Lindung Tri Puspasari
Departemen Hama Dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Published : 30 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pemanfaatan Babadotan Sebagai Sumber Pestisida Nabati Yang Berpotensi Untuk Mengendalikan Hama dan Penyakit pada Tanaman Padi Di Desa Cileungsir dan Cisontrol Meliansyah, Rika; Kurniawan, Wawan; Hartati, Sri; Puspasari, Lindung Tri
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 1, No 1 (2023): November
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v1i1.51047

Abstract

Pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan pestisida nabati merupakan salah satu alternatif pengendalian hama dan penyebab penyakit tanaman yang ramah lingkungan. Babadotan yang memiliki nama ilmiah Ageratum conyzoides adalah salah satu tumbuhan yang banyak ditemukan di desa Cileungsir dan Cisontrol, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis. Babadotan memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan pestisida nabati. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dalam bentuk pelatihan pemanfaatan babadotan sebagai sumber pestisida nabati telah dilaksanakan di desa Cileungsir dan Cisontrol, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengenalan, pemahaman, pengetahuan dan keterampilan tentang gulma babadotan yang berpotensi sebagai sumber pestisida nabati yang dapat dimanfaatkan petani secara sederhana dalam budidaya tanaman untuk mengurangi penggunaan pestisida sintetik. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah pendekatan partisipasif berupa penyuluhan mengenai jenis hama dan penyakit pada padi, dampak penggunaan pestisida sintetik secara tidak bijaksana, pemanfaatan babadotan sebagai pestisida nabati serta mempraktekkan pembuatan pestisida nabati berbahan dasar babadotan. Peserta yang mengikuti kegiatan terdiri dari petani, tokoh masyarakat dan aparat desa. Kesimpulan hasil PKM ini adalah kegiatan pengabdian kepada Masyarakat telah dilaksanakan di Desa Cileungsir dan Cisontrol dengan peserta masing-masing desa sebanyak 50 orang yang terdiri dari petani, tokoh masyarakat dan aparat desa melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan serta evalusi. Hasil evalusi proses, respon peserta cukup baik dalam mengikuti  kegiatan, materi yang disampaikan dapat dipahami oleh peserta. Pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pemanfaatan gulma babadotan sebagai sumber pestisida nabati yang berpotensi untuk mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman padi dengan nilai meningkat dari 2%-60% menjadi 88%-100% di Desa Cileungsir dan 8%-68% menjadi 92%-100%. Peserta pelatihan diharapkan juga dapat menjadi penyampai pengetahuan tentang pemanfaatan gulma babadotan sebagai sumber pestisida nabati kepada anggota komunitas lainnya, sehingga informasi ini dapat menyebar lebih luas.
Pelatihan Pengelolaan Hama Terpadu untuk Petani Di Desa Arjasari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung Sudarjat, Sudarjat; Puspasari, Lindung Tri; Meliansyah, Rika
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 1, No 3 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v1i3.56423

