Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Konseling Kelompok dengan Teknik Behavior Contract untuk Mereduksi Kenakalan pada Siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon Celsi Kobandaha; Rinna Y. Kasenda; Deklay Nainggolan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan konseling kelompok dengan teknik behavior contract dalam mereduksi kenakalan pada siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon. Bentuk kenakalan yang menjadi fokus penelitian meliputi membolos, merokok di lingkungan sekolah, tidak menghormati guru, serta terlibat dalam perselisihan antarsiswa. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah empat siswa yang teridentifikasi menunjukkan perilaku kenakalan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pengisian instrumen perilaku siswa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konseling kelompok dengan teknik behavior contract mampu mereduksi kenakalan siswa secara signifikan. Hal ini terlihat dari peningkatan rata-rata skor siswa dari 18,25 pada Siklus I dengan kategori cukup baik menjadi 32,25 pada Siklus II dengan kategori baik. Seluruh siswa menunjukkan perubahan perilaku yang lebih positif, seperti meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, kesadaran atasa bahanya merokok kepatuhan terhadap tata tertib sekolah, serta berkurangnya perilaku negatif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konseling kelompok dengan teknik behavior contract efektif digunakan untuk mereduksi kenakalan siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon.
Penerapan Konseling Kelompok dengan Teknik Behavior Contract untuk Mereduksi Kenakalan pada Siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon Celsi Kobandaha; Rinna Y. Kasenda; Deklay Nainggolan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan konseling kelompok dengan teknik behavior contract dalam mereduksi kenakalan pada siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon. Bentuk kenakalan yang menjadi fokus penelitian meliputi membolos, merokok di lingkungan sekolah, tidak menghormati guru, serta terlibat dalam perselisihan antarsiswa. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah empat siswa yang teridentifikasi menunjukkan perilaku kenakalan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pengisian instrumen perilaku siswa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konseling kelompok dengan teknik behavior contract mampu mereduksi kenakalan siswa secara signifikan. Hal ini terlihat dari peningkatan rata-rata skor siswa dari 18,25 pada Siklus I dengan kategori cukup baik menjadi 32,25 pada Siklus II dengan kategori baik. Seluruh siswa menunjukkan perubahan perilaku yang lebih positif, seperti meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, kesadaran atasa bahanya merokok kepatuhan terhadap tata tertib sekolah, serta berkurangnya perilaku negatif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konseling kelompok dengan teknik behavior contract efektif digunakan untuk mereduksi kenakalan siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon.
The Influence of Principal Leadership, Educational Climate, and Guidance and Counseling Programs on the Incidence of Bullying Among Students in Public Senior High Schools In Manado City Rinna Y. Kasenda; Joulanda A. M. Rawis; Harol R. Lumapow; Tellma M. Tiwa
International Journal of Education, Information Technology, and Others Vol 9 No 2 (2026): International Journal of Education, information technology   and others
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying in senior high schools is a serious issue in educational management because it affects students’ psychological safety, emotional well-being, and the effectiveness of the learning process. School principals are expected to play a key role in creating a safe, inclusive, and non-violent school environment. However, the extent to which principal leadership directly influences student bullying behavior has not been strongly supported by empirical evidence, especially in public high schools. Therefore, this study examines the effect of principal leadership on bullying behavior among students in public senior high schools in Manado City. This research used a quantitative approach with an explanatory survey design. The population consisted of all students in public senior high schools in Manado City, and 385 respondents were selected using the Lemeshow sampling formula. Data were collected through Likert-scale questionnaires measuring perceptions of principal leadership and bullying behavior. The data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS software, including validity, reliability, model fit, and path analysis tests. The results indicate that principal leadership does not have a direct and significant effect on students’ bullying behavior. This suggests that principal leadership operates more indirectly through school policies, management systems, and institutional structures rather than through direct interaction with students. Bullying behavior is found to be more strongly influenced by peer relationships, school climate, and daily social interactions within the school environment. In conclusion, the relationship between principal leadership and bullying behavior is complex and indirect. Therefore, efforts to reduce bullying should not rely solely on leadership but must also involve strengthening school culture, improving peer relationships, and implementing comprehensive anti-bullying strategies that support students’ social and emotional development.
Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Behavior Contract dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di SMTK Berea Tondano: Penelitian Conni Agnesti Tom; Rinna Y. Kasenda; Deklay Nainggolan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6034

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan siswa melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik behavior contract di SMTK Berea Tondano. Masalah awal menunjukkan disiplin siswa masih rendah, ditandai keterlambatan, pelanggaran aturan, dan kurangnya tanggung jawab terhadap tugas. Penelitian melaksanakan pendekatan PTBK dalam dua siklus dengan enam siswa sebagai subjek yang dipilih karena tingkat disiplin yang rendah. Data diperoleh melalui angket dan observasi, lalu dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil pra-tindakan, siklus I, dan siklus II. Hasil menunjukkan peningkatan bertahap dari kategori rendah pada pra-tindakan, menjadi sedang pada siklus I, hingga tinggi pada siklus II, sehingga teknik behavior contract terbukti efektif meningkatkan kedisiplinan siswa.
The Influence of Transactional Leadership Style on Employee Turnover Intention at Cool Supermarket Tomohon Yoas Sotomo Telaumbanua; Deetje Josephine Solang; Rinna Yuanita Kasenda
International Journal of Economics, Business and Innovation Research Vol. 5 No. 05 (2026): International Journal of Economics, Business and Innovation Research( IJEBIR)
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijebir.v5i05.4909

