Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Antagonisme Jamur Patogen Fusarium solani Penyebab Penyakit Layu pada Tanaman Cabai dengan Menggunakan Beauveria bassiana Secara In Vitro Nurul Halwiyah; Rejeki Siti fe; Budi Raharjo; Susiana Purwantisari
Jurnal Akademika Biologi Vol. 8 No. 2 Juli 2019
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.061 KB)

Abstract

Beauveria bassiana merupakan jamur patogen serangga yang bersifat menguntungkan karena mempunyai sifat antagonis terhadap jamur patogen Fusarium solani penyebab penyakit layu pada tanaman. Mekanisme pengendalian dengan penggunaan jamur B. bassiana berpotensi mampu menghambat pertumbuhan patogen tanaman, hal ini menjadi keunggulan tersendiri bagi jamur Beauveria bassiana sebagai agen pengendali hayati. Pemanfaatan Beauveria bassiana sebagai agen pengendali hayati terhadap jamur patogen Fusarium solani merupakan salah satu alternatif penting untuk mengendalikan jamur patogen tersebut tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan daya hambat dan mekanisme jamur B. bassiana terhadap jamur F. solani secara in vitro dengan uji antagonisme. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik yang dilakukan dengan 3 perlakuan. Perlakuan I yaitu kontrol positif (nistatin), perlakuan II yaitu B. bassiana, dan perlakuan III adalah kontrol negatif (akuades steril). Masing-masing perlakuan dilakukan dengan 3 kali ulangan. Pengukuran daya hambat (%) dan laju pertumbuhan koloni jamur (cm) dilakukan selama tujuh hari. Data pengukuran tersebut dianalisis melalui uji ANOVA. Uji antagonisme secara in vitro menunjukkan bahwa B. bassiana mempunyai kemampuan dalam menghambat pertumbuhan jamur patogen F. solani dengan nilai persentase daya hambat 29,19 % melalui mekanisme antagonisme yaitu antibiosis.
Deteksi Escherichia coli dalam Sampel Obat Tradisional Jenis Jamu Bubuk di Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang Theresia Damayanti; Susiana Purwantisari
Jurnal Akademika Biologi Vol. 9 No. 2 Juli 2020
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.149 KB)

Abstract

Obat tradisional adalah obat yang seringkali dikonsumsi oleh masyarakat karena, murah, dan dipercaya secara turun-temurun sebagai alternatif menyembuhkan berbagai penyakit. Peraturan Menteri Nomor 661/Menkes/SK/VII/2008 tentang persyaratan obat tradisional menyatakan bahwa obat tradisional harus bebas dari mikroba patogen, salah satunya adalah Escherichia coli. Escherichia coli adalah bakteri flora normal pada usus manusia. Escherichia coli dapat bersifat patogen apabila hidup diluar usus manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan Escherichia coli pada sampel obat tradisional jenis jamu bubuk koleksi BBPOM Semarang. Metode yang dilakukan untuk penelitian ini adalah metode Analisa PPOMN Tahun 2016 di Laboratorium Mikrobiologi Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Semarang (BBPOM Semarang). Hasil Penelitian pada sampel obat tradisional jenis jamu bubuk yang diperoleh dari BBPOM Semarang menunjukkan hasil negatif. Hal ini diketahui dengan tidak adanya perubahan warna pada medium MCA (Mac Conkey Agar) dari merah bata menjadi merah muda.
Uji Bakteriologis Air Kemasan dengan Metode Most Probable Number (MPN) pada Sistem Quanti-Tray di PDAM Tirta Gemilang, Kabupaten Magelang Sofatun Misrofah; Susiana Purwantisari
Jurnal Akademika Biologi Vol. 10 No. 1 Januari 2021
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.102 KB)

