Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS TELUK DALAM BANJARMASIN TAHUN 2020 Mia Mia; Chrisnawati Chrisnawati; Warjiman Warjiman
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 2 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.339 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v11i2.641

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan suatu penyakit kronis menahun sehingga kepatuhan minum obat merupakan hal yang penting dalam terapi pengobatan diabetes melitus dan menurunkan resiko komplikasi.Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh edukasi keluarga terhadap kepatuhan minum obat pasien dengan diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin.Metode Penelitian: Penelitian pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest and posttest design. Teknik sampling purposive sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 15 pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin. Instrumen yang digunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji Paired Samples T-Test.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan tingkat kepatuhan minum obat sebelum dilakukan edukasi pada keluarga dengan kategori cukup sebanyak 66,7% dan kategori kurang sebanyak 33,3%, sedangkan sesudah dilakukan edukasi melalui media booklet pada keluarga dengan kategori baik sebanyak 66,7%, kategori cukup sebanyak 33,3% dan kategori kurang sebanyak 0%. Terdapat pengaruh edukasi pada keluarga terhadap tingkat kepatuhan minum obat responden dengan nilai signifikan (p= 0,001 ), nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000 0,05).Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan pada tingkat kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin sebelum dan sesudah diberikan edukasi pada keluarga melalui media booklet.Kata Kunci: Edukasi Keluarga, Kepatuhan Minum Obat AbstractBackground: Diabetes mellitus is a chronic disease so that medication adherence is important in diabetes mellitus treatment therapy and reduces the risk of complications.Objective: To determine the effect of family education on medication adherence in patients with type 2 diabetes mellitus at Teluk Dalam Public Health Center, Banjarmasin.Methods: Pre-experimental research with one group pretest and posttest design approach. Sampling technique purposive sampling. The samples used were 15 patients with type 2 diabetes mellitus at the Teluk Dalam Puskesmas, Banjarmasin. The instrument used was a questionnaire. Data analysis using Paired Samples T-Test.Results: The results showed that there were differences in the level of adherence to taking medication before education in families with a moderate category of 66.7% and a poor category of 33.3%, while after education through booklet media in good categories was 66.7%. %, enough category was 33.3% and less category was 0%. There is an effect of education on the family on the level of compliance with the respondent's medication with a significant value (p = 0.001), the significance value is less than 0.05 (0.000 0.05).Conclusion: There is a significant effect on the level of medication adherence in patients with type 2 diabetes mellitus at Teluk Dalam Puskesmas Banjarmasin before and after being given education to families through booklet media. Keywords: Family Education, Compliance with Medication
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS SUNGAI BILU Warjiman Warjiman; Berniati Berniati; Ermeisi Er Unja
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v7i2.366

Abstract

AbstrakDinas Kesehatan Kota Banjarmasin pada tahun 2018 melaporkan Puskesmas Sungai Bilu Banjarmasin menjadi wilayahyang paling banyak penderita Tuberkuloasis paru (TB Paru) berdasarkan Case Detection Rate (CDR) yaitu sebanyak93,4%. Penyebab utamanya adalah pengobatan TB paru yang tidak tuntas. Salah satu faktor yang berpengaruh padapengobatan pasien TB Paru adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungankeluarga terhadap kepatuhan minum obat pasien TB paru di Puskesmas Sungai Bilu. Rancangan yang digunakan adalahstudy corelational dengan analisa data menggunakan uji Spearman. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien TB paruyang melakukan pengobatan di Puskesmas Sungai Bilu yang diambil dengan total sampling sebanyak 32 orang. Alat ukuryang digunakan dalam pengumpulan data kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner Moriscky Medication AdherenceScale (MMAS-8). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hampir seluruh responden mendapatkan kategori dukungankeluarga yang kurang yakni 30 orang atau 93,8% dan mendapatkan kategori kepatuhan rendah yakni 28 orang atau 87,5%.Hasil analisis bivariat spearman menunjukkan hasil sebesar 0,000 < ? (0,05) dan nilai korelasi 0,767 yang artinya terdapathubungan atau korelasi positif yang sangat kuat antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien.Penelitian ini menunjukkan dukungan keluarga terhadap pasien TB paru yang menjalani pengobatan di Puskesmas SungaiBilu masih rendah.Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Kepatuhan Minum Obat, Tuberkulosis Paru
PENERAPAN FUNGSI KELUARGA DAN PERAN LINTAS SEKTOR PADA KAMPUNG KELUARGA BERENCANA DI KALIMANTAN SELATAN Ermeisi Er Unja; Warjiman; Lanawati; Uniek Mulyaning Sari; Yunitia Insani; Oktriyanto; Theresia Ivana
Jurnal Keluarga Berencana Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Keluarga Berencana
Publisher : Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.01 KB) | DOI: 10.37306/kkb.v7i2.103

