Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

ANALISIS FENOLIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI ETIL ASETAT DAUN PULUTAN (Urena lobata) Putri Endrawati; Aris Rosidah; Yudi Purnomo
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Senyawa antioksidan berperan dalam menghambat kerusakan oksidatif akibat radikal bebas dan banyak ditemukan pada tumbuhan. Daun pulutan (Urena lobata) adalah salah satu tumbuhan herbal yang menunjukkan aktivitas antioksidan tetapi belum diketahui secara pasti kandungan senyawa aktifnya. Salah satu upaya untuk mengetahuinya dengan menggunakan metode fraksinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenol total fraksi etil asetat daun pulutan dan aktivitas antioksidannya.Metode: Eksperimental laboratorium untuk menganalisa kandungan senyawa aktif yang terdapat pada fraksi etil asetat daun pulutan dengan metode skrining fitokimia, kadar fenol total menggunakan metode Folin-Ciocalteu, dan aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dengan vitamin E sebagai standart. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan pengulangan sebanyak tiga kali, kemudian data dinyatakan dengan persen inhibisi ( ) dan nilai IC50 yang dihitung dari persamaan linier. Hasil: Fraksi etil asetat daun pulutan mengandung senyawa alkaloid, steroid, triterpenoid, flavonoid, dan fenolik. Kadar fenol total fraksi etil asetat daun pulutan adalah 493,33 mg GAE/g. Fraksi etil asetat daun pulutan memiliki aktivitas antioksidan (IC50 = 8,43 μg/mL) lebih rendah dibandingkan vitamin E (IC50 = 2,55 μg/mL) namun keduanya memiliki aktivitas antioksidan kategori sangat kuat.Kesimpulan: Fraksi etil asetat daun pulutan memiliki kandungan zat aktif alkaloid, steroid, triterpenoid, flavonoid, dan fenolik serta aktivitas antioksidan lebih rendah bila dibandingkan dengan vitamin E namun keduanya memiliki nilai yang masuk dalam kategori sangat kuat.Kata Kunci: pulutan; antioksidan; total fenol; DPPH. 
AKTIVITAS ANALGESIK INFUSA DAN DEKOKTA DAUN PULUTAN (Urena lobata) Yudi Purnomo; Andri Tilaqza
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v9i1.586