Abstract

Air merupakan senyawa yang sangat penting bagi kehidupan baik manusia, hewan, tumbuhan maupun mikroorganisme. Air minum dalam kemasan adalah air minum yang telah diproses, dikemas dan diminum langsung tanpa dimasak. Oleh sebab itu, perusahaan air minum selalu memeriksa kualitas produknya sebelum didistribusikan pada masyarakat dan sesuai dengan persyaratan kualitas air minum. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk untuk mengetahui kualitas air minum kemasan yang di produksi oleh PDAM Tirta Gemilang Kabupaten Magelang berdasarkan uji bakteriologis menggunakan sistem Quanti-Tray dan didukung dengan uji fisik serta uji kimia. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan lima sampel yaitu air baku, air proses, air kemasan cup, air kemasan botol, dan air kemasan galon. Sampel air di uji secara bakteriologis menggunakan sistem Quanty-Tray yang didukung uji fisik dan uji kimia. Hasil penelitian menunjukkan hanya air kemasan cup yang memenuhi standar yang direkomendasikan Menteri Kesehatan sebagai air minum. Sementara itu, air kemasan botol dan air kemasan galon tidak memenuhi kriteria sebagai air minum karena terdapat bakteri Coliform.
Kemampuan Antagonisme Pseudomonas sp. dan Penicillium sp. Terhadap Cercospora nicotianae In Vitro Muhammad Bismar Iskandar putra; Susiana Purwantisari
Jurnal Akademika Biologi Vol. 7 No.3 Juli 2018
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.087 KB)

Abstract

Antagonisme merupakan mekanisme suatu mikroorganisme dalam melakukan penghambatan terhadap organisme lainnya. Mekanisme penghambatan ini dapat dilakukan dengan adanya produksi senyawa antibiotik untuk menghambat pertumbuhan organisme lainnya. Pada penelitian ini, pengujian kemampuan antagonisme memanfaatkan Pseudomonas sp. dan Penicillium sp. yang diujikan pada jamur patogen Cercospora nicotianae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan antagonisme dari Pseudomonas sp. dan Penicillium sp. dalam mekanisme penghambatannya terhadap jamur patik Cercospora nicotianae. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu pengamatan mikroskopis bentuk morfologi hasil isolasi Cercospora nicotianae, pengamatan mikroskopis bentuk morfologi hasil isolasi Penicillium sp., inokulasi bakteri Pseudomonas sp., dan pengujian antagonisme Pseudomonas sp., Penicillium sp. terhadap Cercospora nicotianae. Hasil pengamatan secara mikroskopis pada isolasi Cercospora nicotianae memiliki morfologi konidia bersekat dan tidak berwarna, konidiofor meruncing pada bagian ujungnya. Pengamatan mikroskopis pada isolasi Penicillium sp. menunjukkan kenampakan mikroskopis seperti sapu, terdapat konidia, phialid, dan konidiofor, konidiumnya berbentuk rantai. Berdasarkan hasil penelitian ini, pertumbuhan miselium Cercospora nicotianae mulai terlihat pada masa inkubasi hari ke-3, sedangkan pada Penicillium sp. optimal pertumbuhannya terlihat pada masa inkubasi hari ke-7. Hasil pengujian antagonisme Pseudomonas sp. dan Penicillium sp. setelah diinkubasikan selama 4 hari pada media yang berisi jamur patogen Cercospora nicotianae menunjukkan pada Pseudomonas 1, persentase daya hambatnya 43,4% dan pada Pseudomonas 2, persentase daya hambatnya 43,4%. Pengujian pada Penicillium sp. 1 menunjukkan persentase daya hambat sebesar 58,6% dan Penicillium sp. 2 persentase daya hambatnya 60,8%. Hal ini menunjukkan bahwa Penicillium sp. memiliki kemampuan antagonisme yang lebih kuat dibandingkan Pseudomonas sp.    
Uji Bakteriologis Air Sambungan Rumah dengan Metode Most Probable Number (MPN) Quanti-Tray di PDAM Kabupaten Magelang Harwika Ria Rizky Agista; Susiana Purwantisari
Jurnal Akademika Biologi Vol. 9 No. 1 Januari 2020
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.955 KB)

