Claim Missing Document
Check
Articles

Pertumbuhan setek tiga aksesi katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.) asal Bogor pada berbagai komposisi media tanam Rahayu, Arifah; Nisa, Chairun; Yuliawati, Yuliawati
JURNAL AGRONIDA Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v11i1.20426

Abstract

The use of basil leaves as a vegetable and biopharmaceutical plant requires products that are safe for consumption, thus encouraging environmentally friendly cultivation using natural fertilizers, especially as a nitrogen source. This research aims to determine the effect of various types of organic nitrogen source fertilizer on the growth and production of several basil accessions. The study was conducted in July-September 2021 at the Jambu Luwuk Ciawi, Bogor experimental field. The research design used was factorial CRD. The first factor was basil accessions (Kadudampit, Ciaruteun and Cidolog), and the second factor was the source of N (without N fertilizer, urea, kipahit (Tithonia diversifolia L.) compost, kirinyuh (Chromolaena odorata L.) compost, and chicken manure). The variables observed were the number of leaves, plant height, number of branches and total branch length, leaf area, stem diameter, fresh and dry weight of the first to third harvest, and fresh and dry weight of roots and shoots. The Kadudampit accession has advantages in plant height, leaf area, wet and dry weight of first and second harvest as well as dry weight of third harvest and total harvest compared to other basil accessions. The application of kirinyuh compost increased the height of the basil plants, while the use of chicken manure increased the number of leaves, branches, total branch length, and wet and dry weight of the shoot and roots of the basil. Kirinyuh compost and chicken manure can be alternative sources N as substitute for urea in basil plants.
PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP SAYURAN INDIJENES Nahraeni, Wini; Rahayu, Arifah; Yusdiarti, Arti
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 2 No. 2 (2016): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1286.825 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v2i2.779

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur preferensi konsumen terhadap lima komoditassayuran indijenes daun di Kabupaten Bogor dan Sukabumi. Sayuran daun yang diamati adalahkatuk, kenikir, poh-pohan, kemangi, dan reundeu. Lokasi penelitian untuk mendapatkankeanekaragaman jenis sayuran indijenes dilakukan di tiga kabupaten/kotamadya yaitu Bogor,Sukabumi dan Cianjur Provinsi Jawa Barat sedangkan lokasi penelitian untuk melihat preferensikonsumen dilakukan di Kabupaten Bogor, Sukabumi, dan Jakarta. Data diperoleh dari hasilwawancara dengan responden ibu rumah tangga sebanyak 50 orang konsumen. Hasil Penelitianmenunjukan bahwa atribut yang paling penting dalam preferensi sayuran indijenes adalahrendahnya zat berbahaya, harga dan tingginya kandungan zat berkhasiat. Dari segi rasa, Sayuranyang paling disukai adalah kemangi, reundeu dan kenikir. Dari ketersediaan, yang paling baikkinerjanya adalah kemangi dan pohpohan. Sayuran yang ketersediannya jarang atau paling sulitdidapatkan adalah kenikir. Hasil analisis Multiatribut Fishbeinn menunjukan bahwa sayurandaun yang paling disukai konsumen adalah kemangi, pohpohan dan katukKata Kunci : Sayuran Indijenes, Preferensi Konsumen, Fishbeinn
Analisis Risiko Produksi Sayuran Daun Indigenous di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat Mubarokah, Syaima Lailatul; Nahraeni, Wini; Yusdiarti, Arti; Rahayu, Arifah
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 3 No. 1 (2017): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.666 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v3i1.1029

Abstract

This study aims to identify 1) the source of production risk in some indigenous leaf vegetables, especially basil 2) the level of risks encountered, and 3) formulate strategies tocontrol the risk of production of indigenous leaf vegetable. The research was conducted in Kecamatan Kadudampit Sukabumi, the method of sampling used simple random sampling.The number of farmers were 42 farmers. In specialization activities, the method to process risk data used are analysis of variance, standard deviation and coefficient of variation. Theresults showed that the source of production risk faced by farmers were weather / climate, pest and disease diseases and seed quality. The expected return value of basil commodityRp.1.801.204 with the risk level of losses was 0.382 or 38%. Strategies that could be done to reduced the risk was the diversification activity with . timing and appropriate commodities of diversification activities, plan intercropping cropping pattern between two combination basil with lettuce were 60% and 40% and basil with gourd were 60% and 40%, risk managementin production through preventive strategies with improvement of physical facilities and mitigation strategies with pest and disease controls encountered.Keywords: basil, variance analysis, standard deviation, coefficient of variation, risk management.
STRUKTUR PASAR SAYURAN KEMANGI DI PASAR TRADISIONAL Nahraeni, Wini; Rahayu, Arifah; Yusdiarti, Arti; Kulsum, Iis Afriani
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1297.011 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v4i2.1564