Abstract

Melalui program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), pemerintah menginginkan perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga melalui Program Kampung KB. Isu-isu strategis yang muncul salah satunya adalah rendahnya keluarga yang mengetahui delapan fungsi keluarga dimana peran keluarga dalam pembangunan karakter bangsa belum menggembirakan. Oleh sebab itu penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi penerapan delapan fungsi keluarga dan peran lintas sektor pada Kampung KB di Kalimantan Selatan. Penelitian ini merupakan cross sectional study dengan pendekatan mix method dimana data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner 8 fungsi keluarga dan wawancara terstruktur. Sampel pada penelitian ini berjumlah 175 keluarga dan 8 orang informan yang tersebar di 5 Kampung KB Percontohan di 5 kabupaten/koti Provinsi Kalimantan Selatan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ke 8 fungsi keluarga yang dijalankan oleh setiap keluarga dalam kategori “Baik” dan “Cukup”. Semua fungsi terlihat beraneka ragam dari setiap kabupatennya. Peran lintas sektor dari setiap kabupaten baik instansi pemerintah maupun swasta, memiliki dampak yang besar dalam pengembangan pembangunan di masyarakat. Semakin banyak lintas sektor yang terlibat, maka semakin banyak perubahan yang terjadi di masyarakat menjadi lebih baik. Pemerintah disarankan untuk tetap bisa melanjutkan program Bangga Kencana dengan fungsi monitoring yang lebih baik lagi.
HIDUP SEHAT BEBAS DARI ASAP ROKOK BAGI MASYARAKAT WILAYAH SAKA PERMAI BELITUNG SELATAN KOTA BANJARMASIN Warjiman Warjiman; Ermeisi Er Unja; Dyah Trifianingsih
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v1i1.138

Abstract

Warjiman 1*, Unja, Ermeisi Er2, Trifianingsih, Dyah3 1,2,3Program Studi Sarjana Keperawatan dan Ners STIKES Suaka Insan *Email : warjiman99@gmail.com ABSTRAK Mewujudkan masyarakat sehat dengan lingkungan yang bersih tanpa asap rokok bukanlah hal yang mudah. Tidak akan optimal jika dilaksanakan sebagian kecil dari masyarakat dan butuh upaya dari setiap orang. Data yang didapatkan dari 100 orang laki-laki di Wilayah Saka Permai, terdapat 53 orang (53%) kepala keluarga yang merupakan perokok aktiv setiap hari, 9 orang (9%) merokok hanya kadang-kadang, dan 48 orang (48%) mengaku tidak merokok atau sudah berhenti dari merokok. Data pengetahuan tentang merokok, yaitu 58 orang (58%) memperlihatkan tingkat pengetahuan yang rendah tentang bahaya rokok, 15 orang (15%) memiliki pengetahuan yang cukup sedangkan 27 orang (27%) memiliki pengetahuan yang baik tentang bahaya merokok, sehingga mereka berhenti merokok atau menghindari rokok. Oleh sebab itu perlu dilakukan upaya pencegahan di lingkungan masyarakat. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah kegiatan penyuluhan untuk memberikan penjelasan dan pengetahuan kepada masyarakat dan menyadarkan mereka tentang bahaya rokok. Metode yang digunakan dalam pemecahan masalah ini adalah dengan 1) metode penyuluhan tatap muka dan 2) FGD (Focus Group Discussion). Hasil yang dicapai adalah terjadi peningkatan pengetahuan menjadi lebih baik yaitu 95%. Penyuluhan yang dilakukan melalui metode tatap muka dan Focus Group Discussion sangat membantu dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya rokok. Kata Kunci : Bahaya Rokok, Bebas Asap Rokok, Perokok Aktiv, Penyuluhan Kesehatan
SKRINING DAN EDUKASI PENDERITA HIPERTENSI Warjiman Warjiman; Ermeisi Er Unja; Yohana Gabrilinda; Fransiska Dwi Hapsari
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v2i1.215

