Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DENGAN BERAT BADAN LAHIR BAYI Rifatolistia Tampubolon; Dary; Andreas Kurnia Widyatama
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v9i1.650

Abstract

Kadar hemoglobin merupakan salah satu parameter mengukur terjadinya anemia. Anemia pada ibu hamil merupakan masalah yang sering dialami selama masa kehamilan yang menyumbang angka kesakitan dan kematian ibu hamil dengan prevalensi cukup tinggi khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Selain itu anemia yang dialami selama masa kehamilan berdampak pada tumbuh kembang janin antara lain meningkatkan risiko terjadinya keguguran, kelahiran prematur dan salah satunya Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR). Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan hubungan kadar Hemoglobin (Hb) pada ibu hamil dengan berat badan lahir bayi rendah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan desain cross-sectional. Teknik pengambilan data menggunakan data sekunder dengan mengumpulkan status rekam medis ibu melahirkan periode 1 Januari - Juni 2021 di Rumah Sakit Gunawan Mangunkusumo Ambarawa, dengan populasi responden sebesar 444. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling sehingga ditemukan sejumlah 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 31% ibu mengalami anemia dan 12% bayi lahir dengan BBLR. Hasil dari penelitian melalui uji statistik chi square didapat p-value = 0,394 yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin ibu hamil dengan BBLR. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa hemoglobin bukan merupakan satu-satunya faktor yang berpengaruh pada kejadian BBLR di RSGM Ambarawa, sehingga penelitian ini dapat dikembangkan dengan menambahkan data pendukung terkait faktor yang dapat mengganggu kondisi kadar hemoglobin ibu hamil diantaranya status gizi, tingkat stress, dan tingkat aktivitas ibu hamil.
IDENTIFIKASI FAKTOR PENGUAT KUNJUNGAN ANC DI PUSKESMAS SURUH SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Rifatolistia Tampubolon; Kristiani Desimina Tauho; Laudy Satria Hakim Laksana
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v9i1.651

Abstract

Wabah COVID-19 di negara Indonesia memberikan pengaruh terhadap aktivitas pelayanan kesehatan, neonatal serta maternal. Selain karena takut tertular Covid-19, terhentinya layanan kesehatan pada tingkat masyarakat di Indonesiamembuat10% layanan kesehatan primer seperti puskesmas mengalami stagnasi, 41% kunjungan rumah terhenti serta 75% posyandu tutup. Data pelayanan antenatal care (ANC) di Kabupaten Semarang sejak bulan Januari sampai April 2020 menunjukkan adanya penurunan. Cakupan K1 pada tahun 2019 dan 2020 adalah 99.5% sedangkan cakupan K4 di tahun 2019 sebanyak 94.7% menurun menjadi 93.6% di tahun 2020. Tujuan dari riset ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor penguat terhadap kunjungan ANC sepanjang periode wabah COVID-19. Riset ini melibatkan responden sejumlah 45 orang ibu hamil yang berada pada area Puskesmas Suruh selama rentang waktu di bulan Juni – Agustus 2022 dengan menggunakan metode simple random sampling. Pengambilan data primer menggunakan kuesioner berupa data demografi, variabel dukungan teknologi, variabel dukungan petugas kesehatan serta variabel dukungan suami serta keluarga, dan data sekunder dari dokumentasi buku KIA ibu hamil. Metode analisa data memakai analisa univariat. Hasil riset ini membuktikan bahwa kepatuhan ibu hamil untuk melaksanakan kunjungan ANC sepanjang wabah COVID-19 dipengaruhi oleh tiga faktor penguat, yaitu dukungan teknologi, dukungan dari tenaga kesehatan serta dukungan suami serta keluarga. Mayoritas responden memiliki dukungan teknologi baik sebanyak 35 orang (77,8%), petugas kesehatan yang mendukungsebanyak 37 orang (82,2%) dan memiliki dukungan dari suami dan keluarga sebesar 24 orang (53,3%). Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukan bahwa faktor penguat kunjungan ANC di Puskesmas Suruh lebih didominasi oleh dukungan petugas kesehatan, dukungan teknologi dan dukungan suami serta keluarga. Keluarga perlu memberikan dukungan yang lebih maksismal kepada ibu hamil dalam melakukan kunjungan ANC walaupun dalam masa pandemi Covid-19.
Profile of Women Suffering Postpartum Hemorrhage: Recent Update In Salatiga Region General Hospital, Central Java, Indonesia Tauho, Kristiani Desimina; Tampubolon, Rifatolistia; Mone, Dori Maria
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol. 6 No. 4 (2023): International Journal of Nursing and Health Services (IJHNS)
Publisher : Alta Dharma Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35654/ijnhs.v6i4.739