Abstract

Sayuran indijenes memegang peranan penting dalam pertanian dan konsumsinya semakin meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan meningkatnya restaurant-restauran Sunda.  Kemangi merupakan sayuran yang potensial dalam kontribusinya terhadap peningkatan pendapatan petani di perdesaan dan meningkatkan gizi keluarga. Tanaman ini  mudah ditanam dan hanya memerlukan input eksternal yang rendah, dibandingkan dengan sayuran eksotis.  Namun, meskipun tanaman ini penting, kemangi tidak cukup berorientasi pasar  karena kecilnya daya saing petani dan terbatasnya produktivitas.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur pasar sayuran  kemangi. Data dikumpulkan dari 42 orang petani kemangi di Kecamatan Kadudampit (Desa Undruswinangun dan Sukamaju) yang diambil secara acak sederhana (simple random sampling), dan 29 orang pedagang yang diambil secara snowball sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif.  Analisis yang digunakan adalah pangsa pasar, konsentrasi pasar (CR), HHI (Herfindal-Hirscman Index), karakteristik produk, dan hambatan masuk pasar. Hasil penelitian menemukan bahwa pemasaran sayuran kemangi di Kecamatan Kadudampit didominasi oleh empat pedagang pengumpul desa terbesar dengan angka Concentration Ratio (CR4) sebesar 81%. Nilai Herfindahl-Hirscman-Index sebesar 0,17 menunjukkan struktur yang terbentuk cenderung mengarah kepada kondisi pasar oligopoli dari sisi penjual sedangkan oligopsoni dari sisi pembeli. Nilai MES yang diperoleh  di atas nol (MES>0) menunjukkan terdapat hambatan masuk pasar, dan karakteristik sayuran kemangi di Kecamatan Kadudampit bersifat homogen. Untuk meningkatkan posisi tawar petani, disarankan untuk membentuk kelompok tani kemangi, dan petani aktif mencari informasi pasar.Kata kunci: Indijenes,  Herfindal-Hirscman Index, Oligopoly.
KEPUTUSAN PEMBELIAN DAN PREFERENSI KONSUMEN JERUK PAMELO Nahraeni, Wini; Rahayu, Arifah; Yusdiarti, Arti; Yaskur, Yaskur
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.19 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v5i1.2171

Abstract

Di Indonesia terdapat beragam kultivar pamelo dengan rasa, warna, ukuran dan bentuk buah beragam. Selama ini, usahatani pamelo tidak didasarkan pada preferensi konsumen.  Penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis proses pengambilan keputusan pembelian pamelo dan preferensi konsumen terhadap atribut pamelo. Metode analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif.  Responden berjumlah 70 orang yang berasal dari Jakarta, Bogor, dan Sukabumi. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam melakukan pembelian, sebagian besar konsumen memilih pasar tradisional, tujuan pembelian adalah mencari variasi buah yang segar dan pencuci mulut, Informasi pembelian berasal dari keluarga, dengan proses pembelian mendadak saat melihat Jeruk Pamelo. Jeruk Pamelo dibeli pada  musim tertentu (musim panen), Jumlah Jeruk yang biasa dibeli hanya 1-2 buah tiap pembelian dan sebagian besar konsumen tidak mengetahui kultivar pamelo yang dibeli mereka beli mereka hanya mengetahui bahwa itu adalah Jeruk Bali, Sebagian besar konsumen menyukai pamelo yang memiliki atribut kandungan vitamin banyak, rasa manis,  banyak mengandung air (juicy), tekstur empuk/halus, warna daging merah tua, beraroma harum, mempunyai ukuran buah standar (tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil), sepah (graininess) tidak ada,   jumlah biji antara sedikit sampai tidak berbiji, dan harga tidak terlalu mahal atau biasa saja. Pengembangan pamelo lebih diprioritaskan pada pamelo yang tidak berbiji dan bersepah sedikit. Kata Kunci:  Aksesi Pamelo, Atribut Pamelo, Keputusan pembelian, Preferensi
PENERAPAN GOOD AGRICULTURAL PRACTICES (GAP) JERUK PAMELO (Citrus maxima (Burm.) Merr.) Nahraeni, Wini; Masitoh, Siti; Rahayu, Arifah; Awaliah, Latifah
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.007 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v6i1.2804

