Claim Missing Document
Check
Articles

UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN AVOCAD TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus Hardiyanti Hardiyanti; Mujahidah Basarang; Andi Yunita Irwan
Jurnal Medika Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.605 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v2i1.128

Abstract

Salah satu permasalahan kulit yang sering muncul adalah jerawat. Peradangan yang terjadi pada jerawat dapat dipicu oleh bakteri salah satunya bakteri Staphylococcus aureus. Salah satu tanaman herbal yang dapat digunakan untuk pengobatan jerawat adalah daun avocad (Persea americana Mill). Daun avocad mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, polifenol, saponin, tanin, dan alkaloid sebagai antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun avocad dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dengan menggunakan metode difusi agar berlapis dan menggunakan penicillin G sebagai kontrol positif. Selanjutnya diukur zona hambat yang terjadi pada beberapa seri konsentrasi daun avocad (25%, 50%, 75%). Hasil pengukuran zona bening didapatkan diameter rata-rata pada konsentrasi 25% sebesar 14,7 mm, 50% sebesar 15,8 mm dan 75% sebesar 16,7 mm dan kontrol positif 20 % sebesar 33,2 mm. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa zona hambat yang paling baik adalah konsentrasi 75%. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun avocad pada konsentrasi 25%, 50%, dan 75% mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus.
IDENTIFIKASI Trichophyton rubrum PADA KAOS KAKI BEKAS YANG DIPERJUALBELIKAN DI KOTA MAKASSAR Ani Kartini; Mujahidah Basarang; Muhammad Angga Nurhadi
Jurnal Medika Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.066 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v2i1.129

Abstract

Trichophyton rubrum merupakan salah satu dermatofita yang menyerang jaringan keratin kulit dan menyebabkan infeksi kulit yaitu tinea pedis yang berlokasi di antara jari-jari kaki. Infeksi ini banyak terdapat pada orang yang kerap memakai sepatu dan kaos kaki bekas. Penularan tinea pedis dapat terjadi melalui penggunaan barang penderita seperti kaos kaki. Kaos kaki bekas merupakan kaos kaki yang telah digunakan dan dijual kembali karena masih bernilai ekonomis sehingga kaos kaki bekas dapat menularkan tinea pedis dari pengguna sebelumnya yang tidak diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Trichophyton rubrum pada kaos kaki bekas impor yang diperjualbelikan di kota Makassar. Sampel yang diteliti adalah 10 sampel kaos kaki impor yang diteliti melalui teknik kultur pada media SDA kemudian diuji konfirmasi melalui teknik mikroskopis. Berdasarkan pemeriksaan dari 10 sampel kaos kaki impor tidak ditemukan pertumbuhan jamur yang sesuai morfologi Trichophyton rubrum. Hal ini menenjukkan bahwa tidak ditemukan Trichophyton rubrum dari kaos kaki bekas yang diperjualbelikan di kota Makassar.
PERBANDINGAN BESARAN PARTIKEL BEKATUL 0,18 mm, 0,25 mm dan 0,39 mm TERHADAP PERTUMBUHAN Aspergillus sp Elmayanti Elmayanti; Andi Fatmawati; Muh Rifo Rianto; Mujahidah Basarang
Jurnal Medika Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.949 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v2i1.130

Abstract

Bekatul adalah bahan alam yang merupakan limbah halus yang diperoleh dari proses penggilingan padi. Bekatul mengandung karbohidrat sebanyak 84,36%, kalsium, magnesium, mangan, zat besi, kalium dan natrium yang merupakan salah satu sumber energi utama dalam pertumbuhan dan perkembangan jamur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan besaran partikel bekatul terhadap pertumbuhan Aspergillus sp. Jenis penelitian ini adalah eksperimen laboratorik dengan metode single dot, diameter koloni diukur setiap 1x 24 jam selama 10 hari diinkubasi pada temperatur kamar (250C). Hasil perhitungan uji Anova 2 arah dengan interaksi menunjukkan bahwa besaran partikel dikalikan lama hari pertumbuhan diperoleh nilai 0,652 > 0,05, maka Ho diterima. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa besaran partikel bekatul 0,18 mm, 0,25 mm dan 0,39 mm tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan Aspergillus sp.
IDENTIFIKASI Escherichia coli PADA MAINAN ANAK DI ARENA PERMAINAN DREAM LAND Vauzya Vauzya; Mujahidah Basarang; Hasnah Hasnah
Jurnal Medika Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.072 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v2i2.140

