Claim Missing Document
Check
Articles

PARENTING: OPTIMALISASI PERAN KELUARGA DALAM MEMBANGUN LITERASI DIGITAL ANAK USIA DINI Reswita; Novitasari, Yesi; Aisyah, Siti; Isdayanti
Jurnal ABDI PAUD Vol. 6 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/abdipaud.v6i1.42906

Abstract

Literasi digital merupakan keterampilan esensial di era modern yang harus dikenalkan sejak usia dini. Namun demikian, rendahnya pemahaman orang tua tentang peran mereka dalam membangun literasi digital anak usia dini menjadi tantangan tersendiri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran keluarga dalam mendukung literasi digital melalui pendekatan parenting. Kegiatan dilaksanakan di TK IT Model Madani Ar-Rahman dengan melibatkan 24 peserta yang terdiri dari orang tua dan pendidik. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, serta pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman peserta dari 47,86% (cukup baik) menjadi 69,20% (baik) setelah sosialisasi. Temuan ini menunjukkan bahwa pelibatan keluarga melalui kegiatan parenting mampu meningkatkan kesadaran dan peran aktif dalam membentuk budaya literasi digital pada anak usia dini.
The Role of Artificial Intelligence (AI) Technology in the Development of Early English Teaching Materials Novitasari, Yesi; Bastian, Adolf; Reswita, Reswita; Wahyuni, Sri
Global Education Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Global Education Journal (GEJ)
Publisher : Civiliza Publishing, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/gej.v3i2.819

Abstract

English has long been recognized as the dominant international language in various aspects of global life, from international communication and higher education to mastery of technology and science. The purpose of this study is to explore the role of AI in developing early English language teaching materials and identify its opportunities and challenges in early childhood education. This research method uses a quantitative approach. The sample of this study included 10 teachers at TKIT Model Madani Arrahman Pekanbaru City. The results show that teachers at TKIT Model Madani Arrahman Pekanbaru have sufficient initial knowledge of AI technology, although it is still limited to general use and has not been fully directed at developing teaching materials. AI is considered to play a role in helping teachers create more varied, interesting, and enjoyable English teaching materials for early childhood. However, the implementation of AI still faces technical obstacles, limited resources, and the need to adapt content to the characteristics of early childhood. Thus, AI has great potential in supporting the development of early childhood English teaching materials, but it needs to be supported by training, infrastructure, and strengthening teacher capacity for optimal and contextual implementation.
The Current Practice of Second Language Learning in Early Childhood Education: Literature Review study Novitasari, Yesi; Yetti, Elindra; Sumantri, Mohamad Syarif
Exploration in Early Childhood Research Vol. 1 No. 2 (2024): Exploration in Early Childhood Research
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A second language is a language that a person acquires after acquiring his or her mother tongue, even if it is actually the third, fourth, and so on for the purpose of communication, governmental interests, education, and others. This study aims to investigate how second language learning takes place in Early Childhood Education (ECED) using the literature review research method. The literature review for this study was conducted with a systematic and comprehensive approach, aiming to capture various perspectives on second language learning in ECD. The main finding was that the introduction of a second language to young children is widely practiced in countries where English is a second language. Research and information discussions on teaching English to children have grown rapidly in recent years, reflecting the increasing number of young children learning English as a second language around the world in a variety of fun ways and diverse strategies to prepare an adaptable generation for the future.
The Effect of Interactive Videos on Introducing English Vocabulary to Early Childhood Novitasari, Yesi; Mahira, Nisa; Fadillah, Siti; Atika Putri, Azlin; Wahyuni, Sri
PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2025): PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/gp3s0e39

Abstract

This study aims to determine whether interactive videos can introduce English vocabulary to children aged 5-6 years in Group B at Pelita Hati Kids Kindergarten, Pekanbaru. The type of research used is experimental research. The subjects of this study were 30 children aged 5-6 years. Data collection techniques included observation and documentation. The data analysis techniques used were normality tests, homogeneity tests, and hypothesis testing. The results of this study show an improvement in learning through interactive videos, as seen from the average pre-test and post-test scores: the average listening pre-test and post-test scores were 2.35 and 3.90, respectively; the average speaking pre-test and post-test scores were 1.58 and 2.92; and the average writing pre-test and post-test scores were 1.47 and 2.58. Thus, these aspects can be improved through the use of interactive videos
Peran Guru dalam Pengembangan Literasi Budaya dan Kewargaan Anak Usia Dini Fadillah, Siti; Novitasari, Yesi; Atika Putri, Azlin
Jurnal Pelita PAUD Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v8i2.3984

