Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pelatihan Perancangan, Pembuatan, dan Penggunaan Media Pembelajaran Edukatif Berupa Alat Peraga Matematika bagi Mahasiswa Program Studi PGSD Wahyuningsih, Baiq Yuni; Sugianto, Riris; Wardiningsih, Reny
DARMADIKSANI Vol 3 No 1 (2023): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v3i1.2817

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran matematika memiliki peran yang sangat penting dalam membangun pondasi yang kuat dalam pemahaman konsep, ide, gagasan, aturan, dan logika matematika. Dalam konteks ini, media pembelajaran, terutama dalam pembelajaran matematika, menjadi alat yang sangat membantu bagi guru dalam menyampaikan materi pelajaran dengan lebih efektif. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memahami betapa pentingnya peran media dalam pendidikan dasar, serta memiliki pengetahuan tentang berbagai jenis media yang dapat digunakan. Selain itu, guru juga perlu memiliki kemampuan dalam memilih media yang sesuai dengan materi pelajaran yang diajarkan, serta mampu merencanakan dan membuat media pembelajaran sendiri dengan menggunakan bahan-bahan yang sederhana, ekonomis, dan mudah didapatkan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam tiga tahap yang terstruktur dengan baik yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap penyampaian materi pelatihan, tahap evaluasi, dan tahap refleksi. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa sebagai calon guru dalam merancang, membuat, dan menggunakan media pembelajaran edukatif matematika. ABSTRACT Learning mathematics fosters the development of essential foundational skills in comprehending concepts, ideas, rules, and logic within the subject, enabling students to apply reasoning and proof to solve real-life problems. Utilizing instructional media, particularly in mathematics classes, significantly aids teachers in effectively delivering the curriculum. Consequently, it is crucial for teachers in elementary education to grasp the purpose and significance of media, familiarize themselves with various media options, select appropriate ones for specific subjects, and be capable of planning and creating their own learning materials using simple, affordable, and easily accessible resources. The community service activities are implemented through three stages: Preparation Stage, involving the arrangement of training materials; Implementation Stage, where the training is conducted according to the established schedule; and Evaluation Stage, aimed at identifying any shortcomings or obstacles encountered during the implementation process. The outcomes derived from these service activities encompass enhanced knowledge and skills of prospective teachers in designing and utilizing educative learning media, specifically elementary mathematics teaching aids. Additionally, diverse teaching aids tailored to specific concepts have been developed to facilitate effective instruction in elementary mathematics.
Hubungan Mathematical Perception dan Mathematical Well-Being Terhadap Matematika: Studi Eksplanatori Calon Guru Wahyuningsih, Baiq Yuni; Hidayati, Vivi Rachmatul
J-PiMat : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2025): J-PiMat
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika STKIP Persada Khatu;istiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/j-pimat.v7i2.5532

Abstract

Dalam konteks pendidikan calon guru, persepsi terhadap matematika memiliki dampak yang signifikan terhadap pengalaman belajar, motivasi, dan kesejahteraan psikologis individu, juga menjadi hal yang penting karena dapat memengaruhi kesiapan mereka dalam mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara Mathematical Perception dan Mathematical Well-Being pada calon guru sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori, yang memungkinkan peneliti untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat antara kedua variabel tersebut. Uji korelasi Spearman's rho digunakan untuk mengidentifikasi hubungan linier antara Mathematical Perception dan Mathematical Well-Being, sementara analisis regresi linier digunakan untuk menguji pengaruh Mathematical Perception terhadap Mathematical Well-Being. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara Mathematical Perception dan Mathematical Well-Being, dengan koefisien korelasi sebesar 0.364 (Sig. 0.000). Selain itu, hasil uji regresi linier menunjukkan bahwa Mathematical Perception secara signifikan mempengaruhi Mathematical Well-Being. Dimensi Mathematical Well-Being yang paling dipengaruhi adalah Ketahanan dan Makna, sedangkan Emosi Positif menunjukkan pengaruh yang lebih kecil. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang pentingnya meningkatkan Mathematical Perception untuk mendukung kesejahteraan calon guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran matematika, serta menyarankan pengembangan program pelatihan yang lebih berfokus pada penguatan Mathematical Perception calon guru untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.Kata Kunci: Calon Guru, Mathematical Well-Being, Mathematical Perception
Eksplorasi Motif Kain Songket Khas Suku Sasak Dalam Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar: Studi Pola, Simetri dan Geometri Saputri, Windani; Setiawati, Setiawati; Milawati, Milawati; Magfiroh , Naela; Wahyuningsih, Baiq Yuni
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4287