Abstract

Air merupakan kebutuhan penting bagi manusia. Air berasal dari alam yang harus melalui tahapan pengolahan hingga air layak dikonsumsi oleh masyarakat. Syarat air layak konsumsi secara bakteriologis adalah dengan ada tidaknya bakteri Coliform dan E. coli dalam air. Air layak konsumsi didistribusikan oleh PDAM dengan sistem perpipaan atau sambungan rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air Sambungan Rumah yang didistribusikan oleh PDAM Kabupaten Magelang melalui uji bakteriologis. Metode penelitian yang digunakan adalah secara eksperimental melalui pengujian bakteri Coliform dan E. coli menggunakan metode Most Probable Number (MPN) Quanti-Tray dengan sampel air Sambungan Rumah pada 5 daerah. Hasil penelitian diperoleh nilai MPN air Sambungan Rumah pada daerah A dan B belum memenuhi syarat air bersih yang siap digunakan masyarakat karena masih terdapat Coliform dan E. coli pada air Sambungan Rumah tersebut, sedangkan pada air Sambungan Rumah daerah C, D, dan E sudah memenuhi syarat air bersih secara bakteriolgis karena tidak terdapat bakteri Coliform dan E. coli dalam air Sambungan Rumah
Peningkatan Pertumbuhan dan Hasil Panen Kentang Oleh Aplikasi Biofungisida Tricho Powder Produk Lokal Temanggung Susiana Purwantisari; Sarjana Parman; Harum Sitepu
Jurnal Akademika Biologi Vol. 7 No. 4 Oktober 2018
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.968 KB)

Abstract

Penyakit hawar daun oleh jamur patogen Phytophthora infestans merupakan penyakit utamapada tanaman kentang yang dapat menurunkan produksi hingga 100%. Penggunaan agensia hayati Trichoderma spp. sebagai penginduksi ketahanan tanaman budidaya terhadap serangan patogen penyebab penyakit tanaman telah lama terbukti sebagai metode yang sangat efektif dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi penggunaan biofungisida Tricho powder berbahan aktif jamur antagonis Trichoderma harzianum produk petani lokal untuk menginduksi ketahanan tanaman kentang sehingga mampu meningkatkan hasil panennya. Metode penelitian menggunakan penelitian eksperimental dengan pola penelitian rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan. Penelitian dilakukan di lahan demplot pertanaman tanaman kentang di Desa Kledung Temanggung dengan ketinggian 1350 meter di atas permukaan laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi biofungisida Tricho powder dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen tanaman kentang.
Uji Potensi Ekstrak Daun Suren dalam Menghambat Pertumbuhan Jamur Colletotrichum Capcisi secara In Vitro Fiva Andriyani; Susiana Purwantisari
Jurnal Akademika Biologi Vol. 8 No. 1 Januari 2019
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.807 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun suren terhadap penghambatan pertumbuhan jamur patogen Colletotrichum capsici. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit Tanaman (PHP) Kedu Temanggung dan Laboratorium Terpadu Universitas Diponegoro, Semarang. Ekstrak daun suren dengan konsentrasi 0%, 10%, 20%, dan 30% diujikan terhadap pertumbuhan jamur C.capsici secara in vitro. Pengamatan penghambatan pertumbuhan jamur C.capsici dilakukan pada hari ke-5, ke-10, dan ke-15 setelah inokulasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan setiap perlakuan masing-masing dilakukan tiga pengulangan. Data yang diperoleh ke dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun suren mampu menghambat pertumbuhan jamur C.capsici. Ekstrak daun suren dengan konsentrasi 30% menunjukkan penghambatan tertinggi dibandingkan dengan konsentrasi yang lain terhadap pertumbuhan jamur C. capsici. 
AKTIVITAS NOKTURNAL Aedes spp.VEKTOR DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA SEMARANG Retno Hestiningsih; Govinda Restu Syahputra; Martini Martini; Sri Yuliawati; M. Arie Wuryanto; Sutra Diyana; Susiana Purwantisari
Vektora : Jurnal Vektor dan Reservoir Penyakit Vol 13 No 1 (2021): Vektora : Jurnal Vektor dan Reservoir Penyakit
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/vk.v13i1.3916