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran guru dalam mengembangkan literasi budaya dan kewargaan pada pendidikan anak usia dini di kota Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini melibatkan delapan orang guru yang terdiri dari empat lembaga PAUD. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara terbuka, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan peran guru dalam mengembangkan literasi budaya dan kewargaan di PAUD sangat krusial dalam merancang program pembelajaran untuk mengembangkan sikap toleransi dan memahami keragaman budaya. Guru pada lembaga PAUD menggunakan berbagai metode dalam menstimulasi literasi budaya dan kewargaan, seperti cerita rakyat, bermain peran, kegiatan pembelajaran berbasis proyek, field trip, dan pemanfaatan teknologi berupa video dan gambar. Hasil temuan dari penelitian ini dapat menjadi dasar bagi lembaga PAUD untuk merancang program pembelajaran literasi budaya dan kewargaan secara hilostik dan efektif, serta sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Implikasi dari penelitian ini yaitu buku panduan pendidikan literasi budaya dan kewargaan anak usia dini.
Urgensi Bahasa Isyarat di Lingkungan Universitas Zudeta, Effran; Novitasari, Yesi; Herdi; Fitriani, Dina; Solikah, Solikah
Journal of Special Education Lectura Vol. 2 No. 1 (2024): Journal of Special Education Lectura
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jselectura.v2i1.21284

Abstract

Anak Berkebutuhan khusus adalah pribadi yang mengalami permasalahan dalam proses pertumbuhan atau perkembangan baik berupa fisik, mental, dan emosional. Universitas Lancang Kuning sebagai ranah pendidikan yang secara resmi mengakuisisi jurusan pendidikan khusus yang pertama di Pekanbaru, dibarengi dengan meningkatnya antusias anak disabilitas untuk kuliah di Universitas Lancang Kuning. Kondisi ini menjadikan Universitas Lancang Kuning menjadi salah satu penyelenggaraan pendidikan inklusif di Provinsi Riau. Lingkungan kampus sangat mempengaruhi anak berkebutuhan khusus untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang urgensi bahasa isyarat di lingkungan kampus Universitas Lancang Kuning dikarena mencermati ada sekitar 14 disabilitas tunarungu menjadi mahasiswa di Universitas Lancang Kuning, Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian yaitu mahasiswa tunarungu, mahasiswa, dosen, dan staf. Hasil Penelitian menggambar bahasa isyarat sangat dibutuhkan dalam menunjang aksesibilitas dan inklusifitas anak tunarungu dikampus, serta mambantu dalam keberhasilan akademik mereka, selain itu juga dengan adanya tunarungu dani bahasa isyaratnya maka akan medorong banyak inovasi serta riset yang berhubungan dengan hal tersebut
Hubungan Tingkat Pendidikan Guru Terhadap Kinerja Guru Pendidikan Anak Usia Dini Novitasari, Yesi; Fatmawati; Danang Prastyo
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini SPECIAL EDITION: ARAKSA I
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v1i1.12864

Abstract

This study aims to determine the relationship between the level of teacher education and the performance of Early Childhood Education (ECE) teachers. The type of research is correlation research with two variables. The method used in drawing this sample is total sampling, which is a sampling technique where the number of samples is the same as the population. The reason for taking total sampling is because the population is less than 100. The sample taken from this study was 40 people. The results showed that ECE teachers in making lesson planning, implementing learning and evaluating learning in the dominant always namely 53.17% and included in the moderate category, meaning that Early Childhood Education teachers do not have good performance in carrying out their duties at school. The implication of the research results, ECE teachers should continue their education according to their field of expertise, in order to create suitability and good performance in the field of PAUD science.
Contextual Learning with Malay Cultural Content: Developing Social Skills in Preschool Children Fadillah, Siti; Novitasari, Yesi; Putri, Azlin Atika
Global Education Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Global Education Journal (GEJ)
Publisher : Civiliza Publishing, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/gej.v3i2.861