Abstract

Kain tenun songket khas suku Sasak di Desa Sukarara, Lombok Tengah, merupakan warisan budaya yang kaya akan nilai dan estetika. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep-konsep geometri seperti bangun datar dan simetri yang terkandung dalam berbagai motif songket, serta mengintegrasikannya sebagai sumber belajar etnomatematika di tingkat sekolah dasar. Pendekatan etnografi digunakan dalam studi ini, melibatkan pengumpulan data kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi motif langsung dari pengrajin dan pengelola artshop setempat.Hasil analisis menunjukkan identifikasi jelas konsep geometri pada motif-motif utama seperti segi enam, belah ketupat, lingkaran, dan segitiga yang ditemukan pada motif seperti Subahnala, Bulan Bekurung, dan Bintang Empat. Selain itu, motif-motif ini tidak hanya memperkaya pemahaman visual tentang geometri, tetapi juga membawa makna filosofis dan simbolis yang mendalam terkait kehidupan sosial-budaya masyarakat Sasak.Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan motif songket Sasak melalui pendekatan etnomatematika menawarkan peluang besar untuk membuat pembelajaran matematika, khususnya geometri, menjadi lebih kontekstual, bermakna, dan berbasis budaya lokal bagi siswa, sekaligus mendukung upaya pelestarian warisan budaya daerah.
Pengembangan Media Kincir Angka (Wheel Spinner) Bermuatan Soal Cerita Berbasis Kearifan Lokal Sasak Bagi Peserta Didik Kelas III SDN Manggong Melani, Rina; Zain, Moh. Irawan; Wahyuningsih, Baiq Yuni
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v4i2.3669

Abstract

Permasalahan yang terjadi di kelas III SDN Manggong adalah guru jarang menggunakan media pembelajaran, khususnya media pembelajaran pada pembelajaran Matematika materi kalimat matematika. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui langkah-langkah pengembangan media kincir angka (Wheel Spinner) bermuatan soal cerita berbasis kearifan lokal sasak, (2) mengetahui validasi media kincir angka (Wheel Spinner) bermuatan soal cerita berbasis kearifan lokal sasak, (3) Untuk mengetahui kepraktisan media pembalajaran kincir angka (Wheel Spinner) bermuatan soal cerita berbasis kearifan lokal sasak pada siswa kelas III SDN Manggong. Jenis penelitian ini yaitu Research and Development (R&D) menggunakan model pengembangan ADDIE dengan 5 tahapan yaitu analysis, design, development, dan implementation. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket validasi ahli media, angket validasi ahli materi, angket respon guru dan angket respon siswa. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Hasil penelitian dan pengemabangan ini adalah media pembelajaran kincir angka dalam pembelajaran kalimat matematika pada siswa kelas III. Berdasarkan penilaian dari validator ahli media mendapatkan kriteria sangat valid dengan persentase 87,7% dan ahli materi mendapatkan kriteria sangat valid dengan persentase 90,9%. Hasil uji coba kepraktisan kelompok kecil berdasarkan respon guru mendapatkan kepraktisan sebesar dengan kriteria sangat praktis dengan persentase 98% sedangkan berdasarkan respon siswa mendapatkan kepraktisan dengan kriteria sangat praktis dengan persentase 98,4%. Oleh karena itu media pembelajaran kincir angka (wheel spinner) berbasis soal cerita bermuatan kearifan lokal sasak dapat digunakan untuk siswa SD kelas III pada mata pelajaran Matematika materi kalimat matematika. Kata Kunci : Media Pembelajaran, Kincir Angka, Kalimat Matematika
UJI CONFIRMATORY FACTOR ANALYSIS INSTRUMEN PERSEPSI CALON GURU SEKOLAH DASAR TERHADAP SUBJEK MATEMATIKA Maulyda, Mohammad Archi; Wahyuningsih, Baiq Yuni
Jurnal Magister Pendidikan Matematika (JUMADIKA) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Magister Pendidikan Matematika (JUMADIKA)
Publisher : Prodi Magister Pendidikan Matematika Pascasarjana Universitas Pattimura Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jumadikavol7iss2year2025page164-173

