
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/yq9b3a93

Abstract

Factors such as gender, age, education, history of high blood pressure, cholesterol levels, excess weight, coronary heart disease, smoking, high salt consumption, and lack of physical activity can increase the risk of stroke. The La-Tulip Integrated Health Service Post (Posyandu) in Pauh Barat village generally has these factors, particularly hypertension, diabetes, elderly, and hereditary factors. Therefore, mitigation efforts are needed through home visits and support groups. The goal of community service is to empower patients and their families to participate alongside the elderly in controlling stroke risk factors, especially in patients with diabetes mellitus and hypertension. The community service methods include health education, home visits and support groups, evaluation, and monitoring. The number of participants was 5 stroke patients and 5 high-risk patients, along with 9 family members or caregivers. The evaluation results showed an increase in knowledge, skills, and behavioral management of stroke prevention and patient care among the majority of patients and their families. Patients and families were better guided and monitored, enabling them to maximize their care. After the home visits and support groups, it is hoped that families will be able to implement the education provided optimally.  
DEVELOPMENT OF PRENATAL ENDORPHIN MESSAGE CLASS IN PREVENTION OF MATERNAL STUNTING maidawilis; Miswarti, Miswarti; Minerva, Prima; Asmaria, Mike; Yoselina, Prima
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.941

Abstract

Stunting telah menjadi salah satu fokus utama program pemerintah di bidang kesehatan. Pemerintah mengejar penurunan angka stunting sebesar 14% pada tahun 2024. Nagari Lubuk Alung masih memiliki angka kejadian status gizi bermasalah seperti ibu hamil KEK dan Anemia 5 orang, BBLR dan prematur 2 orang, balita gizi kurang termasuk pendek 14 orang (Profil Puskemas Sikabu Lubuk Alung 2023). Tujuan pengabdian yaitu untuk mengembangkan kelas prenatal endorphin message dalam mencegah stunting maternal. Metode dalam pengabdian ini berupa FGD, Pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Mitra Pengabdian masyarakat ini adalah Kader Ibu hamil orang 21 orang dan ibu hamil 20 orang. Hasil pengabdian ditemukan adanya komitmen kader ibu hamil dan pemerintahan nagari untuk mencegah stunting dengan memberdayakan kelas prenatal endorphin message, sudah adanya rumah percontohan dan rumah serbaguna kelas prenatal endorphin message namun masih belum mendukung digunakan secara berkelanjutan, sudah adanya kader yang mampu mengelola kelas prenatal dengan baik serta meningkatkan promosi kepada dunia luar baik melalui posyandu dan media sosial. Dengan pelaksanaan kegiatan ini diharapkan adanya dukungan nagari dalam pengembangan program ini.
a PEMBERDAYAAN WISATA KESEHATAN (SANDROMATERAPY) UNTUK LANSIA PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM): wisata kesehatan asmaria, mike; Sari, Dwi Happy Anggia; Hadayati, Hadayati; Yessia, Hilma; Elvira, Mariza
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.957

Abstract

Desa Pauh Barat memiliki Wahana wisata pantai yang sangat menarik seperti water front dan pemandangan laut dengan hamparan pasir pantai yang luas. Namun Desa ini juga memiliki data lansia dengan Penyakit Tidak Menular (PTM) yang cukup tinggi seperti hipertensi, diabetes melitus, stroke, asam urat, kolesterol, obesitas, dan lainya. Tujuan pengabdian yaitu untuk memberdayakan Desa Pauh Barat sebagai desa wisata berbasis kesehatan yang memanfaatkan pasir pantai sebagai terapy non farmakologi. Metode yang di gunakan dalam pengabdian ini yaitu FGD, pelatihan, demonstrasi. Mitra Pengabdian adalah Pokdarwis Buana Samudera dan Kader lansia sebanyak 12 orang, mitra sasaran lansia PTM sebanyak 16 orang. Hasil kegiatan FGD didapatkan adanya dukungan Kepala Desa dan Pokdarwis dalam pelaksanaan kegiatan wisata kesehatan berbasis sandromaterapy, hasil pelatihan yaitu adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan pelatihan yaitu sebanyak 58,4 poin persentase dari sebelum pelatihan. Hasil demonstrasi terjadi peningkatan keterampilan peserta mitra (pokdarwis dan kader) dari 75% menjadi 100%, begitu juga dengan mitra sasaran terdapat peningkatan kesadaran dalam memafaatkan terapy dari 62,5% 100%. Untuk keberlanjutan diharapkan pokdarwis, kader dan lansia PTM dapat menggalakkan program ini sebagai upaya pencegahan stroke.
KORELASI TINGKAT KECEMASAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN STROKE PADA LANSIA HIPERTENSI Yuderna, Vivi; Asmaria, Mike; Yessi, Hilma; Sari, Kheniva Diah Anggita; Sari, Dwi Happy Anggia; Hasmita, Hasmita
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30663

