Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Evaluasi Konsumsi Makan dan Kepatuhan Konsumsi TTD terhadap Tingkat Kecukupan Zat Besi pada Remaja Putri di SMKN 1 Salatiga Gelora Mangalik; Debora Brian Santika Wijayanti; Rifatolistia Tampubolon
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Vol 8, No 2 : Agustus 2023
Publisher : Master of Epidemiology, School of Postgraduate Studies, Diponegoro University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jekk.v8i2.12824

Abstract

Background: Anemia is a nutritional problem, the 2018 Riskesdas data shows 48.9% of adolescent girls experience iron deficiency anemia. The government has made efforts to overcome the problem of anemia in adolescent girls through the provision of blood-supplementation tablets (TTD).Methods: This research used is descriptive with a quantitative approach, using a 2x24 hour instrument record, and the SQ-FFQ form. This study assesses the level of iron adequacy by looking at the data from the evaluation of food consumption which is expressed by the value of MAR (Mean Adequacy Ratio).Result: The results showed that respondents in consuming iron tablets were in the non-adherent category as much as 65%, the level of iron adequacy in the very poor category was 42.5%, the level of macronutrient intake in 42.5% of respondents experienced a severe level of deficit and the food intake of respondents was less varied.Conclusion : The conclusion of this study is an evaluation of food consumption average has a weight deficit, the food consumed does not vary, iron intake is not sufficient according to the AKG, and is not obedient in consuming TTD.
FORMULASI FOODBAR UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN ATLET Dhanang Puspita; Gelora Mangalik; Hieskya Chelvin Kristover
Science Technology and Management Journal Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/stmj.v2i2.91

Abstract

Atlet membutuhkan kalori untung menunjang peformanya. Foodbar bisa menjadi salah satu penyuplai kebutuhan kalori atlet. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan foodbar yang diperntukan memenuhi kebutuhan kalori. Penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan tahapan membuat formulasi foodbar kemudian dianalisis dengan data sekunder. Dihasilkan foodbar dengan ukuran 30 gr yang mengandung 146,5 Kkal. Foodbar tersebut bisa menjadi asupan untuk pemenuhan kebutuhan atlit sebelum, saat, dan setelah bertanding.
Optimalisasi Multi-Pihak Untuk Percepatan Penurunan Stunting Di Kota Salatiga Dalam Peluang Dan Tantangan Daru Purnomo; Seto Herwandito; Kris Julis Iman Murni Waruwu; Brigitte Sarah Renyoet; Gelora Mangalik
Visi Sosial Humaniora Vol. 4 No. 2 (2023): Visi Sosial Humaniora: Edisi Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51622/vsh.v4i2.1967

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi kegagalan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting pada anak ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dari standar usia. Gerakan penurunan stunting ini merupakan gerakan terpadu menuju cita-cita kebijakan nasional dan daerah. Maka penelitian ini membahas tentang upaya optimalisasi multipihak dalam percepatan penurunan stunting di Kota Salatiga. Dalam konteks ini, kerangka advokasi Covey dan Miller digunakan sebagai kerangkanya. Analisis Multi-Stakeholder menggunakan teori kajian Penta Helix dan pendekatan konsep 5K: kota/pemerintah, kampus, korporasi/perusahaan, komunitas, dan desa. Penelitian ini menggunakan desain analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan pengolahan data kualitatif dilakukan dengan metode advokasi menurut kerangka advokasi Covey dan Miller dengan penekanan pada sejarah kehidupan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pencegahan stunting merupakan program prioritas di Kota Salatiga, dengan penekanan pada kolaborasi dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan atau multistakeholder. Data stunting Kota Salatiga menunjukkan prevalensi stunting pada tahun 2022 sebesar 6,21%, optimis menargetkan program zero stunting pada tahun 2024
The Relationship between Exclusive Breastfeeding with Foods Intake and Nutritional Status of 6-to-12-Month-Old Children in Working Area of Hamadi Primary Health Care in the City Jayapura Ribka Fransiska Youwe; Dary Dary; Rifatolistia Tampubolon; Gelora Mangalik
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 5 No. 2 (2020): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v5i2.251