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji instrumen yang dapat mengukur persepsi calon guru terhadap matematika, dengan menggunakan pendekatan psikometrik. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengevaluasi validitas dan reliabilitas instrumen yang digunakan dalam mengukur persepsi calon guru terhadap matematika, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi tersebut. Metode yang digunakan adalah desain penelitian psikometrik dengan analisis data menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) untuk mengukur tiga dimensi utama, yaitu sikap siswa, peran dosen, dan perspektif mahasiswa terhadap matematika. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini adalah 204 calon guru sekolah dasar yang sedang menjalani pendidikan di perguruan tinggi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang digunakan memiliki validitas konvergen yang baik dengan nilai Average Variance Extracted (AVE) yang cukup tinggi pada sebagian besar dimensi, serta reliabilitas yang baik dengan koefisien omega dan alpha lebih dari 0,70. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman lebih dalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi calon guru terhadap matematika dan memberikan dasar yang kuat untuk pengembangan instrumen pengukuran persepsi dalam konteks pendidikan matematika.
Analisis Penerapan Media Smart Box Dengan Model Teaching at the Right Level (TaRL) Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Dasar Membaca Siswa Kelas III SDN 2 Darek Oktaviami, Salsabila; Maki, Muhammad; Wahyuningsih, Baiq Yuni
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ctrxa093

Abstract

Rendahnya kemampuan literasi dasar membaca siswa kelas III SDN 2 Darek menjadi latar belakang utama penelitian ini. Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara dengan guru kelas, sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam mengenal huruf alfabet, menyambung huruf menjadi kata, merangkai kata menjadi kalimat, serta membaca cerita pendek. Kondisi ini menghambat proses pembelajaran dan pencapaian kompetensi dasar. Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan kemampuan literasi dasar membaca siswa kelas III dan dampak dari penerapan media smart box yang dipadukan dengan model Teaching at the Right Level (TaRL) untuk siswa kelas III SDN 2 Darek. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa kelas III. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes, observasi, wawancara dan angket. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media smart box dengan model Teaching at the Right Level (TaRL) mampu meningkatkan kemampuan literasi dasar membaca pada siswa serta menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, menyenangkan, dan sesuai tingkat kemampuan yang dimiliki siswa. Hasil penerapan media smart box dengan model Teaching at the Right Level (TaRL) 90% siswa sudah mengalami peningkatan kemampuan literasi dasar membaca, maka yang diketahui dari perubahan siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca huruf alfabet, menyambung satu kata, merangkai satu kalimat, dan membaca cerita pendek. Setelah diterapkan penggunaan media smart box dengan model TaRL, kemampuan literasi dasar membaca siswa menjadi meningkat. Sedangkan 10% siswa masih kesulitan disebabkan faktor dukungan keluarga yang masih kurang pada proses pembelajaran di rumah siswa. Secara praktis, temuan ini memberikan implikasi bagi guru dan pengembang kurikulum di sekolah dasar, bahwa media smart box dengan pendekatan TaRL dapat dijadikan sebagai strategi pembelajaran yang adaptif terhadap tingkat kemampuan siswa, mudah diimplementasikan dalam pembelajaran di kelas rendah, serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan berpusat pada siswa. Guru disarankan untuk melakukan asesmen awal guna mengelompokkan siswa berdasarkan level membacanya, kemudian merancang aktivitas berbasis smart box sesuai level tersebut. Bagi pengembang kurikulum, hasil ini mendorong integrasi media serupa dalam perangkat ajar berbasis diferensiasi. Dengan demikian, media smart box yang dipadukan dengan model TaRL dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi dasar membaca siswa sekolah dasar.
Analisis Penerapan Media Smart Box Dengan Model Teaching at the Right Level (TaRL) Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Dasar Membaca Siswa Kelas III SDN 2 Darek Oktaviami, Salsabila; Maki, Muhammad; Wahyuningsih, Baiq Yuni
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ctrxa093

