Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI LITERATUR POTENSI ANTIFUNGI DAUN KETEPENG CINA (Cassia alata L) TERHADAP JAMUR PATOGEN PADA MANUSIA Rezki Amaliah; Mujahidah Basarang; Nurhidayat Nurhidayat
Jurnal Medika Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/jmed.v5i2.178

Abstract

Jamur patogen ialah jamur penyebab infeksi penyakit pada manusia atau organisme lain. Jamur patogen ini biasanya menyebabkan penyakit yang disebut mikosis. Jamur penyebab mikosis diantaranya Malassezia furfur, Trichophyton sp, Candida albicans, Epidemaphyton dan Microsporum. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai pengobatan untuk infeksi jamur yaitu ketepeng cina (Cassia alata L) yang memiliki senyawa aktif flavonoid, saponin, tannin, dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi antifungi daun ketepeng cina (Cassia alata L) terhadap jamur patogen pada manusia dengan jenis penelitian studi literatur. Referensi acuan penelitian studi literatur ini adalah 7 jurnal (jurnal sains dan kesehatan, Agromeducine, Internasional conference ministry of health polytechnic of kendari, El-Qudwah, Jurnal Photon, Pharmasipha, Jurnal penelitian farmasi Indonesia). Berdasarkan hasil penelitian studi literatur yang diperoleh dari penelitian sebelumnya didapatkan hasil daun ketepeng cina (Cassia alata L) mampu mampu menghambat pertumbuhan jamur Malassezia furfur, Trichophyton sp, Microsporum, Epidermaphyton dan Candida albicans karena memiliki senyawa aktif flavonoid, saponin, tannin, dan alkaloid berpotensi sebagai antifungi baik menggunakan teknik ekstraksi maupun perasan. Sehingga dapat disimpulkan daun ketepeng cina (Cassia alata L.) berpotensi sebagai antifungi terhadap beberapa jamur patogen pada manusia.
IDENTIFIKASI TELUR CACING NEMATODA USUS PADA ANAK-ANAK YANG TINGGAL DI DAERAH KANAL KELAPA TIGA MAKASSAR Ulkia Multiani Asri; Mujahidah Basarang; Muh Rifo Rianto
Jurnal Medika Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/jmed.v5i2.180

Abstract

Nematoda usus merupakan cacing parasit yang hidup dalam usus manusia yang dapat menyebabkan helminthiasis/kecacingan. Penyakit helminthiasis ditularkan melalui tanah, baik melalui kontak langsung maupun dengan perantara seperti makanan. Tanah maupun makanan yang terkontaminasi telur cacing dapat menyebar ke anak-anak saat mereka bermain dan tidak mencuci tangan sebelum makan. . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Identifikasi telur cacing nematoda usus pada anak-anak yang tinggal di daerah Kanal Kelapa Tiga Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah observasi laboratorik dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling dengan besaran sampel sebanyak 10 sampel feses yang kemudian diperiksa dengan menggunakan metode sedimentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dari 10 sampel feses yang diperiksa 5 diantaranya positif terdapat nematoda usus dengan jenis cacing yang ditemukan adalah telur Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, larva rabditiform necator americanus dan telur infertil dan 5 sampel lainnya negatif. Sehingga dapat di simpulkan bahwa terdapat infeksi kecacingan pada beberapa anak-anak yang tinggal di daerah Kanal Kelapa Tiga Kota Makassar.
STUDI LITERATUR Candida albicans PADA AIR BAK TOILET Hasmiati Hasmiati; Mujahidah Basarang; Nurhidayat Nurhidayat
Jurnal Medika Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/jmed.v5i2.182

