Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Hubungan Penggunaan Wayground pada Pembelajaran Matamatika untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Paket C di SKB Kota Malang Putri Nur Fitria; Ali Yusuf
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan aplikasi Wayground dalam pembelajaran matematika dengan motivasi belajar peserta didik Paket C di SKB Kota Malang. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya motivasi belajar dalam pendidikan kesetaraan akibat metode konvensional yang monoton. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian terdiri atas 62 responden peserta didik Paket C yang dipilih melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan dengan koefisien korelasi sebesar 0,684 dan tingkat signifikansi 0,000 (p ≤ 0,01), yang termasuk dalam kategori kuat. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin efektif penggunaan Wayground, semakin tinggi pula motivasi belajar peserta didik. Simpulannya, media digital berbasis gamifikasi seperti Wayground berkontribusi nyata dalam memperkuat dorongan internal pada konteks pendidikan nonformal.
Implementasi Program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) dalam Meningkatkan Self Efficacy Orang Tua di Kabupaten Lamongan Silvi Putri Margareta; Ali Yusuf
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya keyakinan diri orang tua dalam mengasuh anak menjadi permasalahan yang mempengaruhi pola pengasuhan, pengendalian emosi, dan kemampuan mendampingi tumbuh kembang anak. Kondisi tersebut mendorong perlunya program pendidikan non formal yang mampu meningkatkan kompetensi pengasuhan keluarga. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan Program Sekolah Orang Tua Hebat di Desa Rejosari dalam menumbuhkan keyakinan diri orang tua, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, subjek penelitian meliputi, pengelola program, fasilitator, dan peserta. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program berjalan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang terstruktur. Program ini meningkatkan pemahaman peserta tentang pola asuh positif, kemampuan mengelola emosi, komunikasi dengan anak, serta kepercayaan diri dalam menjalankan peran sebagai orang tua. Faktor pendukungnya meliputi dukungan pemerintah desa, antusiasme peserta, dan materi yang sesuai kebutuhan. Faktor penghambatnya meliputi keterbatasan waktu peserta, kehadiran yang tidak konsisten, dan kesibukan pekerjaan. Disimpulkan bahwa Program Sekolah Orang Tua Hebat efektif menumbuhkan keyakinan diri orang tua dalam mengasuh anak.
Dampak Konten Video Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Pada Anak Usia 3-5 Tahun di Desa Hendrosari Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik Putri Aditiya Nengseh; Ali Yusuf
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat meningkatkan paparan konten video pada anak usia dini melalui berbagai platform digital. Anak usia dini sering mengakses konten video sebagai sarana hiburan maupun pembelajaran yang dapat memengaruhi perkembangan sosial emosional mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis dampak konten video terhadap perkembangan sosial emosional anak usia 3–5 tahun di Desa Hendrosari Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari lima orang tua yang memiliki anak usia 3–5 tahun dan aktif menggunakan konten video dalam aktivitas sehari-hari. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis interaktif melalui tahap pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten video memberikan dampak positif dan negatif terhadap perkembangan sosial emosional anak. Dampak positif terlihat pada peningkatan kosakata, peniruan perilaku edukatif, dan bertambahnya pengetahuan sederhana anak. Dampak negatif terlihat pada menurunnya interaksi sosial, munculnya ketergantungan terhadap gadget, ketidakstabilan emosi, dan perilaku tantrum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendampingan orang tua dan pembatasan durasi menonton menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan sosial emosional anak usia dini secara optimal.
Implementasi Community Learning dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat di Kampoeng Sinaoe Sidoarjo Sydney Amelia Wulandari; Ali Yusuf
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan limbah minyak jelantah yang belum dimanfaatkan secara optimal menjadi salah satu isu lingkungan bagi masyarakat, di Kampoeng Sinaoe Sidoarjo, kondisi ini kemudian direspon melalui program community learning dalam bentuk pelatihan pembuatan sabun dari minyak jelantah sebagai upaya pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi community learning dalam upaya pemberdayaan masyarakat di Kampoeng Sinaoe Sidoarjo, dengan fokus pada proses pembelajaran dan bentuk pemberdayaan yang terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggambarkan secara mendalam proses implementasi program, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi community learning berlangsung melalaui perencanaan, sosialisasi, dan pelaksanaan yang bersifat partisipatif serta berbasis praktik langsung (experiential learning), dimana masyarakat terlibat aktif dalam seluruh proses kegiatan dan mengalami peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran lingkungan. Namun, dampak terhadap kemandirian ekonomi masih terbatas karena program belum berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan lanjutan dan pengembangan program agar pemberdayaan masyarakat dapat berlangsung secara optimal dan berkelanjutan.
Partisipasi Masyarakat Pesisir pada Program Pasar Segoro sebagai Bentuk Pemberdayaan Masyarakat oleh Komunitas Ngayom Jagad di Desa Campurejo Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik Salwa Hani'ah Nabilah; Ali Yusuf
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the forms of coastal community participation in the Pasar Segoro program and analyze its contribution to local community empowerment. The research was conducted in Campurejo Village, Panceng District, Gresik Regency using a qualitative approach. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. Data analysis was conducted thematically to understand community participation in various stages of the program. The results showed that coastal communities actively participated in the planning, implementation, utilization, and evaluation stages of the Pasar Segoro program. This participation was reflected through community involvement as MSME actors, program organizers, supporters, and preservers of local culture. The Pasar Segoro program not only provided economic impacts but also strengthened social solidarity, improved community capacity, and built collective awareness of regional potential among coastal communities. Therefore, Pasar Segoro represents a community-based empowerment model capable of integrating economic, social, and cultural aspects in coastal community development.
Pendampingan Orang Tua dalam Menciptakan Lingkungan Belajar Kaya Numerasi di Desa Grogol Kecamatan Giri Kabupaten Banyuwangi Ali Yusuf; Rivo Nugroho; Heryanto Susilo; Shobri Firman Susanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i1.4176