Abstract

Rendahnya kemampuan literasi dasar membaca siswa kelas III SDN 2 Darek menjadi latar belakang utama penelitian ini. Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara dengan guru kelas, sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam mengenal huruf alfabet, menyambung huruf menjadi kata, merangkai kata menjadi kalimat, serta membaca cerita pendek. Kondisi ini menghambat proses pembelajaran dan pencapaian kompetensi dasar. Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan kemampuan literasi dasar membaca siswa kelas III dan dampak dari penerapan media smart box yang dipadukan dengan model Teaching at the Right Level (TaRL) untuk siswa kelas III SDN 2 Darek. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa kelas III. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes, observasi, wawancara dan angket. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media smart box dengan model Teaching at the Right Level (TaRL) mampu meningkatkan kemampuan literasi dasar membaca pada siswa serta menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, menyenangkan, dan sesuai tingkat kemampuan yang dimiliki siswa. Hasil penerapan media smart box dengan model Teaching at the Right Level (TaRL) 90% siswa sudah mengalami peningkatan kemampuan literasi dasar membaca, maka yang diketahui dari perubahan siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca huruf alfabet, menyambung satu kata, merangkai satu kalimat, dan membaca cerita pendek. Setelah diterapkan penggunaan media smart box dengan model TaRL, kemampuan literasi dasar membaca siswa menjadi meningkat. Sedangkan 10% siswa masih kesulitan disebabkan faktor dukungan keluarga yang masih kurang pada proses pembelajaran di rumah siswa. Secara praktis, temuan ini memberikan implikasi bagi guru dan pengembang kurikulum di sekolah dasar, bahwa media smart box dengan pendekatan TaRL dapat dijadikan sebagai strategi pembelajaran yang adaptif terhadap tingkat kemampuan siswa, mudah diimplementasikan dalam pembelajaran di kelas rendah, serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan berpusat pada siswa. Guru disarankan untuk melakukan asesmen awal guna mengelompokkan siswa berdasarkan level membacanya, kemudian merancang aktivitas berbasis smart box sesuai level tersebut. Bagi pengembang kurikulum, hasil ini mendorong integrasi media serupa dalam perangkat ajar berbasis diferensiasi. Dengan demikian, media smart box yang dipadukan dengan model TaRL dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi dasar membaca siswa sekolah dasar.
Pengaruh Penggunaan Media Papan Perkalian Berbasis Kearifan Lokal Suku Sasak Terhadap Kemampuan Operasi Hitung Peserta Didik Kelas III SDN 06 Ampenan Andriami, Anggun Julia; Intiana, Siti Rohana Hariana; Wahyuningsih, Baiq Yuni
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/1b7yk293