Abstract

Good Agricultural Practices (GAP) merupakan panduan cara budidaya yang baik, benar, ramah lingkungan dan aman dikonsumsi. Penerapan GAP dapat meningkatkan produktivitas, pendapatan maupun kesejahteraan petani. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa penerapan GAP belum diterapkan secara optimal karena membutuhkan biaya yang mahal, prosedur rumit sementara keadaan sosial ekonomi petani rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen GAP yang diterapkan petani, tingkat penerapan GAP, faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat penerapan GAP dan alternatif strategi untuk menerapkan GAP. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bageng Kecamatan Gembong Kabupaten Pati, dengan sampel petani  sebanyak 40 orang menggunakan metode acak sederhana (simple random sampling). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi rank spearman dan tingkat penerapan GAP menggunakan indikator Permentan No 48 Tahun 2009 dan SOP budidaya pamelo Madu Bageng Kabupaten Pati (2008) dengan uji skoring menggunakan Skala Likert 1 sampai 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan GAP jeruk pamelo di Desa Bageng berada pada kategori sedang (80%). Komponen GAP yang paling tinggi diterapkan petani adalah ketersediaan air, kesesuaian lahan, kesuburan lahan, pemberian pupuk dan perlakuan persiapan lahan. Komponen GAP dengan penerapan rendah  adalah fasilitas kebersihan, pelaksanaan pembinaan, ketersediaan formulir pengaduan, pencatatan dan pembuatan sertifikasi. Faktor internal yang berhubungan positif dengan tingkat penerapan GAP yaitu luas lahan, pendidikan dan sifat usahatani. Komponen GAP yang memiliki hubungan kuat yaitu penjarangan buah, kelengkapan alsintan dan kualifikasi tenaga kerja. Penerapan GAP jeruk pamelo dapat ditingkatkan dengan mengadakan pelatihan dan penyuluhan, perbaikan manajemen usahatani dan perbaikan teknik budidaya.Kata kunci : komponen GAP, kemiringan lahan, skoring skala likert.
ANALISIS KELEMBAGAAN USAHATANI JERUK PAMELO DI KABUPATEN MAGETAN Nahraeni, Wini; Rahayu, Arifah; Masithoh, Siti; Maharani, Fitria
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v6i2.3639

Abstract

Magetan mrupakan sentra produksi pamelo di Jawa Timur. Di Magetan, lemahnya posisi tawar petani Jeruk pamelo dicirikan dengan sistem pemasaran yang diijonkan ketika masih di kebun sehingga harga menjadi murah.  Salah satu cara mengembangkan ushatani jeruk pamelo adalah melalui  pemberdayaan kelembagaan petani.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penghambat, pendorong dan strategi penguatan kelembagaan untuk meningkatkan usahatani Jeruk Pamelo. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sukomoro, Bendo, dan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur.  Pengambilan sampel petani dilakukan dengan metode simple random sampling berjumlah 37 orang petani, dan pengurus kelompok tani berjumlah 21 orang yang diambil secara purposive. Data dianalisis secara deskriptif eksplanatori dan analisis  medan kekuatan (Force Field Analysis). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 18 faktor penghambat dan 12 faktor pendorong faktor penghambat terdiri atas umur petai tua, pendidikan, penerapan teknologi, pemeliharaan, kualitas bibit, sistem tebasan, penentuan harga, sumber pemasaran, akses pasar, manajemen gapoktan, peran serta petani, kualitas buah tidak menentukan harga, rendahnya kerjasama dalam pengadaan saprodi, kurangnya informasi dan akses ke lembaga keuangan, kemarau panjang, tingginya serangan hama dan penyakit, dan pandemi. Faktor pendorong terdiri atas pengalaman petani, keberagaman aksesi, kepemilikan lahan, kemudahan menjual hasil, petani aktif berkomunikasi, aktif mencari informasi budidaya, adanya pedoman teknik budidaya, bantuan bibit, bimbingan, penyuluhan, APM, kios sarana produksi, dan kesuainya materi PPL. Strategi penguatan kelembagaan adalah meningkatkan akses informasi dengan lembaga penunjang, membuat kerjasama penyampaian informasi, bimbingan dan evaluasi, menjaga kelestarian berbagai aksesi, bekerja sama dengan lembaga pemasaran/ asosiasi yang dapat meningkatkan bergaining position petani, akses dan informasi pemasaran. 
ANALISIS RISIKO USAHATANI JERUK PAMELO Damayanti; nahraeni, Wini; Masithoh, Siti; rahayu, Arifah
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v7i1.4366