Abstract

Perkembangan kemampuan numerasi menjadi salah satu indikator penting dalam kualitas pendidikan anak, karena numerasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berhitung, tetapi juga mencakup kecakapan berpikir logis, analitis, dan kemampuan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Pendampingan Orang Tua dalam Menciptakan Lingkungan Belajar Kaya Numerasi di Desa Grogol bertujuan memperkuat kapasitas keluarga dalam mendukung perkembangan numerasi anak. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk kesadaran kolektif bahwa lingkungan rumah memiliki potensi besar sebagai ruang belajar yang efektif dan berkelanjutan, sehingga kemampuan numerasi anak dapat berkembang secara optimal sejak dini. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah (1) metode identifikasi kebutuhan dan kondisi sasaran, (2) metode focus group discussion (fgd), (3) metode praktik, (4) evaluasi dan refleksi. Target mengenai kegiatan ini adalah diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran orang tua tentang pentingnya mengintegrasikan numerasi dalam aktivitas harian, seperti berbelanja, memasak, dan mengelola keuangan sederhana. Pendampingan ini diharapkan mampu membangun budaya belajar yang positif dan berkelanjutan di lingkungan keluarga sehingga perkembangan numerasi anak dapat berkembang secara optimal.
Partisipasi Guru PAUD dalam Komunitas Belajar untuk Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Dwi Setyarini; Gunarti Dwi Lestari; Ali Yusuf
Journal of Education Research Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v6i4.2568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi guru PAUD dalam komunitas belajar sebagai strategi pengembangan keprofesian berkelanjutan di Kecamatan Banyuwangi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus pada tiga lembaga PAUD. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas belajar menjadi wadah yang efektif bagi guru untuk berbagi praktik baik, meningkatkan kompetensi pedagogik, serta memperkuat kolaborasi profesional. Namun, terdapat kendala seperti rendahnya kemampuan teknologi informasi dan minimnya dukungan institusi. Penelitian ini menegaskan pentingnya keberlanjutan dan penguatan komunitas belajar melalui kebijakan yang mendukung serta adaptif terhadap kebutuhan guru.
Implementasi Teori Bermain dalam Mendukung Pembelajaran Holistik Anak Usia Dini pada Lembaga PAUD Silky Firdaus Ikrima; Gunarti Dwi Lestari; Ali Yusuf
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.1916

Abstract

Bermain merupakan kebutuhan dasar sekaligus media pembelajaran utama bagi anak usia dini, namun di lapangan masih banyak pendidik yang belum sepenuhnya memahami landasan teoretis di balik praktik bermain yang mereka terapkan. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi teori bermain klasik dan modern dalam pembelajaran anak usia dini di KB Qomaruddin Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek dua guru sebagai informan kunci dan satu kepala sekolah sebagai informan pendukung, dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil menunjukkan teori bermain klasik dan modern diterapkan secara bersamaan dan saling melengkapi: Surplus Energy Theory dari Spencer paling dominan menyalurkan energi anak, sementara teori modulasi mengelola tingkat stimulasi melalui tugas alternatif. Penelitian ini berkontribusi menghubungkan praktik bermain secara utuh pada dua generasi teori bermain dalam satu lembaga PAUD nonformal.