Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI KASUS: KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEMAMPUAN PENYELESAIAN SOAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR Wahyuningsih, Baiq Yuni; Hidayati, Vivi Rachmatul
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.39589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar matematika yang berdampak pada kemampuan pemecahan masalah siswa sekolah dasar. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk menggali secara mendalam kesulitan yang dialami siswa kelas VI SDN 14 Cakranegara dalam memahami konsep matematika dan penerapannya. Instrumen yang digunakan meliputi observasi kelas, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi hasil tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep, mengaitkan informasi, serta melakukan perhitungan aritmatika dasar. Selain itu, siswa cenderung memberikan jawaban yang singkat dan kurang terstruktur. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa termasuk rendahnya kemampuan aritmatika dasar, kesulitan dalam mengintegrasikan informasi, dan kurangnya pemahaman terhadap instruksi soal. Penelitian ini menyarankan intervensi pembelajaran berupa pendekatan yang lebih mendalam pada pemahaman konsep, latihan aritmatika rutin, dan bimbingan dalam penyusunan jawaban yang terstruktur untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa.
Pendampingan Perhitungan Harga Pokok Produksi Pada UMKM Tempe Ibu Mariani di Kekalik Grisak Wardiningsih, Reny; Umam, Khaerul; Dewi, Resty Yusnirmala; Wahyuningsih, Baiq Yuni
Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Ekonomi Bisnis
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdiekbis.v4i1.3352

Abstract

Produksi Tempe merupakah salah satu jenis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang memainkan peranan penting terhadap ekonomi Indonesia. Tempe sebuah produk makanan tradisional yang diminati oleh masyarakat lokal maupun luar daerah. Di Kekalik Grisak, terdapat UMKM Tempe Ibu Mariani yang telah berkontribusi dalam memproduksi tempe sekitar 16 tahun, menghadapi tantangan dalam manajemen keuangan termasuk penyusunan laporan harga pokok produksi. Tujuan Pelaksanaan kegiatan Pendampingan adalah Pelaku UMKM Tempe mampu memahami dan menyadari pentingnya penyusunan laporan harga pokok produksi serta mampu menghitung harga pokok produksi atas usaha yang dijalankan. Metode pelaksanaan pendampingan UMKM Tempe Ibu Mariani di Lingkungan Kekalik Grisak ini terbagi menjadi 3 (tiga) tahapan: 1) observasi; 2) pelaksanaan; dan 3) evaluasi. Hasil dari kegiatan pendampingan ini adalah Pelaku UMKM Tempe Ibu Mariani dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan dalam perhitungan dan penyusunan laporan harga pokok produksi serta pelaku UMKM berkomitmen untuk menjalankan usahanya sesuai dengan konsep yang telah diajarkan guna meningkatkan penjualan serta mengoptimalkan laba.
Analisis Struktur Berpikir Mahasiswa dalam Pembelajaran Matematika Wahyuningsih, Baiq Yuni
ALFAmath (Jurnal Pendidikan Matematika) Vol 1, No 2 (2020): ALFAMATH: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the structure of students' thinking in learning and in problem solving. This type of research is descriptive research with a quantitative approach. Data collection was carried out through questionnaires and test questions. The results of the study showed: a) students with a dominant thinking structure using the left brain seemed less good at socializing well in class both in participating in small group discussions or class discussions. The abilities possessed by these students are usually logical, analytical, reality, factual and procedural; b) students with a dominant thinking structure using the right brain seem to have a personality that likes to interact and socialize but often experience difficulties in learning technical matters so they need to pay more attention when practicing working on questions and c) students with a thinking structure use the right brain and on the left equally classified as students who are active in the learning process. This liveliness is raised in group discussion activities, class discussions and or asking questions personally and expressing ideas/ideas based on logic. Keywords: Structure of Thinking, Learning, Mathematics
Peningkatan Kemampuan Penggunaan Kalimat Simple Past Tense Menggunakan Media Flashcard bagi Mahasiswa Manajemen Administrasi dan Komputerisasi Akuntansi Sugianto, Riris; Wahyuningsih, Baiq Yuni; Wardiningsih, Reny
DARMADIKSANI Vol 2 No 1 (2022): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v2i1.1300