Abstract

First nutritional intake supplied to newborn infants is exclusive breast milk because it contains a lot of nutrients and it is supplied for 6-month-old children without adding weaning foods. Global Nutrition Report (GNR) report in 2014 stated that Indonesia was included in 117 countries that had three highest nutritional problems in children, namely stunting (37.2%), wasting (12.1%), and overweight (11.9%). The result of Riskesdas prevalence in 2013 regarding to nutritional status of children in Papua Province was undernutrition (21.9%) while in Jayapura there were malnutrition (3.4%) for toddlers and undernutrition (17.8%). The purpose of the research was to analyze the relationship between exclusive breastfeeding with foods intake and nutritional status of 6-to-12-month-old children in the working area of Hamadi Primary Health Care in the city of Jayapura. Quantitative research methods with cross sectional study design using the spearman rank test were done which exclusive breastfeeding as independent variable, food intake and nutritional status as dependent variables. Statistical test results showed that there was no relationship between exclusive breastfeeding and nutritional status with parameter p = 0.658, there was no relationship between exclusive breastfeeding and food intake (TKE p = 0.335), (TKP p = 0.626), (TKL p = 0.715), (TKK p = 0.980), there was a relationship between food intake and nutritional status (TKE p = 0.050), (TKP p = 0.041), (TKL p = 0.032), (TKK p = 0.049). The conclusion of this research is either exclusive or non-exclusive breastfeeding children have the same nutritional status and food intake, while children's food intake affects nutritional status of children.
Potential of Breadfruit Leaf Extract (Artocarpus altilis) As Functional Beverage for Patients with Hepatitis: Potensi Sirup Ekstrak Daun Sukun (Artocarpus altilis)Sebagai Minuman Fungsional Bagi Penderita Penyakit Hepatitis Sarlina Palimbong; Gelora Mangalik; Agustina Basompe
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i4.141

Abstract

Breadfruit leaves (Artocarpus altilis) are often used as ingredients of traditional medicine for treatment so it is recommended as a natural alternative medicine for patients with liver disease such as hepatitis. The purpose of this study is the use of breadfruit leaf extract for making syrup as a functional drink for people with hepatitis and see the panelists acceptance of the products made. Tests carried out were tests of the total content of flavonoid compounds and sensory tests on breadfruit leaf syrup. The results showed the highest total content of flavonoid compounds found in the leaves of breadfruit syrup PM (warming) 60 minutes amounted to 290.00 µgQe/mL and PM 90 amounted to 263.33 µgQe/mL while the lowest for the breadfruit leaf syrup PM 30 amounted to 240.00 µgQe/mL. The flavonoid content of all treatments showed a high amount. Based on a sensory test, the panelists preferred the syrup leaves of breadfruit PM 90 with average of 7.01. Therefore, of the three roots, PM 90 was the treatment recommendation. But to know the healing effect more than the consumption of flavonoids in syrup breadfruit leaves against hepatitis patients need to be tested in vivo.
Status Pertumbuhan Bayi 0–1 Tahun dari Ibu dengan Riwayat Kekurangan Energi Kronis (KEK) Semasa Hamil di Salatiga Bakoh Ambarwati; Gelora Mangalik; Kristiani Desimina Tauho
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) merupakan keadaan dimana ibu mengalami kekurangan makanan yang berlangsung menahun yang mengakibatkan timbulnya gangguan kesehatan pada ibu. KEK disebabkan oleh ketidakseimbangan asupan gizi seperti energi dan protein. Ibu hamil yang menderita KEK mempunyai risiko melahirkan bayi dengan berat bayi lahir rendah (BBLR) dan berisiko melahirkan bayi stunting. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat status pertumbuhan bayi yang lahir dari ibu dengan riwayat KEK di Salatiga. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif yang dilaksanakan pada bulan Juli - Agustus 2019 dengan populasi seluruh ibu dengan kejadian KEK pada Januari-Desember 2018 di 6 puskesmas se-Kota Salatiga. Penelitian ini menggunakan sumber data sekunder berupa buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dengan instrumen formulir check list yang digunakan untuk menyalin data dari buku KIA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 94,7% bayi lahir dengan berat badan 2500-4000 gram dan 5,3% memiliki BBLR. Berdasarkan panjang badan saat lahir, 86,2% bayi memiliki panjang badan lahir 46-49 cm, 8,5% lahir pendek dan 5,3% lahir tinggi. Status pertumbuhan bayi sekarang menunjukkan bahwa 98,9% memiliki status gizi baik dan tinggi badan normal. Kesimpulannya bayi yang lahir dari ibu dengan riwayat KEK semasa kehamilan sebagian besar memiliki status pertumbuhan yang normal. Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk melihat pengaruh kejadian KEK terhadap perkembangan bayi. Kata kunci: Ibu hamil, Kekurangan Energi Kronis, Status Gizi
Pelatihan Dapur Sehat Atasi Stunting di Lokasi Fokus (Lokus) Penanganan Stunting Kabupaten Boyolali Monikasari Monikasari; Sarah Melati Davidson; Gelora Mangalik; Kristiani Desimina Tauho; Ayu Afriani Panyuwa; Dary Dary; Brigitte Sarah Renyoet; Rifatolistia Tampubolon; Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 5, No 2 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v5i2.522