Abstract

ABSTRAK Data prevalensi hipertensi tertinggi berdasarkan pengukuran pada umur ≥18 tahun menurut Provinsi pada tahun 2018, masih tetap ditempati oleh Provinsi Kalimantan Selatan. Beberapa faktor risiko yang diduga sebagai penyebab hipertensi yaitu usia, riwayat kesehatan keluarga, berat badan, pola makan, dan gaya hidup. Oleh sebab itu, pencegahan dan penanggulangan masalah hipertensi harus dimulai dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan perubahan pola hidup ke arah yang lebih sehat. Demi mewujudkan hal tersebut, maka perlu dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk Skrinning dan Penyuluhan tentang Hipertensi. Metode yang dilakukan oleh Tim adalah skrining awal dengan menggunakan instrumen ceklis faktor resiko dan mengukur tekanan darah serta memberikan edukasi pendidikan secara langsung dan dilengkapi dengan leaflet yang sudah disiapkan sebelumnya. Sasaran kegiatan ini adalah para penderita hipertensi yang merupakan jemaat Gereja Katedral Banjarmasin. Hasil yang dicapai adalah sebanyak 69 orang bersedia melakukan Skrining Hipertensi dan sebesar 90% peserta memahami mengenai hipertensi dan cara menjaga pola hidup sehat dirumah.
PENYULUHAN TERKAIT KENORMALAN BARU ATAU NEW NORMAL PADA MASA PANDEMI COVID-19 Teresia Ivana; Warjiman Warjiman; Fransiska Dwi Hapsari
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v2i2.280

Abstract

Virus corona merupakan virus jenis baru yang dilaporkan muncul di Wuhan pada 12 Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2) dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Angka kejadian penyebaran infeksi virus terus meningkat termasuk di Indonesia. Bahkan World Health Association (WHO) menyatakan keadaan darurat dunia atas kejadian ini.Pemerintah melalui perannya terus menerus menghimbau kepada masyarakat untuk bisa menjalankan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, mengenakan masker dan mencuci tangan dikegiatan sehari-harinya. Akan tetapi, merubah kebiasaan perlu waktu yang cukup panjang akan menjadi kebiasaan baru. Salah satu yang harus mencoba menerapkan kebiasaan baru adalah mahasiswa suatu perguruan tinggi, karena jumlah dan peran mereka sangat tinggi di lingkungan masyarakat.Metode pengabdian masyarakat yang dijalankan oleh tim pengabdi adalah dengan penyuluhan kesehatan tentang New Normal pada mahasiswa/I Keperawatan STIKES Suaka Insan Banjarmasin melalui aplikasi conference yaitu Google Meet.Hasil dari pengabdian masyarakat didapatakan semua mahasiswa telah mengetahui dengan baik tujuan dari menjalani kebiasaan baru atau new normal. Dari kegiatan ini diharapkan mahasiswa dapat menjadi penyebar informasi bagi kelompok masyarakat lainnya tentang kebiasan baru atau new normal.Kata Kunci : New normal, pandemi, covid 19
PENYULUHAN TERKAIT PENERAPAN MANAJEMEN PERAWATAN PASEIN STROKE SELAMA DI RUMAH PADA MASYARAKAT DI WILAYAH GANG KARYA, BANJARMASIN TENGAH KOTA BANJARMASIN Septi Machelia C.N; Warjiman Warjiman; oktovin oktovin
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v1i2.288

