Claim Missing Document
Check
Articles

RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TIGA AKSESI KEMANGI (Ocimum basilicum L.) PADA BERBAGAI JENIS PUPUK SUMBER NITROGEN ORGANIK Rahayu, Arifah; Islahiyati, Refi; Yuliawati
JURNAL AGRONIDA Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v10i1.13113

Abstract

Pemanfaatan daun kemangi sebagai tanaman sayuran dan biofarmaka menuntut dihasilkannya produk yang aman untuk dikonsumsi, sehingga mendorong budidaya ramah lingkungan menggunakan pupuk alami, terutama untuk sumber nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis pupuk sumber nitrogen organik terhadap pertumbuhan dan produksi beberapa aksesi kemangi. Penelitian dilaksanakan bulan Juli-September 2021 di kebun percobaan Jambu Luwuk Ciawi, Bogor. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RAL faktorial. Faktor pertama adalah aksesi kemangi (Kadudampit, Ciaruteun dan Cidolog) dan faktor kedua merupakan sumber N (tanpa pemberian pupuk N, urea, kompos kipahit (Tithonia diversifolia L.), kompos kirinyuh (Chromolaena odorata L.), dan pupuk kandang ayam). Peubah amatan penelitian ini adalah jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah cabang dan total panjang cabang, luas daun, diameter batang, bobot segar dan kering panen pertama sampai ketiga, bobot segar dan kering akar serta tajuk. Aksesi Kadudampit memiliki keunggulan pada tinggi tanaman, luas daun, bobot segar dan kering panen pertama dan kedua serta bobot kering panen ketiga dan panen total dibandingkan dengan aksesi kemangi lainnya. Aplikasi kompos kirinyuh mampu meningkatkan tinggi tanaman kemangi, sedangkan penggunaan pupuk kandang ayam mampu meningkatkan jumlah daun, jumlah cabang, total panjang cabang, bobot segar dan kering tajuk serta akar tanaman kemangi.  Kompos kirinyuh dan pupuk kandang ayam dapat menjadi sumber N alternatif sebagai pengganti urea pada tanaman kemangi.
PERSEPSI PETANI TERHADAP USAHA TANI PAMELO Nahraeni, Wini; Rahayu, Arifah
Jurnal Pertanian Vol. 7 No. 2 (2016): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.591 KB) | DOI: 10.30997/jp.v7i2.20

