Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JRKN

AKTIVITAS FISIK LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I DENPASAR BARAT PADA MASA PANDEMI COVID-19 Ni Komang Kresniari; Kadek Nuryanto; Sri Dewi Megayanti
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.187 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v6i1.383

Abstract

Pada masa pandemi Covid-19 saat ini, kelompok lanjut usia merupakan kelompok yang paling berisiko mengalami morbiditas dan mortalitas. Hal yang dapat dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh di masa pandemi adalah dengan melakukan aktivitas fisik. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas fisik lansia di Wilayah Kerja Puskesmas I Denpasar Barat pada masa pandemi Covid-19. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan kuesioner. Sampel yang digunakan berjumlah 109 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil Dari 109 responden, mayoritas berusia 60 tahun (12,8%), sebagian besar tidak bekerja sebanyak 47,7%, berjenis kelamin perempuan sebanyak 52,3% dan menikah sebanyak 78,9%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar aktivitas fisik lansia di Wilayah Kerja Puskesmas I Denpasar Barat pada Masa Pandemi Covid-19 berada pada kategori cukup yaitu sebanyak 53,2%. Aktivitas fisik ringan lansia berada pada kategori baik sebanyak 82,5%, aktivitas fisik sedang berada pada kategori cukup sebanyak 50,4% dan aktivitas fisik berat berada pada kategori rendah sebanyak 35,3%. Kesimpulan Lansia dapat meningkatkan aktivitas fisiknya dengan mempertahankan kegiatan senam lansia di Puskesmas I Denpasar Barat. Kegiatan senam lansia dapat tetap dijalankan dengan mematuhi protokol kesehatan serta membagi waktu dan jumlah kedatangan lansia yang datang untuk mengikuti senam. Kata Kunci: Aktivitas Fisik, Lansia, Covid-19
SELF CARE PADA PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN PENYULIT ULKUS KAKI DIABETIK Sri Dewi Megayanti; Ns. Putu Inge Suantika, S.Kep.,M.Kep
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2151.696 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v5i1.306

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Diabetes self-care merupakan perilaku perawatan diri pasien diabetes yang meliputi pengaturan diet, penggunaan insulin, olahraga dan perawatan kaki. Diabetes self-care memiliki efek langsung pada kontrol glikemik dalam terjadinya ulkus kaki diabetic. Skor PEDIS merupakan form pemeriksaan yang digunakan perawat dalam menilai keparahan ulkus kaki. Keterbatasan intervensi ulkus kaki yang diberikan oleh perawat saat ini disebabkan oleh terbatasnya data tentang self-care pada pasien diabetes. Tujuan penelitian mengetahui self-care pasien diabetes dengan komplikasi ulkus kaki menggunakan metode pengukuran skor PEDIS yang teridiri dari pemeriksaan perfusi, luas luka, kedalaman luka, keberadaan infeksi dan sensasi kaki.Metode: Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif, dimana penentuan responden menggunakan teknik Convenience sampling dengan jumlah sampel adalah 125, analisa data yang digunakan dengan metode  deskriptif.Hasil: Pada penelitian ini 53,8 % reponden memiliki diabetes self-care yang adekuat dan rata- rata responden memiliki Skor PEDIS 2,08.Kesimpulan: dalam penelitian ini sebagian besar responden memiliki diabetes self-care yang tidak adekuat.  Nilai Diabetes self-care dapat digunakan oleh perawat untuk mengetahui tingkat kualitas perawatan diri pasien selama ini sehingga memudahkan dalam menentukan intervensi yang tepat untuk mencegah terajadinya perburukan ulkus kaki. Kata kunci: diabetes mellitus tipe 2, diabetes self-care, dan ulkus kaki diabetik. ABSTRACTBackground: Diabetes self-care is a diabetes patient self-care behavior that includes diet management, insulin use, exercise and foot care. Diabetes self-care has a direct effect on glycemic control in the occurrence of diabetic foot ulcers. The PEDIS score is an examination form that nurses use in assessing the severity of foot ulcers. The limitations of the foot ulcer intervention given by nurses at this time are due to limited data on self-care in diabetic patients. The aim of this study was to determine the self-care of diabetic patients with complications of foot ulcers using the PEDIS score measurement method which consists of examination of perfusion, wound area, wound depth, presence of infection and foot sensation.Methods: This research is a quantitative study, where the determination of the respondents using the convenience sampling technique with a sample size of 125, the data analysis used is the descriptive method.Results: In this study 53.8% of respondents had adequate diabetes self-care and the mean of respondents had a PEDIS score of 2.08. Conclusion: in this study most of the respondents had inadequate self-care diabetes. The value of diabetes self-care can be used by nurses to determine the level of quality of patient self-care so far, making it easier to determine the right intervention to prevent worsening of foot ulcers. Keywords: type 2 diabetes mellitus, diabetes self-care, and diabetic foot ulcers. 
Multiple Case Study: Burnout dan Kepatuhan dalam Pengisian Formulir Laporan Anestesi pada Penata Anestesi di RSUD Karangasem Ni Made Utari Dewi; I Ketut Swarjana I Ketut Swarjana; Sri Dewi Megayanti Sri Dewi Megayanti
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v6i2.437

