Claim Missing Document
Check
Articles

Layanan Bimbingan Kelompok dengan pendekatan Cognitive Behavior Therapy untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa di SMP PGRI Pinaras Tamuntuan, Angelista; Tiwa, Tellma M.; Kasenda, Rinna Yuanita
Indo Green Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i1.145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa di SMP PGRI PINARAS melalui program Bimbingan Kelompok dengan pendekatan Terapi Perilaku Kognitif. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang dilaksanakan melalui pra-siklus, siklus I, dan siklus II. Subjek yang terlibat adalah empat siswa kelas VII di SMP PGRI Pinaras yang mengalami kendala dalam hal percaya diri. Instrumen penelitian meliputi Observasi, Dokumentasi, dan Angket percaya diri yang terdiri dari 15 pernyataan dengan menggunakan skala likert 4. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang sederhana. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada rata-rata skor percaya diri dari 22,5 dengan kategori rendah di pra-siklus, meningkat menjadi 38,25 dalam kategori sedang pada siklus I, dan lebih tinggi lagi menjadi 50,25 yang masuk kategori tinggi pada siklus II. Oleh karena itu, Layanan Bimbingan Kelompok dengan Pendekatan Terapi Perilaku Kognitif terbukti efektif dalam meningkatkan percaya diri para siswa yang berpartisipasi di SMP PGRI Pinaras.
Layanan Konseling Kelompok dengan Teknik Cognitive Behavior Therapy dalam Mengatasi Bullying di Sekolah SMA Katolik Karitas Tomohon: Penelitian Cristin Natalia Pasaribu; Rinna Yuanita Kasenda; Deklay Nainggolan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6618

Abstract

Penelitian ini membahas tentang layanan konseling kelompok dengan teknik Cognitive Behavior Therapy dalam mengatasi bullying di sekolah SMA Katolik Karitas Tomohon Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki seberapa baik efektivitas layanan konseling kelompok yang memanfaatkan pendekatan cognitive behavior therapy dalam mengatasi masalah bullying di SMA Katolik Karitas Tomohon. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan untuk Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari tiga siswa yang terlibat dalam fenomena bullying dan siswa kelas X-B di SMA Katolik Karitas Tomohon. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan kuesioner tentang perilaku bullying. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa layanan konseling kelompok dengan metode Cognitive Behavior Therapy terbukti efektif dalam mengurangi tindakan bullying di kalangan siswa. Pada tahap pra-tindakan, skor perilaku bullying para pelaku masuk dalam kategori tinggi dengan rentang skor 53–55. Setelah pelaksanaan siklus I, skor menurun ke kategori sedang dengan rentang 43–52. Kemudian pada siklus II, skor kembali menurun menjadi kategori rendah dengan rentang 29–31. Teknik Cognitive Behavior Therapy membantu siswa dalam mengenali pikiran negatif, mengubah pola pikir yang tidak rasional menjadi lebih logis, serta melatih perilaku sosial yang lebih positif melalui kegiatan diskusi, peran bermain, dan penguatan.
Strategi Guru Bimbingan Konseling dalam Mengatasi Perilaku Membolos Siswa di SMP Negeri 1 Tomohon: Penelitian Arnesia Indah Batara; Meisie L. Mangantes; Rinna Yuanita Kasenda
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6710

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan masih adanya perilaku membolos yang dilakukan oleh siswa di SMP Negeri 1 Tomohon yang berdampak pada rendahnya kedisiplinan, motivasi belajar, serta pencapaian akademik peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan cara guru bimbingan dan konseling dalam menangani masalah siswa yang bolos serta menganalisis berbagai faktor yang menghalangi pelaksanaan cara tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa cara yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling untuk mengatasi masalah bolos mencakup pendekatan pribadi kepada siswa, memberikan perhatian khusus, melaksanakan layanan konseling individu dan kelompok, memberikan dorongan, menyampaikan informasi tentang dampak negatif dari bolos melalui media mading, membuat surat pernyataan atau kontrak perilaku, serta menjalin kerja sama dengan orang tua dan wali kelas.. Selain itu, ditemukan pula beberapa faktor penghambat, antara lain kurangnya keterlibatan orang tua dalam proses pembinaan siswa, keterbatasan jumlah guru bimbingan dan konseling dibandingkan dengan jumlah peserta didik, serta kondisi lingkungan sekolah yang belum sepenuhnya mendukung proses pengawasan siswa secara optimal. Strategi guru BK SMPN 1 Tomohon dalam mengatasi siswa membolos sudah cukup baik, namun perlu penguatan program spesifik dan kerja sama dengan orang tua agar lebih optimal
Strategi Guru Bimbingan Konseling dalam Mengatasi Ketidak Percayaan Diri Siswa di SMPN 1 Tomohon: Penelitian Nadia Oktaria Tipa; Rinna Yuanita Kasenda; Meike Endang Hartati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6729