Abstract

Jawa Timur merupakan provinsi penghasil jeruk pamelo terbesar kedua di Indonesia, setelah Sulawesi Selatan (Pangkajene dan Kepulauan). Produksi jeruk pamelo berfluktuasi, yang mengindikasikan adanya risiko produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber-sumber risiko produksi pada jeruk pamelo, tingkat risiko produksi dan merekomendasikan alternatif penanganan risiko jeruk pamelo. Penelitian dilakukan di Desa Tambakmas Kecamatan Sukomoro Kabupaten Magetan. Penarikan sampel menggunakan metode simple random sampling dengan jumlah petani sebanyak 50 orang. Metode analisis data menggunakan analisis variance, standard deviation dan coefficient variation. Sumber risiko dianalisis dengan skala likert 1-5 dan dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani mempersepsikan sumber risiko yang paling tinggi adalah kerusakan akibat serangan hama dan penyakit, ketergantungan pada cuaca dan musim dan kurangnya curah hujan/kekeringan. Jumlah expected return berdasarkan produksi sebanyak 6.739,55 buah dengan tingkat risiko sebesar 0,64 artinya tingkat risiko yang dihadapi sebesar 64%. Nilai expected return berdasarkan penerimaan adalah sebesar Rp33.589.163,87 Penanganan yang dilakukan untuk mengurangi risiko adalah pengendalian hama dan penyakit dan pemeliharaan secara intensif seperti sanitasi kebun, pemeriksaan berkala buah yang terkena hama dan penyiraman.
Production and Quality of Katuk (Sauropus androgynous (L.) Merr) Plants on Various Composition of Urea Fertilizer and Mexican Sunflower Compost Rahayu, Arifah; Rochman, Nur; Nahraeni, Wini
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.12.1.31-41

Abstract

Daun katuk tidak hanya dimanfaatkan untuk sayuran tetapi juga sebagai bahan baku biofarmaka, sehingga perlu diproduksi secara ramah lingkungan, menggunakan pupuk organik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh komposisi pupuk urea dan kompos kipahit terhadap produksi dan kualitas berbagai aksesi katuk. Penelitian dilakukan dengan rancangan acak lengkap faktorial. Faktor pertama yaitu sepuluh aksesi katuk (Sarampad, Maleber1, Maleber2, Kadudampit1, Kadudampit2, Gegerbitung, Dramaga, Cinangneng1, Cinangneng2, Katulampa). Faktor kedua adalah enam komposisi pupuk urea dan kompos kipahit, terdiri atas 100% N-urea, 100% N-kipahit, 75% N-urea+25% N-kipahit, 50% N-urea+50% N-kipahit, 25% N-urea+75% N-kipahit, dan tanpa pupuk N. Dosis pupuk N yang digunakan adalah 250 kg N ha-1. Hasil penelitian menunjukkan katuk ‘Kadudampit1’ dan ‘Kadudampit2’ memiliki tinggi tanaman dan luas daun terbesar, ‘Sarampad’ dan ‘Maleber2’ menghasilkan jumlah tunas, panjang tunas total, bobot kering panen, dan kandungan klorofil total paling tinggi. Daun katuk ‘Katulampa’ memiliki kandungan padatan terlarut total (PTT) dan nitrat daun tertinggi. Pemberian berbagai kombinasi urea+kompos kipahit dapat menghasilkan jumlah tunas, panjang tunas total, bobot kering panen, kandungan klorofil total dan PTT setara dengan yang diberi urea, tetapi tinggi tanaman dan jumlah anak daun setara urea hanya terdapat pada tanaman yang diberi 50% N-urea+50% N-kipahit. Penggunaan kompos kipahit dapat menurunkan kandungan nitrat daun dan mengurangi penggunaan urea. Kata kunci: bobot kering panen, klorofil, nitrat, padatan terlarut total, Sauropus androgynous (L.) Merr
PERTUMBUHAN TANAMAN POHPOHAN (Pilea trinervia Wight) PADA BERBAGAI KOMPOSISI PUPUK NITROGEN ORGANIK Rahayu, Arifah; Djiwandono, Muhammad Dirman; Rochman, Nur
Jurnal Sains Agro Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v8i2.1159