Abstract

Stunting is a condition in which a child's height is shorter than that of other children of the same age. Children experiencing stunting can be caused by several factors such as poor nutrition experienced by pregnant women and toddlers, lack of knowledge of mothers about health and nutrition that occurs before pregnancy and after childbirth, limited health services, lack of access to nutritious food and lack of access clean water and sanitation. In addition, the practice of giving food to toddlers is something that must be considered, is one way to meet the nutritional needs of toddlers. A good feeding pattern for toddlers will have an impact not only on physical growth but also on their cognitive-mental development. The mother as caregiver has all the decisions regarding healthy feeding practices, including breastfeeding. Giving food to toddlers is closely related to the role of the mother. Mother's education is an important factor that indirectly affects nutritional status, because mother's education will affect parenting patterns for children. The form of community service activities is in the form of delivering material on balanced nutrition, stunting and cooking training. A pre test was carried out before the extension activities with the results of the mother's knowledge level regarding stunting and healthy food, food safety with results of 77.12-80.66, for the post test results given after the delivery of the material and after cooking training, there was an increase in the mother's knowledge about stunting and good food processing and correct at 83.32-86.85. The conclusion is that there is an increase in mother's knowledge regarding stunting and proper and proper food processing which has a direct effect on mother's awareness regarding family nutrition and family health.
Hubungan Status Gizi dengan Stress Kecemasan dan Depresi pada Remaja Sekolah Menengah Pertama Di Kota Salatiga: THE RELATIONSHIP BETWEEN NUTRITIONAL STATUS AND STRESS, ANXIETY AND DEPRESSION IN JUNIOR HIGH SCHOOL ADOLESCENTS IN SALATIGA CITY Citra kristiani; Brigitte Sarah Renyoet; Gelora Mangalik
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v13i2.35914

Abstract

Pendahuluan: Stress, kecemasan dan depresi merupakan masalah yang kerap kali terjadi pada remaja. Masalah ini berdampak buruk pada asupan makan pada remaja sehingga status gizi remaja mengalami penurunan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui korelasi status gizi dengan stress, kecemasan serta depresi pada remaja SMP Kristen Satya Wacana Salatiga. Bahan dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan Februari-Maret 2024. Pada penelitian ini, stress, kecemasan dan depresi diukur dengan menggunakan kusioner Depression Anxiety Stress Scales (DASS). Data antropometri diketahui melalui Indeks Massa Tubuh berdasarkan umur (IMT/U) dengan software WHO AntrhoPlus. Asupan makan menggunakan Food Frequency Questionnari (FFQ) dan recall 2x24 jam. Analisis data kemudian dilakukan dengan menggunakan uji univariat dan bivariat. Hasil: Penelitian menunjukkan 67,1% responden mengalami gizi baik, 7,1% undernutrition dan 25,9% overnutrition. Sebagian besar responden mengalami asupan kurang pada tingkat kecukupan gizi makro. Gambaran penelitian juga menunjukkan 23,5% responden mengalami stress ringan, 27,1% responden mengalami kecemasan sedang dan 18,4% responden mengalami depresi sedang. Nilai p-value yang dihasilkan dari penelitian adalah >0,05 yang berarti tidak ada hubungan antara status gizi dengan stress, kecemasan dan depresi. Kesimpulan: Meskipun hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara status gizi dengan stress, kecemasan dan depresi, penelitian ini tetap penting untuk pemahaman kondisi gizi dan kesehatan mental pada populasi tertentu. Penelitian selanjutnya, diharapkan lebih memperhatikan faktor lain yang dapat mempengaruhi status gizi.
Gambaran Konsumsi Gula, Garam dan Lemak (Minyak) pada Anak Sekolah Tesalonika Gisela Rembet; Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho; Gelora Mangalik
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 04 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v10i04.877

