Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI PUSKESMAS ALALAK SELATAN BANJARMASIN Warjiman Warjiman; Safariah Anggraini; Kriantani Amelia Sintha
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v2i1.58

Abstract

Latar belakang : Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dikenal sebagai salah satu penyebab kematian utama pada bayi dan balita di negara berkembang. Pada balita, kemungkinan untuk menderita atau terkena penyakit ISPA lebih besar bila dibandingkan dengan anak yang usianya lebih tua karena daya tahan tubuhnya lebih rendah. Lingkungan yang udaranya tidak baik, seperti polusi udara di kota-kota besar dan asap rokok dapat menyebabkan timbulnya penyakit ISPA pada balita. Tujuan Penelitian : Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Alalak Selatan Banjarmasin. Metode Penelitian : Jenis penelitian Kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian 58 responden. Teknik sampling Accidental sampling. Instrumen digunakan kuesioner dan observasi. Analisa data yang digunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan Spearman Rank. Hasil : Menunjukkan bahwa status gizi balita berdasarkan BB/U paling banyak berada pada kategori gizi baik yaitu 38 orang balita (65,6%), gizi kurang 16 orang balita (27,6%) dan status gizi buruk sebanyak 4 orang balita (6,9%). Imunisasi lengkap 38 (65,5%), imunisasi tidak lengkap 16 (65,6%) dan 4 (6,9%) tidak pernah imunisasi sama sekali, untuk keadaan lingkungan tertinggi lingkungan tidak baik 50 orang (86,2%) dan lingkungan baik 8 orang (13,8%). Terdapat hubungan antara Status gizi dengan Imunisasi dengan nilai p value = 0,000 sehingga p value ≤ α (0,05) dengan coefficient correlation 1,000 yang artinya terdapat hubungan antara Status Gizi dengan Imunisasi pada balita. Kesimpulan : Faktor yang mempengaruhi kejadian ISPA di Puskesmas Alalak Selatan Banjarmasin adalah Status gizi dengan Imunisasi.
EFEKTIVITAS AROMATERAPI INHALASI LAVENDER DALAM MENGURANGI TINGKAT KECEMASAN PASIEN HEMODIALISA DI BLUD RSUD DR. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA Warjiman Warjiman; Theresia Ivana; Triantoni Y
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v2i2.74

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu hal yang sering dikeluhkan oleh pasien penyakit Gagal Ginjal Kronik (GGK) yang menjalani proses hemodialisis. Terapi CAM (Complementary Alternative Medicine) sebagai penganti obat-obatan yaitu dengan mengunakan aromaterapi lavender diharapkan dapat mengurangai tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjak kronik yang sedang menjalani terapi hemodialisa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pemberian aromaterapi inhalsi lavender terhadap tingkat kecemasan pasien hemodialisa di BLUD RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan penelitian pre-eksperimental. Rancangan penelitian one group pretest-posttest design. Teknik sampling non-probability sampling jenis purposive sampling, jumlah sampel 10 laki-laki dan prempuan. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon sign rank. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan 20 butir soal. Hasil dari penelitian ini sebelum di berikan aromaterapi lavender, tingkat kecemasan kategori berat sebanyak 2 (20%) responden, tingkat sedang sebanyak 3 (30%) dan tingkat kecemasan ringan 5 orang (50%). Setelah di berikan aromaterapi lavender, tingkat kecemasan kategori ringan 8 orang (80%). Disimpulkan terdapat efektivitas dari aromaterapi inhalasi lavender terhadap perubahan tingkat kecemasan pada pasien hemodialisa
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERNIKAHAN USIA DINI PADA REMAJA WANITA I Nyoman Adi Pramana; Warjiman Warjiman; Luckyta Ibna Permana
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i2.109