Abstract

ABSTRAK Kegiatan abdimas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa jurusan Manajemen Administrasi dan Komputerisasi Akuntasi di UTM Mataram dalam menggunakan pola kalimat aktif Simple Past Tense berbentuk positif, negatif, dan interogatif yang baik dan benar menggunakan media kartu bergambar atau flashcard. Selain itu, penggunaan media flashcard bertujuan untuk menyegarkan pikiran mahasiswa agar dapat memahami materi dengan cepat dengan cara yang menyenangkan sekaligus melatih kejelian, kecepatan, dan ketepatan menebak verba berbentuk past simple tense yang sesuai dengan gambar pada flashcards. Kegiatan diawali dengan melakukan observasi dan wawancara kepada mahasiswa untuk mengetahui kendala mereka dalam menggunakan bentuk waktu lampau dalam bahasa Inggris yaitu simple past tense. Kegiatan inti dilakukan dengan memaparkan materi tentang pola-pola dan contoh-contoh kalimat simple past tense dalam bentuk positif, negatif, dan interogatif disertai latihan menggunakannya dalam kalimat sesuai pola gramatikalnya. Kegiatan ditutup dengan diskusi-tanya jawab untuk mengetahui level pemahaman peserta serta kendala yang mungkin masih mereka hadapi. Sesuai hasil evaluasi, kegiatan abdimas ini telah mencapai tujuan yang ditargetkan, yakni: (1) peserta mampu mendeskripsikan dan membedakan pola-pola kalimat simple past tense berbentuk positif, negatif, dan interogatif; (2) peserta mampu menggunakannya dalam kalimat sesuai dengan pola masing-masing; dan (3) peserta mampu meningkatkan kecepatan dan kejeliannya membuat kalimat simple past tense menggunakan media flashcard dengan metode yang menyenangkan. ABSTRACT This community service aims at improving the ability of students majoring in Administration Management and Computerized Accounting at UTM Mataram to understand the simple past tense (positive, negative, interrogative) using picture flashcards. Picture flashcards can be good teaching resource to teach and study English verbs. Some of the benefits are to improve language skills, increase students’ ability to compose, memorize stories, and analyze a problem, and enrich students’ vocabulary. In addition to that, flashcards boost learners’ confidence, build up good and effective communication, and enhance creativity. Prior to the program, the team conducted a preliminary survey and interview to map students’ problems in understanding English tenses i.e. the simple past tense. The materials presented in the main activity included the patterns, examples, and sentence building practices of simple past tense using picture flashcards containing simple past verbs. The activity was ended with discussion, question and answer, and a questionnaire filling survey to trace participants’ understanding and remaining obstacles concerning the materials. Based on the evaluation, the program has achieved the targeted outcomes that include participants being able to: (1) describe and distinguish the patterns of simple past tense in positive, negative, and interrogative forms; (2) build grammatically correct simple past tense sentences; (3) increase the speed and foresight in building simple past tense sentences; and (4) cheerfully engage in grammar learning activities of the simple past tense using flashcards media.
Pelatihan Perancangan, Pembuatan, dan Penggunaan Media Pembelajaran Edukatif Berupa Alat Peraga Matematika bagi Mahasiswa Program Studi PGSD Wahyuningsih, Baiq Yuni; Sugianto, Riris; Wardiningsih, Reny
DARMADIKSANI Vol 3 No 1 (2023): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v3i1.2817

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran matematika memiliki peran yang sangat penting dalam membangun pondasi yang kuat dalam pemahaman konsep, ide, gagasan, aturan, dan logika matematika. Dalam konteks ini, media pembelajaran, terutama dalam pembelajaran matematika, menjadi alat yang sangat membantu bagi guru dalam menyampaikan materi pelajaran dengan lebih efektif. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memahami betapa pentingnya peran media dalam pendidikan dasar, serta memiliki pengetahuan tentang berbagai jenis media yang dapat digunakan. Selain itu, guru juga perlu memiliki kemampuan dalam memilih media yang sesuai dengan materi pelajaran yang diajarkan, serta mampu merencanakan dan membuat media pembelajaran sendiri dengan menggunakan bahan-bahan yang sederhana, ekonomis, dan mudah didapatkan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam tiga tahap yang terstruktur dengan baik yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap penyampaian materi pelatihan, tahap evaluasi, dan tahap refleksi. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa sebagai calon guru dalam merancang, membuat, dan menggunakan media pembelajaran edukatif matematika. ABSTRACT Learning mathematics fosters the development of essential foundational skills in comprehending concepts, ideas, rules, and logic within the subject, enabling students to apply reasoning and proof to solve real-life problems. Utilizing instructional media, particularly in mathematics classes, significantly aids teachers in effectively delivering the curriculum. Consequently, it is crucial for teachers in elementary education to grasp the purpose and significance of media, familiarize themselves with various media options, select appropriate ones for specific subjects, and be capable of planning and creating their own learning materials using simple, affordable, and easily accessible resources. The community service activities are implemented through three stages: Preparation Stage, involving the arrangement of training materials; Implementation Stage, where the training is conducted according to the established schedule; and Evaluation Stage, aimed at identifying any shortcomings or obstacles encountered during the implementation process. The outcomes derived from these service activities encompass enhanced knowledge and skills of prospective teachers in designing and utilizing educative learning media, specifically elementary mathematics teaching aids. Additionally, diverse teaching aids tailored to specific concepts have been developed to facilitate effective instruction in elementary mathematics.
Hubungan Mathematical Perception dan Mathematical Well-Being Terhadap Matematika: Studi Eksplanatori Calon Guru Wahyuningsih, Baiq Yuni; Hidayati, Vivi Rachmatul
J-PiMat : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2025): J-PiMat
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika STKIP Persada Khatu;istiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/j-pimat.v7i2.5532

