Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Calbox Jurang: A Concrete Learning Tool to Enhance Numeracy in Grade 1 Mathematics Amreta, Midya Yuli; Fithriyah, Dewi Niswatul; Mutmainah, Jamilatul
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol. 13 No. 3: July 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v13i3.15974

Abstract

Students often view mathematics negatively because of the emphasis on memorizing formulas rather than conceptual understanding. Moreover, the delivery of theories is carried out without using learning media. As a result, students find it difficult to understand the material, especially in students' numeracy skills due to the minimal use of learning media. This study was conducted based on a gap in previous research, namely that there has been no research that shows the development of concrete media that focuses on improving numeracy as well as improving students' numeracy through story problems that are relevant to everyday life. The purpose of this study is to develop Calbox Jurang learning media to overcome problems in mathematics subjects, especially addition and subtraction materials and to improve the numeracy skills of class I students of MI Al Falah Kebonagung. This Calbox Jurang media provides an interactive learning experience with the visualization of concrete objects so that it can help students to explore mathematical concepts actively, compared to other concrete learning media that tend to be less likely to provide opportunities for students to be actively involved in the learning process. This research method uses R&D research with the ADDIE model (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data collection techniques use observation, interviews, questionnaires, tests, and documentation. The results of the validation of design experts obtained 82.5%, material experts 87.5% and language experts 85%. From the results of the three media validators, it can be categorized as suitable for use. The pretest results obtained 63.75%, and there was an increase in the posttest results of 90.75% and the effectiveness test results were 0.74 in the high category. So, it can be concluded that the development of Calbox Jurang learning media can improve students' numeracy skills and can be used as a learning medium for addition and subtraction materials.
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TPS (THINK PAIR SHARE) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV MI Midya Yuli Amreta; Nurul Mahruzah Yulia
JURNAL RISET RUMPUN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM Vol. 1 No. 1 (2022): April : Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.791 KB) | DOI: 10.55606/jurrimipa.v1i1.272

Abstract

Berdasarkan hasil observasi, menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran matematika materi pecahan masih berorientasi pada guru (teacher centered) yang menggunakan model pembelajaran konvensional dengan dominasi metode ceramah. Hal ini mengakibatkan kurang maksimalnya motivasi belajar yang dimiliki oleh siswa. Tujuan yang ingin dicapai adalah, Mendeskripsikan motivasi belajar siswa, Mendeskripsikan aktivitas guru dan siswa, serta Mendeskripsikan kendala yang dihadapi siswa saat berlangsungnya pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think Pair Share). Metode penelitian yang digunakan adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, dan tes. Instrument yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas guru dan siswa, angket, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dan kuantitatif Subjek penelitian adalah kelas IV MI Nahdlatul Ulama Unggulan Sumberrejo Bojonegoro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa meningkat. Pada siklus I persentase yang diperoleh sebesar 58,25%, siklus II sebesar 74,64%, dan siklus III sebesar 87,78%. Selain itu, dari hasil penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT MENGGUNAKAN MEDIA LEGO WARNA BERTINGKAT DI SEKOLAH DASAR Midya Yuli Amreta
JURNAL RISET RUMPUN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrimipa.v1i2.599

Abstract

Penelitian ini berawal dari observasi yang dilakukan peneliti terhadap pembelajaran Matematika di SDN Trutup 02 Plumpang Tuban. Dalam proses pembelajaran, guru belum memanfaatkan media pembelajaran sebagai sumber belajar. Guru hanya memberikan rumus/konsep yang harus dihafal siswa tanpa melibatkan siswa secara aktif untuk dapat memahami rumus/konsep tersebut dengan menggunakan media pembelajaran yang sesuai. Sehingga hasil belajar siswa masih kurang. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan media lego warna bertingkat untuk meningkatkan hasil belajar penjumlahan bilangan bulat. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan aktivitas guru, siswa, dan hasil belajar siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan media lego warna bertingkat. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dua siklus, dan tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan, dan tahap refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan tes. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan media lego warna bertingkat dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan ketuntasan klasikal yang diperoleh pada siklus I sebesar 64% dan siklus II sebesar 88%. Selain itu, dari hasil penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan aktivitas guru pada siklus I sebesar 71,15% dan siklus II sebesar 95,19%, serta adanya peningkatan aktivitas siswa pada siklus I sebesar 71,59% dan siklus II sebesar 94,89%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa materi penjumlahan bilangan bulat dapat diajarkan dengan menggunakan media lego warna bertingkat.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT MENGGUNAKAN MEDIA LEGO WARNA BERTINGKAT DI SEKOLAH DASAR Midya Yuli Amreta
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 1 (2021): Maret : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v1i1.552

