Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING BASED WRITING POETRY STUDENT WORKSHEET FOR PHASE C Aprianti Derlis; Gusti Yarmi; tuti T adi syam
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v10i4.10990

Abstract

Poetry writing skills are one of the Indonesian language learning outcomes in phase C. The characteristics of grade 5 elementary school students who still think concretely in writing imaginative poetry must be facilitated by contextual teaching materials. However, the student worksheets available at the research site did not meet the needs of students. This research aims to develop and test the validity of the Worksheet of Learners Writing Poetry Based on Contextual Teaching and Learning for 5th-Grade Learners. This research refers to the ADDIE development model. Data was collected using document study, interview, and questionnaire techniques. The results show that the Learner Worksheet gets an average expert validation score of 89% and is in the ‘very feasible’ category. The average score of product trials on students and teachers is 90%, with the category ‘very feasible’. Based on the results of the study, it can be concluded that the Worksheet of Learners Writing Poetry Based on Contextual Teaching and Learning is very feasible to be used in learning.
Pemanfaatan Digital Storytelling dalam meningkatkan Keterampilan Menulis di Sekolah Dasar Sri Aryati; Nidya Chandra Muji Utami; Gusti Yarmi
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Desemb (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024)
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1434

Abstract

Keterampilan menulis siswa dapat di tingkatkan melalui pemanfaatan media Digital storytelling . Masalah yang dihadapi siswa ketika menulis teks eksplanasi adalah kesulitan siswa mengungkapkan gagasan atau ide yang ada dalam pikiran melalui tulisan meskipun mereka telah mengetahui struktur dari menulis. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur yang menunjukan bahwa pemanfaatan digital storytelling mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis terutama disekolah dasar. Digital storytelling sangat membantu siswa dalam mengungkapkan ide dan gagasan dalam bentuk tulisan. Namun selalu terdapat tantangan yang harus dihadapi seperti pendekatan pembelajaran yang tepat dan pengembangan media digital storytelling yang harus selalu tepat dan up to date untuk menunjang proses pembelajaran pembelajaran bahasa Indonesia terutama yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa
Pengaruh Model Problem Based Learning dan Motivasi Belajar Siswa terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas V di Sekolah Dasar Wilayah 3 Kecamatan Koja Anda Habibah Siregar; Gusti Yarmi; Astri Dwi Jayanti Suhandoko
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i5.7790

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan penting dalam pendidikan dasar untuk menghadapi tantangan global abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Problem Based Learning (PBL) dengan dua pendekatan sintaks – orientasi siswa pada masalah yang ditemukan sendiri dan masalah yang difasilitasi guru – serta interaksinya dengan motivasi belajar terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan sampel 56 siswa dari SDN Rawa Badak Utara 07. Instrumen yang digunakan berupa angket motivasi dan tes kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar dengan model PBL orientasi masalah yang mereka temukan sendiri memiliki kemampuan berpikir kritis lebih tinggi dibanding kelompok yang diberi masalah oleh guru. Temuan lain menunjukkan bahwa siswa dengan motivasi tinggi memperoleh peningkatan signifikan dalam berpikir kritis bila mereka diberikan kebebasan menemukan masalah sendiri. Sebaliknya, siswa dengan motivasi rendah lebih unggul jika difasilitasi guru dalam menemukan masalah. Penelitian ini mengimplikasikan pentingnya pemilihan strategi pembelajaran berbasis masalah yang disesuaikan dengan karakteristik motivasi siswa untuk mengoptimalkan pengembangan keterampilan berpikir kritis. Hasil ini mendukung teori konstruktivisme yang menekankan peran aktif siswa dalam membangun pengetahuan melalui pengalaman langsung.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL LEARNING CYCLE 7E DI KELAS IV SDN RAWAJATI 03 PAGI Riri Tohari Putri; Dudung Amir soleh; Gusti Yarmi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10. No4, Desember 2025.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i4.33807

Abstract

This classroom action research applied the Learning Cycle 7E model as an effort to enhance mathematics learning in Grade IV-B of SDN Rawajati 03 Pagi. The study was conducted in the second semester of the 2025/2026 academic year with 31 students as participants. The research design followed the Kemmis and McTaggart model, which involves four stages: planning, implementation, observation, and reflection, carried out in two cycles. Data were collected through teacher and student activity observations, written tests to measure learning achievement, and documentation of classroom practices. The analysis revealed that in Cycle I, only 58% of students achieved mastery, with teacher activity at 77% and student activity at 72%. After improvements were made in Cycle II, student mastery increased to 84%, while teacher and student activities rose to 97% and 91%, respectively. These findings demonstrate that the Learning Cycle 7E not only improves mathematics learning outcomes but also fosters a more active, interactive, and meaningful classroom atmosphere. The model therefore holds strong potential as an alternative learning strategy to promote student participation, conceptual understanding, and positive learning experiences in elementary education.