Abstract

Stroke merupakan penyebab kematian kedua dan penyebab disabilitas ketiga didunia. setiap tahunnya ada 13,7 juta kasus baru stroke, dan sekitar 5,5 juta kematian terjadi akibat penyakit stroke. Di Indonesia prevalensi stroke pada tahun 2018 berdasarkan diagnosa dokter pada penduduk umur > 15 tahun sebesar 10,9% atau diperkirakan sebanyak 2.120.362 orang. Faktor resiko stroke yang paling sering adalah hipertensi, merokok, dislipidemia, diabetes melitus, obesitas, dan penyakit jantung.  Hipertensi dapat dipicu oleh adanya kecemasan sehingga menyebabkan kenaikan tekanan darah. “Hubungan Kecemasan dengan Perilaku Pencegahan Stroke pada Penderita Hipertensi di Posyandu Latulip Desa Pauh Barat Kota Pariaman”. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan model pendekatan cross sectional, dilakukan secara purposive sampling yaitu sejumlah 36 orang. Hasil penelitian diperoleh  nilai  signifikansi  (p) > 0.05 yang berarti menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara kecemasan dengan perilaku pencegahan stroke. Simpulan gejala kecemasan pada lansia dengan hipertensi tidak berkaitan secara prospektif dengan perilaku pencegahan risiko stroke didesa Pauh Barat Kota Pariaman. Diharapkan petugas kesehatan tetap meningkatkan edukasi tentang perilaku pencegahan stroke sehingga lansia tidak beresiko terjadinya stroke.                      Keywords: hipertensi ; kecemasan ; lansia ; perilaku ; stroke
Diabetes Mellitus Tipe II Faktor Resiko, Diagnosa, dan Tatalaksanaan Lira, Anggraini syafri; Marni, Linda; Asmaria, Mike; Yessi, Hilma
Jurnal Keperawatan Medika Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v4i1.423

Abstract

Type II Diabetes Mellitus is a chronic disease characterized by elevated blood glucose levels due to impaired insulin production or utilization. According to the World Health Organization (WHO), in 2024, the number of people with diabetes reached 830 million globally. At Aisyiyah Hospital in Pariaman, Type II Diabetes Mellitus ranks third among the ten most common diseases.This study aims to provide nursing care to patients with Type II Diabetes Mellitus in the Mina Ward of Aisyiyah Hospital, Pariaman. The subject of this case study is Mr. I, who was hospitalized from February 25 to March 1. The methods used in this study included direct observation, physical examination, interviews, and documentation review.The identified nursing problems included: Unstable,blood glucose levels Acute pain, Impaired skin integrity,Anxiety,Risk of nutritional deficit, Risk of infection, Disturbed sleep pattern,The evaluation results showed that some problems remained unresolved, including: Unstable,blood glucose levels,Impaired skin integrity,Risk of infection, Recommendations were given to the patient and family, with the expectation that they can provide home care, anticipate complications, and offer continuous family support. This is intended to help the patient maintain a proper diet and healthy lifestyle, thereby preventing an increase in blood glucose levels.
Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Pada Tn.H Dengan PPOK Putri, Martoleni putri; Yessi, Hilma; Marni, Linda; Asmaria, Mike
Jurnal Keperawatan Medika Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v4i1.444