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Burnout adalah suatu proses psikologis yang di bawa oleh stress pekerjaan yang menghasilkan kelelahan emosi, perubahan kepribadian, dan perasaan penurunan pencapaian. Kepatuhan penata anestesi sangat diperlukan dalam melaksanakan pendokumentasian dan pelaporan pelayanan anestesi. Tujuan: Menggali tingkat burnout dan kepatuhan penata anestesi dalam pengisian formulir laporan anestesi di Ruang Instalasi Bedah Sentral RSUD Karangasem. Metode: Penelitian dilakukan pada bulan April 2022 dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (deep interview) tingkat burnout dan kepatuhan, serta dilakukan penilaian observasi secara langsung pengisian formulir laporan anestesi. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 3 orang penata anestesi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan bahwa pada burnout, dimensi kelelahan emosional partisipan cenderung mengalami kelelahan emosional ringan. Dimensi depersonalisasi partisipan cenderung mengalami depersonalisasi pada kategori tinggi. Dimensi penurunan prestasi diri menunjukkan kategori rendah. Pada pengisian formulir assesmen pre anestesi, tidak terisi item riwayat pemakaian obat, riwayat operasi dan riwayat kebiasaan hidup. Pada monitoring intra anestesi tidak terisi item lama pembiusan dan lama pembedahan. Pada evaluasi pasca anestesi terisi lengkap kondisi pasien sebelum dipindahkan ke ruang rawat inap. Kesimpulan: Secara keseluruhan, tingkat burnout penata anestesi termasuk dalam kategori sedang. Kepatuhan dalam pengisian formulir laporan anestesi termasuk dalam kategori patuh. Kata Kunci: Burnout, Kepatuhan, dan Formulir Laporan Anestesi Abstract Background: Burnout is a psychological process brought by stress at work that results in emotional fatigue, personality changes, and feelings of decreased achievement. Anesthetist compliance is necessary to carry out the documentation and reporting of anesthesia care. Purpose: To determine the burnout level and compliance in filling out the anesthesia report form among anesthesia at Karangasem Hospital. Method: The research was conducted in April 2022 with qualitative approach. The data were collected through in-depth interviews burnout level and compliance, as well as direct observation assessments by filling out the anesthesia report form. There were 3 participants recruited in this study. Data were analyzed qualitative descriptive. Result: The finding of this study showed that in burnout, participants experienced mild emotional exhaustion in the dimensions of emotional exhaustion. Participants tend to experienced high of depersonalized in depersonalization dimension. The dimension of decreasing self-achievement showed the low category. In filling out the pre-anesthesia assessment form, the items of drug use history, surgery history and life habits were not filled in. In intra-anesthesia monitoring, the items for duration of anesthesia and surgery were not filled in. In the post-anesthesia evaluation, the condition of the patient was filled in completely before being transferred to the inpatient room. Conclusion: In general, the burnout rate of the anesthetists is in the moderate category. Compliance in filling out the anesthesia report form in the compliance category. Keywords: Burnout, Compliance, and Anesthesia Report Form
Co-Authors A.A. Ayu Yuliati Darmini AA Istri Mas Padmiswari AAA Yuliati Darmini Abdul Haris Aristadewi, Ida Ayu Mas Arka, I Gede Widhi Artha, I Wayan Oktapratama Artsanthia, Jintana Budiningsih, Vinda Eka Darmini, A. A. A. Yuliati Deni Redita, I Komang Dewi, Ni Putu Ayu Ratna Diyu, Ida Ayu Ningrat Pangruating Handi Partiwi, Putu Harditya, Kadek Buja I GEDE PUTU DARMA SUYASA I Ketut Swarjana I Wayan Remiasa Ida Ayu Manik Damayanti Ida Bagus Separsa Kusuma Inge Ruth Suantika Inge Ruth Suantika Israfil, Israfil Juliani, Made Kadek Buja Harditya Kadek Nuryanto Lestari, Putu Indah Jelita Maha Putra, I Nyoman Arya Maria, Riri Mas Aristadewi, Ida Ayu Nadya Treesna Wulansari Ni Kadek Ayu Purnamawati Ni Ketut Erawati Ni Komang Kresniari Ni Luh Putu Inca Buntari Agustini Ni Made Ayu Sukma Widyandari Ni Made Candra Citra Sari Ni Made Utari Dewi Ni Putu Kamaryati Ni Putu Riza Kurnia Indriana Ni Wayan Desi Bintari Ni Wayan Kesari Dharmapatni Ni Wayan Sukma Antari Ns. Putu Inge Suantika, S.Kep.,M.Kep Nur Halimah Nyoman Eta Risnawati Pangruating Diyu, Ida Ayu Ningrat Putra, I Komang Ardidhana Nugraha Putu Indrayoni Putu Inge Ruth Suantika Salvadila, Ni Kadek Ayu Septiyola Sanjana, I Wayan Sanjana, I Wayan Edi Sarah Kartika Wulandari Sastrawan, I Ketut Wisma Sastrawati, Desak Kadek Satriani, Ni Luh Adi Sekardiani, Ni Luh Putu Suantika, S.Kep.,M.Kep, Ns. Putu Inge Suweca, I Gede Trisna, Made Oktaviani Bulan Wahyunadi, Ni Made Dewi Wangi, Ni Luh Putu Ayu Puspita Wardana, Dewa Gede Wisnu Widiadnyana, I Nyoman Widyas Pranata, Gst. Kade Adi Yudi Apriani, Ni Luh Putu Yuli Yulia Yusniawati, Yustina Ni Putu