Abstract

Toilet adalah sarana sanitasi yang paling vital. Kebersihan toilet dapat dijadikan ukuran terhadap kualitas manajemen sanitasi di suatu tempat. Parameter kebersihan toilet yang paling utama dapat dilihat dari frekuensi menguras atau pembersihan air baknya, sanitasi yang kurang baik dapat menyebabkan air bak toilet dapat ditumbuhi oleh jamur. Candida albicans adalah jamur komensal dan flora normal yang berperan dalam keseimbangan mikroorganisme dalam tubuh kita, beberapa faktor predisposisi dapat mengubah sifat saprofit Candida albicans menjadi patogen, antara lain: Diabetes Mellitus, penyalahgunaan antibiotik, penggunaan obat kartiokostreoid dan sitostatik, kehamilan, penggunaan pil anti hamil dan kelembapan yang tinggi. Kontaminasi jamur Candida albicans pada air bak toilet dapat disebabkan dari berbagai sumber, diantaranya adalah kontaminasi dari sumber air, kontaminasi dari pengunjung, dan lingkungan sekitar toilet. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi literatur dengan mencari referensi teori yang relevan dengan kasus atau permasalahan yang dirtemukan. Berdasarkan hasil studi literatur 7 jurnal/KTI/skripsi dari 101 sampel, 31 sampel diantaranya positif Candida albicans sehingga dapat diambil kesimpulan terdapat 29.99% toilet dengan air bak yang mengandung Candida albicans.
UJI DAYA HAMBAT PERASAN BAWANG PUTIH (Allium sativum L) TERHADAP PERTUMBUHAN Aspergillus niger Hafifah Hafifah; Tuty Widyanti; Darmawaty Rauf; Mujahidah Basarang
Jurnal Medika Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/jmed.v6i1.191

Abstract

Bawang putih (Allium sativum L) merupakan salah satu tanaman obat yang sering digunakan oleh masyarakat. Kandungan senyawa kimia yang dimiliki bawang putih berupa allicin, polifenol, ajoene, flavonoid, dan saponin yang berfungsi sebagai antimikroba dan antifungi. Salah satu jenis jamur yang bersifat patogen adalah Aspergillus niger. Jamur ini menyebabkan aspergillosis pada manusia yaitu penyakit saluran pernafasan, hati, ginjal, sistem saraf, otot, kulit, dan organ genital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan perasan bawang putih (Allium sativum L) dalam menghambat pertumbuhan Aspergillus niger dan untuk mengetahui konsentrasi perasan bawang putih (Allium sativum L) yang efektif dalam menghambat pertumbuhan Aspergillus niger. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen laboratorium menggunakan metode difusi paper disc. Sampel penelitian ini adalah perasan bawang putih (Allium sativum L) yang dibuat dalam bentuk 4 konsentrasi yaitu 100%, 80%,60% dan 40%. Dari penelitian yang telah dilakukan hasil yang diperoleh untuk sampel perasan bawang putih dari masing-masing konsentrasi 100%, 80%, 60%, dan 40% didapatkan rata-rata hasil pengukuran diameter zona bening yaitu 43,5 mm, 36,1 mm, 35,3 mm, 28,3 mm. Berdasarkan dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa perasan bawang putih dapat menghambat pertumbuhan Aspergillus niger.
KUALITAS COLIFORM AIR KOLAM RENANG DI PERMANDIAN WISATA X Nurjannah Said; Mujahidah Basarang; Hasnah Hasnah
Jurnal Medika Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/jmed.v6i1.193

Abstract

Berenang di kolam renang adalah kegiatan olahraga atau rekreasi yang banyak diminati anak-anak, remaja, dewasa bahkan lanjut usia. Namun aktivitas tersebut berpotensi menyebabkan penularan penyakit infeksi. Pemakaian kolam renang oleh pengunjung dapat menyebabkan kenaikan jumlah bakteri coliform. Hal ini disebabkan adanya pengeluaran kotoran seperti urine oleh pengunjung saat berenang. Bakteri coliform merupakan golongan bakteri intestinal, yaitu hidup di dalam saluran pencernaan manusia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas coliform pada air kolam renang di Permandian Wisata X. Jenis penelitian ini adalah observasi laboratorik.Teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling sebanyak 6 sampel dari 3 kolam renang pada area permandian wisata. Penentuan coliform sampel dilakukan dengan pengujian metode MPN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel air kolam renang positif adanya bakteri coliform ditandai dengan terbentuknya gelembung pada tabung durham dan kekeruhan pada media BGLB. Jumlah coliform ditentukan dengan membandingkan sampel positif pada setiap tabung dengan table Thompson. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pada Permandian Wisata X diperoleh jumlah coliform sebanyak 21/100 mL pada sampel A, 8/100 mL pada sampel B, 8/100 mL pada sampel C, 4/100 ml pada sampel D, 9/100 mL pada sampel E, dan 5/100 mL pada sampel F.
GAMBARAN JAMUR PENYEBAB TINEA UNGUIUM PADA SEDIAAN KEROKAN KUKU KAKI BURUH PERUSAHAAN EKSPOR IMPOR KEPITING Herlina Rezky Suryanty; Mujahidah Basarang; Nurul Ni’ma Azis
Jurnal Medika Vol 6 No 2 (2021): Desember 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/jmed.v6i2.231