Abstract

Sendangmulyo Village is one of the DHF (Dengue Hemorrhagic Fever) endemic areas in Semarang City. Previous studies reported that Aedes spp. active biting at night (nocturnal biting activity) in some areas in Indonesia. This indicates that changes in the blood-sucking behavior of Aedes spp mosquitoes can have an impact on dengue transmission. This research is a descriptive study with a cross-sectional study design. The study was conducted in 64 houses. The mosquito field collection was carried out using the resting mosquito collection method at 18.00-06.00 WIB. Observations of environmental parameters were also carried out to determine the temperature and humidity of the environment around the breeding grounds of Aedes spp. The results showed that there was a change in Aedes spp's blood-sucking activity from 16.00-17.00 WIB to 18.00-20.00 WIB. The distribution of Aedes albopictus in Sendangmulyo Village was 18% of the total Aedes spp. mosquitoes collected with a Resting Rate (RR) value of 0.98%. The average temperature and humidity in the area were 28.6 °C and 77.2%, respectively. This change in blood-sucking activity in Aedes spp has the potential to increase the risk of spreading DHF in Sendangmulyo Village. Dengue Hemorrhagic Fever vector control efforts need to be improved. Abstrak Kelurahan Sendangmulyo merupakan salah satu daerah endemis DBD (Demam Berdarah Dengue) di Kota Semarang. Studi-studi sebelumnya melaporkan bahwa Aedes spp. aktif menggigit pada malam hari (aktivitas menggigit nokturnal) di beberapa daerah di Indonesia. Hal ini mengindikasikan adanya perubahan perilaku menghisap darah nyamuk Aedes spp. dapat berdampak pada penularan dengue. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain studi cross sectional. Penelitian dilakukan pada 64 rumah. Koleksi lapangan nyamuk dilakukan dengan metode koleksi nyamuk istirahat pada pukul 18.00-06.00 WIB. Pengamatan parameter lingkungan juga dilakukan untuk mengetahui suhu dan kelembaban lingkungan disekitar tempat perkembangbiakan Aedes spp. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan aktivitas menghisap darah Aedes spp dari pukul 16.00-17.00 WIB menjadi pukul 18.00-20.00 WIB. Sebaran Aedes albopictus di Kelurahan Sendangmulyo adalah 18% dari total nyamuk Aedes spp yang terkoleksi dengan nilai Resting Rate (RR) sebesar 0,98%. Rata-rata suhu dan kelembaban di daerah tersebut masing-masing adalah 28,6 °C dan 77,2%. Perubahan aktivitas menghisap darah pada Aedes spp ini berpotensi meningkatkan risiko penyebaran DBD di Kelurahan Sendangmulyo. Upaya pengendalian vektor DBD perlu ditingkatkan.
Produksi Serbuk Jamu Instan dengan Alat Kristalisasi di UMKM Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang Susiana Purwantisari; Siti Nur Jannah; Dwi Handayani; Muhammad Endy Yulianto; Anindya Ardiansari
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 12, No 3 (2021): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v12i3.7070

Abstract

Serbuk jamu merupakan obat tradisional berbentuk serbuk berisi seluruh bahan tanaman yang menjadi penyusun jamu tersebut yang disediakan dan digunakan secara tradisional. Terdapat 2 buah UMKM yaitu UMKM “Tiga Dara” dan UMKM “Berliana” yang produktif secara ekonomis dengan memproduksi berupa serbuk jamu sebagai minuman kesehatan. Serbuk jamu instan yang diproduksi oleh UMKM Tiga Dara dan UMKM Berliana meliputi serbuk instan jahe, kunyit, temulawak, mahkota dewa, kencur, kunir putih, kunir asem, dll. Selama ini proses produksi serbuk jamu instan, dilakukan secara manual dan konvensional sehingga membutuhkan banyak tenaga  serta hasil produksinya terbatas. Oleh karenanya perlu adanya mekanisasi khususnya pada pengkristalan serbuk jamu instan tersebut. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas produksi serbuk jamu instan yang tergabung dalam UMKM ”Tiga Dara” dan UMKM ”Berliana” melalui produksi serbuk jamu instan menggunakan alat kristalisasi. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan program adalah pelatihan produksi serbuk jamu instan dengan alat kristalisasi, membuat standar operasional proses (SOP) produksi , membuat SOP sanitasi dan hygiene produksi serbuk jamu instan serta SOP keselamatan dan kesehatan kerja. Hasil dari kegiatan ini adalah tercapainya keterampilan kedua UMKM dalam mengelola empon-empon menjadi produk serbuk jamu instan, higienis yang sesuai persyaratan BPOM dan telah mempunyai SOP produksi serbuk jamu instan dengan alat kristalisasi, SOP sanitasi dan hygiene produksi serbuk jamu instan serta SOP keselamatan dan kesehatan kerja.
Viabilitas dan jumlah produk mikoriza Kelompok Tani Ngudi Makmur di Desa Kataan Kecamatan Ngadirejo Temanggung Ahmad Arfi Setiadi; Susiana Purwantisari
Jurnal Biologi Tropika Vol. 2, No. 2, Tahun 2019
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.702 KB) | DOI: 10.14710/jbt.2.2.80-84

