Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Flourishing Journal

Hubungan Kemandirian dengan Penyesuaian Diri Remaja Pondok Pesantren Lidya Ira Irviana; Hetti Rahmawati; Farah Farida
Flourishing Journal Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.57 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i22021p120-126

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to understand the correlation between the autonomy and self-adjustment of adolescents in boarding school PPAI An-Nahdliyah. This research is a quantitative research with correlational descriptive research design. The subjects of this study are adolescents who living in the boarding school PPAI An-Nahdliyah with the number of 60 subjects. The result of this research are: (1) 73,3 percent adolescent of boarding school have level of adjustment in medium category; (2) 70 percent of adolescents of boarding school have autonomy in the medium category; (3) there is a significant positive correlation between autonomy and adolescent self-adjustment boarding school PPAI An-Nahdliyah. Keywords: autonomy; self-adjustment; adolescent in boarding school Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kemandirian dan penyesuaian diri remaja pondok pesantren PPAI An-Nahdliyah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Subjek penelitian ini adalah remaja yang bermukim di pondok pesantren PPAI An-Nahdliyah dengan jumlah 60 subjek. Hasil penelitian ini adalah: (1) 73,3 persen remaja pondok pesantren memiliki tingkat penyesuaian diri dalam kategori sedang; (2) 70 persen remaja pondok pesantren memiliki kemandirian pada kategori sedang; (3) terdapat hubungan positif yang signifikan antara kemandirian dan penyesuaian diri remaja pada pondok pesantren PPAI An-Nahdliyah. Kata kunci: kemandirian; penyesuaian diri; remaja pondok pesantren
Hubungan Antara Kemandirian dan Penyesuaian Diri pada Remaja Pondok Pesantren Ppai An-Nahdliyah di Malang Lidya Irviana; Hetti Rahmawati; Farah Farida
Flourishing Journal Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.937 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i42021p289-294

Abstract

The purpose of this research is to understand the correlation between the autonomy and self-adjustment adolescent in boarding school PPAI An-Nahdliyah. This research is quantitative research with correlational descriptive research design. The subjects of this study are adolescents who living in the boarding school PPAI An Nahdliyah with the number of 60 subjects. The result of this research is: (1) 73,3 percent adolescent of boarding school has level of adjustment in medium category; (2) 70 percent of adolescents of boarding school have autonomy in the medium category; (3) there is a significant positive correlation between autonomy and adolescent self-adjustment boarding school PPAI An Nahdliyah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kemandirian dan penyesuaian diri remaja pondok pesantren PPAI An-Nahdliyah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Subjek penelitian ini adalah remaja yang bermukim di pondok pesantren PPAI An Nahdliyah dengan jumlah 60 subjek. Hasil penelitian ini adalah: (1) 73,3 persen remaja pondok pesantren memiliki tingkat penyesuaian diri dalam kategori sedang; (2) 70 persen remaja pondok pesantren memiliki kemandirian pada kategori sedang; (3) terdapat hubungan positif yang signifikan antara kemandirian dan penyesuaian diri remaja pada pondok pesantren PPAI An Nahdliyah.
Dukungan Orangtua dalam Proses Terapi Anak dengan Gangguan Autisme Putri Kurniawati; Hetti Rahmawati; Diantini Viatrie
Flourishing Journal Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.723 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i52021p338-350