Abstract

Penelitian ini berawal dari observasi yang dilakukan peneliti terhadap pembelajaran Matematika di SDN Trutup 02 Plumpang Tuban. Dalam proses pembelajaran, guru belum memanfaatkan media pembelajaran sebagai sumber belajar. Guru hanya memberikan rumus/konsep yang harus dihafal siswa tanpa melibatkan siswa secara aktif untuk dapat memahami rumus/konsep tersebut dengan menggunakan media pembelajaran yang sesuai. Sehingga hasil belajar siswa masih kurang. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan media lego warna bertingkat untuk meningkatkan hasil belajar penjumlahan bilangan bulat. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan aktivitas guru, siswa, dan hasil belajar siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan media lego warna bertingkat. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dua siklus, dan tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan, dan tahap refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan tes. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan media lego warna bertingkat dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan ketuntasan klasikal yang diperoleh pada siklus I sebesar 64% dan siklus II sebesar 88%. Selain itu, dari hasil penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan aktivitas guru pada siklus I sebesar 71,15% dan siklus II sebesar 95,19%, serta adanya peningkatan aktivitas siswa pada siklus I sebesar 71,59% dan siklus II sebesar 94,89%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa materi penjumlahan bilangan bulat dapat diajarkan dengan menggunakan media lego warna bertingkat.
Pelatihan Pembuatan Stick & Milkshake Kelor bagi Kelompok Ibu PKK Desa Tapelan Kabupaten Bojonegoro Amreta, Midya Yuli; Mahmudah, Nur; Izza, Yogi Prana
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i1.1767

Abstract

ABSTRACTThe COVID-19 pandemic has had an impact on various sectors, especially in the economic sector. This also happened in areas in Bojonegoro Regency, including Tapelan Village. Tapelan village has a large area of land planted with rice and corn, there are also land or yards of residents' houses, most of which are classified as large and are also used for planting. One of the plants grown by the Tapelan community in their land is Moringa (Moringa oleifera). In the international world, the cultivation of Moringa leaves is an ongoing program. There are several nicknames for Moringa trees including The Miracle Tree, Tree For Life, and Amazing Tree. The nickname arises because the parts of the Moringa tree from leaves, fruit, seeds, flowers, bark, stems, to roots have extraordinary benefits. The goal to be achieved in this community service activity is to improve the community's economy through the PKK group of women by providing food processing training with the basic ingredients of Moringa (Moringa oleifera) into products that have a high selling value. The method used is the provision of training to PKK women in Tapelan Village, Bojonegoro Regency, which begins with prior observation of the existing potential to analyze existing conditions in the community. The third stage is providing training on the use of Moringa (Moringa oleifera) leaves. The fourth stage is evaluation and continued with manufacturing assistance after the end of the training. The result of this service activity is the preparation of Moringa leaves (Moringa oleifera) into Moringa Sticks & Moringa Milk Shake.  ABSTRAKPandemi Covid-19 menimbulkan dampak di berbagai sektor, terutama dibidang ekonomi. Hal tersebut juga terjadi di wilayah di Kabupaten Bojonegoro, termasuk Desa Tapelan. Desa Tapelan memiliki lahan yang luas yang ditanami padi dan jagung, terdapat juga lahan atau pekarangan rumah warga yang sebagian besar tergolong luas juga digunakan untuk penanaman. Salah satu tanaman yang ditanam oleh masyarakat Tapelan di lahan adalah tanaman kelor (Moringa oleifera). Di dunia internasional, budidaya daun kelor merupakan suatu program yang sedang dijalankan. Terdapat beberapa julukan untuk pohon kelor diantaranya The Miracle Tree, Tree For Life, dan Amazing Tree. Julukan tersebut muncul karena bagian pohon kelor mulai dari daun, buah, biji, bunga, kulit, batang, hingga akar memiliki manfaat yang luar biasa. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan perekonomian masyarakat melalui kelompok ibu-ibu PKK dengan memberikan pelatihan pengolahan makanan dengan bahan dasar kelor (Moringa oleifera) menjadiolahan yang mempunyai nilai jual tinggi.  Metode yang digunakan adalah pemberian pelatihan kepada Ibu-ibu PKK Desa Tapelan kabupaten Bojonegoro yang diawali dengan observasi terlebih dahulu mengenai potensi yang ada menganalisis kondisi yang ada di masyarakat.Tahap kedua sosialisasi kepada warga mengenai manfaat daun kelor (Moringa oleifera). Tahap ketiga adalah pemberian pelatihan pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera). Tahap keempat adalah evaluasi dan dilanjutkan pendampingan pembuatan setelah berakhirnya pelatihan.  Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah olahan dari daun kelor (Moringa oleifera) menjadi Stick Kelor & Milk Shake Kelor.
Implementasi Gerakan Budaya Literasi Sekolah melalui Program MACALAS di kelas 3 MI AL Makmur Mayangrejo Midya Yuli Amreta; Neyha Fadlilatul Ainia; Linda Ayu Sahara; Fitri Hidayati Lestari; Ulfa Nur Fitri Aprilia
JURNAL RISET RUMPUN ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus : JURRIPEN : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurripen.v4i2.5552

