Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Kursor

ENHANCEMENT OF 3D SURFACE RECONSTRUCTION OF UNDERWATER CORAL REEF BASE ON SIFT IMAGE MATCHING USING CONTRAST LIMITED ADAPTIVE HISTOGRAM EQUALIZATION AND OUTLIER REMOVAL Pulung Nurtantio Andono; Ricardus Anggi Pramunendar; Catur Supriyanto; Guruh Fajar Shidik; I Ketut Eddy Purnama; Mochamad Hariadi
Jurnal Ilmiah Kursor Vol 7 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ENHANCEMENT OF 3D SURFACE RECONSTRUCTION OF UNDERWATER CORAL REEF BASE ON SIFT IMAGE MATCHING USING CONTRAST LIMITED ADAPTIVE HISTOGRAM EQUALIZATION AND OUTLIER REMOVAL aPulung Nurtantio Andono, bRicardus Anggi Pramunendar, cCatur Supriyanto, dGuruh Fajar Shidik,e I Ketut Eddy Purnama, fMochamad Hariadi a,b,c,dFaculty of Computer Science, Dian Nuswantoro University Jalan Imam Bonjol, No. 207, Semarang 50131, Indonesia e,fFaculty of Industrial Technology, Dept. of Electrical Engineering, ITS, Surabaya, Indonesia Email: a pulung@research.dinus.ac.id Abstrak Penelitian ini menggambarkan peningkatan kualitas rekonstruksi 3D permukaan terumbu karang bawah laut menggunakan sistem kamera stereo. Algoritma Contrast Limited Adaptive Histogram image Equalization (CLAHE) diusulkan untuk meningkatkan kualitas citra bawah laut tersebut, karena menurunnya kualitas citra bawah laut dapat disebabkan oleh penyerapan dan hamburan sinar matahari. Dalam mengembangkan rekonstruksi 3D permukaan bawah laut, pasangan citra stereo diekstrak secara manual dari rekaman video yang diperoleh, yang kemudian dilakukan proses pencocokan citra stereo menggunakan algoritma SIFT. Kelebihan algoritma SIFT tersebut adalah tahan terhadap perubahan skala, transformasi, dan rotasi dari sepasang citra tersebut. Banyaknya matching point antar 2 citra stereo dijadikan ukuran untuk mengetahui kinerja CLAHE terhadap algoritma SIFT. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan CLAHE dan outlier removal mampu meningkatkan jumlah matching point sebesar 56%. Keberhasilan CLAHE tersebut perlu diujikan ke beberapa algoritma matching point yang lain. Perbandingan beberapa algoritma matching point yang menerapkan CLAHE dapat membuktikan bahwa CLAHE sangat cocok dalam meningkatkan kinerja algoritma matching point dan rekonstruksi permukaan 3D citra bawah laut. Kata kunci: Rekonstruksi 3D, Citra Bawah Laut, SIFT, CLAHE. Abstract This research describes an enhancement of 3D Reconstruction coral reef images using stereo camera system. Contrast Limited Adaptive Histogram image Equalization (CLAHE) algorithm was proposed to enhance the image quality in preprocessing area, since the quality of underwater images degrades by the absorption and scattering of light. To develop a 3D-representation of the seafloor, image-pairs were first extracted from the video footage manually, then corresponding points are automatically extracted from the stereo-pairs by SIFT matching algorithm, which is invariant to scale, translation, and rotation. Number of matching points is used to evaluate the performance of SIFT with and without CLAHE. As a result, the promising techniques provides better 3D reconstruction details of coral reef imagesin total, the combination of CLAHE and outlier removal performs the enhancement for 56%. For further, CLAHE need to be performed to other image matching techniques. The comparison of different image matching techniques with and without CLAHE can prove that CLAHE is appropriate as image enhancement method for image matching and 3D surface reconstruction. Key words: 3D Reconstruction, Underwater Image, SIFT, CLAHE.
DETERMINING THE ABNORMALITY OF BULL SPERM TAIL MORPHOLOGY USING SUPPORT VECTOR Stevanus Hardiristanto; I Ketut Eddy Purnama,; Adhi Dharma Wibawa; Mira Candra Kirana; Budi Santoso; Munawir .; Slamet Hartono; I Nyoman Tirta Ariana; Dian Ratnawati; Lukman Affandhy
Jurnal Ilmiah Kursor Vol 7 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DETERMINING THE ABNORMALITY OF BULL SPERM TAIL MORPHOLOGY USING SUPPORT VECTOR a Stevanus Hardiristanto, b I Ketut Eddy Purnama, cAdhi Dharma Wibawa, dMira Candra Kirana, eBudi Santoso, fMunawir, g Slamet Hartono, h I Nyoman Tirta Ariana, iDian Ratnawati, jLukman Affandhy a,b,c,d,e,fDepartment of Multimedia and Network Engineering, Faculty of Industrial Technology, Institute of Technology Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia gBalai Pembibitan Ternak Unggul Sapi Bali, Ministry of Agriculture, Republik of Indonesia h Faculty of Animal Science, University of Udayana, Bali, Indonesia i,jLoka Penelitian Sapi Potong Grati, Ministry of Agriculture, Republik of Indonesia E-mail: a