Abstract

Penggunaan pestisida yang kurang bijaksana dalam budidaya pertanian dapat mengakibatkan berbagai dampak negatif seperti terjadinya resistensi dan resurjensi hama, ledakan hama sekunder, terbunuhnya mahluk hidup bukan sasaran dan pencemaran terhadap lingkungan serta gangguan terhadap kesehatan manusia. Salah satu upaya yang dilakukan sebagai alternatif pengendalian yang ramah lingkungan yaitu dengan pengeloaan hama terpadu (PHT). Program Pengabdian pada Masyarakat (PPM)-Integratif dilaksanakan di Desa Arjasari dalam bentuk pelatihan dengan tujuan untuk membantu masyarakat petani meningkatkan pengetahuan petani dalam mengendalikan OPT yang ramah lingkungan melalui penerapan PHT.  Desa Arjasari, Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung merupakan salah satu desa yang sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani dengan pemahaman terkait PHT masih rendah dan bahkan masih banyak petani yang tidak melaksanakan PHT.  Metode yang digunakan dalam kegiatan PPM-Integratif ini adalah metode partisipatif aktif dari peserta dalam mengikuti pelatihan mengenai pengelolaan hama pada tanaman hortikultura dan tanaman pangan lainnya baik deskripsi hama, gejala, pola hidup, kerugian, dan lain-lain serta teknologi penanganan hama secara terpadu. Kegiatan pelatihan  tersebut dipandu oleh dosen dan teknisi dan dibantu oleh mahasiswa.  Program pelatihan PHT untuk petani di Desa Arjasari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, sangat membantu petani dalam hal : 1) Peningkatan pengetahuan petani terhadap Pengendalian Hama Terpadu, 2) Peningkatan  pengetahuan petani terhadap jenis hama dan penyakit tanaman, 3) Peningkatan pengetahuan petani terhadap bahaya lingkungan akibat penggunaan pestisida yang kurang bijaksana, 4) Peningkatan pemahaman petani terhadap cara-cara pengendalian hama penyakit tanaman yang ramah lingkungan, 5) Peningkatan pengetahuan petani akan pentingnya pemanfaatan musuh alami hama sebagai agens pengendali hayati hama dan penyakit tanaman, 6) Peningkatan pemahaman petani akan sistem budidaya pertanian berkelanjutan.
Pengenalan Penyakit pada Tanaman Pisang (Musa paradisiaca) dan Pengendaliannya di Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang Hartati, Sri; Meliansyah, Rika; Puspasari, Lindung Tri; Suminar, Erni
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 1, No 2 (2024): Maret
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v1i2.53869

Abstract

Pisang merupakan salah satu komoditas buah-buahan yang biasa ditanam di pekarangan rumah atau lahan di berbagai lokasi. Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang merupakan salah satu desa yang memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam tanaman buah-buahan salah satunya pisang. Akan tetapi, tanaman pisang yang ditanam di pekarangan warga kurang mendapatkan perawatan yang baik, sehingga produksi tanaman tidak optimal. Tujuan dari kegiatan ini adalah memperkenalkan penyakit-penyakit pada tanaman pisang, penyebab dan pengendaliannya sehingga masyarakat di Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang memiliki pengetahuan dan kerampilan merawat tanaman pisang mereka yang ditanam di pekarangan. Sasaran dari kegiatan ini adalah petani dan kader PKK. Metode yang digunakan meliputi penjajagan, penyuluhan, pendampingan dan evaluasi hasil kegiatan. Penjajagan dilakukan dengan metode survei. Penyuluhan dilakukan dengan memberikan materi pengenalan jenis-jenis penyakit pada tanaman pisang, penyebab penyakit, dan cara pengendaliannya. Kegiatan pendampingan dilakukan pada tahap persiapan bibit tanaman pisang hasil kultur jaringan, pemeliharaan bibit tanaman pisang di polibag, dan pengamatan gejala penyakit pada tanaman pisang. Hasil kegiatan ini adalah meningkatnya wawasan dan pengetahuan peserta. Peserta dapat menerima dan memahami dengan baik materi mengenai pengenalan penyakit, penyebab, dan pengendalian penyakit pada tanaman pisang. Kegiatan ini memotivasi masyarakat untuk menanam dan memelihara tanaman pisang sehingga dapat berproduksi dengan optimal.
Pendampingan Petani dalam Upaya Meningkatkan Strategi Pengelolaan Hama Ramah Lingkungan dengan Menggunakan Pestisida Hayati (Bio-Pestisida) di Desa Sukamukti dan Mekarmukti Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut Puspasari, Lindung Tri; Meliansyah, Rika; Hartati, Sri; Kurniawan, Wawan
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 1, No 1 (2023): November
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v1i1.51075