Abstract

Latar Belakang: Pernikahan usia dini adalah pernikahan yang dilakukan dibawah umur 20 tahun. Dampak pernikahan usia dini lebih tampak nyata pada remaja putri dibandingkan remaja laki-laki. Dampak nyatanya adalah terjadinya BBLR, abortus atau keguguran karena secara fisiologis organ reproduksi (khusunya rahim) belum sempurna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pernikahan usia dini pada remaja wanita di Kelurahan Kelayan Timur Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 41 responden. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel 30 responden dengan remaja pernikahan usia dini. Penilaian sosial budaya dan orang tua diukur menggunakan kuesioner dengan skala likert. Analisis data secara univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi dan data bivariate menggunakan uji chi-square. Hasil: Dari tiap variabel menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikansi orang tua terhadap pernikahan usia dini (p-value 0,001), tingkat pendidikan terhadap pernikahan usia dini (p-value 0,049), status ekonomi terhadap pernikahan dini (p-value 0,000), dan sosial budaya terhadap pernikahan usia dini (p-value 0,000). Kesimpulan: Orang tua, pendidikan, status ekonomi dan sosial budaya memiliki hubungan/pengaruh kejadian pernikahan usia dini pada remaja wanita di Kelurahan Kelayan Timur Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA VIDEO TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT M. Isra Mulyadi; Warjiman Warjiman; Chrisnawati Chrisnawati
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i2.111

Abstract

Latar Belakang: Anak usia sekolah rentan mengalami masalah kesehatan yang meliputi masalah mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Permasalahan ini akan berdampak pada kualitas hidup anak. Untuk meminimalisir dampak yang terjadi, perlu adanya peran sekolah melalui program usaha kesehatan sekolah, yaitu dengan cara memberikan pendidikan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan efektivitas pendidikan kesehatan dengan media video terhadap tingkat pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat kader usaha kesehatan sekolah. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian pre-experimental dengan pendekatan one group pretest posttest design. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling jenis purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 14 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner. Uji statistik menggunakan uji Nonparametric Wilcoxon Test. Hasil: 0,001 (p=0,001<0,01), artinya ada pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media video terhadap tingkat pengetahuan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat kader usaha kesehatan sekolah. Pendidikan kesehatan dengan media video merupakan media yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat kader usaha kesehatan sekolah di Sekolah Dasar Islam Darul Mu’minin Banjarmasin.
EVALUASI TIMBANG TERIMA PASIEN OLEH PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT Sally Pobas; Lucia Andi Chrismilasari; Warjiman Warjiman
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i2.114

Abstract

Latar Belakang: Timbang terima merupakan teknik yang digunakan untuk menyampaikan dan menerima laporan sehubungan dengan keadaan klien secara akurat serta lebih nyata bertujuan untuk Sasaran Keselamatan Pasien (SKP). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi timbang terima pasien oleh perawat di ruang rawat inap rumah sakit suaka insan banjarmasin tahun 2018. Metode: Jenis penelitian metode kombinasi atau mixed method, dengan rancangan deskriptif analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 136 perawat. Sampel 58 perawat pelaksana di ruang rawat inap dengan teknik sampling purposive sampling. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner kepada 58 responden dan data sekunder dengan wawancara melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pada 10 partisipan. Hasil: Dari hasil penelitian mengenai evaluasi timbang terima pasien oleh perawat terhadap 58 responden sebagian besar termasuk kategori cukup sebanyak 30 responden (52%) dan 28 responden kategori baik (48%), dengan nilai rata-rata hitung (mean) 77 kategori baik. Nilai standar deviasi 3, 323 yang bersifat homogen. Data ini didukung oleh hasil FGD dengan 10 perawat bahwa rumah sakit tidak memiliki format laporan timbang terima, tidak adanya sosialisai SOP dan tidak pernah ada pelatihan timbang terima. Kesimpulan: Evaluasi Timbang Terima Pasien oleh perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin Tahun 2018 termasuk kategori cukup.
PENGARUH SENAM KEGEL TERHADAP PENURUNAN GEJALA INKONTINENSIA URIN PADA LANSIA WANITA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BUDI SEJAHTERA Syahida Amilia; Warjiman Warjiman; Theresia Ivana
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i2.117

Abstract

Latar Belakang : Inkontinensia Urin pada lansia wanita lazim terjadi. Dampak yang ditimbulkanpun cenderung beragam mulai dari segi kesehatan, psikologis dan social. Inkontinensia urine pada lansia wanita dapat diturunkan gejalanya dengan tindakan non farmakologis, salah satunya adalah senam kegel. Senam kegel ini bertujuan untuk menguatkan otot dasar panggul dan secara tidak langsung meningkatkan fungsi kandung kemih dalam mengatur aliran urin. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan pre-eksperimental dengan one gorup pretest and postest. Jumlah sampel 14 orang lansia wanita dengan teknik sampling menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner Resived Urinary Inkontinence Scale (RUIS). Teknik analisa menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil: p value = 0,001 (<0,005), menunjukkan hasil yang berbeda pada skor kuesioner RUIS sebelum dan sesudah melakukan senam segel. Kesimpulan: Adanya pengaruh yang signifikan antara senam kegel terhadap penurunan gejala inkontinensia urin pada lansia wanita di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Sejahtera Banjarbaru
DESKRIPSI KARAKTERISTIK PASIEN SUKU DAYAK MA’ANYAN YANG DIRAWAT DENGAN HIPERTENSI DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) TAMIYANG LAYANG Warjiman Warjiman; Sri Lidiawati; Theresia Jamini
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v5i1.229

