Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

THE RELATIONSHIP BETWEEN ORGANIZATIONAL COMMITMENT AND CAREER DEVELOPMENT AND EMPLOYEE JOB SATISFACTION AT THE JAKARTA KEBAYORAN BARU ONE PRIMARY TAX OFFICE Brachma, Wahyu; Rangkuti, Zulkifli; Ratnawita, Ratnawita
Inspirasi Ekonomi : Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 7 No. 2 (2025): Inspirasi Ekonomi : Jurnal Ekonomi Manajemen
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ie.v7i2.9757

Abstract

Using a simple random sampling technique, a sample of 93 employees at the Pratama Jakarta Kebayoran Baru Satu Tax Service Office was taken. Based on the coefficients table above, Organizational Commitment (X1) is significantly related to Employee Job Satisfaction (Y), because the t value obtained for Organizational Commitment (X1) is 5,371, while the t table value for n = 93 is 2,009. So 5.371 > 2.009, then H0 is rejected and Ha is accepted. Career Development (X2) is significantly related to Employee Job Satisfaction (Y), because the t value obtained for the Career Development (X2) variable is 5,445, while the t table value for n = 93 is 2,009. So 5,445 > 2,009, then H0 is rejected and Ha is accepted. Organizational Commitment (X1), Career Development (X2) and together have a positive relationship to Employee Job Satisfaction (Y), because the Fcount value obtained is 320.209, while the Ftable ( 0.05) for n = 93 is 2.70. So Fcount > from Ftable or 320,209 > 2.70 with a significance level of 0.000 (0.000 < 0.05). The combined relationship value can also be seen from the Model Summary table 4.17, that the resulting Adjusted R Square value is 0.772. This shows that 77.2% of Organizational Commitment (X1), Career Development (X2) are simultaneously related to Employee Job Satisfaction (Y), while the remaining 22.8% is related to other factors not examined in this research
THE EFFECT OF INCENTIVES AND INFRASTRUCTURE GIVING ON EMPLOYEE JOB SATISFACTION AT PT. PERMODALAN NASIONAL MADANI MEKAAR JAMBI BRANCH Fathir, Iqbal; Pratikno, Yuni; Ratnawita, Ratnawita
Inspirasi Ekonomi : Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 7 No. 2 (2025): Inspirasi Ekonomi : Jurnal Ekonomi Manajemen
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ie.v7i2.9940

Abstract

Using the simple random sampling technique, a sample of 43 employees was taken at PT. Permodalan Nasional Madani Mekaar Jambi Branch as respondents in this study. There is an influence of incentives on employee job satisfaction, as evidenced by the t-value for the Incentive variable (X1) of 7.504, while the t-table value for N = 43 is 2.016. So 7.504> 2.016, then H0 is rejected and Ha is accepted, it can be stated that Incentives (X1) have a significant effect on Employee Job Satisfaction (Y). There is an influence of Facilities and Infrastructure on employee job satisfaction, as evidenced by the t-value for the Facilities and Infrastructure variable (X2) of 6.184, while the t-table value for N = 43 is 2.016. So 6.184> 2.016, then H0 is rejected and Ha is accepted, it can be concluded that partially the Facilities and Infrastructure variable (X2) has an effect on Employee Job Satisfaction (Y). There is an influence of incentives and Facilities and Infrastructure together on employee job satisfaction. proven from the ANOVA test obtained the Fcount value of 237.192, while Ftable ( 0.05) for n = 43 is 2.82. So Fcount> from Ftable ( 0.05) or 237.192> 2.82 with a significant level of 0.000 because 0.000 <0.05, then it can be said that the Provision of Incentives (X1) and Facilities and Infrastructure (X2) together or simultaneously have a positive effect on Employee Job Satisfaction (Y). While the Adjusted R Square (R2) value is 0.918. This shows that 91.8% of Incentives (X1) and Facilities and Infrastructure (X2) together have an effect on Employee Job Satisfaction (Y), while the remaining 8.2% is influenced by other factors not examined in this study.
UMKM Kelurahan Cilodong-Depok Berperan Aktif Dalam Transformasi Masyarakat Menuju Kemandirian Yang Berkelanjutan Jati, Prihatina; Firdaus, Ahmad; Milisani, Meirna; Ratnawita, Ratnawita
Mandalika Journal of Community Services Vol. 2 No. 1 (2025): Mandalika Journal of Community Services (In Press)
Publisher : Penerbit Mandalika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/mjcs.v2i1.160