Abstract

Mainan merupakan media hiburan dan media edukasi yang memungkinkan anak mempelajari hal-hal di sekitarnya sehingga dapat mengoptimalkan perkembangan otak serta daya pikir. Selain itu mainan juga dimanfaatkan oleh orang tua sebagai media untuk mengenali bakat anak sejak dini agar dapat dikembangkan lebih lanjut. Akan tetapi mainan yang digunakan secara bergantian khususnya mainan di arena permainan dapat menjadi alat penyebaran bakteri seperti Escherichia coli. Bakteri ini dapat menyebar melalui beragam cara, salah satu di antaranya ialah melalui sentuhan. Escherichia coli ketika berada di luar usus atau jumlahnya meningkat dalam saluran pencernaan maka akan menjadi patogen dan menyebabkan beberapa gangguan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan bakteri Escherichia coli pada mainan anak di arena permainan Dream Land. Jenis penelitian ini merupakan observasi laboratorik untuk mengidentifikasi bakteri Escherichia coli pada mainan anak di arena permainan Dream Land. Dari 5 swab sampel mainan anak di arena permainan Dream Land ditemukan pertumbuhan bakteri Gram positif pada media BHIB. Akan tetapi pada media Eosin Methylen Blue Agar (EMBA) tidak menunjukkan adanya pertumbuhan Escherichia coli. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan Escherichia coli pada mainan anak di arena permaian Dream Land.
GAMBARAN PERTUMBUHAN Escherichia coli PADA MEDIA ALTERNATIF UBI JALAR PUTIH (Ipomoea batatas) DENGAN PENAMBAHAN KALDU DAGING Nur Rezky Amaliah; Mujahidah Basarang; Prawansa Amran; Rahmawati Rahmawati
Jurnal Medika Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.258 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v3i1.143

Abstract

Media pertumbuhan bakteri dapat berasal dari bahan alam yang tersedia melimpah di Indonesia yang dikenal sebagai media alternatif. Salah satu bahan alam yang dimaksud adalah ubi jalar putih. Media ubi jalar putih telah digunakan sebagai media pertumbuhan Escherichia coli namun pertumbuhannya kurang optimal dibanding pada media nutrient agara (NA) karena kurangnya kandungan protein pada media alternative tersebut. Kebutuhan protein pada media ubi jalar untuk pertumbuhan bakteri dapat tercukup melalui penambahan kaldu daging. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan Escherichia coli pada media ubi jalar putih dengan penambahan kaldu daging. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratorium menggunakan bakteri uji Escherichia coli yang diinokulasi dengan metode spread plate dan dihitung dengan metode Total Plate Count (TPC). Dari hasil penelitian menunjukkan Escherichia coli pada media ubi jalar putih 6,0x106 CFU sedangkan pada media NA sebanyak 3,1x106 CFU. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji T nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 yang menandakan tidak ada perbedaan yang signifikan antara jumlah rata-rata bakteri yang tumbuh pada media NA dan media ubi jalar putih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media ubi jalar putih dengan penambahan kaldu daging dapat digunakan sebagai media alternatif pertumbuhan Escherichia coli.
IDENTIFIKASI Staphylococcus aureus PADA PANGSIT GORENG YANG DIJUAL DI DAERAH SUDIANG KOTA MAKASSAR Syamsuryani Alam; Mujahidah Basarang; Muhammad Nasir
Jurnal Medika Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.055 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v3i1.148