Abstract

Pamelo merupakan salah satu jenis jeruk yang termasuk buah unggulan nasional. Di Indonesiaterdapat beragam kultivar pamelo dengan rasa, warna, ukuran, dan bentuk buah. Adapun diKabupaten Magetan, pengusahaan pamelo terdapat di Kecamatan Bendo, Takeran, Sukomorodan Kawedanaan. Fakta di lapangan menunjukkan berbagai aksesi pamelo yang terdapat diKabupaten Magetan ini belum diketahui tentang peta sebaran, karakter populasi, dan persepsimasyarakat terhadap aksesi tersebut. Dari sisi petani, selama ini persepsi petani menanampamelo hanya berdasarkan pada alasan buahnya dapat disimpan lama, baik setelah panenmaupun selama masih di pohon petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsipetani dan memberi masukan kepada instansi terkait mengenai aksesi pamelo yang perludikonservasi. Penelitian dilakukan di Desa Tambakmas, Kecamatan Sukomoro, dan DesaDukuh, Kecamatan Bendo. Pengambilan sampel petani dilakukan secara acak sederhana(simple random sampling). Petani sampel berjumlah 100 orang petani pamelo. Hasil penelitianmenunjukkan terdapat enam indikator yang berada pada kriteria sangat baik antara lain jerukpamelo merupakan komoditas utama untuk dijual sebagai penghasilan utama. Buah ini jugamerupakan buah unggulan Kota Magetan, program pengembangan pemerintah
PENGARUH NAUNGAN DAN BERBAGAI DOSIS PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI VEGETATIF ALFALFA (Medicago sativa L.) Yuliawati, Yuliawati; Rahayu, Arifah; Rochman, Nur
Jurnal Pertanian Vol. 5 No. 1 (2014): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v5i1.543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh naungan dan berbagai dosis pupuk urea terhadap pertumbuhan dan produksi vegetatif alfalfa (Medicago sativa L.). Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Petak Terbagi. Petak utama adalah tingkat naungan (0%/tanpa naungan, 25%, 50%, dan 75%), sementara subplot/anak petak adalah dosis pupuk urea (0%/tanpa urea, 25%, 50%, 75%, 100%, dan 125% rekomendasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat naungan berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, lingkar batang, jumlah cabang, bobot basah tajuk, bobot basah akar, bobot basah total, bobot kering tajuk, bobot kering akar, dan bobot kering total, tapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, luas daun, dan panjang akar. Pupuk urea sampai 100% rekomendasi berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, lingkar batang, jumlah cabang, panjang akar, bobot basah tajuk, bobot basah akar, bobot basah total, bobot kering tajuk, bobot kering akar, dan bobot kering total, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun. Jumlah cabang terbanyak dihasilkan oleh tanaman dengan kombinasi tingkat naungan 0%/tanpa naungan dan pupuk urea rekomendasi.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI EDAMAME (Glycine max (L.) Merr.) PADA BERBAGAI DOSIS ZEOLIT DAN JENIS PUPUK NITROGEN Rahayu, Arifah; Setyono, Setyono; Yulianti, Nani
Jurnal Pertanian Vol. 4 No. 2 (2013): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.394 KB) | DOI: 10.30997/jp.v4i2.544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pupuk nitrogen dan dosis zeolit yang tepat dalam meningkatkan pertumbuhan  dan produksi kedelai edamame. Penelitian dilaksanakan mulai bulan  Februari 2013 sampai dengan  April 2013, di Kebun Percobaan Jurusan Agroteknologi Universitas Djuanda, Ciawi-Bogor. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial  dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis pupuk nitrogen yang terdiri  atas empat taraf yaitu A0 = Urea (45%N) sebanyak 0,8 gram/tanaman, A1 = Amonium Sulfat (21%N) sebanyak 1,8 g/tan, A2 = NPK (15%N) sebanyak 2,5 g/tan dan A3=kompos (2,25 % N) sebanyak 16,7 g/tan, dosis N pada tiap jenis pupuk adalah 0,375 g/tan. Faktor kedua adalah dosis zeolit yang terdiri atas empat taraf yaitu Z0 (tanpa zeolit),Z1 (4 g/ tan),Z2 (7 g/ tan) dan Z3 (10 g/tan). Hasil penelitian menunjukkan tanaman edamame yang diberi zeolit dengan dosis 10 g/tan, memiliki pertumbuhan tinggi tanaman paling rendah (3-5 MST), jumlah daun paling sedikit (3-5 MST), bobot akar paling rendah (3 dan 6 MST), bobot tajuk paling rendah (6 MST), bobot total tanaman (basah) paling rendah dan jumlah bunga paling rendah (42 HST), tetapi jumlah dan bobot bintil paling tinggi (3 MST) dibanding tanaman yang diberi zeolit dengan dosis lebih rendah. Luas daun dan jumlah polong berbiji tiga pada tanaman kedelai yang dipupuk ZA dengan zeolit 10 g/tan (A1Z3) nyata lebih tinggi dibanding dengan perlakuan lain.
RESPONS VARIETAS JAGUNG (Zea mays L.) TERHADAP PUPUK BERZEOLIT Efendi, Muhammad Ratib; Rahayu, Arifah; Kardaya, Dede
Jurnal Pertanian Vol. 7 No. 2 (2016): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.73 KB) | DOI: 10.30997/jp.v7i2.561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh varietas dan kombinasi zeolit dengan berbagai pupuk terhadap pertumbuhan dan produksi jagung semi. Penelitian ini dilaksanakan bulan Mei 2013 sampai September 2013 di Kebun Percobaan Agroteknologi Universitas Djuanda Bogor, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama adalah varietas jagung yang terdiri dari dua taraf yaitu Jambore dan Golden Sweet. Faktor kedua adalah pupuk berzeolit yang terdiri dari enam taraf (urea 3 g/tanaman, zeolit berurea 8 g/tanaman, pupuk kandang 43 g/tanaman, pupuk kandang 43 g/tanaman + zeolit 8 g/tanaman, zeolit 8 g/tanaman, zeolit 8 g/tanaman + urea 3 g/tanaman). Pertumbuhan dan produksi Jambore lebih baik dibanding Golden Sweet. Pemberian zeolit+urea nyata meningkatkan semua peubah kecuali pada jumlah daun umur 3 dan 7 MST. Sementara itu, tanaman yang diberi perlakuan pupuk kandang +zeolit memiliki jumlah daun lebih banyak dibandingkan dengan yang diberi kombinasi pupuk lain. Tanaman yang diberi zeolit+urea memiliki pertumbuhan dan produksi lebih baik dibandingkan dengan yang diberi perlakuan lain kecuali pada pupuk kandang +zeolit.
PRODUKSI DAN KUALITAS BUAH MELON (Cucumis melo L.) PADA JUMLAH BUAH PER TANAMAN YANG BERBEDA Rahayu, Arifah
Jurnal Pertanian Vol. 2 No. 2 (2011): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v2i2.579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah buah per tanaman dan kultivar terhadap produksi dan kualitas buah melon yang ditanam secara hidroponik. Percobaan menggunakan Rancangan Petak Terbagi. Sebagai petak utama adalah kultivar (Riscal dan DRT.6440), sedangkan anak petaknya adalah jumlah buah yang dipelihara (satu, dua dan tiga buah per tanaman). Hasil percobaan menunjukkan saat muncul bunga dan umur panen ‘Riscal’ lebih cepat dibandingkan ‘DRT 6440’, sedangkan bobot buah per buah, bobot buah per tanaman, volume buah per buah, volume buah per tanaman, bobot basah dan kering brangkasan ‘DRT 6440’ lebih besar dibandingkan ‘Riscal’. Tanaman dengan satu buah per tanaman memiliki bobot buah per buah, lingkar buah, volume buah per buah, bobot basah dan kering brangkasan per tanaman lebih besar dibandingkan dengan tanaman yang memelihara dua dan tiga buah per tanaman. Pada jumlah buah per tanaman yang sama, bobot buah per tanaman, volume buah per tanaman dan bobot brangkasan basah per tanaman ‘DRT.6440’ lebih besar dibandingkan ‘Riscal’.
Peningkatan Ketahanan Pangan dan Keterampilan Santri Melalui Penerapan Teknologi Hidroponik dan Olahannya Yulianti, Nani; Rahayu, Arifah; Mardiah; Nurillah, Muhammad Syarif; Matondang, Qomarul Fahmi; Rizqi, Ahmad Abdul Was'i Sarmada; Permana, Aji Eka
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2024): DESEMBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v10i3.15768