Abstract

Tujuan dari penyuluhan atau pembekalan strategi pemasaran UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di Kelurahan Cilodong Depok adalah untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana pemasaran UMKM bisa menghasilkan hasil yang maksimal, sehingga dapat meningkatkan taraf kehidupan yang lebih baik lagi. Masyarakat sekitar diharapkan mengetahui bahwa Wirausaha adalah orang yang menjalankan usaha atau perusahaan dengan kemungkinan untung atau rugi. Oleh karena itu wirausaha perlu memiliki kesiapan mental, baik untuk menghadapi keadaan merugi maupun untung besar. Sehingga diharapkan dengan adanya tambahan penyuluhan ini masyarakat yang berwirusahan lebih percaya diri, mempunyai banyak minat, bisa bersepakat, mempunyai ambisi, berjiwa penjelajah, suka memcoba sesuatu, dll. Melalui Kolaborasi Mahasiswa dan Dosen Universitas Mitra Bangsa, penyuluhan kepada masyarakat di Kelurahan Cilodong kedepan mereka bisa menjadi UMKM yan berperan aktif dalam transformasi masyarakat menuju kemandirian yang berkelanjutan.
THE EFFECT OF BRAND AWARENESS AND GREEN MARKETING ON PURCHASE INTENTION OF PACKAGED MINERAL WATER CONSUMERS Frans Sudirjo; Dadang Suhardi; Ratnawita Ratnawita; Kunto Atmojo; Muhammad Hery Santoso
Jurnal Scientia Vol. 12 No. 03 (2023): Education, Sosial science and Planning technique, 2023 (June-August)
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to ascertain how brand awareness and green marketing strategies affect customer interest in purchasing bottled mineral water goods. This study uses a quantitative methodology and is a correlational investigation. Multiple linear regression analysis is used in the analytical method. The outcomes of the partial, simultaneous, and coefficient of determination tests can be used to infer the outcomes of the data analysis. The conclusion is green marketing has little impact on customers' interest in purchasing bottled water. Brand awareness significantly influences customers' desire in purchasing bottled water. In order to reach the conclusion that green marketing and brand awareness simultaneously influence consumers' purchase intentions, the significance values for green marketing and brand awareness on purchase intention are 0.000 and the calculated f value is 35.4
PENGARUH PELAYANAN PERPUSTAKAAN, KOLEKSI BUKU, DAN PERAN DOSEN TERHADAP MINAT BACA MAHASISWA DI PERPUSTAKAAN UIN IMAM BONJOL PADANG Ratnawita, Ratnawita; Eviendrita, Eviendrita; Amhar, Amhar; Eliza, Yulina; Anggreni, Silvia
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 4 (2025): Vol. 7 No. 4 Edisi 1 Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i4.3284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh (1) Pelayanan perpustakaan terhadap Minat baca (2) Koleksi buku terhadap Minat baca (3) Peran dosen terhadap Minat baca (4) Pelayanan perpustakaan, Koleksi buku dan Peran dosen secara bersama-sama terhadap Minat baca mahasiswa Di Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang. Sampel dalam penelitian ini seluruh pegawai Di Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang sebanyak 100 orang dengan menggunakan Slovin (Marzuki, 2020). Teknik menguji hipotesi menggunakan Regresi Linear Berganda melalui IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Pelayanan perpustakaan memberikan pengaruh signifikan yang positif terhadap Minat baca (2) Koleksi buku memberikan pengaruh yang positif terhadap Minat baca (3) Peran dosen memberikan pengaruh yang positif terhadap Minat baca (4) Pelayanan perpustakaan, Koleksi buku dan Peran dosen secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap Minat baca mahasiswa Di Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang. Saran Minat beli buku mahasiswa ditingkatkan, Pelayanan Layanan perpustakaan yang cukup baik dapat memenuhi kebutuhan perpustakaan dengan menyediakan koleksi yang relevan, tenaga yang profesional, dan sistem pelayanan yang cepat. Koleksi buku di perpustakaan bisa rendah karena berbagai faktor, seperti: Kurangnya akses terhadap bahan bacaan, Kurangnya variasi bahan bacaan, Kurangnya sarana dan prasarana, Kurangnya pengetahuan staf perpustakaan, Penempatan bahan pustaka yang tidak sistematis. Dosen yang baik dan profesional memiliki kemampuan untuk pelaksanakan tugasnya dengan baik, (menguasai materi kuliah dengan baik dan mendalam); memiliki keterampilan mengajar yang baik; Memiliki komitmen yang tinggi terhadap tugas dan tanggung jawabnya; memiliki kemampuan komunikasi yang baik Memiliki selera humor yang baikKata Kunci : Pelayanan perpustakaan, Koleksi buku, Peran dosen, Minat baca 
Selection Process And Business Layout At Self-Efficacy, Managerial Competence, Entrepreneurial Competence, MSME Performance Harfan, Syakhroni; Anandari, Febrina; Ratnawita, Ratnawita; Lusiana, Lusiana
International Journal of Islamic Business and Management Review Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Asosiasi Dosen Peneliti Ilmu Ekonomi dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54099/ijibmr.v5i2.1546