Abstract

Kepercayaan diri adalah sikap seseorang dalam memandang dan menilai dirinya sendiri serta lingkungan di sekitarnya. Sikap ini membuat individu yakin terhadap kemampuan yang dimilikinya sehingga mampu bertindak, mengambil keputusan, dan melakukan berbagai kegiatan dengan baik Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kepercayaan diri siswa, strategi guru bimbingan konseling dalam mengatasi ketidakpercayaan diri siswa di SMPN 1 Tomohon. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi dengan subjek penelitian terdiri dari 4 orang informan utama dan pendukung. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru bimbingan konseling membuat program dan juga strategi untuk membantu siswa yang kurang percaya diri. Strategi yang dilakukan guru bimbingan konseling meliputi identifikasi latar belakang siswa melalui penggalian informasi orang tua, memberikan layanan konseling individu, pemberian motivasi atau penguatan positif (reinforcement positif), serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dan mengekspresikan diri melalui penugasan pembuatan video pribadi. Dukungan sistemik dari pihak sekolah berupa penciptaan lingkungan belajar yang aman, apresiatif, serta penyediaan wadah ekstrakurikuler terbukti efektif meningkatkan kepercayaan diri siswa secara signifikan.
Pengaruh Katarsis Emosi Terhadap Perilaku Anonim Pada Remaja di SMANegeri 1 Tondano Pengguna Media Sosial Andrea Angelita Kusen; Deetje Josephine Solang; Rinna Yuanita Kasenda
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 6.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the influence of emotional catharsis on anonymous behavior among adolescent Social Media Users at SMA Negeri 1 Tondano. Utilizing a quantitative approach, the research employs a simple linear regression analysis. Using purposive sampling, 155 participants from grades XI and XII who actively use social media were selected. Data were gathered through questionnaires. The findings reveal a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating that emotional catharsis has a significant impact on anonymous behavior among adolescent social media users at SMA Negeri 1 Tondano.
Penerapan Konseling Kelompok dengan Teknik Behavior Contract untuk Mereduksi Kenakalan pada Siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon Celsi Kobandaha; Rinna Y. Kasenda; Deklay Nainggolan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan konseling kelompok dengan teknik behavior contract dalam mereduksi kenakalan pada siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon. Bentuk kenakalan yang menjadi fokus penelitian meliputi membolos, merokok di lingkungan sekolah, tidak menghormati guru, serta terlibat dalam perselisihan antarsiswa. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah empat siswa yang teridentifikasi menunjukkan perilaku kenakalan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pengisian instrumen perilaku siswa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konseling kelompok dengan teknik behavior contract mampu mereduksi kenakalan siswa secara signifikan. Hal ini terlihat dari peningkatan rata-rata skor siswa dari 18,25 pada Siklus I dengan kategori cukup baik menjadi 32,25 pada Siklus II dengan kategori baik. Seluruh siswa menunjukkan perubahan perilaku yang lebih positif, seperti meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, kesadaran atasa bahanya merokok kepatuhan terhadap tata tertib sekolah, serta berkurangnya perilaku negatif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konseling kelompok dengan teknik behavior contract efektif digunakan untuk mereduksi kenakalan siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon.
Penerapan Konseling Kelompok dengan Teknik Behavior Contract untuk Mereduksi Kenakalan pada Siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon Celsi Kobandaha; Rinna Y. Kasenda; Deklay Nainggolan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan konseling kelompok dengan teknik behavior contract dalam mereduksi kenakalan pada siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon. Bentuk kenakalan yang menjadi fokus penelitian meliputi membolos, merokok di lingkungan sekolah, tidak menghormati guru, serta terlibat dalam perselisihan antarsiswa. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah empat siswa yang teridentifikasi menunjukkan perilaku kenakalan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pengisian instrumen perilaku siswa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konseling kelompok dengan teknik behavior contract mampu mereduksi kenakalan siswa secara signifikan. Hal ini terlihat dari peningkatan rata-rata skor siswa dari 18,25 pada Siklus I dengan kategori cukup baik menjadi 32,25 pada Siklus II dengan kategori baik. Seluruh siswa menunjukkan perubahan perilaku yang lebih positif, seperti meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, kesadaran atasa bahanya merokok kepatuhan terhadap tata tertib sekolah, serta berkurangnya perilaku negatif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konseling kelompok dengan teknik behavior contract efektif digunakan untuk mereduksi kenakalan siswa di SMA Katolik Karitas Tomohon.