Abstract

Mycorrhiza is microbes that provide positive benefits for plants. The purpose of this study was to determine the cell number and viability of mycorrhizae product of Ngudi Makmur Temanggung Farmer Group. The study was conducted from April to May 2018. The parameters of this study were viability and number of mycorrhiza cells in vitro at PDA medium. The method used inthis research is a direct calculation method for Petri dish containing media PDA then incubated for 0,4,8 and 12 days later. The calculation of mycorrhiza using the method indirectly grown on PDA media then calculated with the formula MPN. The microbial viability was calculated by comparing the number of microbes on the x-day incubation with the initial amount of incubation. The results showed that the highest number of colonies on mycorrhiza on the first day of 94 colonies / g and the number decreased constantly with increasing days so that at the last observation the number was 63 colonies / g. The viability of mycorrhiza tended to decrease with increasing incubation time. The viability of mycorrhiza tends to decrease with increasingincubation time.
Co-Authors Achmadi Priyatmojo Agus Evendi, Agus Ahmad Arfi Setiadi Ahmad Hanafi Ahmad Thontowi Akbar, Muhammad Falih Amal, Daffa Ikhlasul Amatullah, Lutfiana Hary Ana Bila Nadia Anindya Ardiansari Annisa Dhea Lathifa Anto Budiharjo Arfieta, Frisca Arina Tri Lunggani Astriana, Novi Atik Mawarni Azizah, Hana Fitria Bodhicitta Wardaja Budi Raharjo Budi Raharjo Budi Setiyana Budi Setiyana Budihardjo, Kadarwati Chatarina Umbul Wahyuni Choiriyah, Miftahul Dafip, Muchamad Dewi Fajar Kharisma Dion, Romario Dwi Handayani Dwi Handayani Eflita Yohana Elvi Yetti, Elvi Fikri, Dzakiyya Nabilla Fiva Andriyani Govinda Restu Syahputra Hapzi Ali Harum Sitepu Harwika Ria Rizky Agista Hermawan Dwi Ariyanto Hermawan Dwi Ariyanto Herry Wirianata Husna, Faza Laili Ilyas Teguh Pangestu Indriana Putri Inggrit Amedia, Inggrit Jaya, Myra Ivana Yulia Kadarwati Budiharjo Karnoto, K Khanifah, Neni Nur Lintang Dian Saraswati M. Arie Wuryanto Mahardhika, Wahyu Aji Martini Martini MG Isworo Rukmi Mohamad Endy Y Yulianto Mufida, Naimatul Muhammad Bismar Iskandar putra Naufal, Mochammad Fa’iq Qoys Noviyanti, Nita Nurbayani, Farah Arhusy Nurul Halwiyah Pangestu, Ilyas Teguh Purwoko, Agus Puspitasari, Elsye Giovanny Rahmadita, Tika Ramadhan, Akhmad Andika Rasyid, Rido Baharudin Ar Rejeki Siti fe Rejeki Siti Ferniah Retno Hestiningsih RETNO PENI SANCAYANINGSIH Retno Peni Sancayaningsih Rina Sri Kasiamdari Ririh Citra Kumalasari, Ririh Citra Risnanda, Meizulfa Ayu Rizka Amalia Rizky Wahyu Saputro Safina, Marista Fikri Irsya Sari, Dyah Maharani Sisya Puspita Sari, Rachel Dewita Sarjana Parman Septa Primananda Sitepu, Harum Siti Nur Jannah Siti Nur Jannah Sofatun Misrofah Sri Pujiyanto Sri Yuliawati Sri Yuliawati Sri Yuliawati Sukarman Sukarman Supriyadi Supriyadi Sutra Diyana Tanjung, Puspasari Noerwan Tanjung, Puspasari Noerwan Tatik Handayani, Tatik Theresia Damayanti Tuti Yuniatun, Tuti Wardana, Tegar Pratama Kayong Wibisono, Shafa’ Khairunnisa Wijanarka Wijanarka Wulandari, Sukma Aulia YOPI YOPI Yudanto, Yusuf Arya