Abstract

Dalam kegiatan budidaya tanaman di Desa Sukamukti dan Mekarmukti Kecamatan Cilawu kerap kali menghadapi kendala yaitu adanya serangan hama tanaman. Petani umumnya masih mengandalkan penggunaan pestisida sintetis yang harganya lebih mahal dan berdampak negatif bagi manusia seerta mencemari lingkungan. Alternatif lain untuk mengendalikan hama tanaman adalah dengan menggunakan mikroorganisme/pathogen sebagai pestisida hayati (bio-pestisida) yang lebih aman bagi manusia dan lingkungan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat (petani) mengenai pemanfaatan pestisida hayati (bio-pestisida) untuk pengendalian hama tanaman, mempraktekkan cara pembuatan pestisida hayati dan cara aplikasinya di lapangan, serta mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan pestisida kimiawi/sintetis. Dari hasil kegiatan PKM ini, petani dapat mengembangkan dan menerapkan teknologi pengendalian   hama   tanaman dengan memaanfaatkan pestisida hayati (bio-pestisida) untuk pengendalian hama, serta dapat terampil membuat sendiri pestisida hayati dan dapat mengaplikasikannya pada tanaman serta memasyaratkan penggunaan pestisida hayati agar kerusakan lingkungan oleh pestisida kimia sintetis dapat diminimalisasi.
Sosialisasi Penyakit Tanaman Jeruk dan Pengendaliannya di Desa Pasigaran, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang Hartati, Sri; Puspasari, Lindung Tri; Meliansyah, Rika; Sudarjat, Sudarjat
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 2, No 1 (2024): November
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v2i1.59604

Abstract

Desa Pasigaran, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang merupakan salah satu desa yang mayoritas masyarakatnya terlibat dalam sektor pertanian. Masyarakat Desa Pasigaran memanfaatkan lahan pekarangannya untuk menanam berbagai tanaman yang salah satunya adalah tanaman jeruk. Akan tetapi, pada umumnya tanaman yang ditanam di pekarangan warga kurang mendapatkan perawatan yang baik, sehingga tidak berproduksi dengan  baik. Tujuan dari kegiatan ini adalah memperkenalkan penyakit-penyakit pada tanaman jeruk, penyebab dan pengendaliannya sehingga masyarakat di Desa Pasigaran, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam merawat tanaman jeruk mereka dengan baik. Sasaran dari kegiatan ini adalah ibu-ibu dan kader PKK. Metode yang digunakan meliputi penjajagan, penyuluhan, pendampingan dan evaluasi hasil kegiatan. Penjajagan dilakukan dengan metode survei. Penyuluhan dilakukan dengan memberikan materi pengenalan jenis-jenis penyakit pada tanaman jeruk, penyebab penyakit, dan cara pengendaliannya. Kegiatan pendampingan dilakukan terhadap cara pemeliharaan tanaman terutama pengamatan terhadap gejala penyakit pada tanaman jeruk. Hasil kegiatan ini berupa peningkatan wawasan dan pengetahuan peserta. Peserta dapat menerima dan memahami dengan baik materi mengenai pengenalan penyakit, penyebab, dan pengendalian penyakit pada tanaman jeruk. Kegiatan ini telah mendorong masyarakat untuk menanam dan memelihara tanaman jeruk agar dapat berproduksi dengan optimal.
Effect of feed type on biology and nutritional indices of black soldier fly, Hermetia illucens L. (Diptera: Stratiomyidae) Irsyad, Andika Muhammad; Dono, Danar; Puspasari, Lindung Tri
CROPSAVER Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cropsaver.v6i2.49536

Abstract

Hermetia illucens L. (Black Soldier Fly) larvae are used as a source of high protein for animal feed, in cultivation they must produce larvae with fast growth and development in large numbers as well as imago with a high reproductive rate. The success factor from the type of feed given, because it can affect the growth and development of the larvae. The research to find a better type of feed for the growth and development of larvae. The research conducted from March 2022 to February 2023 at the Pesticide and Environmental Toxicology Laboratory, Department of Plant Pests and Diseases, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. The experiment used a completely randomized design with 4 treatments and 5 replications. The treatment used grain bran feed, rice bran with kale, bran with banana stems, and bran with chicken manure compost. The results showed that the type of grain bran feed with chicken manure compost produced better scores on net reproduction rate (2210.85 females/mother/generation), intrinsic rate of increase (46.43%), population doubling (3.6 days), proportion of live individuals (0.84 individuals), number of eggs (528.8 eggs), average weight (6.534 g), consumption rate (0.0112 g/day), relative consumption rate (0.0104 g/day), growth rate (…0,0123 g/day..), relative growth rate (0,0115 g/g/day), digestibility (3.1940%), efficiency conversion of food consumed (2.0033%), and efficiency consumption of digested food (2,2029%)  with increase respectively 4.58 times, 9.63 times, 4.61 times, 2.1 times, 2.27 times, 3.11 times, 2 times, 2.03 times, 1.14 times, 1.16 times, 2.88 times, 1.98 times, and 3.10 times compared to rice bran feed.
Peningkatan Edukasi Ibu-ibu PKK terhadap Penggunaan Pestisida Sintetik dan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) pada Tanaman Jambu Kristal di Desa Cileles, Jatinangor Puspasari, Lindung Tri; Hartati, Sri; Meliansyah, Rika
Agrimasta Vol 3, No 1 (2025): November
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v3i1.67496