Abstract

Keterampilan dan keahlian santri perlu di tingkatkan terutama terutama dalam hal kemampuan soft skill sebagai keahlian penunjang dalam berkiprah dimasyarakat. Metode yang digunakan dalam melaksanakan pengabdian ini adalah :penyuluhan dan praktik budidaya tanaman secara hidroponik dengan dibuatkan demplot hidroponik di pekarangan pondok pesantren.  Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan keterampilan santri di pondok pesantren yatim piatu An Najm melalui penerapan teknologi hidroponik dan olahannya. Hasil dari  kegiatan ini para santri mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan terkait  budidaya sayuran hidroponik di atas 30%. Selain itu, melalui kegiatan ini  tersedia fasilitas  budidaya sayuran hidroponik dan alat pengolahannya bagi mitra.
Korelasi antar uji mutu fisiologis benih cabai rawit (Capsicum annuum var. glabriusculum) metode tetrazolium dengan metode standar Undang, Undang; Musyahrani, Sylviaghani; Rahayu, Arifah; Yuliawati
JURNAL AGRONIDA Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v10i2.15727

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui korelasi antara uji daya berkecambah dengan uji tetrazolium terhadap mutu fisiologis benih cabai rawit (Capsicum annuum var. glabriusculum). Penelitian dilaksanakan mulai bulan Maret-Juni 2024 di Laboratorium Penyimpanan dan Pengujian Mutu Benih dan Laboratorium Mikroteknik IPB Dramaga. Penelitian dilakukan dalam dua percobaan. Percobaan pertama menggunakan rancangan acak lengkap faktor tunggal, yaitu 10 genotipe cabai rawit (Bara, Genie, Jelita, Lembayung, Namira, Syakira, Triwarsana, Viola, Violeta, dan F12 145174). Percobaan kedua menggunakan rancangan acak lengkap faktorial, faktor pertama genotipe cabai rawit seperti pada percobaan pertama dan faktor kedua adalah konsentrasi larutan tetrazolium (0,5%, 1%, dan 1,5%). Uji viabilitas benih menunjukkan bahwa genotipe Bara memiliki daya berkecambah tertinggi, genotipe Genie dengan indeks vigor, kecepatan tumbuh dan bobot kering kecambah normal tertinggi, genotipe Violeta dengan keserempakan tumbuh tertinggi dan genotipe Viola dengan laju pertumbuhan kecambah tertinggi. Pengujian tetrazolium menghasilkan 12 pola pewarnaan yang dikelompokkan menjadi empat pola normal kuat, dua pola normal lemah, tiga pola abnormal, dan tiga pola benih mati. Nilai korelasi positif yang nyata terdapat pada daya berkecambah dengan konsentrasi tetrazolium 1% dan bobot kering kecambah normal dengan konsentrasi tetrazolium 1,5%. Hasil ini mengindikasikan bahwa pola pewarnaan dapat memprediksi viabilitas benih cabai, tetapi belum dapat digunakan untuk menduga vigor benih cabai dan masih perlu pengujian lebih lanjut.
Pengaruh dosis kompos kipahit (Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray) terhadap pertumbuhan dan hasil tiga aksesi kemangi (Ocimum basilicum L.) Rahayu, Arifah; Yuliawati, Yuliawati; Aripin, Agung
JURNAL AGRONIDA Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v10i2.17272

Abstract

Kemangi berpotensi untuk dikembangkan secara luas di Indonesia karena memiliki banyak keunggulan dan manfaat. Peningkatan hasil kemangi dapat dilakukan dengan pemberian pupuk organik, salah satunya kompos kipahit. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh dosis kompos kipahit terhadap pertumbuhan dan hasil tiga aksesi kemangi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2021 bertempat di Kebun Percobaan  Desa Jambuluwuk,   Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor dengan ketinggian ±580 m dpl. Penelitian ini menggunakan RAL faktorial 3 ulangan. Perlakuan pertama adalah aksesi kemangi (Kadudampit, Ciaruteun dan Cidolog), perlakuan kedua adalah dosis kompos kipahit (kontrol (0%N dan 100%N-urea) 50%N-kipahit, 100%N-kipahit, 150%N-kipahit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesi kemangi asal Kadudampit memiliki daun paling luas, dan bobot segar serta kering panen paling tinggi. Aplikasi kompos kipahit dengan dosis 50%N sampai 150%N menghasilkan diameter batang, panjang cabang, dan luas daun kemangi terbaik. Kemangi yang diberi 50%N-kipahit sampai 150%N-kipahit memiliki kering tajuk serta panen tidak berbeda nyata dengan yang diberi 150%N-urea. Aksesi Kadudampit yang diberi 100%N-kipahit dan 150%N-kipahit memiliki bobot akar kering nyata lebih berat dibandingkan yang diberi dosis pupuk lain.
PERTUMBUHAN SETEK JAMBU AIR (Syzygium aqueum Burm.) ‘CITRA’ PADA BERBAGAI SUMBER AUKSIN Meilani, Rizka Fatika; Rahayu, Arifah; Mulyaningsih, Yanyan
Jurnal Agroteknologi Vol 15, No 2 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ja.v15i2.35778