Abstract

Background: Postpartum hemorrhage is a significant problem related to maternal death. The cause of the second highest maternal mortality rate in Central Java is bleeding, which is as much as 21.23%. Objective: This study aimed to identify the current profile of mothers who experienced postpartum hemorrhage at the Salatiga City Regional General Hospital. Method: This study uses a quantitative method with a retrospective approach. The data collection technique used document tracing in the form of medical records with a checklist sheet instrument. This study concluded 89 medical records of women diagnosed with postpartum hemorrhage from 2017 to 2021. Result: The characteristics of women who experienced postpartum hemorrhage were mostly productive age, secondary education, mothers who worked as housewives, Javanese ethnicity, married, parity 2-4, single pregnancy, 2 to 4 years inter-pregnancy interval, and retained placenta. Almost all of these features are not risk factors for postpartum hemorrhage. Conclusion: Based on the study’s results, postpartum hemorrhage can happen in any woman who are having or not having risk factors of postpartum hemorrhage. Recommendation: Precautions need to be taken for all birthing mothers regardless of their risk factor status.
Nutritional Status Profile of Women of Reproductive Age Based on Anthropometric Indicators Karuhgair, Juan Christianto; Tampubolon, Rifatolistia; Mangalik, Gelora
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 5 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i5.6817

Abstract

Nutritional status reflects the balance between nutritional needs and intake, which is crucial for the health of women of reproductive age, as it directly affects reproductive function, pregnancy, and overall family well-being. This study aimed to accurately assess their nutritional status using anthropometric indicators as an initial step to prevent metabolic disease risks in women of reproductive age. This was a descriptive study with a cross-sectional design conducted from November 2024 to January 2025. The population consisted of all women of reproductive age (WRA) with total of 45 respondents were selected using purposive sampling. Data were collected through direct observation using a checklist that included demographic characteristics and anthropometric measurements. The data were analyzed univariately and classified based on WHO standards to determine categories of undernutrition, normal, overweight, and central obesity. Results were presented in tables, charts, and descriptive narratives. Most women of reproductive age (WRA) were in the productive age range of 21–35 years, with the majority having a senior high school education and working as employees or laborers. Nutritional status, based on BMI and MUAC, was predominantly in the normal category; however, waist circumference and waist-to-hip ratio (WHR) measurements indicated a high prevalence of central obesity among the WRA. All respondents had a WHR ≥ 0.85, indicating a high risk of non-communicable diseases such as hypertension and type 2 diabetes. This study assessed the nutritional status of women of reproductive age using anthropometric indicators such as BMI, MUAC, waist circumference, and WHR. While most had normal nutritional status, there was a high prevalence of central obesity, which poses a risk for non-communicable diseases like hypertension and diabetes.
Perbedaan Faktor Maternal Sebagai Determinan Stunting Dary, Dary; Davidson, Sarah Melati; Margiyati, Margiyati; Astuti, Yuni; Dayaningsih, Diana; Sari, Novita Wulan; Tauho, Kristiani Desimina; Tampubolon, Rifatolistia; Kalyani, Ratana Subha Putri
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 November 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v5i2.1019