Abstract

Dalam konteks pendidikan calon guru, persepsi terhadap matematika memiliki dampak yang signifikan terhadap pengalaman belajar, motivasi, dan kesejahteraan psikologis individu, juga menjadi hal yang penting karena dapat memengaruhi kesiapan mereka dalam mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara Mathematical Perception dan Mathematical Well-Being pada calon guru sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori, yang memungkinkan peneliti untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat antara kedua variabel tersebut. Uji korelasi Spearman's rho digunakan untuk mengidentifikasi hubungan linier antara Mathematical Perception dan Mathematical Well-Being, sementara analisis regresi linier digunakan untuk menguji pengaruh Mathematical Perception terhadap Mathematical Well-Being. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara Mathematical Perception dan Mathematical Well-Being, dengan koefisien korelasi sebesar 0.364 (Sig. 0.000). Selain itu, hasil uji regresi linier menunjukkan bahwa Mathematical Perception secara signifikan mempengaruhi Mathematical Well-Being. Dimensi Mathematical Well-Being yang paling dipengaruhi adalah Ketahanan dan Makna, sedangkan Emosi Positif menunjukkan pengaruh yang lebih kecil. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang pentingnya meningkatkan Mathematical Perception untuk mendukung kesejahteraan calon guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran matematika, serta menyarankan pengembangan program pelatihan yang lebih berfokus pada penguatan Mathematical Perception calon guru untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.Kata Kunci: Calon Guru, Mathematical Well-Being, Mathematical Perception
Pelatihan Pemanfaatan Wordwall sebagai Alternatif Media Evaluasi Pembelajaran Interaktif bagi Guru di SDN 40 Mataram: Training on Wordwall Utilization as an Alternative Media for Interactive Learning Evaluation for Elementary Teachers at SDN 40 Mataram Hidayati, Vivi Rachmatul; Darmiany, Darmiany; Husniati, Husniati; Wahyuningsih, Baiq Yuni; Nurmawanti, Iva; Azizah, Urvi
DARMADIKSANI Vol 5 No 3 (2025): Edisi November (Special Edition)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i3.8516

Abstract

Evaluasi pembelajaran merupakan hal penting pada pembelajaran di sekolah. Dalam prosesnya, guru harus mempersiapkan, melaksanakan, dan menuliskan serta melaporkan hasilnya dalam dokumen tertentu. Proses ini menjadi lebih praktis dan efisien jika dilakukan berbasis digital. Kendati demikian, beberapa guru memiliki keterbatasan dalam memanfaatkan platform digital untuk mengembangkan evaluasi pembelajaran yang interaktif dan menarik. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan Pengabdian ini adalah untuk membekali guru SDN 40 Mataram (mitra) mengenai pengembangan media evaluasi berbasis digital yang interaktif menggunakan platform Wordwall. Metode Pengabdian ini dengan melaksanakan 4 tahapan kegiatan, yakni sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, dan pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada 23 Agustus 2025 melibatkan 13 peserta dari unsur Kepala Sekolah, guru, dan mahasiswa. Peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan mulai dari konsep dasar media pembelajaran hingga praktik langsung menyusun instrumen evaluasi digital yang interaktif. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan dan efektivitas yang tinggi dengan rata-rata skor 4,64 serta nilai post-test rata-rata 85, menandakan seluruh peserta mampu memahami dan mengimplementasikan materi dengan baik.
Eksplorasi Motif Kain Songket Khas Suku Sasak Dalam Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar: Studi Pola, Simetri dan Geometri Saputri, Windani; Setiawati, Setiawati; Milawati, Milawati; Magfiroh , Naela; Wahyuningsih, Baiq Yuni
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4287