Abstract

Penelitian ini menyelidiki pengaruh efikasi diri, kompetensi manajerial, dan kompetensi kewirausahaan terhadap kinerja Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Pariaman, dengan mempertimbangkan tantangan dalam proses seleksi dan tata letak bisnis. Pendekatan metode campuran diterapkan, menggabungkan data kuantitatif dari 82 kuesioner skala Likert dan wawasan kualitatif dari wawancara mendalam dengan informan kunci. Temuan menunjukkan bahwa efikasi diri (β = 0,448), kompetensi manajerial (β = 0,403), dan kompetensi kewirausahaan (β = 0,121) memiliki efek positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Model menjelaskan 52,0% dari varians (R² = 0,520). Hasil kualitatif mengungkapkan bahwa efikasi diri terkait dengan proses seleksi informal dan non-keterampilan serta pilihan lokasi yang didorong oleh kedekatan tempat tinggal atau nilai strategis yang dirasakan. Kompetensi manajerial tercermin dalam operasional yang dipimpin oleh pemilik karena kurangnya sistem terstruktur, dengan pengambilan keputusan yang seringkali didasarkan pada intuisi dan kendali mutu yang dipastikan dengan melibatkan masyarakat setempat. Kompetensi kewirausahaan muncul dalam keterampilan digital otodidak yang digunakan untuk meningkatkan pemasaran dan merespons tren pasar. Studi ini menyoroti perlunya perbaikan proses seleksi dan tata letak bisnis, di samping penguatan kompetensi individu, untuk mendorong kinerja UMKM.
Inovasi Digital Berbasis Green Economy sebagai Strategi UMKM Menghadapi Volatilitas Pasar Ratnawita, Ratnawita; Nengsih, Widya; Latifah Jusdienar , Akka
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 3 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v8i3.5436

Abstract

ABSTRAKEra volatilitas pasar yang ditandai oleh perubahan cepat, ketidakpastian, kompleksitas, serta disrupsi teknologi menuntut Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk lebih adaptif dalam menyusun strategi bisnis. Kondisi ini semakin menekan UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia dengan kontribusi ±61% terhadap PDB nasional (Kemenkop UKM, 2023). Salah satu pendekatan strategis yang relevan adalah penerapan inovasi digital berbasis green economy yang tidak hanya meningkatkan daya saing, tetapi juga mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran inovasi digital ramah lingkungan dalam memperkuat strategi UMKM menghadapi dinamika pasar yang semakin tidak pasti. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji artikel jurnal nasional dan internasional, laporan pemerintah, serta publikasi lembaga riset terkemuka selama sepuluh tahun terakhir (2013–2023). Hasil kajian menunjukkan bahwa UMKM yang mengintegrasikan teknologi digital dengan prinsip ramah lingkungan mampu meningkatkan efisiensi operasional melalui digitalisasi proses bisnis, memperluas akses pasar melalui platform ecommerce, serta mengurangi dampak lingkungan melalui efisiensi energi dan penerapan green logistics. Selain itu, integrasi inovasi digital hijau terbukti memperkuat citra positif UMKM, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan menarik segmen pasar baru yang semakin sadar lingkungan. Implikasi praktis penelitian ini menekankan pentingnya literasi digital dan kesadaran lingkungan dalam strategi UMKM, sedangkan implikasi akademisnya memperkaya literatur tentang manajemen UMKM, inovasi digital, green economy, dan adaptasi bisnis di era VUCA.ABSTRACTThe era of market volatility, characterized by rapid changes, uncertainty, and technological disruption, requires Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to adopt adaptive strategies. One relevant approach is the implementation of digital innovations based on the green economy, which not only enhances competitiveness but also supports sustainable development. This study aims to analyze the role of environmentally friendly digital innovations in strengthening MSMEstrategies to face market dynamics. The research method used is a literature review by examining national and international journal articles, government reports, and research publications from the last ten years. The results indicate that MSMEs implementing digital technologies aligned with green principles can improve operational efficiency, expand markets through digitalization, and reduce environmental impacts from business activities. Furthermore, such innovations strengthen MSMEs’ positive image and attract environmentally conscious consumers. The implications of this research are both practical, in terms of adaptation strategies for MSMEs, and academic, by contributing to the literature on MSME management, digital innovation, and green economy.
Implementasi UMKM Digital Terhadap Peningkatan Perekonomian Masyarakat Indonesia Latifah Jusdienar , Akka; Nengsih, Widya; Ratnawita, Ratnawita
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 3 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v8i3.5437