Abstract

Prevalensi stunting di Indonesia tergolong tinggi yaitu 24,4% sehingga harus segera ditangani dan dicegah agar tidak terjadi. Banyak studi menghubungkan stunting dengan dengan faktor maternal karena ibu adalah penentu tersedianya asupan dan perawatan kesehatan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan faktor maternal sebagai determinan stunting pada kelompok anak stunting dan tidak stunting. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan membandingkan data pada kelompok kasus dan kontrol. Populasi penelitian yaitu balita usia 24-60 bulan di wilayah kerjasama pelayanan Puskesmas Karanggede. Jumlah sample penelitian sebanyak 30 pada masing-masing kelompok. Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus sampai Oktober 2023. Analisis data menggunakan uji statistik non parametric Mann Whitney untuk menganalisis perbedaan faktor maternal pada kelompok stunting dan tidak stunting. Hasil penelitian menemukan bahwa faktor maternal yang berbeda secara signifikan antara kelompok stunting dan tidak stunting yaitu tinggi badan ibu (p-value=0,018), pendidikan ibu (p-value=0,000) dan LiLA ibu sebelum hamil subjek (p-value=0,039). Faktor maternal seperti usia ibu ketika menikah, usia ibu ketika hamil subjek, pekerjaan ibu, dan status gizi ibu tidak signifikan berbeda antara kelompok stunting dan tidak stunting (p-value>0,05). Penanganan stunting harus dilakukan secara multipihak dengan memperhatikan faktor maternal.
FAKTOR DETERMINAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Apriliana, Mia; Tampubolon, Rifatolistia; Mangalik, Gelora
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2022): EDITION MARCH 2022
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v10i1.2376

Abstract

The incidence of anemia in pregnant women in Indonesia was 48,9% in 2018 up from 37,1% in 2013. The number of pregnant women with anemia at the Ketapang I Sampit Community Health Center in Central Kalimantan increased to 150 in 112 in 2017. The research aimed to describe the determinants factor of anemia in Trimester III pregnant women at the Ketapang I Sampit Community Health Center in Central Kalimantan. This research used descriptive quantitative methods with a cross-sectional approach. A total of 31 respondents were sampled using the purposive sampling technique. The research data are tabulated before being describe. The findings revealed that pregnant women with anemia were between the ages 20-35 years old (71%), had completed high school (52%), nullipara (45%), had a two-year gap between pregnancies (29%), not working (75%), low income (58%), did not take blood-booster tablets (84%), pregnant women who do not make a pregnancy visit in the Trimester I (81%) and the most commonly consumed food  pregnant women is rice, chicken eggs, tofu, spinach and mangoes. This research concluded that the determinants factors in the incidence of anemia in pregnant women were parity, birth spacing, occupation, income, adherence to blood-booster intake and pregnancy frequency.
PELAKSANAAN LAYANAN INTRANATAL CARE DI RSUD KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Tauho, Kristiani Desimina; Tampubolon, Rifatolistia; Lohmay, Nella Alfita
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 9, No 3 (2021): EDITION NOVEMBER 2021
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v9i3.2324

Abstract

Maternal mortality in Indonesia remain unresolved despite government attempts. Until 2017, maternal mortality in the Province of East Nusa Tenggara (NTT) was still high. Thus, rendering services to mothers is an important matter to be evaluated. The purpose of the research is to describe the intranatal service in the delivery room of the TTS District Hospital, as the region with the highest maternal death in NTT. The method used in this research was quantitative descriptive method by observing the standard operating procedure (SOP) of delivery help courtesy of rsud kab tts  of a total sampling of 14 people is done. Results shows that the majority female respondents (92.9%), and between the ages of 41-50 years (71.4%) and employment length between 10-20 years (78.5%). An observation into the implementation of the intranatal service found that all respondents had obediently done the intranatal service soup, at least 58 steps (84%) of the 69 steps listed in the soup. An identified level of compliance (performing 58-62 soup steps) is 57.1% and highly obedient (performing 63 soup steps) by 42.9%. Conclusion  the health staff at the TTS District Hospital have done their soup intranatal service obediently. Suggestions for further researchers examined the other indicator of intranatal services and used several different instruments.  ABSTRAK Kematian ibu bersalin di Indonesia masih belum teratasi walaupun berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah. Hingga tahun 2017, kematian ibu khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tinggi. Oleh karena itu, pemberian layanan terhadap ibu bersalin menjadi suatu hal yang penting untuk dievaluasi. Tujuan dari penelitian adalah untuk mendeskripsikan pemberian layanan intranatal di ruang bersalin RSUD Kab. TTS, sebagai wilayah dengan kematian ibu tertinggi di NTT. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan melakukan observasi berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) pertolongan persalinan milik RSUD Kab. TTS. Penentuan responden sejumlah 14 orang dilakukan menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (92,9%), dan berusia antara 41-50 tahun (71,4%) dengan lama kerja antara 10-20 tahun (78,5%). Hasil observasi pelaksanaan layanan intranatal ditemukan bahwa semua responden telah melakukan SOP layanan intranatal dengan patuh, minimal 58 langkah (84%) dari 69 langkah yang tercantum di SOP. Tingkat kepatuhan yang teridentifikasi, yaitu cukup patuh (melakukan 58 – 62 langkah SOP) sebesar 57,1% dan sangat patuh (melakukan 63 langkah SOP) sebesar 42,9%. Disimpulkan bahwa tenaga kesehatan di RSUD Kab. TTS telah melakukan SOP layanan intranatal dengan patuh. Saran untuk peneliti selanjutnya meneliti indikator lain dari layanan intranatal dan menggunakan beberapa instrumen berbeda.
Pemantauan Pola Asuh dan Tumbuh Kembang Balita Cegah Stunting Melalui Intervensi Gizi Menu “Si MENANG”: Monitoring Parenting Patterns and Toddler Growth and Development to Prevent Stunting through Nutritional Intervention with the 'Si MENANG' Menu Mangalik, Gelora; Surtania, Surtania; Tampubolon, Rifatolistia; Lamaliwa, Wynda Lestari; Monikasari, Monikasari
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.728