Abstract

Latar belakang: Pulutan (Urena lobata) merupakan tanaman obat yang digunakan secara tradisional untuk pengobatan radang, infeksi dan rematik. Studi in silico menunjukkan potensi anti inflamasi dan analgetik dengan menghambat siklooksigenase-2 (COX-2) tetapi penelitian secara in vivo belum banyak dilaporkan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi analgesik infusa dan dekokta daun U.lobata pada tikus. Metode: Desain penelitian ini control group post test design menggunakan tikus wistar jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok. Simplisia daun U. lobata dilakukan penyarian dengan metode infudasi dan dekoktasi. Dosis infusa dan dekokta U. lobata yang digunakan masing-masing 250, 500 dan 1000 mg/kg BB. Pengujian aktivitas analgesik menggunakan analgesimeter beban geser selama 4 jam. Data dianalisa menggunakan one way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji LSD (p<0.05). Hasil: Pemberian infusa U. lobata 250, 500 dan 1000 mg/kg BB meningkatkan Area Under Curve (AUC) ambang nyeri berturut-turut sekitar 8 %, 10 % dan 12 % dibandingkan kelompok kontrol (p<0.05), sementara bentuk dekokta meningkatkan kurang lebih 1 %, 3 % dan 3 % (p> 0.05). Simpulan: Infusa daun U. lobata memiliki aktifitas analgesik lebih kuat dibandingkan dekokta U.lobata
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PEMAHAMAN MAHASISWA TERHADAP HERBAL UNTUK GANGGUAN KARDIOVASKULA Yudi Purnomo; Nour Athiroh Abdoes Sjakoer; Erna Sulistyowati; Majida Ramadhan; Anita Puspa Widiyana; Husain Latuconsina
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2022
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kejadian penyakit kardiovaskular cukup tinggi dan menjadi penyebab utama kematian di beberapa negara. Negara kita memiliki sumber kekayaan alam yang melimpah tapi belum dieksplorasi secara optimal. Secara empiris, herbal telah digunakan untuk mengatasi penyakit kardiovaskular. Akan tetapi jumlah riset dan publikasinya masih terbatas, sehingga mempengaruhi tingkat pengetahuan dan pemahaman mahasiswa tentang herbal untuk penyakit kardiovaskular. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa tentang herbal untuk penyakit kardiovaskular. Kegiatan in diikuti oleh mahasiswa dari Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia. Sebelum dan sesudah pembelajaran materi herbal untuk penyakit kardiovaskular, tingkat pengetahuan dan pemahaman diukur menggunakan soal pre dan post-test . Hasil test dianalisa secara statistic menggunakan uji T-test berpasangan dengan tingkat kepercayaan 95 %. Hasil kegiatan ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman partisipan sekitar 50 % tentang herbal untuk penyakit kardiovaskular. Sementara terdapat penurunan pengetahuan partisipan kurang lebih 30 % dan 20 % tidak mengalami perubahan setelah kegiatan. Kegiatan pembelajaran daring adalah salah satu cara meningkatan pengetahuan herbal untuk kardiovaskular.
DISEMINASI RAMUAN KOMBINASI BENALU TEH DAN BENALU MANGGA SEBAGAI ANTIHIPERTENSI DI GRIYA JAMU KOTA BATU Nour Athiroh Abdoes Sjakoer; Erna Sulistyowati; Yudi Purnomo; Majida Ramadhan; Anita Puspa Widiyana; Husain Latucosina
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2022
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ramuan kombinasi benalu teh-benalu mangga merupakan produk yang dapat mengurangi resiko hipertensi. Diseminasi kombinasi benalu teh-benalu mangga yang diikuti oleh peserta bertujuan menyelesaikan permasalahan mitra meliputi pemahaman terhadap hipertensi, pemeriksaaan terhadap tekanan darah, asam urat, dan kolestrol, serta penilaian diseminasi ramuan kombinasi benalu teh-benalu mangga. Metode yang dilakukan meliputi diseminasi dan sosialisasi program PkM, pelatihan dan praktik langsung pembuatan ramuan kombinasi benalu teh-benalu mangga, pembentukan kelompok, melaksanakan FGD, seminar hasil PkM, monitoring dan evaluasi internal dan eksternal, evaluasi PkM, laporan program PkM, Publikasi, pendampingan dan rencana tindak lanjut. Penilaian beberapa aspek dianalisis melalui uji t berpasangan. Hasil penilaian tingkat pemahaman responden terhadap hipertensi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah dilakukan sosialisasi khususnya tentang ciri-ciri penderita, pola makan sehat penderita hipertensi, dan pencegahan hipertensi. Pemeriksaaan tekanan darah, asam urat dan kolestrol menunjukkan hasil yang cenderung tinggi. penilaian pengetahuan terhadap ramuan kombinasi benalu teh-benalu mangga juga meningkat secara signifikan. Beberapa faktor penting menjadi pendukung peningkatan pengetahuan tentang hipertensi dan herbal benalu teh-benalu mangga, serta hasil pemeriksaan kesehatan.
In Silico Study of Pulutan (Urena lobata) Leaf Extract as Anti Inflammation and their ADME Prediction Doti Wahyuningsih; Yudi Purnomo; Andri Tilaqza
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 6 No. 1 (2022): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v6i1.323

Abstract

Inflammation is the basic for the pathogenesis of several diseases both of degenerative and non-degenerative disease. Urena lobata is a medicinal plant that can be found in Indonesia and has been used traditionally to cure influenza, inflammation and fever. However, there have been few reports about their anti-inflammatory activity and their mechanism action are still unclear. The aim of study to evaluate the anti-inflammatory activities of active substances from U.lobata leaf and their pharmacokinetic property through in silico study. lobata leaf was extracted by digeration methods using ethanol solvent. Therefore, the active substances in the extract was analyzed by Liquid Chromatography-Mass Spectra (LC-MS). Pharmacokinetic property and physicochemical of active compounds were evaluated using pkCSM online tool. Anti-inflammatory activity of U. lobata active compound on phospholipase-A2 (PLA-2), cyclooxygenase-2 (COX-2) and lipoxygenase-5 (LOX-5) were evaluated by in silico study. Ethanolic extract of U. lobata contained five active compound, there are stigmasterol, ?-sitosterol mangiferin, gossypetin and chrysoeriol. Molecular docking study indicated stigmasterol and ?-sitosterol of U. lobata have a strong activity as anti-inflammatory based on the estimation of inhibition constant (Ki) value against PLA2 and COX-2. Meanwhile, mangiferin and gossypetin have a stronger anti-inflammatory effect on LOX-5 among others compound. U. lobata has anti-inflammatory activity through inhibition on COX-2 greater than on PLA2 and LOX-5.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PENGGUNAAN BAHAN ADITIF PEMANIS PADA MINUMAN KUNYIT ASAM DI SMA AR-ROHMAH MALANG Purnomo, Yudi; Wahyu Fatmadewi, Ardyaneta; Cahyaningtias, Rima; Rahma Refanana, Salsabila; Mariska, Yunia
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM), Vol 6 No 1 (Maret 2025)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v6i1.2784