Abstract

ABSTRAK PPOK adalah penyakit tidak menular akibat asap rokok yang menyebabkan hambatan pernapasan. WHO (2022) mencatat PPOK sebagai penyebab kematian ketiga di dunia. memengaruhi 1,28 miliar orang. Di RS Aisyiyah Pariaman, kasus PPOK terus meningkat setiap tahun. Studi kasus pada Tn. H di ruang Mina (19–23 Februari 2025) bertujuan menerapkan asuhan keperawatan secara menyeluruh. Ditemukan lima diagnosa keperawatan, yaitu pola napas tidak efektif, gangguan pertukaran gas, risiko infeksi, risiko penurunan curah jantung, dan nyeri akut, yang seluruhnya berhasil teratasi dalam lima hari. Diharapkan pasien dan keluarga memahami penyebab, gejala, risiko, dan cara pencegahan agar tidak terjadi kekambuhan. Kata Kunci : Penyakit Paru Obstruktif kronik (PPOK)
Asuhan Keperawatan pada Ny.Z Dengan Demam Thypoid Tiara abdul novitria; Yessi, Hilma; Marni, Linda; Asmaria, Mike
Jurnal Keperawatan Medika Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v4i1.450

Abstract

According to the World Health Organization (WHO), it is estimated that every year worldwide there are between 11-21 million cases of typhoid fever with a death incidence of 128,000 (12.8%) to 161,000 (16.1%). Based on data on typhoid fever cases at Aisyiyah Pariaman Hospital in 2024, typhoid fever ranks fourth in the most common diseases, around 237 (23.7%) cases. The purpose of the study is to be able to carry out nursing care for patients with typhoid fever by including assessment, diagnosis, intervention, implementation, evaluation, and documentation. The study was conducted in the Musdalifah room of Aisyiyah Pariaman Hospital on February 18 to February 22, 2025 with one patient, Mrs. Z, aged 40 years, using a case study method with data collection techniques by means of observation, interviews, and physical examination. There are five nursing problems, namely hyperthermia, acute pain, risk of nutritional deficits, nausea and sleep pattern disorders. On the third day, the diagnosis of hyperthermia and the risk of nutritional deficit were confirmed, with the patient's body temperature normalizing and appetite improving. On the fourth day, the diagnosis of nausea and sleep disturbance was confirmed, as indicated by a reduction in nausea and vomiting, and a decrease in insomnia. On the fifth day, the diagnosis of acute pain was confirmed, with a decrease in the pain scale. It is hoped that the patient and family will maintain environmental and dietary hygiene, consume healthy, hygienic, and nutritious food, and get enough rest to prevent typhoid fever from recurring.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TENTANG PEMANFAATAN DESA WISATA PANTAI SEBAGAI SANDROMATERAPY DAN PENINGKATAN SUPPORT GROUP DALAM PENGENDALIAN STROKE Asmaria, Mike; Sari, Dwi Happy Anggia; Hidayati, Hidayati; Yessi, Hilma
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20241

Abstract

Abstrak: Desa Pauh Barat memiliki data penderita resiko stroke tertinggi dengan angka kejadian hipertensi dan diabetes yang meningkat setiap tahunnya. Faktor risiko dominan stroke adalah umur yang semakin meningkat, jantung koroner, diabetes melitus, hipertensi, dan gagal jantung. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan motivasi hidup sehat dan produktif serta meringankan beban psikologis penderita terkait penyakit dan kehidupanya. Metode yang di gunakan dalam pengabdian ini yaitu praktikum sandromaterapy (terapy pasir pantai yang sudah terpapar panas matahari) kegiatan dilaksanakan pada jam 4 sampai 6 sore, kegiatan di laksanakan pantai Pauh Barat bagian utara. Mitra Pengabdian masyarakat ini adalah kader lansia dan penderita resiko tinggi stroke Desa Pauh Barat sebanyak 35 orang. Monitoring dan Evaluasi pengabdian ini dilakukan dengan observasi serta pendampingan. Hasil pengabdian ditemukan adanya peningaktan derajat kesehatan yang di buktikan oleh penurunan tekanan darah peserta sebanyak 11 orang (61,70%) dari 17 orang penderita hipertensi dan penurunan kadar gula darah bagi penderita diabetes yaitu sebanyak 5 orang (50%) dari 10 orang penderita. Dengan pelaksanaan sandromaterapy ini penderita resiko tinggi stroke merasakan sensasi terapy pada persayarafan dan otot kaki, serta kenikmatan suasana pantai yang memberikan relaksasi.Abstract: Pauh Barat Village has data on sufferers at the highest risk of stroke with the incidence of hypertension and diabetes increasing every year. The dominant risk factors for stroke are increasing age, coronary heart disease, diabetes mellitus, hypertension and heart failure. The aim of this service is to increase motivation to live a healthy and productive life and ease the psychological burden of sufferers related to their illness and life. The method used in this service is sandromatherapy practicum (beach sand therapy that has been exposed to the heat of the sun). This activity is carried out from 4 to 6 pm on the northern part of West Pauh Beach. These community service partners are elderly cadres and 35 participants suffering from high risk of stroke in West Pauh Village. Monitoring and evaluation of this service is carried out through observation and assistance. The results of the service found an increase in health status as evidenced by a decrease in blood pressure for 11 participants (61.70%) of 17 people with hypertension and a decrease in blood sugar levels for diabetes sufferers, namely 5 people (50%) of 10 people sufferers. With the implementation of sandromatherapy, sufferers at high risk of stroke feel a therapeutic sensation in the nerves and leg muscles, as well as the enjoyment of the beach atmosphere which provides relaxation.
Hubungan Kepemimpinan dan Gaji Dengan Kepuasan Kerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap Rsud Pariaman Hilma Yessi; Rika Armalini; Mike Asmaria; Kheniva Diah Anggita; Hasmita Hasmita
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41508