Abstract

This research aims to determine the support that given by parents in the therapy processes for child with autism disorder based on the dynamic and dimensions of support. The qualitative research is used as a research method with case study approach model. The research subjects are used by Focus Group Discussion (FGD) in A Plus Malang therapy. Then, it obtained two pairs of participants that is two pairs of parents who had followed the FGD. Data was collected by in-depth interviews to two pairs of participants. Another data collection is observation during the interview and documents studied which as child assessment result. Data analysis techniques are using thematic analysis and validity research is using triangulation or checking participant perspective. The result of the research shows the parents roles are divided into, the role of father and mother that are equally supportive and forming pattern of parental support in therapy processes for child with autism disorder. There are some dimensions of support in the therapy processes for child with autism disorder that are, Emotional support or appreciation of giving reward, emotional support or appreciation in showing love for child, emotional support or appreciation to response of other to the child, emotional support or appreciation during the therapy processes, instrumental support fulfillment the needs of child, informational support of information search, informational support give direction to the child, and friendship support. The dimensions of support influence the development of the child in undergoing the therapy processes. ZL parents tend to give a low support level to the child in the therapy processes. Meanwhile, in the SG parents give a high level of support to the child in the therapy processes. The support levels are viewed based on the dimensions of support and treatment provided by parents of child. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dukungan yang diberikan oleh orangtua dalam proses terapi anak dengan gangguan autisme berdasarkan dinamika serta dimensi-dimensi dukungannya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan model pendekatan studi kasus. Metode pengambilan subjek penelitian menggunakan Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan di tempat terapi A Plus Malang. Kemudian diperoleh 2 pasang partisipan yaitu, dua pasang orangtua yang telah mengikuti FGD. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (in depth interview) pada kedua pasang partisipan. Pengumpulan data yang lain adalah observasi pada saat wawancara berlangsung, dan studi dokumen yaitu, hasil asesmen anak. Teknik analisis data menggunakan analisis tematik dan cek keabsahan data penelitian menggunakan triangulasi perspektif atau cek partisipan dan cek tema- tema yang menyimpang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orangtua terbagi menjadi, peran ayah dan peran ibu yang sama-sama mendukung dan membentuk pola dukungan orangtua dalam proses terapi anak dengan gangguan autisme. Beberapa dimensi dukungan dalam proses terapi anak dengan gangguan autisme yaitu, dukungan emosional atau penghargaan pemberian reward, dukungan emosional atau penghargaan menunjukkan rasa cinta pada anak, dukungan emosional atau penghargaan terhadap respon orang lain pada anak, dukungan emosional atau penghargaan selama menjalani proses terapi, dukungan instrumental pemenuhan kebutuhan anak, dukungan informasional pencarian informasi, dukungan informasional memberikan arahan pada anak, dan dukungan persahabatan. Dimensi-dimensi dukungan tersebut mempengaruhi perkembangan sang anak dalam menjalani proses terapinya. Orangtua ZL cenderung memiliki tingkat dukungan yang rendah diberikan pada anak dalam proses terapi. Sedangkan, pada orangtua SG memiliki tingkat dukungan yang tinggi diberikan pada anak dalam proses terapinya. Tingkat dukungan dilihat berdasarkan dimensi dukungan dan penanganan yang diberikan oleh orangtua pada sang anak.
Hubungan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Intensi Perilaku Makan Sehat pada Mahasiswa Tahun Pertama Fakultas Mipa Universitas Negeri Malang Maylinda Saputri; Hetti Rahmawati; Diantini Viatrie
Flourishing Journal Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.982 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i52021p351-356

Abstract

The aim of this research was to understand the positive correlation between peer social support and healthy eating intention among first year university students Faculty of Mathematics and Science Universitas Negeri Malang. This research used a quantitative approach with a descriptive and correlation design. The population of this research is first year students Faculty of Mathematics and Science Universitas Negeri Malang. Subject of this research were 221 students obtained with cluster random sampling technique. The instruments used for this research was healthy eating intention scale and peer social support scale. This research use Pearson Product Moment analysis technique with correlation coefficient level is 0,606 and p less than 0,05, this result means there are significant positive relationship between peer social support and healthy eating intention in first year university students Faculty of Mathematics and Science Universitas Negeri Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan positif dukungan sosial teman sebaya dengan intensi perilaku makan sehat pada mahasiswa tahun pertama Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian adalah mahasiswa tahun pertama Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Sampel penelitian berjumlah 221 orang yang dipilih berdasarkan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala intensi perilaku makan dan skala dukungan sosial teman sebaya. Analisis korelasi menggunakan Product moment Pearson didapat koefisien korelasi sebesar 0,606 dengan p kurang dari 0,05 sehingga ada hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan intensi perilaku makan sehat pada mahasiswa tahun pertama Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang.
Pengaruh Kehadiran Orang Lain terhadap Intensi Perilaku Prososial pada Siswa TK di Malang Mohammad Maulidianto; Hetti Rahmawati
Flourishing Journal Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.799 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i52021p357-364