Abstract

Latar belakang : Penyakit hipertensi sudah lama dikenal sebagai “silent killer” karena resiko kerusakan yang ditimbulkan pada organ-organ penderitanya. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa jumlah penderita hipertensi akan terus meningkat seiring dengan jumlah penduduk. Pada tahun 2025 mendatang, diproyeksikan sekitar 29 persen warga dunia akan terkena hipertensi. Provinsi Kalimantan Tengah-Indonesia pada tahun 2016 melaporkan bahwa penyakit hipertensi menempati peringkat ke-2 sebagai penyakit yang banyak diderita oleh masyarakatnya. Kasus hipertensi ini pun dilaporkan sebagai kasus penyakit yang akan terus meningkat kejadiannya setiap tahun. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karateristik pasien suku dayak Ma’anyan yang dirawat dengan penyakit hipertensi di ruang Rawat Inap RSUD Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur pada tahun 2019. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, dengan populasi pasien hipertensi dari suku Dayak ma’anyan. Sample diperoleh dengan menggunakan teknik nonprobability sampling yaitu purposive sampling. Sebanyak 30 pasien suku Dayak ikut serta dalam kegiatan penelitian ini dan mengisi kuesioner yang berisi pertanyaan tentang faktor resiko terjadinya hipertensi. Data objektif seperti tinggi badan dan berat badan untuk mengukur indeks massa tubuh diukur oleh peneliti. Hasil penelitian selanjutnya dianalisa statistic deskriptif, lalu disajikan dengan menggunakan table distribusi frekuensi. Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa penderita hipertensi dari suku Dayak ma’anyan yang dirawat di ruang rawat inap RSUD Tamiyang layang, mayorits memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi (60%, n=18), berjenis kelamin perempuan (60%, n=18), berusia 56-65 tahun (40%, n=12), tidak menderita obesitas (83%, n=25), aktif mengonsumsi makanan asin atau mengandung banyak garam (30%, n=9), tidak merokok (76%, n=23), dan tidak rajin berolahraga (80%, n=24). Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik penderita hipertensi yang berasal dari suku Dayak ma’anyan mayoritas adalah berjenis kelamin perempuan, berusia 56-65 tahun, aktif mengonsumsi makanan asin atau mengandung banyak garam, tidak rajin berolahraga dan tidak mesti mengalami obesitas atau merokok. Kata Kunci : hipertensi, karakteristik pasien, faktor resiko, ruang rawat inap, RSUD Tamiang Layang.
Kepuasan Pasien akan Pelayanan Keperawatan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Buntok, Kalimantan Tengah Warjiman Warjiman; Yuli Sulistiyo; Lucia Andi Chrismilasari
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v5i2.243

Abstract

Kepuasan pasien adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanankesehatan yang diperolehnya, terutama setelah pasien membandingkannya dengan apa yang diharapkannya.Pasien akan merasa puas apabila kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya sama atau melebihiharapannya dan sebaliknya ketidakpuasan atau perasaan kecewa akan muncul jika kinerja layanan kesehatanyang diperolehnya itu tidak sesuai dengan kinerjanya sendiri. Kepuasan pelayanan keperawatan di RumahSakit Jaraga Sasameh mengalami penurunan sebanyak 1.75% dari dua kali pengukuran bulan oktoberdesember 2018 dan januari-maret 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran kepuasanpasien akan pelayanan keperawatan di ruang rawat inap di RSUD Jaraga Sasameh Buntok, KalimantanTengah. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif-kuantitatif dengan pengumpulan data secara survey.Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah80 responden. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan terhadap 30 responden. Hasil penelitian dianalisadengan menggunakan statistik deskriptif dengan menampilkan tabel distribusi frekuensi. Penelitian inimenunjukkan bahwa mayoritas penilaian responden tentang kepuasan pasien berada di kategori puas(58.75%), disusul dengan kategori sangat puas (41.25%) dan sangat tidak puas dan tidak puas (0%). Hasilpenelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien merasa puas dirawat di ruang rawat inap rumah sakit umumdaerah.Kata Kunci: KepuasanPasien, Pelayanan Keperawatan, Ruang Rawat Inap, Rumah sakit umum daerah
PENGARUH SENAM PROLANIS TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS ANGSAU Warjiman Warjiman; Theresia Jamini; Deni Kristiana; Chrisnawati Chrisnawati
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v6i1.268