Abstract

This community service is driven by by the implementation of innovative programs in strengthening literacy and numeracy cultural methods. Therefore, innovation is needed in the application of (MacaLas) literacy to help improve and train students' abilities in reading, writing and conveying ideas. This research uses qualitative methods by collecting data through interviews, observation and document collection. The results of research at MI Al Makmur show that teachers implement various things through (MacaLas) activities at MI Al Makmur Mayangrejo which are carried out regularly with varied learning. method for running the (MacaLas) program. Apart from the variety of methods, the learning media and syntax used also vary. One of the unresolved concerns is the low interest in reading among Indonesian students. Moreover, when books are the only source of information, reading activities have not become a primary need for Indonesia's young generation. Now, even though knowledge can be accessed through various media and e-books are available anytime and anywhere, the level of interest in reading in Indonesia is still relatively low. Reading activities have not yet become a priority in people's lives in the country, School Literacy Movement initiatives have progressed through several levels, beginning with routine reading habits, moving into development, and culminating in integration within learning activities The positive impacts seen are student attitudes that reflect a high literacy ecosystem
Peningkatan Keterampilan Numerasi melalui Pembelajaran Kontekstual Berbasis Permainan Tradisional Engklek di UPT SDN Sokosari Tuban Amreta, Midya Yuli; Rahayu, Nur Diana; Mufida, Della Nisa'ul; Lestari, Putri; Choiriyah, Ma'rifatul; Sufiatin, Nur Lina; Ismailliah, Nabila Mahfudhotin
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i2.1957

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat dan pemahaman siswa sekolah dasar terhadap pembelajaran numerasi akibat metode pembelajaran yang cenderung monoton dan kurang kontekstual. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi siswa yang memiliki kecenderungan hiperaktif dan memerlukan pendekatan belajar yang lebih menarik dan melibatkan aktivitas fisik. Sebagai solusi, tim pengabdian memanfaatkan permainan tradisional engklek sebagai media kontekstual yang menyenangkan, dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, serta mengandung nilai budaya lokal. Kegiatan ini dilaksanakan di UPT SDN Sokosari, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Tujuan utama kegiatan adalah meningkatkan keterampilan numerasi siswa melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif dan bermakna. Tahapan pelaksanaan mencakup observasi awal, pengembangan media pembelajaran berbasis permainan engklek, implementasi di kelas, serta evaluasi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode ini mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa, memperkuat pemahaman konsep numerasi dasar seperti penjumlahan dan pengurangan, serta menciptakan suasana belajar yang lebih hidup, kolaboratif, dan menyenangkan. Selain itu, kegiatan ini juga turut mendukung pelestarian budaya lokal melalui integrasi permainan tradisional dalam pembelajaran.
Development of Nearpod-Based Interactive Media to Optimize Religious Moderation Adistya, Ananda Feby; Yulia, Nurul Mahruzah; Amreta, Midya Yuli; Musthofa, Muhammad Yunus
Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol. 9 No. 1 (2024): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v9i1.29502