Abstract

Jambu kristal merupakan salah satu komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi dan potensial dikembangkan oleh ibu-ibu PKK di Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor. Namun, kendala utama dalam budidayanya adalah adanya serangan hama yang sering dikendalikan secara kimiawi menggunakan pestisida sintetik. Penggunaan pestisida sintetik secara berlebihan dan tidak tepat dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK mengenai penggunaan pestisida sintetik secara bijak dan penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) pada tanaman jambu kristal. Metode yang digunakan yaitu melaui pendekatan participatory learning yang melibatkan ibu-ibu PKK secara aktif dalam proses edukasi melalui diskusi, simulasi, dan evaluasi berbasis pre-test dan post-test dengan 14 responden ibu-ibu PKK menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman ibu-ibu PKK terkait bahaya pestisida, alternatif pengendalian, serta prinsip PHT. Sebelum pelatihan, hanya 42,85% ibu-ibu PKK yang memahami konsep pengendaliam, dan setelah pelatihan meningkat menjadi 71,45%. Demikian pula, pemahaman mengenai pengendalian PHT dan hayati meningkat dari 28,57% menjadi 71,45%. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi intensif melalui pendekatan partisipatif mampu meningkatkan kesadaran ibu-ibu PKK dalam pengelolaan hama tanaman yang berkelanjutan.Kata kunci:  jambu kristal, pestisida, pengendalian hama terpadu, edukasi ibu-ibu PKK, Cileles
Siklus hidup dan parasitisasi parasitoid telur Ooencyrtus erionotae Ferriere (Hymenoptera: Encyrtidae) pada hama penggulung daun pisang Erionota thrax Linnaeus: Life cycle and parasitism of the egg parasitoid Ooencyrtus erionotae Ferriere (Hymenoptera: Encyrtidae) on the banana leaf roller pest Erionota thrax Linnaeus Puspasari, Lindung Tri; Pudjianto; Manuwoto, Syafrida
Jurnal Entomologi Indonesia Vol 22 No 3 (2025): November
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5994/jei.22.3.219

Abstract

Erionota thrax Linnaeus (Lepidoptera: Hesperiidae) is an insect that actively attacks banana plants during the vegetative phase, particularly when new leaves begin to grow. Damage caused by E. thrax infestations can reach up to 63.14%, which falls into the category of severe damage. The use of the egg parasitoid Ooencyrtus erionotae Ferriere (Hymenoptera: Encyrtidae) is one of the methods to reduce the population of E. thrax in the field. This study aimed to examine the potential for parasitoid reproduction through the study of life cycle, demographic parameters, sex ratio, parasitization rate, and adult behavior. The research was conducted at the Laboratory of Parasitoid and Predator Bioecology, Department of Plant Protection, Faculty of Agriculture, IPB University, and at the Cikabayan Experimental Farm. The test insects were reared on host plants for breeding, and their life cycle and development were observed. Tests on the insects included adult longevity, parasitoid reproduction, and parasitism in the field. The data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA), followed by Duncan’s multiple range test. The results showed that the life cycle of O. erionotae is relatively short, ranging from 13 to 15 days. The intrinsic rate of increase (r) for O. erionotae was 0.29 per day. The sex ratio (male:female) of O. erionotae in both laboratory and field conditions was female-biased, at 1:3.56. In the field, the parasitism rate of O. erionotae ranged from 16.5% to 48.67%. Based on its biological characteristics, demographic parameters, and field parasitism rates ranging from 16.5% to 48.67%, O. erionotae shows great potential for use as a biological control agent against the banana leaf roller pest E. thrax.
Peningkatan Ketersediaan Fosfor Tanah dan Tanaman serta Hasil Padi Sawah pada Inceptisols asal Jatinangor Melalui Aplikasi Pembenah Tanah dan Pemupukan Sofyan, Emma Trinurani; Sudirja, Rija; Setiawan, Ade; Puspasari, Lindung Tri; Zahra, Siti Revita
Soilrens Vol 23, No 2 (2025)
Publisher : Dept Ilmu Tanah & Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/soilrens.v23i2.69740