hardi@its.ac.id Abstrak Penilaian atas ketidaknormalan spermatozoa bisa dilakukan dari sisi motilitas maupun morfologi (kepala dan ekor). Penelitian ini mengevalusi ketidaknormalan spermatozoa dari sisi morfologi bagian ekor spermatozoa sapi. Data berupa 50 citra mikroskopis spermatozoa yang diperoleh dari Loka Penelitian Sapi Potong Grati, Pasuruan digunakan dalam penelitian ini. Prosedur yang ditetapkan terdiri atas beberapa tahap. Tahap pertama adalah melakukan segmentasi spermatozoa untuk memisahkan spermatozoa dari latar belakang dan memisahkan bagian ekor spermatozoa dari bagian yang lain. Selanjutnya dari hasil segmentasi dicari garis tengah ekor (skeleton) menggunakan metode medial axis transform. Berdasarkan garis tengah yang dihasilkan, dilakukan prosedur ekstraksi fitur menggunakan metode polynomial curve fitting. Kemudian, metode Support Vector Machine (SVM) digunakan untuk menentukan ketidaknormalan bentuk ekor spermatozoa. Untuk pembelajaran digunakan 25 data spermatozoa normal dan 10 data spermatozoa tidak normal. Testing kemudian dilakukan atas 15 data spermatozoa tersisa. Ketelitian SVM dalam menentukan ketidaknormalan bentuk ekor spermatozoa mencapai 73.33%. Dengan demikian ketidaknormalan bentuk ekor spermatozoa dapat ditentukan dengan menggunakan SVM. Kata kunci: Ekor Sperma sapi, Morphology, Polynomial Curve Fitting, SVM. Abstract Determinining the abnormality of spermatozoa can be done by inspecting its motility or morphology (head or tail). This study examined 50 data of sperm microscopic images. The semen was obtained from Loka Penelitian Sapi Potong Grati, Pasuruan. A sequence of procedure consist of several steps were then carried out. The first step was to obtain sperm tails by segmenting the sperms from its background and removing the heads and the necks parts. The skeletons of the tails were then obtained using a method of medial axis transform. The features of the tails were then extracted using polynomial curve fitting. Then, Support Vector Machine (SVM) was used as a classifier. In the training phase, 25 normal sperm and 10 abnormal sperm were utilized. Afterward, the remaining 15 data were used in the testing phase. The accuracy of SVM was 73.33%. Hence, the abnormality of spermatozoa based on the shape of sperm tail can be determined using SVM. Key words: Bull Sperm Tail, Morphology, Polynomial Curve Fitting, SVM
Co-Authors Abd Rahman Adhi Dharma Wibawa Adi Sutanto Ahmad Zaini Ahsan Ahsan Ait-Souar, Iliès Alamsyah Alamsyah - Andi Kurniawan Nugroho Arham Arham, Arham Arina Qona'ah Asayanda, Fikra Agha Rabbani Bernaridho Hutabarat, Bernaridho Boedinugroho, Hanny Budi Nur Iman Budi Santoso Catur Supriyanto Chastine Fatichah Dian Ratnawati Diana Purwitasari Dinar Mutiara Kusumo Nugraheni Effendy Hadi Sutanto Eka Dwi Nurcahya Eko Mulyanto Yuniarno Eko Mulyanto Yuniarno Elly Purwantini Endang Sri Rahayu Esther Irawati Setiawan Filiazsanti, Almira Firman Arifin Gijsbertus Jacob Verkerke Gijsbertus Jacob Verkerke Guruh Fajar Shidik Gusmaniarti, Gusmaniarti Handayeni, Ketut Dewi Martha Erli Hartarto Junaedi Hermawan, Norma Hernanda, Arta Kusuma Hidayat Arifin I Made Gede Sunarya Ida Hastuti Ima Kurniastuti Iman Fahruzi Ingrid Nurtanio Ismoyo Sunu Isturom Arif Jaya Pranata, Jaya Joko Priambodo Juanita, Safitri Khakim Ghozali Kristian, Yosi Kurniawan, Arief Lilik Anifah Lukman Affandhy Lukman Zaman Margareta Rinastiti Masy Ari Ulinuha Mauridhi Heri Purnomo Mauridhi Heri Purnomo Mauridhi Hery Purnomo Mauridhi Hery Purnomo Mira Candra Kirana Moch Hariadi Moch Hariadi Mochamad Hariadi Mochamad Yusuf Alsagaff Mochammad Hariadi Muhammad Anshari Muhammad Hariadi Muhammad Nur Alamsyah Muhtadin Muhtadin Muhtadin Mulyanto, Eko Munawir . Munawir Munawir Myrtati Dyah Artaria Nazarrudin, Ahmad Ricky Nofiandri Setyasmara Nursalam . Pramunanto, Eko Priambodo, Joko Prioko, Kentani Langgalih Pulung Nurtantio Andono Putu Gde Ariastita Putu Hendra Suputra R Dimas Adityo Rachmadi, Reza Fuad Raihan, Muhammad Reza Fuad Rachmadi Ricardus Anggi Pramunendar Rifky Octavia Pradipta Rika Rokhana Rika Rokhana Rima Tri Wahyuningrum Rima Tri Wahyuningrum Robby Aldriyanto Raffly Rokhana, Rika Rumala, Dewinda Julianensi Saiful Bukhori Saiful Bukhori Sensusiati, Anggraini Dwi Setijadi, Eko Slamet Hartono Stevanus Hardiristanto Stevanus Hardiristanto Stevanus Hardiristanto, Stevanus Sugiyanto - Supeno Mardi Susiki Nugroho, Supeno Mardi Suryo, Yoedo Ageng Syahrul Munir Terawan Agus Putranto Tita Karlita Tita Karlita Tita Karlita Tomoko Hasegawa Tri Arief Sardjono Wulandari, Ariani Dwi Yosi Kristian Yulis Setiya Dewi Zaimah Permatasari Zaman, Lukman