The Influence of Principal Leadership, Educational Climate, and Guidance and Counseling Programs on the Incidence of Bullying Among Students in Public Senior High Schools In Manado City Rinna Y. Kasenda; Joulanda A. M. Rawis; Harol R. Lumapow; Tellma M. Tiwa
International Journal of Education, Information Technology, and Others Vol 9 No 2 (2026): International Journal of Education, information technology   and others
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying in senior high schools is a serious issue in educational management because it affects students’ psychological safety, emotional well-being, and the effectiveness of the learning process. School principals are expected to play a key role in creating a safe, inclusive, and non-violent school environment. However, the extent to which principal leadership directly influences student bullying behavior has not been strongly supported by empirical evidence, especially in public high schools. Therefore, this study examines the effect of principal leadership on bullying behavior among students in public senior high schools in Manado City. This research used a quantitative approach with an explanatory survey design. The population consisted of all students in public senior high schools in Manado City, and 385 respondents were selected using the Lemeshow sampling formula. Data were collected through Likert-scale questionnaires measuring perceptions of principal leadership and bullying behavior. The data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS software, including validity, reliability, model fit, and path analysis tests. The results indicate that principal leadership does not have a direct and significant effect on students’ bullying behavior. This suggests that principal leadership operates more indirectly through school policies, management systems, and institutional structures rather than through direct interaction with students. Bullying behavior is found to be more strongly influenced by peer relationships, school climate, and daily social interactions within the school environment. In conclusion, the relationship between principal leadership and bullying behavior is complex and indirect. Therefore, efforts to reduce bullying should not rely solely on leadership but must also involve strengthening school culture, improving peer relationships, and implementing comprehensive anti-bullying strategies that support students’ social and emotional development.
Co-Authors Anatacia Michelle Tasiam Andrea Angelita Kusen Angela Kojoh Angelista Tamuntuan Angelita Martono Anggrian, Riki Anggun Mandias Angkouw, Phillya Caitlin Argita Argita Argita, Argita Ariantje J. A. Sundah Armadi , Andi A. O. Arnesia Indah Batara Aruperes, Vamela Ayu Ekaristi Br Ginting Bolung, Miracle Samuel Briggta Rantung Carla Claudia Waleleng Celsi Kobandaha Chotimah, Kencana Khusnul Chrystilia Rengkuan Cika Faradila Umalekhoa Cristin Natalia Pasaribu Daniel, Tandaju Christian Deetje Josephine Solang Deklay Nainggolan Deklay Nainggolan Dinda Mamonto Dinsiana Momongan Dominicus Tinus E. Y. Makaambahe, Deria Elvira Rentandu Eunike S Tulenan Hartati, Meike E. Hiola, Taufik R. Jasin Taher Jessica K Singal Jonathan Tindas Joulanda A. M. Rawis Kamal, Luluk Syahrul Kapahang, Gloridei Lingkanbene Kaparang, Christia G Kawuwung, Juan Gregorius Kesek, Marcella Lande, Ananda Laurens, Delfiawati Lempoy, Amelia Marshanda Lihart Lumapow Liu, Arnold C Lundeto, Vadila Putri Maarial, Amriani Mandang, Jofie Hilda Manengkey, Julieta Mutiara J Mangantes , Meisie L Maramis, Marcelina Wijayanti Marchelyn Brigitha Ribka Supit Maya Elvianti Tikat Meike Endang Hartati Meisie L. Mangantes Melati S.A Sjarifuddin Meta, Joan Mint Husen Raya Mint Husen Raya Aditama Mokoagow , Tata P. Mutiara Megalestari Undap N.Mogigir, Elizabet Nabila Wahyuni Midu Nadia Oktaria Tipa Natasya Refincha Avriel Kairupan Nelsa Tonapa Nevalia Mokoagow Pantow, Anssy Syahfitiri Paul M. Heydemans Posumah, Margareth Pramesti, Kintan Radiva Putri Fauzia Russu Putri Keren Thio Rachelia Kimbal Rahayu Dwi Lestari Rahmatia A. Imam Rantung, Brigita Rantung, Firna Tresya Renita Hanaya Br Tarigan Rompis, Anissa Salindeho, Aprilia Cecilia Christania Saragih , Angel P. F. Sasuwu, Chrispian Senduk, Iren Shallomitha Zefanya Aror Silitonga, Mora Sillaen , Widia M. Silvia Appulembang Simangunsong, Anggi Innocensia Siti Mahrani M Rusli Sitti Saena Putri Julia Soreh , Frengky G. Stevania Tambuwun Suehartono Syam Sumangkut, Jonathan Geraldi Suryani Suryani Suryani Suryani Takapipi, Costanli Tamuntuan, Angelista Tangkelangngan, Irma Tarente , Orva Tarigan, Widianta Br Tarigan, Yusmiar Br Tellma Monna Tiwa Tendean, Candy Timban, Meily Christilia Miranda Tiwa, Tellma M. Tom, Conni Agnesti Tulungen, Chrisna Vamela Aruperes Warawarin, Klaudia Wuner, Nasrani Wurangian, Blessing Putri Y.P Tiwa, Marcellino ⁠Yerikho pratasik