Abstract

ABSTRAKUsaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia yang berperan krusial dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan berkontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB). Keberadaan UMKM juga membantu menekan angka pengangguran dan kemiskinan karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Selain itu, UMKM terbukti memiliki daya tahan yang tinggi dalam menghadapi krisis ekonomi, terutama karena sifat usahanya yang tidak terlalu bergantung pada modal besar maupun pendanaan asing. Namun, seiring dengan berkembangnya era digital, UMKM dituntut untuk beradaptasi dengan teknologi agar dapat memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga, mempercepat akses informasi, serta memperkuat daya saing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi UMKM digital terhadap peningkatan perekonomian masyarakat Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data melalui Smart PLS versi 4. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa nilai outer loading lebih besar dari 0,70, yang berarti indikator yang digunakan valid. Hasil path coefficientmenunjukkan adanya pengaruh langsung dengan nilai t-statistic lebih besar dari 1,96, yang mengindikasikan hubungan signifikan. Selain itu, nilai R-Square dan F-Square juga positif, memperkuat bahwa variabel independen (implementasi UMKM digital) berpengaruh terhadap variabel dependen (peningkatan perekonomian masyarakat Indonesia). Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa digitalisasi UMKM merupakan strategi penting dalam memperkuat daya saing nasional sekaligus mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.ABSTRACTMicro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are the backbone of the Indonesian economy, playing a crucial role in job creation, increasing community income, and contributing significantly to the country’s gross domestic product (GDP). MSMEs also help reduce unemployment and poverty levels as they are able to absorb a large workforce. In addition, MSMEs have proven to be more resilient during economic crises because their operations are not heavily dependent on large amounts of capital or foreign investment. However, with the rapid development of digital technology, MSMEs must adapt by embracing digital transformation to expand their market reach, improve time and energy efficiency, accelerate access to information, and enhance competitiveness in an increasingly dynamic business environment. This study aims to analyze the impact of digital MSME implementation on improving the Indonesian community’s economy. The research employed a quantitative approach using Smart PLS version 4 for data analysis. The results indicate that the outer loading values were greater than 0.70, confirming that the indicators used were valid. The path coefficient analysis demonstrated a direct effect, with the t-statistic values exceeding 1.96, which indicates significant relationships. Furthermore, the R-Square and FSquare values were positive, strengthening the evidence that the independent variable (digital MSME implementation) significantly influences the dependent variable (improvement of Indonesia’s community economy). The findings highlight the importance of digital transformation as a strategic tool for MSMEs to strengthen competitiveness while simultaneously contributing to sustainable economic development in Indonesia..
Peran Data-Driven Strategy dalam Memperkuat Daya Saing UMKM di Era VUCA Nengsih, Widya; Ratnawita, Ratnawita; Latifah Jusdienar , Akka
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 3 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v8i3.5479

