Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA DINI DI PERUM KOMPLEK MARINIR KECAMATAN DUKUH PAKIS SURABAYA Olif Prautami Hanami; Ali Yusuf
J+PLUS UNESA Vol. 11 No. 2 (2022): J+PLUS, Desember 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran orang tua dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini di perum komplek marinir jika sedang berada di rumah maupun di sekolah. Latar belakang penelitian ini didasari oleh keingintahuan penulis pada proses meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini dan kurangnya peran orang tua. Penelitian ini memiliki tujuan antara lain : 1)Mendeskripsikan peran orang tua dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini, 2)Mengetahui kendala yang dialami peran orang tua dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini. Bahwa dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak sewaktu belajar dirumah mengalami respon yang positif, dimana: 1)kognitif anak dapat terasa dengan baik karena anak senang apabila orang tua mereka menerangkan dan menjelaskan dengan cara bermain; 2)Anak terlihat antusias dalam belajar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah : 1.Wawancara, 2.Observasi, dan 3. Dokumentasi sebagai sumber data yang dapat dipertanggung jawabkan keakuratannya. Analisis data dengan langkah-langkah : 1.Reduksi data, 2.Penyajian data, dan 3. Kesimpulan. Untuk keabsahan data dalam penelitian ini adalah 1.Uji kredibilitas, 2.Uji dependibilitas, dan 3.Uji transferabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian orang tua juga belum mengerti mengenai kemampuan kognitif anak usia dini, dan kurangnya pemahaman materi oleh orang tua. Simpulan yang dapat diambil dari artikel ini bahwa peran orang tua dalam mengembangkan kognitif anak usia dini di Perum Komplek Marinir Kecamatan Dukuh Pakis Surabaya diantaranya, menggunakan media papan flannel untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini.
Transformation of the Implementation of the Central Learning Model (BCCT) into a Stage Learning Model at the Pioneer Nature School of Bandung Desika Putri Mardiani; Monica Widyaswari; Shobri Firman Susanto; Ali Yusuf
Child Kingdom : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1 No 2 (2023): October
Publisher : LP3M STAI MA'ARIF MAGETAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53961/childom.v1i2.64

Abstract

It is necessary to apply a suitable learning model for early childhood to explore every potential of students. Of course, learning media that are easy to find and local elements must be included so children can recognize themselves and know where they come from. The purpose of this study is to examine the transformation of the learning model into a stage learning model organized by PAUD Sekolah Pelopor Alam, Bandung. The research method uses a qualitative approach with data collection techniques in the form of interviews, indirect observation, and documentation. The data analysis used is Miles and Huberman analysis, while the validity test uses extension of observation, persistence of observation, and triangulation of sources. Research results showed that the implementation of early childhood education by applying the learning center model is less able to bring out the elements of localization in the Rancaekek, Bandung, so the founder switched to using the stage model, which is closer to the daily life of children. The stage model is inspired by the center model, which consists of several sub-sections. If the center model consists of a preparation center, an art center, a natural materials center, a beam center, and a role-play center. Whereas in the application of the stage model, There are eleven sub-sections developed, namely the stage of play, cooking stage, development stage, exploration stage, science stage, cooking stage, kasundaan stage, development stage, imtak stage, gardening stage, and livestock stage.
Life Skills Education as a Strategy for Women’s Empowerment: A Case Study of Anggrek Bulan Community Learning Center Wiwin Yulianingsih Wiwin Yulianingsih; Sjafiatul Mardliyah; Ali Yusuf; Shobri Firman Susanto; Ganes Gunansyah; Mustakim; Mita Lutviatiani; Ikhwan Fadlu Fantazilu
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol. 13 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppm.v13i1.89994

Abstract

Abstract: Women's empowerment is a crucial issue in achieving gender equality as outlined in the 2030 Sustainable Development Goals (SDGs). One relevant strategy is life skills based non-formal education, which provides opportunities for women to improve their skills, independence, and self-confidence. This study aims to describe the implementation of the life skills program, analyze its impact, and identify supporting and inhibiting factors at the Anggrek Bulan Community Learning Center in Banyuwangi. The study employed a case study approach with participatory observation, in-depth interviews, and documentation techniques. Data analysis applied the Miles and Huberman model. The results show that the life skills program was designed in a participatory manner according to the needs of the learners, involving women from planning to evaluation. The impacts include improved technical skills (sewing, batik, digital marketing) and soft skills (public speaking, leadership), enabling women to become more independent and able to develop businesses. In conclusion, life skills education at the Anggrek Bulan Community Learning Center effectively strengthens women's capacity and role, while also serving as a model for contextual and sustainable empowerment. Keywords: Gender Equality, Life Skills Program, Nonformal Education, Women’s Empowerment
Peran Instruktur dalam Mengembangkan Keterampilan Menjahit di Lembaga Kursus dan Pelatihan Venuza Lamongan Galang Fajar Agus Alfian; Ali Yusuf
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran instruktur sebagai pembimbing dalam mengembangkan keterampilan menjahit tingkat mahir pada pendidikan nonformal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran instruktur sebagai pembimbing, faktor pendukung, dan faktor penghambat dalam mengembangkan keterampilan menjahit tingkat mahir di LKP Venuza Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas instruktur, pengelola lembaga, dan peserta didik pelatihan menjahit tingkat mahir. Teknik analisis data menggunakan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instruktur berperan sebagai fasilitator, motivator, pembimbing, dan evaluator dalam proses pembelajaran. Instruktur memberikan pendampingan intensif melalui bimbingan praktik langsung, konsultasi personal, arahan teknis, dan motivasi kepada peserta didik. Faktor pendukung meliputi kompetensi instruktur, dukungan lembaga, lingkungan belajar yang kondusif, dan antusiasme peserta didik. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, perbedaan kemampuan belajar peserta didik, dan ketidakkonsistenan kehadiran peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran instruktur sebagai pembimbing memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan keterampilan menjahit tingkat mahir dan motivasi belajar peserta didik pada pendidikan nonformal.