Abstract

This community service aims to educate on the use of  food additives, especially natural sweeteners in health drinks. This activity was carried out at SMA Ar - Rohmah Putra Malang, involving 31 students. The activity start the delivering of material, demonstration and followed by the practice of making sour turmeric health drinks. The beverages using natural sweetener with two methods. Evaluation was carried out by analyzing the level of knowledge of participants from the pretest and posttest questionnaires. The result showed an increase in student knowledge, about 23 %. The post test score in good category increase 2 times fold compared to pre test. The students indicated the participate in the education and practice of making turmeric tamarind health drinks with natural sweeteners.
Edukasi bahan tambahan pangan dan penerapannya dalam minuman fungsional pada santri putri Purnomo, Yudi; Ashibna, Sabrina Faradiba; Az-Zahro, Sayyidah Nafisah
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i1.23285

Abstract

Bahan tambahan pangan (BTP) adalah suatu bahan dalam makanan atau minuman yang sengaja ditambahkan untuk mempengaruhi dan menambah cita rasa, tekstur, warna, dan tampilan suatu produk makanan. Banyak pihak menyalahgunakan bahan kimia berbahaya sebagai Bahan Tambahan Pangan (BTP) untuk meraup keuntungan besar tetapi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Berdasarkan kondisi tersebut maka perlu dilakukan penyuluhan mengenai BTP yang diizinkan serta penerapannya kepada santri khususnya kategori pewarna. Metode pengumpulan data diawali dengan kegiatan pemberian materi dan demonstrasi dilanjutkan dengan praktik pembuatan minuman fungsional dengan pewarna bunga telang. Evaluasi kegiatan dilaksanakan berdasarkan nilai pre-test dan post-test dari jawaban kuesioner untuk mengetahui tingkat pemahaman santri tentang BTP. Hasil pre-test dan post-test dianalisa menggunakan uji t berpasangan dengan signifikasi (p<0.05). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan santri terhadap BTP sebesar 17 % berdasarkan nilai post-test dan nilai pre-test. Nilai kategori baik dan cukup pada post-test mengalami peningkatan dibandingkan nilai pre-test. Hasil kegiatan ini menunjukkan antusiasme peserta dalam mengikuti edukasi dan praktik pembuatan minuman fungsional. Kegiatan edukasi meningkatkan tingkat pengetahuan santri tentang BTP dan penerapanya pada pembuatan produk minuman fungsional.
Medium Optimization for Recombinant Human Papillomavirus Type 52 L1 Protein Production in Pichia pastoris GS115 Platform on Bioreactor Scale Mustopa, Apon Zaenal; Nur Amani, Febriyanti; Irawan, Herman; Novianti, Ela; Swasthikawati, Sri; Ekawati, Nurlaili; Nurfatwa, Maritsa; Joko Wahyono, Daniel; Juanssilfero, Ario Betha; Mamangkey, Jendri; Purnomo, Yudi; Hertati, Ai; Wijaya, Hans; Dewi, Kartika Sari; Ningrum, Ratih Asmana
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 32 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.32.5.1283-1294

Abstract

Human papillomavirus (HPV) stands as the primary etiological agent in the development of invasive cervical cancer worldwide. The L1 protein is a pivotal constituent of prophylactic HPV vaccines. Notably, HPV type 52 is one of the most prevalent genotypes found in squamous cell carcinoma cases in Indonesia. This research endeavor aims to enhance the productivity of recombinant HPV-52 L1 protein by optimizing the culture conditions of P. pastoris GS115 cells. In this study, we conducted trials employing 17 different media variants to optimize the expression of recombinant HPV-52 L1 protein. The results from small-scale experiments revealed three media, namely SYN6.10, BMMY, and SYN6.1, which exhibited promising yields of recombinant HPV-52 L1 protein as assessed through ELISA or immunoassay analysis. We succeeded in refining the SYN6.10 derivative, denoted as SYN6.10b, specifically designed for use in 1-L and 5-L bioreactors. This achievement was realized by adjusting Trace Element Solution (TES) and Vitamin Solution (VS) concentrations and implementing a methanol fed-batch phase with the addition of 0.3% methanol after 24 and 48 hours of fermentation in the P. pastoris medium. Further visualizations through SDS-PAGE and western blot analysis confirmed the protein after 72 hours of fermentation in a 1-L bioreactor using the SYN6.10b medium. In conclusion, the SYN6.10b medium required a 72 hours fermentation period to successfully express recombinant HPV-52 L1 protein in the P. pastoris platform.
Edukasi jamu dan ramuan herbal dan untuk mencegah COVID-19 pada kader penggerak PKK Kota Batu Sulistyowati, Erna; Purnomo, Yudi; Latuconsina, Husain; Ramadhan, Majida; Widiyana, Anita Puspa; Hidayatullah, Muhammad Fahmi; AS, Nour Athiroh
Journal of Dedicators Community Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdc.v6i3.2853