Abstract

Anak usia sekolah (6-12 tahun) merupakan kelompok usia dengan tumbuh kembang pesat kedua setelah masa Balita. Perhatian orangtua dan keluarga penting dalam pemilihan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsumsi garam, gula, dan lemak (minyak) siswa di beberapa sekolah dasar di Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan data purposive sampling. Data dianalisa secara deskriptif dalam bentuk tabel dan grafik. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2020. Responden penelitian sebanyak 60 siswa kelas I-IV dari SD GMIM Wulauan, SD GMIM Tonsea Lama, dan SD Inpres Marawas. Pengambilan data menggunakan kuesioner untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku makan responden, SQ-FFQ (data kebiasaan makan), Food Recall 2x24 jam (data asupan makan), serta pengukuran antropometri. Hasil Food Recall 2x24 jam didapatkan bahwa gambaran konsumsi asupan garam sebanyak 432,02 mg, asupan gula sebanyak 0,02 g, dan asupan minyak (lemak) 32,23 g, berada pada kategori kurang. Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak (minyak) (GGL) responden termasuk kurang. Asupan GGL tetap perlu dijaga agar tidak melebihi batas konsumsinya dengan membatasi jajanan yang manis, gurih, dan berlemak serta memberikan pendidikan gizi kepada anak tentang makanan dan jajanan yang sehat.
Survei Konsumsi Sayur dan Buah pada Remaja di SMA Negeri 5 Jayapura Stuard Aldo Woisiri; Gelora Mangalik; Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 03 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i03.1423

Abstract

Data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa penduduk Indonesia berumur ≥ 10 Tahun mempunyai kecenderungan kurang mengkonsumsi sayur dan buah sesuai standart pedoman gizi seimbang yaitu kurang dari 400 gr/orang/hari yang terdiri dari 250 gr sayur dan 150 gr buah dalam sehari mencapai 95,5. Di Provinsi Papua, hasil Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa penduduk tidak mengkonsumsi buah dan sayur mencapai 95%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat konsumsi buah dan sayur dan tingkat asupan zat makro dan mikro pada anak remaja di SMA Negeri 5 Jayapura. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jenis penelitian studi cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 5 Jayapura pada bulan Januari-Maret 2021. Sampel target dalam penelitian ini adalah 50 siswa-siswi kelas 10-11 dengan usia 15-18 tahun. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak sistematis (sistematic random sampling). Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuisioner yaitu Semi Quantitave Food Frequency Questioner (SQ-FFQ) dan recall 2x24 jam. Data yang telah dikumpulkan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukan rata-rata konsumsi sayur dan buah siswa sangat rendah yaitu sayur frekuensi konsumsi sayur 0,09 kali/hari dengan rata-rata berat 4,41 gram/hari dan buah 0,16 kali/hari dengan rata-rata berat 38,59 gram/hari. Tingkat asupan zat gizi makro defisit yaitu energi (29 siswa),protein (36 siswa), lemak (33 siswa) dan karbohidrat (47 siswa) dan asupan zat gizi mikro yang kurang yaitu 50 siswa kurang mengonsumsi serat dan kalsium, 32 siswa kurang mengonsumsi magnesium dan 47 siswa kurang mengonsumsi zat besi.