Abstract

Inceptisols is a soil order that usually low in organic matter and nutrient content. This condition resulted to dominantly sub optimal soil that is required to be amended prior cultivation process.Inceptisols properties can be enhanced through the addition of organic matter such as water hyacinthcompost, straw biochar, humic acid, and guano. Besides organic matter, the integration of NPKfertilizer can improve the chemical and physical characteristics of the soil, nutrient availability, andoptimize rice productivity in Inceptisols. This experiment aimed to identify the optimal dosage of soilamendments in combination with N, P, and K fertilizers to maximize phosphorus availability in the soiland plants, as well as rice yields in Inceptisols. This experiment took place from September 2025 toJanuary 2026 at the Soil Chemistry and Plant Nutrition Laboratory Experimental Garden, Faculty ofAgriculture, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang. The experiment used a RandomizedComplete Block Design with six treatments and four replications, that is: control; recommended N, P,K; soil amendment; ½ soil amendment + ¾ dose of N, P, K; 1 soil amendments + ½ dose of N, P, K; 1 ½soil amendment + ¼ dose of N, P, K. One dose of soil amendment used was 8000 kg ha-1, while one doseof N, P, K fertilizer was 350 kg ha-1 Urea, 50 kg ha-1 SP-36, and 50 kg ha-1 KCl. The results of theexperiment showed that the dose of 1 soil amendment + ½ dose of N, P, K yielded a percentage of grainper panicle of up to 94.75% and provided the highest available P and P uptake by plants.
Detection of Spodoptera exigua (Hübner) Larval Infestation on Leeks and Shallots: A Case Study in North Tapanuli and Karo, North Sumatra, Indonesia Siregar, Ameilia Zuliyanti; Suputa, Suputa; Puspasari, Lindung Tri; Majid, Abdul Hafiz Ab.
Journal of Applied Agricultural Science and Technology Vol. 10 No. 1 (2026): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/jaast.v10i1.368

Abstract

North Sumatra Province is the eighth largest producer of shallots (Allium cepa) in Indonesia (1.09%, 53,962 tons). Declining shallot production is primarily caused by attacks by pests and pathogens, which are responsible for 20–100% decreases in yields. Spodoptera exigua larvae are among pests with significant effects on shallot productivity. This study aimed to determine the effectiveness of various methods of monitoring Spodoptera exigua infestation on shallots, particularly of the Batu Ijo and Brebes varieties, including the use of yellow sticky traps, blue ball traps, sweep nets, and hand-picking, for the purpose of increasing farmers' income in North Tapanuli and Karo, Sumatra Utara. The research was conducted in Parhorboan Village, Pagaran Sub-district, North Tapanuli Regency, and Juhar Sub-district, Karo Regency, North Sumatra, from June to July 2024. To be precise, it was conducted in three farmers' planting areas, using the diagonal slice method with five sub-plots and observations with one-week intervals at the sampling locations. The results showed that the infestation by S. exigua larvae was higher on shallots than on leeks. The highest average number of larvae recorded on leeks was 0.78 larva per plant, while shallots had an average of 1.84 larvae per plant. Furthermore, the highest average percentage of S. exigua larval infestation on leeks was 16.78%, while the infestation on shallots reached 32.15%. The intensity of S. exigua infestation fell within the 3–5 categories, which correspond to medium to very high levels. The independent sample t-test results showed significant differences in both the population and infestation percentage of S. exigua larvae in the leek and shallot planting areas.