Abstract

Kain tenun songket khas suku Sasak di Desa Sukarara, Lombok Tengah, merupakan warisan budaya yang kaya akan nilai dan estetika. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep-konsep geometri seperti bangun datar dan simetri yang terkandung dalam berbagai motif songket, serta mengintegrasikannya sebagai sumber belajar etnomatematika di tingkat sekolah dasar. Pendekatan etnografi digunakan dalam studi ini, melibatkan pengumpulan data kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi motif langsung dari pengrajin dan pengelola artshop setempat.Hasil analisis menunjukkan identifikasi jelas konsep geometri pada motif-motif utama seperti segi enam, belah ketupat, lingkaran, dan segitiga yang ditemukan pada motif seperti Subahnala, Bulan Bekurung, dan Bintang Empat. Selain itu, motif-motif ini tidak hanya memperkaya pemahaman visual tentang geometri, tetapi juga membawa makna filosofis dan simbolis yang mendalam terkait kehidupan sosial-budaya masyarakat Sasak.Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan motif songket Sasak melalui pendekatan etnomatematika menawarkan peluang besar untuk membuat pembelajaran matematika, khususnya geometri, menjadi lebih kontekstual, bermakna, dan berbasis budaya lokal bagi siswa, sekaligus mendukung upaya pelestarian warisan budaya daerah.
Pengembangan Media Kincir Angka (Wheel Spinner) Bermuatan Soal Cerita Berbasis Kearifan Lokal Sasak Bagi Peserta Didik Kelas III SDN Manggong Melani, Rina; Zain, Moh. Irawan; Wahyuningsih, Baiq Yuni
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v4i2.3669

Abstract

Permasalahan yang terjadi di kelas III SDN Manggong adalah guru jarang menggunakan media pembelajaran, khususnya media pembelajaran pada pembelajaran Matematika materi kalimat matematika. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui langkah-langkah pengembangan media kincir angka (Wheel Spinner) bermuatan soal cerita berbasis kearifan lokal sasak, (2) mengetahui validasi media kincir angka (Wheel Spinner) bermuatan soal cerita berbasis kearifan lokal sasak, (3) Untuk mengetahui kepraktisan media pembalajaran kincir angka (Wheel Spinner) bermuatan soal cerita berbasis kearifan lokal sasak pada siswa kelas III SDN Manggong. Jenis penelitian ini yaitu Research and Development (R&D) menggunakan model pengembangan ADDIE dengan 5 tahapan yaitu analysis, design, development, dan implementation. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket validasi ahli media, angket validasi ahli materi, angket respon guru dan angket respon siswa. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Hasil penelitian dan pengemabangan ini adalah media pembelajaran kincir angka dalam pembelajaran kalimat matematika pada siswa kelas III. Berdasarkan penilaian dari validator ahli media mendapatkan kriteria sangat valid dengan persentase 87,7% dan ahli materi mendapatkan kriteria sangat valid dengan persentase 90,9%. Hasil uji coba kepraktisan kelompok kecil berdasarkan respon guru mendapatkan kepraktisan sebesar dengan kriteria sangat praktis dengan persentase 98% sedangkan berdasarkan respon siswa mendapatkan kepraktisan dengan kriteria sangat praktis dengan persentase 98,4%. Oleh karena itu media pembelajaran kincir angka (wheel spinner) berbasis soal cerita bermuatan kearifan lokal sasak dapat digunakan untuk siswa SD kelas III pada mata pelajaran Matematika materi kalimat matematika. Kata Kunci : Media Pembelajaran, Kincir Angka, Kalimat Matematika
PENERAPAN ECOPRINT SEBAGAI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) UNTUK MENGEMBANGKAN KREATIVITAS SISWA SEKOLAH DASAR Firdaus, M. Guntur; Alfiah, Nisa; Irmayati, Nur; Khaero Putri, Arselina; Tenri Sanna, Bunga; Wahyuningsih, Baiq Yuni
Jurnal Interaktif: Warta Pengabdian Pendidikan Vol 5 No 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Jurusan Ilmu Pendidikan, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/interaktif.v5i2.516

Abstract

This community service aims to describe the implementation of ecoprint activities in the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) and its contribution to the development of creativity of fifth-grade students at SDN 15 Cakranegara. The initial problem found was the low creativity of students due to the lack of variety of handicraft activities that only focused on drawing, coloring, and copying patterns. This community service uses a project-based learning approach where students are given a project in the form of ecoprint preparation activities integrated into the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5). The main stages of this community service activity are: (1) introduction of the concept; (2) exploration of local leaves and flowers; (3) hammering process, & (4) to the finishing stage of the tote bag. This activity involved 35 fifth-grade students, class teachers, and P5 accompanying teachers. The results of the community service show that ecoprint activities are able to increase students' creativity through a series of stages of natural material exploration, leaf composition arrangement, hammering process, and work evaluation. Students demonstrated active involvement, courage to experiment, and the ability to produce original designs. The variety of tote bag motifs produced shows the development of divergent thinking skills and artistic expression. Furthermore, the ecoprint project also contributed to strengthening the Pancasila Student Profile, particularly in the dimensions of creativity, independence, mutual cooperation, and respect for nature. Exploration-based activities and group work encouraged students to collaborate, discuss, and appreciate the environment as a source of inspiration for their work. Thus, ecoprinting proved to be an effective, contextual, and relevant alternative craft activity for enhancing the creativity of elementary school students.