Abstract

Perawatan pasien stroke bukan hanya harus dilakukan oleh perawat atau Tim Medislainnya, peran keluarga sangat penting terkait perawatan pasien stroke selama berada di rumah.Perawatan pasien stroke di rumah memerlukan beberapa hal untuk diperhatikan oleh keluarga,yaitu dari segi Bio-Psiko-Sosial-Spiriatual. Kasus stroke yang ada di masyarakat gang karyaBanjarmasin tengah berjumlah 4 orang akan tetapi pengetahuan dari 12 orang anggota keluargayang menderita stroke termasuk dalam kategori rendah (91,6%) sehingga menurunkan angkasikap positif dalam memberikan perawatan (16,7%). Sehingga upaya peningkatan pengetahuandan perubahan sikap kearah yang positif perlu dilakukan. Metode yang digunakan dalampemecahan masalah ini adalah dengan (1) metode penyuluhan tatap muka selama 2 hari; danFGD (Fucus Group Discussion) pada hari ketiga. Dengan hasil terjadi peningkatanpengetahuan kearah yang lebih baik yaitu 100% dan penunjukan sikap yang positif yaitu100%). Karena penyuluhan dalam bentuk tatap muka dan FGD sangat membantu dalammeningkatkan pengetahuan yang akan mempengaruhi sikap dalam mempersepsikan sesuatukeatah yang positif.Kata Kunci : FGD, Pasien Stroke, Perawatan pasien pasca stroke di rumah, Penyuluhankesehatan
Tanda Gejala Depresi yang dialami Lansia di Salah Satu Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia di Kalimantan Selatan Esti Wintiawati Smara; Warjiman Warjiman; Lanawati Lanawati
Jurnal Medika Nusantara Vol. 2 No. 1 (2024): Februari : Jurnal Medika Nusantara
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/medika.v2i1.921

Abstract

Depression in the elderly is an issue that is often encountered in society. The aging process which results in a decrease in physical function can affect the psychological and social life of the elderly, thereby reducing the quality of life of the elderly. Changes in roles and changes in physical conditions and social life are risk factors that increase the potential for depression experienced by the elderly. The research aimed to describe the signs of depression experienced by the elderly at one of the PPRSLUs in South Kalimantan. It is using quantitative methods with a descriptive survey design. Data were collected using GDS-15 on 89 elderly people. The research results showed that 70% of elderly people were detected as having signs of depression. There are six symptoms that are most commonly experienced, namely feeling that life is empty, often feeling bored, often feeling helpless, feeling worthless in the current situation, feeling that the situation is hopeless, and feeling dissatisfied with one's life. Therefore, it is necessary to modify daily activities with the principles of group activity therapy, promotive and preventive health services for elderly mental health, as well as regular and consistent depression screening services.
BUILDING A HEALTHY COMMUNITY BY IMPROVING THE HEALTH OF THE ELDERLY IMPLEMENTATION THE DIARII PROGRAM IN SOUTH KALIMANTAN Unja, Ermeisi Er; Oktovin; Rachman, Aulia; Warjiman; Mallisa, Hilda Emma
Community Service Journal of Indonesia Vol 5 No 2 (2023): Community Service Journal of Indonesia
Publisher : Institute for Research and Community Service, Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/csji.v5i2.577

Abstract

Hypertension is still one of the most common diseases among the elderly. One of the areas where hypertension cases are still high is South Kalimantan. The elderly need internal and external support as a preventive measure to avoid further consequences of hypertension. The role of cadres in this case is very important to provide education about hypertension in the elderly. Community service was carried out with the aim of improving the quality of cadres in the care of the elderly, especially those suffering from hypertension, whose activities were carried out on 26 May 2023. The participants in this activity were 15 cadres and 40 elderly people. The activities were carried out for 3 weeks. The first week, the cadres were trained in gerontic care. The second week, the elderly hypertension and their families were counseled during the implementation of the DIARII programme. The third week, the elderly gymnastics activities were carried out. The service activities carried out received a positive response from the cadres and the community, considering that this is an effort to improve the performance of the cadres and to improve the quality of life of elderly groups with hypertension.
Knowledge of First Aid Road Traffic Accident Victim Among Police Officers in Banjarmasin Trifianingsih, Dyah; Warjiman; Nirwani Agri
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v9i2.707

Abstract

Traffic accidents can lead to medical emergencies that threaten the health and safety of victims. Immediate, appropriate treatment is crucial to minimize severe bodily harm, disability, or death. Traffic police, as first responders at the scene, can provide critical first aid before professional medical personnel arrive, relying on their adequate knowledge and skills. This study aims to assess the knowledge of traffic police in providing first aid to accident victims. This quantitative descriptive study was conducted on 83 traffic police officers in Banjarmasin, selected using total sampling. Data were collected through questionnaires, and the analysis was carried out using frequency distribution. Among the 83 respondents, 61 (73%) had sufficient knowledge, 18 (22%) had good knowledge, and 8 (5%) had poor knowledge. These findings highlight the need for educational interventions to improve the respondents' knowledge in providing first aid during traffic accidents.