Abstract

The problem often faced by the world of education is students' attitudes towards learning. In fact, students easily get bored with learning that only uses textbooks in the form of worksheets in class. Students are more enthusiastic about smartphones than live games. Students also often show a lack of tolerance in learning. This research aims to describe the development process and results of developing interactive media on religious diversity in Indonesia based on Nearpod. Researchers used the Research and Development method with the ADDIE research model. This media has been validated by media experts with results of 88%, material experts with results of 90%, and learning experts with results of 82%. This media was tested on class IV students at Islamic Elementary School Fathul Ulum Sukosewu. The effectiveness of the media used is 0.61, which means that Nearpod-based interactive media is quite effective in optimizing religious moderation at Islamic Elementary School Fathul Ulum Sukosewu. Apart from that, with this media students can also better understand and understand other people's opinions. Permasalahan yang sering dihadapi dunia pendidikan adalah sikap siswa dalam pembelajaran. Bahkan, siswa gampang merasa bosan dengan pembelajaran yang hanya menggunakan buku ajar berupa LKS di kelas. Siswa lebih antusias dengan smartphone dari permainan langsung. Lemahnya sikap toleransi juga sering ditunjukkan siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan dan hasil pengembangan media interaktif materi keberagaman agama di Indonesia berbasis Nearpod. Peneliti menggunakan metode Research and Development (RND) dengan model penelitian ADDIE. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Prosedur pengembangan media interaktif berbasis Nearpod ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima langkah yaitu analysis, design, development, implementation, evaluation. Media ini telah di validasikan oleh ahli media dengan hasil 88%, ahli materi dengan hasil 90%, dan ahli pembelajaran dengan hasil 82%. Media ini di uji cobakan kepada siswa siswi kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Fathul Ulum Sukosewu. Efektivitas media yang digunakan yaitu sebesar 0,61 yang berarti media interaktif berbasis Nearpod ini cukup efektif untuk mengoptimalkan moderasi beragama di Madrasah Ibtidaiyah Fathul Ulum Sukosewu. Selain itu, dengan media ini siswa juga dapat lebih mengerti dan memahami pendapat orang lain.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DAN BERPIKIR KRITIS SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH Midya Yuli Amreta; Khofifah Indar Lutfiani; Alfi Fakhriyyatun Nisrina; Siti Lutfiatul Muhamaliah; Ika Devi Ratna Ning Tias; Ilma Alfiyanti; M. Hasan Fahmi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.27218

Abstract

Facing the challenges in the 21st century era marked by globalization and the Industrial Revolution 4.0, literacy and critical thinking skills are fundamental competencies for students. Students at MIN 1 Bojonegoro who are known to be active and intelligent, need a learning model that can optimize this potential. The objective of this research was to explore how effectively the Two Stay Two Stray (TSTS) cooperative learning model fosters students' literacy and critical thinking skills, while also providing actionable insights for teaching practice. Utilizing a qualitative descriptive method, the study was conducted as a case study at MIN 1 Bojonegoro. Data collection techniques included observation, interviews, and document analysis. The results indicate that the TSTS model plays a substantial role in enhancing both literacy and critical thinking among students. With the right preparation and support, TSTS can be an effective method for producing students who are not only academically accomplished, but also literate, critical, collaborative, and ready to face global challenges.
PENGARUH KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PIDATO TERHADAP MINAT DAN KEMAMPUAN LITERASI SISWA MINU UNGGULAN SUKOREJO Midya Yuli Amreta; Miftakhul Rosyida; Af’idatur Rosyidah; Nisa’ul Khanifah; Hafni Zukhrufina; Shafira Aulia Agustin; Septia Relan Alivia Nanda Baisroh
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.29363

Abstract

This study aims to describe the influence of extracurricular speech activities on students' literacy interests and abilities at MINU Unggulan Sukorejo. Speech activities as part of non-formal learning are believed to be able to foster learning motivation, increase self-confidence, and encourage students to be more active in reading and writing. This study uses a qualitative approach with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation. The objects of the study consisted of students participating in the speech extracurricular, supervising teachers, and parents of students. The results of the study indicate that student involvement in speech activities can increase their interest in literacy activities, especially in the aspects of reading and compiling ideas in a structured manner. In addition, students also show development in speaking skills, critical thinking, and sensitivity to reading content. Therefore, extracurricular speech activities make a positive contribution to strengthening the culture of literacy in the MINU Unggulan Sukorejo environment.