Abstract

Masalah gizi, khususnya stunting, menjadi tantangan serius di Kota Salatiga dengan prevalensi 16,9% pada tahun 2023. Stunting tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik tetapi juga perkembangan kognitif anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memantau pola asuh dan tumbuh kembang balita stunting melalui intervensi gizi dengan menu “Si MENANG”. Metode yang digunakan adalah intervensi langsung selama enam bulan pada 10 balita stunting. Intervensi mencakup pemberian menu terencana, pemantauan konsumsi harian melalui home visit, pengukuran antropometri (BB/U, TB/U, BB/TB) bulanan, serta skrining perkembangan (KPSP) dan pola asuh menggunakan kuesioner. Hasil dari intervensi gizi dengan menu “Si MENANG” yaitu adanya perbaikan status gizi yang signifikan yaitu underweight (BB/U) turun dari 30% menjadi 11%, sangat pendek (TB/U) turun dari 20% menjadi 0%, dan tidak terdapat gizi kurang di akhir intervensi (BB/TB), namun ditemukan inkonsistensi pola asuh umum (otoriter 60%) dan pola asuh makan (demokrasi 80%). Meskipun pengetahuan gizi ibu mayoritas baik (80%), hasil skrining perkembangan anak (KPSP) menunjukkan ketidakstabilan, dengan mayoritas hasilnya meragukan. Intervensi gizi efektif dalam memperbaiki status gizi antropometri. Namun, inkonsistensi pola asuh dan perkembangan anak yang tidak stabil menunjukkan perlunya program pendampingan yang tidak hanya berfokus pada gizi, tetapi juga pada penguatan pola asuh orang tua secara holistik untuk dampak yang berkelanjutan
Stimulasi Perkembangan Sosial Anak Usia Prasekolah Berdasarkan Status Pekerjaan Ibu Dary, Dary; Tampubolon, Rifatolistia; Rumagit, Ribka Ancy
Jurnal LINK Vol 19 No 2 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v19i2.9550

Abstract

Faktor penentu berhasilnya perkembangan sosial anak adalah pemberian stimulasi dari orang dewasa. Status pekerjaan ibu memengaruhi kualitas pemberian stimulasi bagi anak. Penelitian kualitatif untuk menggali cara ibu menstimulasi perkembangan sosial anak melalui wawancara, sedangkan penelitian kuantitatif untuk mengukur perkembangan sosial anak. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari setengah anak dengan ibu bekerja mendapatkan hasil perkembangan sosial baik (79%), begitu juga dengan anak yang memiliki ibu tidak bekerja mendapatkan hasil perkembangan sosial yang baik (86%). Gambaran stimulasi perkembangan sosial yang diberikan ibu berupa pembagian waktu, memberikan media, berkomunikasi, memperkenalkan anak ke lingkungan luar, dan membebaskan kegiatan anak. Kesimpulan dihasilkan berupa stimulasi yang dilakukan oleh ibu bekerja yaitu membagi waktu, bermain dan berkomunikasi, mengajak anak berinteraksi dengan lingkungan sekitar, dan membebaskan anak berkegiatan, begitu juga dengan ibu tidak bekerja. Terdapat perbedaan pada waktu, dimana ibu bekerja cenderung lebih singkat dibandingkan ibu tidak bekerja.
Pengetahuan, Sikap, Dukungan dan Persepsi Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Satya Wacana Davidson, Sarah Melati; br Tampubolon, Vio Herawati; Tampubolon, Rifatolistia
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 14 No 1 (2023): November 2023
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33657/jurkessia.v14i1.843