Abstract

Tinea unguium adalah penyakit infeksi jamur yang disebabkan oleh Tricophyton rubrum dan Tricophyton mentagrophytes. Infeksi ini diketahui menyebabkan kuku menjadi rusak seperti mulai menghitam dan sedikit terangkat. Kelompok masyarakat yang paling sering terkena infeksi ini adalah masyarakat yang mempunyai kegiatan di daerah yang lembab. Tujuan penelitian ingin mengetahui gambaran jamur yang menjadi penyebab penyakit Tinea unguium pada sediaan kerokan kuku kaki buruh perusahaan ekspor impor kepiting yang ada di kota Makassar. Jenis penelitian bersifat observasi laboratorik, dengan mengambil kerokan kuku kaki buruh perusahaan ekspor impor kepiting sebanyak 10 orang dengan kriteria kuku rusak dan menguning atau menghitam. Penelitan ini dilakukan pada bulan April 2019. Pemeriksaan sampel menggunakan metode pengamatan langsung menggunakan KOH 40% dan dilanjutkan dengan kultur sampel pada media PDA (Potato Dextrose Agar). Sampel yang tumbuh diamati di bawah mikroskop untuk mengidentifikasi jenis jamur berdasarkan ciri morfologi. Berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskopis, ditemukan 1 sampel positif jamur penyebab tinea unguium yaitu Trichophyton interdigitale dari 10 sampel yang ada.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN MIANA (Coleus atropurpureus) TERHADAP Escherichia coli Anita Anita; Mujahidah Basarang; Rahmawati Rahmawati
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 10, No 1 (2019): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.898 KB) | DOI: 10.32382/mak.v10i1.1040

Abstract

Indonesia memiliki banyak jenis tanaman yang dapat dibudidayakan karena bermanfaat dan kegunaannya besar bagi manusia dalam hal pengobatan.Tanaman memiliki komponen kimia yang dapat digunakan sebagai obat. Pada saat ini, banyak orang yang menggunakan bahan alam yang dalam pelaksanaannya membiasakan hidup dengan menghindari bahan kimia sintesis dan lebih mengutamakan bahan alami. Salah satu tumbuhan yang mengandung senyawa obat yaitu Miana. Daun miana memiliki senyawa antibakteri berupa flavonoid, tanin, dan saponin yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun miana dalam menghambat pertumbuhan Escherichia coli. Sampel dalam penelitian ini adalah ekstrak daun miana dengan menggunakan lima konsentrasi yaitu konsentrasi 250 mg/ml, 125 mg/ml, 62,5 mg/ml, 31,25 mg/ml, dan 15,62 mg/ml. Pada penelitian ini digunakan tetrasiklin sebagai kontrol positif dan akuabides sebagai kontrol negatif dengan masa inkubasi selama 24 jam pada suhu 37°C menggunakan metode difusi agar. Hasil penelitian pada konsentrasi 250 mg/ml memiliki zona hambat 18 mm, konsentrasi 125 mg/ml memiliki zona hambat 15 mm, konsentrasi 62,5 mg/ml memiliki zona hambat 11,3 mm, konsentrasi 31,25 mg/ml memiliki zona hambat 9 mm, dan konsentrasi 15,62 mg/ml memiliki zona hambat 7 mm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun miana mampu menghambat pertumbuhan Escherichia coli. Hal ini terbukti dengan terbentuknya diameter zona hambat disekitar paper disk dan Semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun miana maka semakin besar diameter zona hambat yang terbentuk. Kata Kunci : Ekstrak Daun Miana (Coleus atropurpureus), Escherichia coli, Metode Difusi Agar
Growth of Candida sp and Aspergillus sp from Bronchoscopy Pulmonary Tuberculosis Patients on Bran Media Mujahidah Basarang; Muhammad Rifo Rianto
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.094 KB) | DOI: 10.20956/jal.v9i18.5378