Abstract

Malay culture-based contextual learning is a meaningful learning experience in supporting children's social development. This study aims to determine the effectiveness of Malay culture-based contextual learning in improving social skills. The method used is a quasi-experimental design with a two-group pretest-posttest control group design. The population of this study were children aged 5-6 years in Rumbai District, Pekanbaru City. The research sample used purposive sampling consisting of 50 children from two institutions, namely Dayyinah Kids Kindergarten and Asri Kindergarten. The results showed that the average value of the experimental class was from 58.44% to 75.80%. Malay culture-based contextual learning in the experimental class was better than the control class without treatment where the average value was 57.88% to 61.12%. The results of the hypothesis test stated that Malay culture-based contextual learning through interactive media had a significant effect on children's social skills, seen from the Sig. (2-tailed) value for the results of the experimental class and control class hypotheses were 0.000 <0.05. Thus, the hypothesis Ho is rejected and Ha is accepted, so it can be concluded that contextual learning based on Malay culture has a positive effect on the social skills of children aged 5-6 years.
Analisis Permasalahan "Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini” Novitasari, Yesi
PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 01 (2018): PAUD Lectura - Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.914 KB) | DOI: 10.31849/paudlectura.v2i01.2007

Abstract

Abstrak Kemampuan kognitif ialah kemampuan anak untuk berfikir lebih kompleks serta melakukan penalaran dan pemecahan masalah, berkembangnya kemampuan kognitif ini akan mempermudah anak menguasai pengetahuan umum yang lebih luas, sehingga ia dapat berfungsi secara wajar dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Namun dalam perkembangannya tidak semua anak dapat berkembang sesuai tahapannya. Sehingga perlu dilakukan analisa. Adapun Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisa permasalahan perkembangan kognitif anak usia 4-6 tahun di TK Raisa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa sebagian besar yakni 39% anak usia 4-6 tahun banyak bermasalah pada perkembangan kognitif, selanjutnya 37% anak berada pada kriteria banyak sekali, dan hanya ada 17% anak yang memiliki sedikit sekali permasalahan pada perkembangan kognitif, sedangkan 7% anak lainnya tidak memiliki permasalahan dalam perkembangan kognitif. Sehingga pada usia 0-6 tahun anak dalam masa Golden Age (masa keemasan) harus mendapatkan perhatian yang lebih besar untuk pertumbuhan dan perkembangan kognitifnya. Kata Kunci: Perkembangan Kognitif, Permasalahan Kognitif, Anak Usia Dini Abstract Cognitive is the ability of children to think more complex and do reasoning and problem solving, the development of cognitive abilities will make it easier for children to master broader general knowledge, so that it can function normally in people's daily lives. However in its development, not all children can develop suit to the stages. So, it needs to be analyzed the problem. This research is a descriptive using a quantitative approach that aims to analyze the cognitive development problems of children aged 4-6 years in TK Raisa Pekanbaru. Based on the results of the research that has been done it can be concluded that 3 most of the children aged 4-6 years, that is 39% have many problems in cognitive development, then 37% of children are on the criteria of a lots, and there are only 17% of children who have very few problems in cognitive development, while 7% of other children do not have problems in cognitive development. So that at the age of 0-6 years, children in the golden age must get greater attention to their growth and cognitive development. Key words: Cognitive Development, Cognitive Problems, Early Childhood
ANALISIS PENGEMBANGAN BAHASA INGGRIS AWAL ANAK USIA 5-6 TAHUN Novitasari, Yesi; Adolf Bastian; Azlin Atika Putri
PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 02 (2019): PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/paud-lectura.v2i02.2513

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisa pengembangan berbahasa inggris awal anak usia 5-6 tahun. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket tertutup. Adapun sampel berjumlah 30 anak usia 5-6 tahun di Paud Duta Raudha Center Pekanbaru. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa sebagian besar anak mulai berkembang dalam pengembangan berbahasa inggris awal dengan jumlah persentase 31%, diikuti dengan 30% yang menunjukkan anak berkembang sesuai harapan dan 16,25% berkembang sangat baik dalam berbahasa inggris awal. Namun demikian masih terdapat anak usia 5-6 tahun berjumlah sebanyak 22,75% yang belum berkembang dalam berbahasa inggris awal. Sehingga pada usia 5-6 tahun anak yakni dalam masa Golden Age (masa keemasan) seharusnya mendapatkan stimulasi yang tepat untuk pengembangan berbahasa inggris awal sehingga dapat dioptimalkan.