Abstract

ABSTRAKEra VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) menuntut Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mampu beradaptasi dengan cepat dan tetap inovatif dalam menghadapi dinamika bisnis global. Ketidakpastian pasar, perubahan perilaku konsumen, kompleksitas rantai pasok, serta ambiguitas regulasi menempatkan UMKM pada posisi yang rentan jika tidak memiliki strategi berbasis data. Data-driven strategy hadir sebagai solusi penting untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat, akurat, dan berbasis fakta. Melalui pemanfaatan data penjualan, perilaku konsumen, tren digital, dan informasi pasar, UMKM dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi risiko, serta menemukan peluang baru untuk berinovasi. Kajian literatur menunjukkan bahwa penerapan data-driven strategy tidak hanya membantu dalam perencanaan pemasaran dan manajemen operasional, tetapi juga memperkuat daya saing melalui diferensiasi produk, optimalisasi harga, dan peningkatan kualitas layanan. Selain itu, literasi data dan transformasi digital menjadi kunci utama dalam membangun ketahanan UMKM agar tetap relevan di tengah ketidakpastian lingkungan bisnis. Dengan demikian, strategi berbasis data mampu mengubah cara UMKM beroperasi, dari sekadar reaktif terhadap perubahan menjadi proaktif dalam merespons tantangan dan peluang di era VUCA.ABSTRACTThe VUCA era (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) requires Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to be highly adaptive and innovative in responding to global business dynamics. Market uncertainty, shifting consumer behavior, complex supply chains, and ambiguous regulations place MSMEs in a vulnerable position if they lack data-driven strategies. A data-driven strategy provides an essential approach to support faster, more accurate, and evidence-based decision-making. By utilizing sales data, consumer behavior insights, digital trends, and market information, MSMEs can enhance operational efficiency, reduce risks, and identify new opportunities for innovation. Literature review findings reveal that data-driven strategies contribute not only to marketing planning and operational management but also to strengthening competitiveness through product differentiation, price optimization, and service quality improvement. Furthermore, data literacy and digital transformation are identified as critical enablers for MSMEs to build resilience and remain relevant amid uncertainty in the business environment. In this regard, a data-driven approach enables MSMEs to shift from being reactive to proactive in facing challenges and seizing opportunities in the VUCA era. Ultimately, the integration of data into strategic decision-making processes empowers MSMEs to sustain growth and competitiveness in an increasingly volatile and ambiguous marketplace.
Implementasi Digital Marketing dalam Meningkatkan Brand Awareness UMKM Dodol Strawberry Desa Patengan Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung Nengsih, Widya; Jusdienar, Akka Latifah; Ratnawita, Ratnawita; Khatimah, Husnul; Purwoto, Ady; Juliandara, luthpiyah; Sulastri, Tuti
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5691

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Patengan,Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, dengan tujuan meningkatkan pengetahuandan keterampilan pelaku UMKM dalam memanfaatkan digital marketing melalui kontenkreatif TikTok. Sebelumnya, UMKM Dodol Strawberry masih sangat bergantung padametode pemasaran konvensional dengan jangkauan yang terbatas. Program ini terdiri daritiga kegiatan utama: (1) sosialisasi mengenai pentingnya digital marketing, (2) pelatihanimplementasi akun bisnis TikTok sebagai sarana promosi, dan (3) pembuatan videopromosi kreatif menggunakan fitur video pendek TikTok. Pendekatan partisipatif yangdigunakan memadukan workshop, praktik langsung, dan pendampingan. Hasil kegiatanmenunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap pemahaman peserta mengenaidigital marketing (dari 46,7% menjadi 86,7%), keberhasilan dalam membuat akun bisnisTikTok, serta produksi video promosi yang berorientasi viral dan mampu menjangkauaudiens lebih luas dalam waktu singkat. Temuan ini menegaskan peran strategis TikTokdalam membangun brand awareness bagi UMKM lokal, khususnya di kawasan wisatapedesaan. Kolaborasi antara UMKM, akademisi, dan pemangku kepentingan lokalmenjadi kunci keberlanjutan program ini serta peningkatan daya saing produk di pasaryang lebih luas. This Community Service Program (PKM) was conducted in Patengan Village, Rancabali District,Bandung Regency, to enhance SMEs’ knowledge and skills in using digital marketing through TikTok creative content. The Dodol Strawberry SMEs previously relied heavily on conventionalmarketing methods with limited reach. The program consisted of three main activities: (1)socialization on the importance of digital marketing, (2) training in implementing TikTok businessaccounts as promotional tools, and (3) producing creative promotional videos using TikTok’sshort-form video features. The participatory approach combined workshops, direct practice, andmentoring. Results showed significant improvements in participants’ understanding of digitalmarketing (from 46.7% to 86.7%), successful creation of TikTok business accounts, andproduction of viral-oriented promotional videos that reached wider audiences within a shortperiod. This highlights the strategic role of TikTok in building brand awareness for local SMEs,particularly in rural tourism areas. Collaboration between SMEs, academics, and localstakeholders is crucial to sustaining these efforts and enhancing product competitiveness inbroader markets.