Abstract

Pencemaran pada pangsit goreng dapat berasal dari awal proses pembuatan sampai pada penyajiannya. Tangan yang mengandung Staphylococus akan mengkontaminasi makanan dan alat yang tersentuh pada saat pengolahan dan penyajian. Staphylococcus aureus pada Pangsit goreng dapat menyebabkan infeksi didalam organ tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bakteri Staphylococcus aureus pada pangsit goreng yang dijual di daerah Sudiang kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan ialah analisa kualitatif, sampel Pangsit goring diambil menggunakan teknik accidental sampling. Tahapan penelitian dimulai dari pengambilan sampel yang dari 5 pedangang pangsit goreng yang dijual di daerah sudiang kota Makassar, kemudian dilanjutkan dengan tahap identifikasi. Hasil penelitian dari 5 sampel sebanyak 2 sampel yang positif mengandung Staphylococcus aureus. Dapat dilihat pada media MSA memiliki koloni yang kecil-sedang bewarna kuning yang dikelilingi oleh zona warna kuning, Bakteri gram (+) warna ungu, pada media TSIA dasar dan lerengnya bewarna kuning yang menunjukkan bahwa TSIA dapat menfermentasikan karbohidrat, pada Uji katalase (+), berdasarkan dari penelitian ini adalah sebanyak 2 sampel pangsit goreng yang (+).
Aspergillus sp PADA PISANG SALE YANG DIPERJUALBELIKAN DI KOTA MAKASSAR Mujahidah Basarang; Erna Adriana Zainuddin
Jurnal Medika Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.486 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v3i2.155

Abstract

Pisang merupakan salah satu komoditas yang melimpah sepanjang tahun di Indonesia, namun seringkali produksinya tidak mampu diserap oleh pasar. Untuk mengatasi hal tersebut masyarakat secara tradisional mengawetkan pisang dengan mengolahnya melalui cara pengeringan di bawah sinar matahari. Hasil olahan ini dinamakan pisang sale. Proses pembuatan pisang sale dengan teknik pengeringan memiliki banyak faktor resiko kontaminasi mikroorganisme seperti jamur melalui udara yang mengandung spora. Hal ini didukung oleh komposisi pada pisang sale yaitu glukosa, protein dan karbohidrat. Sehingga pisang sale dapat terkontaminasi oleh jamur seperti Aspergillus flavus dan Aspergillus fumigatus. Jamur inimerupakan jamur penghasil aflatoksin terbesar di dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Aspergillus flavus dan Aspergillus fumigatus pada pisang sale yang diperjualbelikan di Kota Makassar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Laboratorium Science Building Universitas Hasanuddin Makassar dari 5 sampel pisang sale yang dikumpulkan secara random sampling diidentifikasibeberapa jenis jamur, yaitu ditemukan koloni khamir dan penicilium sp pada sampel A, ditemukan koloni khamir pada sampel B, ditemukan koloni khamir pada sampel C, ditemukan Rhizopus sp pada sampel D, sedangkan sampel E ditemukan Aspergillus fumigatus. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dari 5 sampel pisang sale yang dikumpulkan dari pasar tradisional kota Makassar hanya satu sampel positif Aspergillus fumigatus.
PERTUMBUHAN DERMATOFITA DAN JAMUR LAIN PENYEBAB TINEA PEDIS PADA PETANI MENGGUNAKAN MEDIA BEKATUL Mujahidah Basarang; Tuty Widyanti; Andi Fatmawati; Nurhikmah Nurhikmah
Jurnal Medika Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.003 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v4i1.163