Abstract

Iron-deficiency anemia is a significant nutritional concern in Indonesia. This type of anemia is more common among children, adolescents, pregnant and breastfeeding women, and low-income workers. Although students from the Faculty of Medicine and Health Sciences have been informed about anemia and iron (Fe) tablets, there are still many who have not started taking them. This research aims to describe the knowledge, attitudes, support, and perception of Fe tablet consumption among female students at this University. The research used a descriptive-analytic method with a cross-sectional approach. The study population consisted of 93 female students from the 2021 batch, specifically from the Faculty of Medicine and Health Sciences. The research sample was selected based on inclusion and exclusion criteria. A questionnaire was used as the research instrument and analyzed using univariate analysis. The findings revealed that only 22.6% of the respondents reported consuming Fe tablets, while 77.4% did not. Twenty-six respondents displayed a good level of knowledge, and 31 had a positive attitude. The level of support from family and peers was low, with only 22 respondents reporting family support and 30 reporting peer support. Despite not taking iron tablets regularly, the respondents' knowledge, attitudes, perception of benefits, and constraints were generally in a good category. However, the support variable obtained still needs improvement as it remains in the low category, which contributes to the irregular intake of iron tablets by the respondents.
Co-Authors Amahoru, Cherlin Prissilia Ambar Kusuma Dewi Analolo, Threceya Rambu Lika Handja Andreas Kurnia Widyatama Apriliana, Mia Arwyn Weynand Nusawakan Asri Erani Ayu Afriani Panyuwa Bagus Panuntun Bagus Panuntun Bornensiska, Christine Berlyana br Tampubolon, Vio Herawati Brigitte Sarah Renyoet D. Tauho, Kristiani Dary Dary Dary, Dary Debora Brian Santika Wijayanti Dhanang Puspita Diana Dayaningsih Fiane de Fretes Gelora Mangalik Gloria Ndoen Gobuino, Yuliana Susanti Hapsari Prabowowati Hapsari Probowati Henukh, Semirodia S. Hirkanus Fransiskus Humune Jeanita Fernanda Lasamahu Judith Devi Manutilaa Kalyani, Ratana Subha Putri Kanako Shinkawa Karuhgair, Juan Christianto Kristiani Desimina Tauho Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho Lamaliwa, Wynda Lestari Laudy Satria Hakim Laksana Letelay, Pieter Bleriof Lohmay, Nella Alfita Mamalai, Ardilei Esau Manafe, Meriyanti A. Margiyati, M Maya Miranthi Oematan Mone, Dori Maria Monikasari Monikasari Monikasari, Monikasari Natijati, Arum Novita Wulan Sari Oematan, Maya Miranthi Oktavia Corry Patanduk, Andin Risvani Putri Paulina Budiarty Ernawan Putry Grace Porsisa Remigius Bagus Reychell Mirino Ribka Ancy Rumagit Ribka Fransiska Youwe Rismayanti Mambela Rumagit, Ribka Ancy Sarah Melati Davidson Sarupy, Wanda Sijabat, Yulinda Dwi Lestari Situmorang, Agnes Rouli Solissa, Oklin Sopacua, Siendy Clara Surtania, Surtania Syifa Fauziah Tobing, Tegar Anggiama Treesia Sujana Tressia Sujana Trisnarizki, Leonardo Vio Herawati br Tampubolon Williamson Djaga Yacomina Kuway Yayi Suryo Prabandari Yohanes Teguh Pambudi Yuni Astuti Zefania, Virara