Abstract

Nurses' dissatisfaction with hospital policies and administration can lead to serious consequences for the hospital, as nearly 80% of care is provided by nurses. The aim of this study is to analyze the factors related to job satisfaction among nurses in the inpatient wards of RSUD Pariaman. This is a descriptive correlational study with a cross-sectional design, using a questionnaire for data collection. Data analysis was conducted using univariate, bivariate, and multivariate analysis. There was no relationship between nurses' characteristics and promotion opportunities with job satisfaction. However, leadership, the nature of the job, salary, and feedback were found to have a relationship with job satisfaction. The most dominant factor influencing job satisfaction is feedback. Recommendations for the hospital management to enhance job satisfaction include paying more attention to feedback: responding to suggestions made by nurses, monitoring job development, providing positive encouragement, and evaluating nurses' performance.
Dampak Keluarga Perokok Aktif dan Status Gizi Balita dengan Kejadian Ispa Pada Balita Hasmita Hasmita; Hilma Yessi; Mike Asmaria; Kheniva Diah Anggita; Sandra Dewi; Prima Yose; Rika Armalini
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43917

Abstract

Dampak rokok tidak hanya mengancam siperokok tetapi juga orang sekitarnya atau perokok pasif, termasuk balita yang tinggal bersama siperokok. Salah satu masalah yang seringkali timbul pada balita akibat paparan asap rokok adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak anggota keluarga perokok aktif dan status gizi balita dengan kejadian ISPA pada balita. Jenis penelitian ini Analitik dengan metode penelitian Cross sectional . Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Sungai Geringging pada 27 April- 4 Mei 2020. Jumlah sampel 30 balita diambil secara Accidental sampling. Pengumpulan data diambil dengan cara mengambil data sekunder dengan membagikan kuesioner dan wawancara. Pengolahan data univariat dan bivariate dilakukan manual dengan analisa data uji statistic chi- square X2 hitung < X2 tabel. Hasil analisi univariat ditemukan dari 30 responden terdapat 56,6 % memiliki anggota keluarga perokok aktif, 66,6 % balita berstatus gizi baik dan 63,3 % balita tidak mengalami ISPA. Hasil analisis bivariat ditemukan nilai X2 Hitung (X2 Hitung > 3,841) artinya ada hubungan yang bermakna antara anggota keluarga perokok aktif (X2 Hitung= 13,25) dan status gizi balita (X2 Hitung=4,1) dengan kejadian ISPA. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ternyata ada dampak anggota keluarga perokok aktif dan status gizi balita dengan kejadian ISPA pada balita. Diharapkan tenaga kesehatan agar melakukan pembenahan perilaku orangtua terhadap ISPA, menyarankan orang tua untuk tidak merokok di dalam rumah dan mengedukasi para orang tua untuk mencukupi kebutuhan gizi balitanya. Balita yang mempunyai keluarga perokok 12 kali lebih tinggi beresiko ISPA.