Abstract

Pandemi Coronavirus disease atau yang biasa disebut COVID-19 menimbulkan dampak di berbagai sektor kehidupan masyarakat. Perlu upaya serius untuk meningkatkan ketahanan tubuh dengan memanfaatkan ramuan herbal yang banyak kita jumpai di kebun tanaman obat keluarga. Program edukasi kader penggerak PKK tentang ramuan herbal pencegahan COVID-19 ini dilaksanakan di Kota Batu propinsi Jawa Timur. Penyampaian program melalui ceramah, pelatihan dan FGD UMKM Griya Jamu Siti Ara Kota Batu pada Desember 2021. Edukasi interaktif dengan memberikan materi berupa ceramah tentang khasiat jamu/herbal dan pelatihan keterampilan meracik jamu/herbal.  Analisis uji korelasi Kendall’s tau-b menunjukkan adanya hubungan karakteristik sosioekonomi dan pendidikan dengan persepsi COVID-19. Uji korelasi Pearson menunjukkan tidak terdapat hubungan paparan COVID-19 dengan persepsi peserta engan COVID-19. Danlagi, uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan karakteristik sosioekonomi dan pendidikan peserta dengan perilaku konsumsi jamu atau herbal. Sejumlah 35 peserta terlibat aktif selama kegiatan. Domisili mereka meliputi seluruh wilayah Kota Batu, Malang Jawa Timur. Dapat disimpulkan bahwa program edukasi ramuan herbal pada penggerak kader PKK mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam pemanfaatan jamu/herbal untuk mencegah COVID-19 kepada seluruh lapisan masyarakat.
The Combination Effect of Ceftriaxone and Chloramphenicol on Staphylococcus aureus Isolate of Diabetic Gangrene: Efek Kombinasi Seftriakson dan Kloramfenikol pada Staphylococcus aureus Isolat dari Gangren Diabetik Purnomo, Yudi; Chandra, Pasha; Triliana, Rahma
Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal) Vol. 8 No. 1 (2022): (March 2022)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j24428744.2022.v8.i1.15819

Abstract

Background: Diabetic gangrene is a complication of Diabetes mellitus caused by Staphylococcus aureus. The combination of Ceftriaxone and Chloramphenicol is often used to cure gangrene infection, even though, they produce antagonist interaction based on theory. Objectives: To evaluate the potency of Ceftriaxone, Chloramphenicol and its combination on Staphylococcus aureus isolate of Diabetic gangrene. Material and Methods: The research was done by using disc diffusion methods with Muller Hinton media. Ceftriaxone, Chloramphenicol and its combination dose of 7,5 µg/ml, 15 µg/ml and 30 µg/ml, respectively were tested on Staphylococcus aureus culture taken form the diabetic gangrene patients. Antibacterial effect was observed by measuring inhibition zone on bacteria culture. Type of interaction was analyzed by Ameri-Ziaei Double Antibiotic Synergism Test (AZDAST) method. The results of study were tested statistically with One Way ANOVA (p=0.05) followed by Least Significant Difference (LSD) test. Results: The combination of Ceftriaxone and Chloramphenicol showed an antibacterial effect lower than Ceftriaxone. ß-lactam antibiotic like Ceftriaxone require the cell be growing and dividing in order to have a bactericidal action. Meanwhile, Chloramphenicol causes a slow growth of Staphylococcus aureus and impairs bactericidal effect of Ceftriaxone if they are combined. Conclusions: Ceftriaxone and Chloramphenicol combination has lower antibacterial effect than the single antibiotic groups on Staphylococcus aureus isolate of Gangrene diabetic and the type of interaction is antagonistic.