Abstract

Turnover intention is an important aspect of human resource management because it is associated with employees' tendency to leave an organization. One factor that is presumed to influence turnover intention is transactional leadership, which emphasizes an exchange relationship between leaders and subordinates through the provision of rewards and performance monitoring. This study aimed to examine the effect of transactional leadership on the turnover intention of employees at Cool Supermarket Tomohon. This research employed a quantitative approach with an associative research design. The study population consisted of 55 employees, all of whom were selected as the sample using a saturated sampling technique. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using normality, linearity, and simple linear regression tests with the assistance of IBM SPSS Statistics 25.0. The results indicated that transactional leadership had a negative and significant effect on turnover intention, with a regression coefficient of -0.901 and a significance value of 0.000 (p < 0.05). The coefficient of determination (R²) was 0.936, indicating that 93.6% of the variation in turnover intention was explained by transactional leadership, while the remaining 6.4% was influenced by other factors outside the scope of this study. These findings suggest that the better the implementation of transactional leadership, the lower the employees' turnover intention.
PENGARUH POLA ASUH OTORITER TERHADAP KONTROL DIRI PADA MAHASISWA PSIKOLOGI ANGKATAN 2025 FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN DAN PSIKOLOGI Cindy Natalia Mantako; Jofie Hilda Mandang; Rinna Yuanita Kasenda
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.59712

Abstract

Kontrol diri merupakan kemampuan seseorang dalam mengendalikan dirinya sesuai dengan situasi atau kondisi yang sedang terjadi, meliputi kemampuan mengontrol tindakan, menahan emosi, mengendalikan perilaku, serta menahan diri dari godaan. Pola asuh otoriter merupakan pola pengasuhan yang bersifat mengontrol, mengekang, dan berkuasa mengatur segala hal yang dilakukan anak tanpa memberi kesempatan anak untuk mandiri, dengan aturan yang dibuat orang tua harus ditaati dan disertai hukuman apabila dilanggar. Pada sebagian besar mahasiswa diketahui masih banyak yang memiliki kontrol diri rendah, dan salah satu faktornya adalah pola asuh otoriter orang tua terhadap anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pola asuh otoriter terhadap kontrol diri pada mahasiswa Psikologi Angkatan 2025 Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Negeri Manado. Metode yang digunakan adalah metode asosiatif dengan jumlah sampel 123 orang yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pola asuh otoriter terhadap kontrol diri dengan arah pengaruh yang negatif, yang berarti semakin tinggi pola asuh otoriter maka semakin rendah kontrol diri mahasiswa
Co-Authors Anatacia Michelle Tasiam Andrea Angelita Kusen Angela Kojoh Angelista Tamuntuan Angelita Martono Anggrian, Riki Anggun Mandias Angkouw, Phillya Caitlin Argita Argita Argita, Argita Ariantje J. A. Sundah Armadi , Andi A. O. Arnesia Indah Batara Aruperes, Vamela Bolung, Miracle Samuel Briggta Rantung Celsi Kobandaha Chotimah, Kencana Khusnul Chrystilia Rengkuan Cika Faradila Umalekhoa Cindy Natalia Mantako Conni Agnesti Tom Cristin Natalia Pasaribu Daniel, Tandaju Christian Deetje Josephine Solang Deetje Josephine Solang Deklay Nainggolan Dominicus Tinus E. Y. Makaambahe, Deria Elvira Rentandu Eunike S Tulenan Hartati, Meike E. Hiola, Taufik R. Jasin Taher Jessica K Singal Jofie Hilda Mandang Jonathan Tindas Joulanda A. M. Rawis Kamal, Luluk Syahrul Kapahang, Gloridei Lingkanbene Kaparang, Christia G Kawuwung, Juan Gregorius Kesek, Marcella Lande, Ananda Laurens, Delfiawati Lempoy, Amelia Marshanda Lihart Lumapow Liu, Arnold C Lundeto, Vadila Putri Maarial, Amriani Mandang, Jofie Hilda Manengkey, Julieta Mutiara J Mangantes , Meisie L Maramis, Marcelina Wijayanti Marchelyn Brigitha Ribka Supit Maya Elvianti Tikat Meike Endang Hartati Melati S.A Sjarifuddin Meta, Joan Mint Husen Raya Mint Husen Raya Aditama Mokoagow , Tata P. Mutiara Megalestari Undap N.Mogigir, Elizabet Nabila Wahyuni Midu Nadia Oktaria Tipa Natasya Refincha Avriel Kairupan Nelsa Tonapa Nevalia Mokoagow Pantow, Anssy Syahfitiri Paul M. Heydemans Posumah, Margareth Pramesti, Kintan Radiva Putri Fauzia Russu Putri Keren Thio Rachelia Kimbal Rahayu Dwi Lestari Rahmatia A. Imam Rantung, Brigita Rantung, Firna Tresya Rompis, Anissa Salindeho, Aprilia Cecilia Christania Saragih , Angel P. F. Sasuwu, Chrispian Senduk, Iren Shallomitha Zefanya Aror Silitonga, Mora Sillaen , Widia M. Silvia Appulembang Simangunsong, Anggi Innocensia Siti Mahrani M Rusli Sitti Saena Putri Julia Soreh , Frengky G. Stevania Tambuwun Suehartono Syam Sumangkut, Jonathan Geraldi Suryani Suryani Suryani Suryani Takapipi, Costanli Tangkelangngan, Irma Tarente , Orva Tarigan, Widianta Br Tarigan, Yusmiar Br Tellma Monna Tiwa Tendean, Candy Timban, Meily Christilia Miranda Tulungen, Chrisna Vamela Aruperes Warawarin, Klaudia Wuner, Nasrani Wurangian, Blessing Putri Y.P Tiwa, Marcellino Yoas Sotomo Telaumbanua ⁠Yerikho pratasik