Abstract

Bekatul adalah lapisan dari beras yang terlepas dari proses penggilingan gabah/padi. Bekatul mengandung karbohidrat sebanyak 84,36% juga mengandung kalsium, magnesium, mangan, zat besi, kalium, dan natrium yang merupakan salah satu sumber energi utama dalam pertumbuhan dan perkembangan jamur dan nitrogen yang kompleks. Sehingga bekatul dapat digunakan sebagai media alternatif untuk mengisolasi jamur penyebab penyakit infeksi seperti Tinea pedis. Tinea pedis merupakan dermatofitosis pada kaki, terutama pada sela-sela jari kaki dan telapak kaki yang disebabkan oleh bermacam-macam jenis jamur yaitu Tricophyton rubrum, Tricophyton mentagrophytes dan Epidermophyton floccosum. Tujuan dari penilitian ini adalah untuk menyetahui media bekatul dapat digunakan untuk menumbuhkan jamur penyebab Tinea pedis dan jamur penyebab tinea pedis pada sela jari kaki petani. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorik dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling, hasil penelitian ditemukan bahwa petani di kabupaten gowa yang secara klinis mengalami infeksi jamur adalah 10 orang. Dengan rincian 1 orang terinfeksi jamur penyebab primer dan 9 orang terinfeksi jamur penyebab sekunder. Jenis jamur penyebab yang menginfeksi yaitu Tricophyton interdigitale, Aspergillus flavus, Mucor circinelloides, Aspergillus fischeri dan Khamir. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bekatul dapat digunakan untuk pertumbuhan jamur dan 1 orang petani terinfeksi jamur penyebab Tinea pedis yaitu jamur Tricophyton interdigitale.
IDENTIFIKASI Aspergillus sp PADA ROTI MANTAO YANG DI PERJUALBELIKAN DI KOTA MAKASSAR Isna Rahmasari Burhanuddin; Dewi Arisanti; Mujahidah Basarang
Jurnal Medika Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.465 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v4i2.168

Abstract

Roti mantao merupakan salah satu pangan semi basah yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat. Roti mantao berwarna putih dan bertekstur empuk yang dapat disajikan dengan cara dikukus, dibakar, ataupun digoreng. Bahan utama untuk membuat roti mantao yaitu tepung terigu, gula, susu dan ragi. Pertumbuhan jamur yang sangat cepat pada roti mantao dikarenakan komposisi dari bahan dasar dari pembuatan roti mantao yang merupakan sumber nutrisi utama bagi mikroorganisme seperti Aspergillus sp. Jenis jamur ini juga merupakan kontaminan umum pada berbagai pangan, yang menyebabkan kerusakan pangan. Jamur terdapat pada bahan makanan, dan tumbuh dengan sangat cepat dengan koloni berwarna putih, hitam, hijau tua, dan hitam kecoklatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Aspergillus sp pada roti mantao. Metode penelitian ini adalah observasi laboratorik dengan menggunakan media PDA (Potato Dextrose Agar) yang diinkubasi selama 5 hari. Dengan melakukan pengamatan setiap hari pada 10 sampel untuk melihat ada tidaknya pertumbuhan Aspergillus sp pada roti mantao. Hasil pengamatan memperlihatkan adanya pertumbuhan Aspergillus sp pada media PDA (Potato Dextrose Agar) dengan ciri-ciri koloni dengan tekstur seperti kapas (cotton), dengan warna koloni hijau tua. Kesimpulan penelitian ini adalah 10% roti mantao yang diperjualbelikan di Kota Makassar terkontaminasi Aspergillus sp.
IDENTIFIKASI Trichophyton mentagrophytes PADA PEDAGANG IKAN PENDERITA TINEA PEDIS DI PASAR DAYA KOTA MAKASSAR Dede Sulviana; Mujahidah Basarang; Andi Fatmawati
Jurnal Medika Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/jmed.v5i1.177

Abstract

Tinea pedis adalah penyakit infeksi jamur dermatofita tersering yang ditemukan di daerah kulit telapak kaki dan sela jari kaki. Beberapa faktor risiko Tinea pedis adalah penggunaan sepatu tertutup yang lama setiap hari, pemakaian kaus kaki ketika bekerja, dan paparan jamur. Penelitian ini dilakukan pada pedagang ikan yang sehari-harinya bekerja di tempat yang lembab karena berhubungan langsung dengan air dan memakai sepatu tertutup dala m jangka waktu yang lama yang dilakukan di Pasar Daya kota Makassar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya jamur Trichophyton mentagrophytes pada pedagang ikan penyebab Tinea pedis di pasar Daya Kota Makassar. Sampel yang diteliti adalah 10 sampel kerukan kulit kaki pedagang ikan yang diteliti melalui teknik kultur pada media SDA kemudian diuji konfirmasi melalui teknik mikroskopis. Hasil penelitian sebanyak 10 sampel kerokan kulit telapak kaki dan sela jari kaki pada pedagang ikan di pasar Daya Kota Makassar terdapat 1 orang yang terinfeksi jamur Trichophyton mentagrophytes.