Abstract

Previous research has shown that there is a problem of low social skills in children in kindergarten children in Malang. This provides an opportunity to investigate the cause. The purpose of this study to examine whether there is in-fluence of other people's presence on prosocial behavior in kindergarten children. To test the hypothesis, this research uses quantitative approach with experimental method. This experiment was conducted on 2 kindergartens in Malang by taking samples of 61 children subject at B grade, then divided randomly into 3 groups. Behavioral measurement method is carried out using observation and noting. The results of this study showing no significant differences in the appearance of prosocial behavior based on the difference of other people's attendance with result p equal 0.065 (p is greater than 0.05) and there was no significant difference in the speed of prosocial behavior response based on the difference of other people's at-tendance with result p equal 0.300 (p is greater than 0.05). These results indicate that there is no effect of the presence of others on prosocial behavior in kindergarten students in Malang. Based on a theoretical perspective, prosocial behavior is influenced by local social culture. During development stages, children learn norms and values from social environment regarding helping behavior. This research was conducted in schools that emphasize teaching on helpfulness and cooperation culture. The teaching of these values turns into personal characteristics that can play a more significant effect in determining someone to help than the characteristics of a situation such as the presence of others. Penelitian terdahulu menunjukkan terdapat masalah rendahnya keterampilan sosial pada anak-anak TK di Malang. Hal ini memberi peluang untuk diteliti penyebabnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kehadiran orang lain terhadap perilaku prososial pada anak-anak TK. Untuk menguji hipotesis tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Eksperimen ini dilakukan pada 2 TK di Malang dengan mengambil sampel sejumlah 61 subjek anak yang berada pada tingkat B, kemudian dibagi secara random ke dalam 3 kelompok. Metode pengukuran perilaku dilakukan menggunakan pengamatan dan pencatatan. Hasil eksperimen ini menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan kemunculan perilaku prososial berdasarkan perbedaan jumlah kehadiran orang lain dengan hasil p sama dengan 0.065 (p lebih besar dari 0.05) juga tidak ada perbedaan signifikan kecepatan respons perilaku prososial berdasarkan jumlah kehadiran orang lain dengan hasil p sama dengan 0.300 (p lebih besar dari 0.05). Hasil ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh kehadiran orang lain terhadap perilaku prososial pada siswa TK di Malang. Berdasarkan perspektif teoretis, perilaku prososial dipengaruhi oleh sosial budaya setempat. Dalam masa perkembangan, anak mempelajari norma dan nilai dari lingkungan masyarakat tentang tindakan menolong. Penelitian ini dilakukan di sekolah yang menekankan pengajaran menolong dan budaya gotong-royong. Penanaman nilai-nilai ini dibawa menjadi karakteristik personal yang dapat memainkan peran yang lebih signifikan dalam menentukan seseorang untuk menolong dibandingkan karakteristik situasi seperti kehadiran orang lain.
Hubungan Antara Keterampilan Sosial dan Penyesuaian Diri pada Mahasiswa Baru Pendatang di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya Renny Apriliani; Hetti Rahmawati; Pravissi Shanti
Flourishing Journal Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.341 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i62021p420-424

Abstract

The study is aimed to investigate the correlation between social skill and self adjustment of newcomer students at Veterinary Faculty University of Brawijaya. The research was conducted with 116 newcomer students of the Faculty of Veterinary University of Brawijaya as the subjects of the study. The Scale of social skills with 0,853 reliability and the scale of self adjustment with 0,844 reliability was used as the instrument of the study. The analysis used in this research was descriptive analysis and analysis of correlational. Based on the data analysis the results stated that; (1) 13,793 percent of the subjects had a higher category on the social skill, 69,827 percent of the subjects had a medium category, and 16,379 percent had a low category , (2) 15,517 percent of the subjects had a higher category on self- adjustment, 68,965 percent of the subjects had a medium category, and 15,517 percent of the subjects had a low category, (3) There is a positive correlation between the social skill and self- adjustment on the subjects of the study which results in correlation coefficient is (rxy) of 0,716 and p value of 0,000 (p less than 0,05). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterampilan sosial dan penyesuaian diri pada mahasiswa baru pendatang di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya. Penelitian dilakukan pada 116 mahasiswa baru pendatang di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala keterampilan sosial dengan reliabilitas 0,853 dan skala penyesuaian diri dengan reliabilitas 0,844. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis korelasional. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil yaitu (1) Subjek yang memiliki keterampilan sosial dalam kategori tinggi sebesar 13,793 persen, subjek dengan kategori sedang sebesar 69,827 persen dan subjek dengan kategori rendah sebesar 16,379 persen, (2) Subjek yang memiliki tingkat penyesuaian diri dalam kategori tinggi sebesar 15,517 persen, subjek dengan kategori sedang sebesar 68,965 persen dan subjek dengan kategori rendah sebesar 15,517 persen, (3) Terdapat hubungan positif yang signifikan antara keterampilan sosial dengan penyesuaian diri pada subjek penelitian yang menghasilkan koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,716 dan p value sebesar 0,000 (p kurang dari 0,05).