Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA DINI DI PERUM KOMPLEK MARINIR KECAMATAN DUKUH PAKIS SURABAYA Olif Prautami Hanami; Ali Yusuf
J+PLUS UNESA Vol. 11 No. 2 (2022): J+PLUS, Desember 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran orang tua dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini di perum komplek marinir jika sedang berada di rumah maupun di sekolah. Latar belakang penelitian ini didasari oleh keingintahuan penulis pada proses meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini dan kurangnya peran orang tua. Penelitian ini memiliki tujuan antara lain : 1)Mendeskripsikan peran orang tua dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini, 2)Mengetahui kendala yang dialami peran orang tua dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini. Bahwa dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak sewaktu belajar dirumah mengalami respon yang positif, dimana: 1)kognitif anak dapat terasa dengan baik karena anak senang apabila orang tua mereka menerangkan dan menjelaskan dengan cara bermain; 2)Anak terlihat antusias dalam belajar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah : 1.Wawancara, 2.Observasi, dan 3. Dokumentasi sebagai sumber data yang dapat dipertanggung jawabkan keakuratannya. Analisis data dengan langkah-langkah : 1.Reduksi data, 2.Penyajian data, dan 3. Kesimpulan. Untuk keabsahan data dalam penelitian ini adalah 1.Uji kredibilitas, 2.Uji dependibilitas, dan 3.Uji transferabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian orang tua juga belum mengerti mengenai kemampuan kognitif anak usia dini, dan kurangnya pemahaman materi oleh orang tua. Simpulan yang dapat diambil dari artikel ini bahwa peran orang tua dalam mengembangkan kognitif anak usia dini di Perum Komplek Marinir Kecamatan Dukuh Pakis Surabaya diantaranya, menggunakan media papan flannel untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini.
Transformation of the Implementation of the Central Learning Model (BCCT) into a Stage Learning Model at the Pioneer Nature School of Bandung Desika Putri Mardiani; Monica Widyaswari; Shobri Firman Susanto; Ali Yusuf
Child Kingdom : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1 No 2 (2023): October
Publisher : LP3M STAI MA'ARIF MAGETAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53961/childom.v1i2.64

Abstract

It is necessary to apply a suitable learning model for early childhood to explore every potential of students. Of course, learning media that are easy to find and local elements must be included so children can recognize themselves and know where they come from. The purpose of this study is to examine the transformation of the learning model into a stage learning model organized by PAUD Sekolah Pelopor Alam, Bandung. The research method uses a qualitative approach with data collection techniques in the form of interviews, indirect observation, and documentation. The data analysis used is Miles and Huberman analysis, while the validity test uses extension of observation, persistence of observation, and triangulation of sources. Research results showed that the implementation of early childhood education by applying the learning center model is less able to bring out the elements of localization in the Rancaekek, Bandung, so the founder switched to using the stage model, which is closer to the daily life of children. The stage model is inspired by the center model, which consists of several sub-sections. If the center model consists of a preparation center, an art center, a natural materials center, a beam center, and a role-play center. Whereas in the application of the stage model, There are eleven sub-sections developed, namely the stage of play, cooking stage, development stage, exploration stage, science stage, cooking stage, kasundaan stage, development stage, imtak stage, gardening stage, and livestock stage.
Life Skills Education as a Strategy for Women’s Empowerment: A Case Study of Anggrek Bulan Community Learning Center Wiwin Yulianingsih Wiwin Yulianingsih; Sjafiatul Mardliyah; Ali Yusuf; Shobri Firman Susanto; Ganes Gunansyah; Mustakim; Mita Lutviatiani; Ikhwan Fadlu Fantazilu
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol. 13 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppm.v13i1.89994