Abstract

Water guava (Syzygium aqueum Burm.) ‘Citra’ is one of Indonesia's native fruits that is much in demand by the public because of its crispy flesh, sweet taste, high water content, high economic value, and has no seeds. Efforts to maintain the superior nature of these plants can be done by vegetative propagation, among others by cuttings. Efforts to increase the success of cuttings can be done using auxin with the right concentration to induce root growth. This study aims to determine the growth of water guava (Syzygium aqueum Burm.) ‘Citra’ cuttings on various auxin sources. The research was conducted from March 2024 to May 2024 at the Experimental Garden of IPB Tropical Horticulture Study Center, South Bogor District, West Java. This study used a completely randomized design (CRD) with a single factor consisting of six levels, namely control, 1000 ppm IBA, 1000 ppm NAA, a combination of 1000 ppm IBA + 1000 ppm NAA, 200 ppm Rootone-F, and 50% shallot extract. The results showed that the 50% shallot extract treatment was the best in shoot emergence time, number of shoots, shoot length, and number of leaves, but not significantly different from the 200 ppm Rootone-F treatment. The best 1000 ppm IBA + 1000 ppm NAA treatment on the most roots.
Co-Authors , Setyono A.A. Ketut Agung Cahyawan W Ade Hilman Sholeh Nawawi Adimihardja, Sjarif Avitidjadi ALI NURMANSYAH Anis Khaerunnisa Ardiansyah, Rizki Yora Arif Faturrochman Aripin, Agung Astuti, Debi Puzi Awaliah, Latifah Bambang S. Purwoko Chairun Nisa Dadan Hindayana Daden Sukarta Damayanti Debi Puzi Astuti Dede Kardaya Dede Maryana Desyandri Desyandri Dewi Sukma Dewi, Septari Permata Didi Rudiansyah Djiwandono, Muhammad Dirman Dwi Pradana Aranta Dwi Zuryanti Efendi, Muhammad Ratib Efendi, Muhammad Ratib Ekal Kurniawan Ekorini Farastuti Fahmi, Lukman Fahrizal, Ilham Fanani, Muhammad Zainal Fawziyah Nurshabrina Fia Sri Mumpuni Hendrika, Ghani Inda Hidayati Rachmani Islahiyati, Refi Iswari S. Dewi Karlin Agustina Khaerunnisa, Anis Komar Riski Kulsum, Iis Afriani Kurdianingsih, Selvia Lesmana, Dudi Lestari, Nurfitri Dwi Maharani, Fitria Mardiah Matondang, Qomarul Fahmi Maulana, Yudi Meilani, Rizka Fatika Memen Surahman Muakkada, Muhammad Muhamad Zainal Fanani Muhammad Muakkada Mulyana Mulyana Musyahrani, Sylviaghani Nahraeni, Wini Nahraeni, Wini Nani Yulianti Nawawi, Ade Hilman Sholeh Nur Rochman Nur Rochman Nur Rochman Nurfitri Dwi Lestari Nurillah, Muhammad Syarif Octavianus Lumban Tobing Oktavianus LT oktavianus lt Permana, Aji Eka Ramdani, Hisworo Rapilah Rapilah Rapilah, Rapilah RAUF, AUNU Revianto, Revianto Riski, Komar Rizqi, Ahmad Abdul Was'i Sarmada Roestamy, Martin Selvia Kurdianingsih Septari Permata Dewi Setyono Setyono Setyono Setyono, S. Setyono, Setyono Siti Masithoh Siti Masitoh Sjarif Avitidjadi Adimihardja Slamet Susanto Sukarta, Daden Sulassih, . Susilo Tri Widodo, Susilo Tri Sutandi, Intan Apriani Syaima Lailatul Mubarokah Tatang Santana Titistyas Gusti Aji Undang, Undang Veithzal Rivai Zainal Wawan Setiawan Wini Nahraeni Yanyan Mulyaningsih Yaskur, Yaskur Yati Nurhayati Yaumalika, Mutiara Yora, Rizky Yudi Wahyudin Yudiwanti Wahyu E. Kusumo Yuliawati Yuliawati Yuliawati Yusdiarti, Arti Yusdiarti, Arti Zuryanti, Dwi