Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

IDENTIFYING COMMUNITY BASED TOURISM POTENTIAL IN SAPIT VILLAGE THROUGH SWOT ANALYSIS Muhammad Adi Junaidi; Amrullah Amrullah; Evilia Rochmi
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 3 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v19i3.865

Abstract

AbstractThis study aims to identify the potential for developing Sapit Village as a community-based tourism village through a SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) analysis. Sapit Village, located in Lombok Timur Regency, West Nusa Tenggara Province, offers diverse natural and cultural attractions such as mountain nous landscapes, traditional weaving, and authentic agricultural practices, yet these assets remain suboptimally managed within a sustainable tourism framework. Employing a qualitative case study approach, data were gathered via participatory observation, in-depth interviews with community leaders, tourism practitioners, and policymakers, and documentation review of village development plans and tourism regulations. Internal (strengths and weaknesses) and external (opportunities and threats) factors were mapped to formulate locally relevant development strategies. Findings indicate that Sapit Village’s primary strengths include its natural endowments, cultural heritage, active community engagement, and creative-economic potential (e.g., weaving and agritourism). Key challenges involve inadequate infrastructure, limited human-resource capacity, and non-professional institutional management. Opportunities arise from supportive tourism policies, experiential-tourism trends, digital-technology advances, and strategic partnership prospects. External threats encompass environmental degradation, cultural erosion, digital-access disparities, and natural-disaster risks. The study concludes that an integrative, participatory development approach balancing social, economic, cultural, and environmental dimensions, is essential. These insights provide strategic guidance for regional authorities, local communities, and stakeholders in designing inclusive, sustainable tourism-village development. Future research should further explore quantitative assessments of visitor preferences, longitudinal studies on community capacity building, and comparative analyses with other emerging tourism villages to enrich the strategic framework and ensure broader applicability.Keywords: Tourism Village; SWOT; Empowerment; Sustainable Tourism; Strategy
Pendampingan Buta Aksara Al-Quran Bagi Anak-Anak Di Mushola Al-Istiqomah Desa Sajang Riza mulia junita; Fikriatin Azkiya; Firman Hadi Setiawan; Muhammad Taufikurrahman; Muhammad Adi Junaidi
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v6i2.3974

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca Al-Qur'an pada anak-anak di Mushola Al-Istiqomah Desa Sajang, terutama dalam aspek pelafalan huruf hijaiyah, penerapan tajwid, dan ketepatan panjang-pendek bacaan. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an melalui pendampingan mengaji yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Kelompok 13 selama dua bulan. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, pendampingan individual dan kelompok kecil, koreksi bacaan secara langsung, serta pemberian motivasi belajar. Evaluasi dilakukan melalui observasi perkembangan kemampuan peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca Al-Qur'an, ketepatan pengucapan huruf hijaiyah, pemahaman panjang-pendek bacaan, serta meningkatnya antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan mengaji. Program ini menunjukkan bahwa pendampingan mengaji yang dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan efektif dalam meningkatkan literasi Al-Qur'an anak-anak di lingkungan masyarakat.
Pendampingan Literasi Kreatif Untuk Meningkatkan Kelancaran Membaca Siswa Kelas III Di SDN 03 Sajang Ni'ma Atika; Baiq Zahwa Istigfarina Masyhur; Syahadipta Firman Maulana; Sunita Sumbawati; Haerul Fatihin; Muhammad Adi Junaidi
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v6i2.3976

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hamzanwadi di SDN 03 Sajang bertujuan meningkatkan kelancaran membaca siswa kelas III melalui pendekatan literasi kreatif. Analisis situasi menunjukkan adanya hambatan membaca permulaan akibat minimnya variasi media pembelajaran yang menarik bagi siswa. Metode pengabdian menggunakan pendekatan Service Learning (SL) yang meliputi tahap asesmen, perancangan media kreatif berbasis kartu kata dan buku bergambar, pelaksanaan pendampingan intensif berkelanjutan, serta evaluasi perkembangan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan fonik, keakuratan lafal, serta kecepatan membaca nyaring siswa. Penggunaan pojok baca dan sudut estetika kelas terbukti menstimulasi motivasi belajar mandiri. Implikasi program ini menegaskan pentingnya kemitraan berkelanjutan antara perguruan tinggi dan sekolah dasar untuk mengatasi keterlambatan literasi dasar pasca-pandemi di wilayah perdesaan
Keterlibatan Mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi Dalam Acara Begawe Di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun Deni Nurdiana Agustina Saputri Diana; Intan Suryani; Lina Suria Lestari; Sahrul Sahrul; Elya Umami; Muhammad Adi Junaidi
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v6i2.3979

Abstract

Artikel pengabdian masyarakat ini mendeskripsikan keterlibatan aktif mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi dalam ritual kebudayaan lokal Begawe di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun. Begawe merupakan tradisi luhur suku Sasak dalam merayakan upacara perkawinan atau khitanan yang kaya akan nilai solidaritas sosial. Namun, derasnya arus modernisasi berpotensi mengikis partisipasi pemuda dalam pelestarian tradisi tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat integrasi sosial antara mahasiswa dan masyarakat serta melestarikan kearifan lokal melalui metode partisipasi aktif emik. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa kehadiran 14 mahasiswa KKN memberikan kontribusi tenaga yang signifikan dalam persiapan logistik konsumsi tradisional (pengolahan ares dan kelapa), penataan tata ruang upacara, serta penguatan komunikasi interpersonal. Implikasi pengabdian ini menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan adat mampu merevitalisasi semangat gotong royong dan meningkatkan ketahanan budaya lokal perdesaan.