Abstract

Pulmonary tuberculosis caused by Mycobacterium tuberculosis become ahealth problem in Indonesia. The chronic nature of this disease is further exacerbated ifit is accompanied by fungal infection such as Candida albicans and Aspergillus sp.,which is usually remains undiagnosed and thus untreated. Culture techniques can beused to identify Candida sp and Aspergillus sp from bronchoscopy. Fungal culturemedia in laboratory containing high carbohydrate source, nitrogen source are requiredfor the growth. This nutrient can be found in bran that contains high carbohydrates,proteins, fats, vitamins, and crude fiber. So that bran can be used as raw material for alternative fungal growth media. The purpose of this study was to increase bran as amedium for the growth of Candida sp and Aspergillus sp isolated from bronchoscopy ofpulmonary TB patients. This study included bran collection, preparation of bran media,inoculation bronchoscopy on bran media, observation of fungal growth. Colonies ofCandida sp and Aspergillus sp were confirmed microscopically. The results showed thatCandida sp and Aspergillus sp grew on both media, Bekatul Dextrose Agar and PotatoDextrose Agar. The conclusion of this study is that bran can be used as a medium forfungal growth. Bran media can be used as an alternative media to replace syntheticmedia to grow Candida sp and Aspergillus sp isolated from bronchial rinses.
Penggunaan Serbuk Infus Bekatul Sebagai Bahan Baku Bekatul Dextrosa Agar Untuk Pertumbuhan Jamur Mujahidah - Basarang; Mardiah Mardiah; Andi Fatmawati
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 11 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.64 KB) | DOI: 10.20956/jal.v11i1.9310

Abstract

Rice bran is a waste of rice processing that can be used as a growth media of fungi because it contains high carbohydrates and high protein. Rice bran infusion is made in powder form using freeze-drying techniques to maintain the nutritional content of rice bran. This study aims to determine the level of carbohydrate and protein media made from bran infusion powder and determine the dose of bran infusion powder in the preparation of dextrose bran media. In this study using the Luff Schoorl method to measure the levels of carbohydrate media and the Kjeldhal method to measure the protein content of bran media. Candida albicans, Mallasezia furfur, Aspergillus fumigatus were inoculated in each medium. From this study, the highest levels of carbohydrate (9.11%) and protein (1.64%) were obtained in media using 200 g of rice bran infusion (iBDA200) and the lowest levels carbohydrate (0.44%) and protein (0.08%) wer obtained in media using 2 g of rice bran infusion powder (SBDA2). Growth of M. furfur, C. albicans and A. fumigatus the most fertile on iBDA200 media. This study shows that carbohydrate and protein content are higher in media made from bran infusion. 10 g of rice bran infusion powder (SDA10) best grows fungi but has no significant correlation with fungi growth.
LIMBAH SAYURAN REBUNG BAMBU SEBAGAI MIKROORGANISME LOKAL (MOL) DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK: Perspektif Pengelolaan Sampah Organik Waode Rustiah Rustiah; Dewi Arisanti; Mujahidah Basarang; Nur Qadri Rasyid; Andi Fatmawati
Lontara Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lomas.v3i1.259

Abstract

This Community Service Program aims to enhance motivation, knowledge and skills about techniques of producing organic fertilizer from household waste by utilizing local microorganisms (MOL), which can replace agricultural chemicals. Training of using of bamboo shoots vegetable waste, as MOL in the manufacture of organic fertilizer, provides enlightenment in the manufacture of liquid organic fertilizer, and encourages local community businesses independently. MOL contain micro and macro nutrients and bacteria that have the potential to decompose organic matter, stimulate plant growth and act as an activator or decomposer in composting. Organic fertilizers are fertilizers composed of living matter that is processed through a process of decomposition (decomposition) by decomposing bacteria. The method of this community service consists of three phase, namely: 1) the preparation phase, including counseling to the community of Bonto Kio Village, Kec. Minasate'ne, Kab. Pangkep on the using of MOL as liquid organic fertilizer from bamboo shoots vegetable waste; 2) the implementation phase, including direct practice of the material presented; and 3) question and answer or discussion on the use of MOL as organic fertilizer. The results show that this counseling and training success to enhance motivation the community and shows that their level of curiosity and interest in making liquid organic fertilizer using local microorganisms is quite high, such as to increase soil microbes which in turn maintain the fertility of their agricultural land. The community's understanding of the benefits of this activity is very large, as can be seen from the desire to independently make MOL-based organic fertilizers.