Abstract

Abstract: Women's empowerment is a crucial issue in achieving gender equality as outlined in the 2030 Sustainable Development Goals (SDGs). One relevant strategy is life skills based non-formal education, which provides opportunities for women to improve their skills, independence, and self-confidence. This study aims to describe the implementation of the life skills program, analyze its impact, and identify supporting and inhibiting factors at the Anggrek Bulan Community Learning Center in Banyuwangi. The study employed a case study approach with participatory observation, in-depth interviews, and documentation techniques. Data analysis applied the Miles and Huberman model. The results show that the life skills program was designed in a participatory manner according to the needs of the learners, involving women from planning to evaluation. The impacts include improved technical skills (sewing, batik, digital marketing) and soft skills (public speaking, leadership), enabling women to become more independent and able to develop businesses. In conclusion, life skills education at the Anggrek Bulan Community Learning Center effectively strengthens women's capacity and role, while also serving as a model for contextual and sustainable empowerment. Keywords: Gender Equality, Life Skills Program, Nonformal Education, Women’s Empowerment
Peran Instruktur dalam Mengembangkan Keterampilan Menjahit di Lembaga Kursus dan Pelatihan Venuza Lamongan Galang Fajar Agus Alfian; Ali Yusuf
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran instruktur sebagai pembimbing dalam mengembangkan keterampilan menjahit tingkat mahir pada pendidikan nonformal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran instruktur sebagai pembimbing, faktor pendukung, dan faktor penghambat dalam mengembangkan keterampilan menjahit tingkat mahir di LKP Venuza Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas instruktur, pengelola lembaga, dan peserta didik pelatihan menjahit tingkat mahir. Teknik analisis data menggunakan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instruktur berperan sebagai fasilitator, motivator, pembimbing, dan evaluator dalam proses pembelajaran. Instruktur memberikan pendampingan intensif melalui bimbingan praktik langsung, konsultasi personal, arahan teknis, dan motivasi kepada peserta didik. Faktor pendukung meliputi kompetensi instruktur, dukungan lembaga, lingkungan belajar yang kondusif, dan antusiasme peserta didik. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, perbedaan kemampuan belajar peserta didik, dan ketidakkonsistenan kehadiran peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran instruktur sebagai pembimbing memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan keterampilan menjahit tingkat mahir dan motivasi belajar peserta didik pada pendidikan nonformal.
Strengthening Local Culture through Informal Education in the Era of Society 5.0 wiwin yulianingsih; Sjafiatul Mardliyah; Ali Yusuf; Diana Rahmasari; Frimha Purnamawati; Ganes Gunansyah; M Fahmi Zakariyah
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v8i3.102302