Abstract

Prolanis merupakan suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yangmelibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) dalam rangka pemeliharaankesehatan bagi peserta BPJS yang menderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanankesehatan yang efektif dan efisien. Salah satu program prolanis adalah senam prolanis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh senam prolanis terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Jenis penelitian ini adalah penelitiankuantitatif menggunakan metode Quasi Experiment dengan design pretest and posttest nonequivalent control group, teknikpengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 30 responden yang dibagi menjadi 2kelompok yaitu kelompok kontrol (15 responden) dan kelompok intervensi (15 responden) yang dipilih sesuai kriteria inklusi. Senamprolanis dilakukan selama 4 minggu. Analisis data menggunakan uji Independen T-Test. Hasil penelitian memperlihatkan terdapatperbedaan bermakna antara tekanan sistolik awal dan akhir pada latihan 2 kali/minggu (ρ=0,000 < α= 0,05); antara tekanan darahdiastolik awal dan akhir pada latihan 2 kali/minggu (ρ=0,000 < α 0,05). Terdapat perubahan rata-rata tekanan darah sebelum dansesudah senam pada latihan 2 kali/minggu. Penelitian ini menyimpulkan ada pengaruh bermakna senam prolanis terhadap penurunantekanan darah pada penderita hipertensi. Senam prolanis baiknya dilakukan secara rutin minimal 2 kali seminggu pada penderitahipertensi.Kata Kunci: senam prolanis, tekanan darah, hipertensi
PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG FAKTOR RESIKO DAN GEJALA AWAL STROKE DI RSUD.H. BOEJASIN PELAIHARI Anastasia Maratning; Latifah Azmiyah; Oktovin Oktovin; warjiman warjiman
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v6i1.269

Abstract

Stroke saat ini harus dipandang sebagai kedaruratan medis selain serangan jantung. Stoke menjadi salah satu penyebab kecacatan nomorsatu dan kematian nomor tiga di dunia. Penanganan awal stroke yang cepat dan tepat dapat mengurangi angka kematian dan resikokecacatan. Pengetahuan keluarga tentang stroke sangat diperlukan sehingga berpengaruh terhadap penanganan cepat stroke. Kurangnyapengetahuan keluarga tentang stroke yang menjadi salah satu penyebab tingginya jumlah pasien yang penanganannya telah melewatimasa golden periode sehingga mempengaruhi tingkat keparahan stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaranpengetahuan keluarga tentang faktor resiko dan gejala awal stroke di RSUD. H. Boejasin Pelaihari. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif.Populasi yang digunakan adalah keluarga pasien stroke diruang stroke dengan sampel 30 responden. Teknik sampling yang digunakanpurposive sampling. Instrumen berupa kuesioner tentang tingkat pengetahuan keluarga pasien. Hasil penelitian menunjukkan tingkatpengetahuan keluarga tentang faktor resiko yang dapat menyebabkan stroke dengan katagori baik sebesar 13,33%, katagori cukup33,33%, dan katagori kurang 53,34%. Sedangkan tingkat pengetahuan keluarga tentang gejala-gejala awal stroke dengan katagori baiksebesar 43,33%, katagori cukup 50% dan dengan katagori kurang 6,67%. Tingkat pengetahuan keluarga tentang faktor resiko penyebabstroke diperoleh hasil dengan katagori kurang dan tingkat pengetahuan keluarga tentang gejala awal stroke di RSUD. H. BoejasinPelaihari diperoleh hasil dengan kategori cukup. Penelitian ini menyimpulkan pengetahuan keluarga tentang faktor resiko dan gejalaawal stroke di RSUD. H. Boejasin Pelaihari yang masih kurang.Kata Kunci: Keluarga, Pengetahuan keluarga, Stroke.