Abstract

Pohpohan merupakan tanaman indigenous Jawa Barat yang dikonsumsi bagian daun mudanya, sehingga unsur nitrogen berperan penting dalam pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman pohpohan (Pilea trinevia Wight.) pada pemberian berbagai komposisi pupuk nitrogen organik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 10 taraf perlakuan komposisi pupuk N, yaitu P0 = tanpa pupuk N, P1 = 100% N-urea, P2 = 100% N-urine sapi, P3 = 100% N-kompos kipahit (Tithonia diversifolia (Hemsl.) A. Gray), P4 = 75% N-urea + 25% N-urine sapi, P5 = 75% N-urea + 25% N-kompos kipahit, P6 = 50% N-urea + 50% N-urine sapi, P7 = 50% N-urea + 50% kompos kipahit, P8 = 25% N-urea+75% N-urine sapi, dan P9 = 25% N-urea+75% N-kompos kipahit. Dosis pupuk N yang digunakan adalah 100 kg N/ha. Hasil penelitian menunjukkan tinggi tanaman dan luas daun pohpohan tidak berbeda antar komposisi pupuk N. Aplikasi 100% N-urine sapi menghasilkan jumlah daun tidak berbeda nyata dengan 100% N-urea dan gabungan urea dengan pupuk organik. Penggunaan komposisi pupuk  Urea dengan urine sapi atau kompos kipahit menghasilkan jumlah tunas dan panjang tunas total tidak berbeda nyata dengan yang diberi 100% N-Urea, sehingga dapat menjadi alternatif substitusi pupuk Urea.
Co-Authors , Setyono A.A. Ketut Agung Cahyawan W Ade Hilman Sholeh Nawawi Adimihardja, Sjarif Avitidjadi ALI NURMANSYAH Anis Khaerunnisa Ardiansyah, Rizki Yora Arif Faturrochman Aripin, Agung Astuti, Debi Puzi Awaliah, Latifah Bambang S. Purwoko Chairun Nisa Dadan Hindayana Daden Sukarta Damayanti Debi Puzi Astuti Dede Kardaya Dede Maryana Desyandri Desyandri Dewi Sukma Dewi, Septari Permata Didi Rudiansyah Djiwandono, Muhammad Dirman Dwi Pradana Aranta Dwi Zuryanti Efendi, Muhammad Ratib Efendi, Muhammad Ratib Ekal Kurniawan Ekorini Farastuti Fahmi, Lukman Fahrizal, Ilham Fanani, Muhammad Zainal Fawziyah Nurshabrina Fia Sri Mumpuni Hendrika, Ghani Inda Hidayati Rachmani Islahiyati, Refi Iswari S. Dewi Karlin Agustina Khaerunnisa, Anis Komar Riski Kulsum, Iis Afriani Kurdianingsih, Selvia Lesmana, Dudi Lestari, Nurfitri Dwi Maharani, Fitria Mardiah Matondang, Qomarul Fahmi Maulana, Yudi Meilani, Rizka Fatika Memen Surahman Muakkada, Muhammad Muhamad Zainal Fanani Muhammad Muakkada Mulyana Mulyana Musyahrani, Sylviaghani Nahraeni, Wini Nahraeni, Wini Nani Yulianti Nawawi, Ade Hilman Sholeh Nur Rochman Nur Rochman Nur Rochman Nurfitri Dwi Lestari Nurillah, Muhammad Syarif Octavianus Lumban Tobing Oktavianus LT oktavianus lt Permana, Aji Eka Ramdani, Hisworo Rapilah Rapilah Rapilah, Rapilah RAUF, AUNU Revianto, Revianto Riski, Komar Rizqi, Ahmad Abdul Was'i Sarmada Roestamy, Martin Selvia Kurdianingsih Septari Permata Dewi Setyono Setyono Setyono Setyono, S. Setyono, Setyono Siti Masithoh Siti Masitoh Sjarif Avitidjadi Adimihardja Slamet Susanto Sukarta, Daden Sulassih, . Susilo Tri Widodo, Susilo Tri Sutandi, Intan Apriani Syaima Lailatul Mubarokah Tatang Santana Titistyas Gusti Aji Undang, Undang Veithzal Rivai Zainal Wawan Setiawan Wini Nahraeni Yanyan Mulyaningsih Yaskur, Yaskur Yati Nurhayati Yaumalika, Mutiara Yora, Rizky Yudi Wahyudin Yudiwanti Wahyu E. Kusumo Yuliawati Yuliawati Yuliawati Yusdiarti, Arti Yusdiarti, Arti Zuryanti, Dwi