Abstract

Rendahnya kemampuan operasi hitung perkalian pada peserta didik sekolah dasar seringkali disebabkan oleh pembelajaran yang bersifat hafalan tanpa pemahaman konsep yang konkret dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media papan perkalian berbasis kearifan lokal suku Sasak terhadap kemampuan operasi hitung peserta didik kelas III SDN 06 Ampenan. Novelty dalam penelitian ini terletak pada integrasi kearifan lokal suku Sasak pada media tradisi begibung dengan penggunaan dulang sebagai representasi konsep perkalian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental bentuk One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 26 peserta didik kelas III SDN 06 Ampenan yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest peserta didik adalah 41,54, sedangkan nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 84,62. Uji normalitas menunjukkan data posttest tidak berdistribusi normal, sehingga analisis dilanjutkan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil uji hipotesis diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengintegrasian kearifan lokal dalam media pembelajaran matematika tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep perkalian peserta didik secara signifikan, tetapi juga dapat melestarikan budaya lokal serta menjadi alternatif model pembelajaran kontekstual bagi guru di sekolah dasar.
Pengembangan Media Papan Perkalian Dengan Pendekatan Etnomatematika Kre Alang Terhadap Pemahaman Konsep Perkalian Siswa Kelas III Sdn 1 Ampenan Ramadahani, Ilham Kharisma; Istiningsih, Siti; Wahyuningsih, Baiq Yuni
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/m2y4a970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media Papan Perkalian Kre Alang berbasis etnomatematika yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep materi perkalian 1--10 pada siswa kelas III SDN 1 Ampenan, Kota Mataram. Subjek penelitian berjumlah 28 siswa. Media papan perkalian kre alang dirancang dengan mengintegrasikan motif-motif geometris kain tenun Sumbawa sebagai visualisasi konkret konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), dengan justifikasi kesesuaiannya untuk pengembangan produk pembelajaran yang sistematis dan terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media PAPERKA dinyatakan sangat valid berdasarkan validasi ahli materi pertama sebesar 91% dan ahli materi kedua sebesar 84%, serta valid oleh ahli media sebesar 72% (kategori valid). Media PAPERKA dinyatakan sangat praktis berdasarkan angket respon siswa sebesar 92% dan respon guru sebesar 96%. Selain itu, media papan perkalian kre alang terbukti efektif meningkatkan pemahaman konsep perkalian siswa berdasarkan Uji Wilcoxon Signed Ranks Test dengan nilai Z = -4.461 dan Asymp. Sig. (2-tailed) < 0,001, di mana sebanyak 96,3% siswa mengalami peningkatan nilai setelah menggunakan media papan perkalian kre alang.
Pengembangan Media Pembelajaran Etnomatematika “Rumah Adat Sasambo” Berbasis Game Edukasi Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas IV SDN 38 Cakranegara Ardila, Indah Aulia; Istiningsih, Siti; Wahyuningsih, Baiq Yuni
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6270

Abstract

Motivasi belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran matematika masih tergolong rendah karena pembelajaran yang bersifat abstrak dan konvensional dianggap kurang menarik oleh siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran etnomatematika "Rumah Adat Sasak, Samawa, Mbojo (Sasambo)" berbasis game edukasi Wordwall yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV pada materi bangun datar. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), dengan subjek penelitian sebanyak 17 siswa kelas IV SDN 38 Cakranegara. Data dikumpulkan melalui angket validasi ahli, respon siswa dan guru, serta angket motivasi belajar. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil uji kevalidan menunjukkan persentase sebesar 90% dari ahli media dan 87,5% dari ahli materi yang dikategorikan sangat valid. Uji kepraktisan menunjukkan persentase respon guru sebesar 93% dan respon siswa sebesar 86% yang dikategorikan sangat praktis. Uji efektivitas menunjukkan persentase motivasi belajar siswa sebesar 88,8% yang dikategorikan sangat efektif. Secara keseluruhan, media pembelajaran etnomatematika berbasis game edukasi terbukti efektif meningkatkan motivasi belajar siswa sekaligus memperkenalkan kearifan lokal Nusa Tenggara Barat dalam pembelajaran matematika.