Abstract

In the era of Society 5.0, the preservation of local culture faces serious challenges due to the rapid flow of modernization and digitalization. This condition demands an adaptive value transmission strategy to prevent cultural identity from being eroded by developments. This study aims to analyze the role of informal education in strengthening local culture amidst the dynamics of modern society. The study used a qualitative approach with a case study design. Data were collected through participant observation, in-depth interviews with 15 informants, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model. The subjects of this study were traditional leaders, village elders, parents, local youth, and participants in religious rituals. The results show that informal education takes place actively through family roles, involvement in traditional rituals, and intergenerational collaboration. Cultural values are inherited naturally through social practices without relying on the formal education system or digital technology. These findings confirm that community-based informal education is highly effective in maintaining cultural identity and building social resilience. The implications of this study provide a basis for developing contextual educational strategies relevant to the challenges of the digital era and modernization.
Implementasi Program Parenting Untuk Meningkatkan Motivasi Orang Tua dalam Mengasuh Anak di RA Yaa Bunayya Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar Nurul Aini; Ali Yusuf
J+PLUS UNESA Vol. 14 No. 2 (2025): J+PLUS, Desember 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keterlibatan orang tua dalam proses pengasuhan anak usia dini sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter, sikap, dan perilaku anak. RA Yaa Bunayya Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, menyelenggarakan program parenting guna mendukung peran orang tua dalam memberikan pengasuhan yang positif dan menyenangkan. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa kendala seperti kurangnya motivasi, pengetahuan, serta partisipasi orang tua dalam kegiatan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program parenting yang dilaksanakan di RA Yaa Bunayya dalam upaya meningkatkan motivasi orang tua dalam mengasuh anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru, dan orang tua peserta didik, observasi terhadap kegiatan parenting seperti home visit, outing class, konsultasi, serta lomba-lomba yang melibatkan orang tua, dan dokumentasi pelaksanaan program. Data dianalisis melalui proses kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Fokus utama dalam penelitian ini adalah sejauh mana pelaksanaan kegiatan parenting mampu membangkitkan semangat dan kesadaran orang tua dalam menjalankan tanggung jawab pengasuhan secara lebih optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program parenting di RA Yaa Bunayya telah berjalan dengan cukup baik dan memberikan dorongan positif terhadap keterlibatan orang tua. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan mendorong tumbuhnya semangat baru dalam mendampingi anak, baik di rumah maupun dalam kegiatan sekolah. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa implementasi program parenting mampu menciptakan sinergi antara pihak sekolah dan orang tua dalam membangun lingkungan pengasuhan yang mendukung perkembangan anak. Saran yang diberikan antara lain perlunya pelatihan lanjutan untuk orang tua, peningkatan konsistensi evaluasi program, serta penguatan kerja sama antara guru, wali murid, dan pihak yayasan agar program ini terus berjalan secara berkesinambungan.
Implementasi Program Parenting Class dalam Menumbuhkan Keterampilan Pengasuhan Anak Usia Dini di Taman Posyandu (TAPOS) Sekartaji Desa Ketawang Kabupaten Kediri Aliffia Nur Alyzatus Riyanti; Ali Yusuf
J+PLUS UNESA Vol. 14 No. 2 (2025): J+PLUS, Desember 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya dan implementasi program parenting class di Taman Posyandu (TAPOS) Sekartaji Desa Ketawang Kabupaten Kediri dalam menumbuhkan keterampilan pengasuhan kepada orang tua. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan teori miles and huberman yaitu kondensasi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan Taman Posyandu (TAPOS) Sekartaji berhasil dalam menumbuhkan keterampilan pengasuhan bagi orang tua. Upaya yang diberikan TAPOS Sekartaji berupa motivasi dan dukungan serta penyediaan fasilitas yang lengkap selama pelaksanaan kegiatan dalam program Parenting Class. Orang tua wali murid TAPOS yang mengikuti program parenting class dapat meningkatkan keterampilan pengasuhan mereka dan termotivasi untuk terus mengikuti program serta mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Permasalahan terkait dengan pengasuhan yang dilakukan oleh orang tua dapat diatasi melalui program parenting class yang memberikan manfaat serta dampak positif dalam menumbuhkan pemahaman dan keterampilan orang tua terhadap pengasuhan anak usia dini.
Hubungan Penggunaan Wayground pada Pembelajaran Matamatika untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Paket C di SKB Kota Malang Putri Nur Fitria; Ali Yusuf
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan aplikasi Wayground dalam pembelajaran matematika dengan motivasi belajar peserta didik Paket C di SKB Kota Malang. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya motivasi belajar dalam pendidikan kesetaraan akibat metode konvensional yang monoton. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian terdiri atas 62 responden peserta didik Paket C yang dipilih melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan dengan koefisien korelasi sebesar 0,684 dan tingkat signifikansi 0,000 (p ≤ 0,01), yang termasuk dalam kategori kuat. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin efektif penggunaan Wayground, semakin tinggi pula motivasi belajar peserta didik. Simpulannya, media digital berbasis gamifikasi seperti Wayground berkontribusi nyata dalam memperkuat dorongan internal pada konteks pendidikan nonformal.
Implementasi Program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) dalam Meningkatkan Self Efficacy Orang Tua di Kabupaten Lamongan Silvi Putri Margareta; Ali Yusuf
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya keyakinan diri orang tua dalam mengasuh anak menjadi permasalahan yang mempengaruhi pola pengasuhan, pengendalian emosi, dan kemampuan mendampingi tumbuh kembang anak. Kondisi tersebut mendorong perlunya program pendidikan non formal yang mampu meningkatkan kompetensi pengasuhan keluarga. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan Program Sekolah Orang Tua Hebat di Desa Rejosari dalam menumbuhkan keyakinan diri orang tua, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, subjek penelitian meliputi, pengelola program, fasilitator, dan peserta. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program berjalan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang terstruktur. Program ini meningkatkan pemahaman peserta tentang pola asuh positif, kemampuan mengelola emosi, komunikasi dengan anak, serta kepercayaan diri dalam menjalankan peran sebagai orang tua. Faktor pendukungnya meliputi dukungan pemerintah desa, antusiasme peserta, dan materi yang sesuai kebutuhan. Faktor penghambatnya meliputi keterbatasan waktu peserta, kehadiran yang tidak konsisten, dan kesibukan pekerjaan. Disimpulkan bahwa Program Sekolah Orang Tua Hebat efektif menumbuhkan keyakinan diri orang tua dalam mengasuh anak.
Dampak Konten Video Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Pada Anak Usia 3-5 Tahun di Desa Hendrosari Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik Putri Aditiya Nengseh; Ali Yusuf
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat meningkatkan paparan konten video pada anak usia dini melalui berbagai platform digital. Anak usia dini sering mengakses konten video sebagai sarana hiburan maupun pembelajaran yang dapat memengaruhi perkembangan sosial emosional mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis dampak konten video terhadap perkembangan sosial emosional anak usia 3–5 tahun di Desa Hendrosari Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari lima orang tua yang memiliki anak usia 3–5 tahun dan aktif menggunakan konten video dalam aktivitas sehari-hari. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis interaktif melalui tahap pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten video memberikan dampak positif dan negatif terhadap perkembangan sosial emosional anak. Dampak positif terlihat pada peningkatan kosakata, peniruan perilaku edukatif, dan bertambahnya pengetahuan sederhana anak. Dampak negatif terlihat pada menurunnya interaksi sosial, munculnya ketergantungan terhadap gadget, ketidakstabilan emosi, dan perilaku tantrum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendampingan orang tua dan pembatasan durasi menonton menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan sosial emosional anak usia dini secara optimal.