Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

HAK PILIH ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA/INGATAN PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 135/PUU-XIII/2015 Putri, Delasari Krisda; Achmad, Achmad
Res Publica: Jurnal Hukum Kebijakan Publik Vol 3, No 1 (2019): Januari - April 2019
Publisher : Department of the Constitutional Law, Faculty of Law Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/respublica.v3i1.45615

Abstract

Democracy as the principle of state administration must be regulated and limited by the constitution. The 1945 Constitution of the Republic of Indonesia has provided guidelines of which is the holding of elections for all Indonesian people, thus as the highest sovereignty of every an Indonesian citizen must have the right to vote in any form without discrimination The problem is that sometimes the administration of the state is often not in accordance with the corridor that has been regulated in the constitution, one of which is the holding of elections which limit the existence of voting rights for people with mental disorders (ODGJ). This is an injury to human rights. The issuance of Constitutional Court Decree Number 135 / Puu-Xiii / 2015 is a change that has a positive impact on the protection of the right to choose people with mental disorders
PEMENUHAN HAK AKSESIBILITAS FASILITAS PENYANDANG DISABILITAS PADA BIDANG PENDIDIKAN DI KABUPATEN SUKOHARJO Hayati, Nayla Husnul; Achmad, Achmad
Res Publica: Jurnal Hukum Kebijakan Publik Vol 3, No 3 (2019): September - Desember 2019
Publisher : Department of the Constitutional Law, Faculty of Law Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/respublica.v3i3.45663

Abstract

This article examines how to fulfill the accessibility rights of facilities for persons with disabilities in the school environment in Sukoharjo Regency, namely at SMP Al Firdaus, SMPLB Langenharjo, SMP Negeri 1 Sukoharjo, SMP Negeri 2 Sukoharjo and SMP Negeri 4 Sukoharjo and the obstacles faced by providing education for persons with disabilities. especially the provision of facilities in school buildings. This article uses socio-legal or non doctrinal research methods with a qualitative approach. Legal sources are primary data (interviews and observations) and secondary data. The data analysis technique used is qualitative analysis. Based on the writing of this article, the conclusion is that the fulfillment of the accessibility rights of persons with disabilities at Al Firdaus Middle School, Langenharjo Middle School, State Junior High School 1 Sukoharjo, SMP Negeri 2 Sukoharjo and SMP Negeri 4 Sukoharjo are not yet in accordance with the facilities listed in the Minister of Public Works Regulation Number 302006 Regarding Technical Guidelines for Facilities and Accessibility in Buildings and the Environment and the obstacles to this implementation are that the existing regulations are not able to accommodate the needs of students with disabilities, inadequate human resources who are able to provide such accessibility, and the community paradigm for persons with disabilities in getting education.
Empowerment of Anti-Money Political Villages to Create Elections with Integrity Sri Wahyuni; Agus Riwanto; Achmad Achmad; Sunny Ummul Firdaus
International Journal Of Community Service Vol. 2 No. 4 (2022): November 2022 (Indonesia - Malaysia)
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijcs.v2i4.159

Abstract

Pilkada is one form of democracy in the regions that need to be ensured that its implementation is in accordance with procedures so as not to lose the meaning of democracy itself. Bawaslu has an essential role in realizing elections with integrity without the practice of money politics. One of the tasks of Bawaslu is to prevent the practice of money politics. One of the crucial components in the implementation of regional head elections (Pilkada) is the village and its citizens. The village, which is the closest component to the community in the election, becomes a place for the practice of money politics. The integrity of the Pilkada can be destroyed because of the practice of money politics that occurs in the village. A strategy to prevent money politics is needed in the village by building an anti-money politics village in order to strengthen local democracy.
State Institution and Socio Analysis on Sexual Violence in Higher Education Achmad Achmad; Zakki Adlhiyati
Pandecta Research Law Journal Vol. 21 No. 1 (2026): June, 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pandecta.v21i1.25693

Abstract

The legal framework on sexual violence is getting stronger, but sexual violence still occurs in universities. The objectives of this research are, to analyze the legal framework for protection against sexual violence, to identify the challenges in solving the issue of sexual violence, to formulate a collaborative institutional model in addressing sexual violence. This research is a socio-legal research, examining the problem of sexual violence through an interdisciplinary framework, integrating juridical, sociological, and institutional perspectives. This study reveals three points: First, the legal framework for addressing sexual violence has been more progressive but there are several weaknesses, ie, (1) internal task force members from within the university, (2) lack cooporation from university and law enforcer in takin care of the issue, (3) no external supervisor from state institutions in the process of investigation. Second, based on Donald Black's theory, there are four variables influencing the issue of sexual violence, ie: power inequality that protects high-status perpetrators (stratification); preference for informal settlement rather than criminal justice proceedings (morphology); patriarchal culture; and institutional self-protection that prioritizes reputation over accountability (organization). Third, collaboration with state institutions Komnas Perempuan, LPSK, the Press Council, and the Ombudsman is needed as a balancing force for certain variables in the Black model. This integrated approach offers a path to rebalancing power relations, ensuring institutional accountability, and realigning law enforcement with principles of justice.
ANALISIS POLA REKRUTMEN CALON LEGISLATIF TERHADAP PEMENUHAN KETERWAKILAN PEREMPUAN PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024 DI KABUPATEN REMBANG Nico Takbir Sanjaya; Achmad Achmad
Res Publica: Jurnal Hukum Kebijakan Publik Vol 8, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Department of the Constitutional Law, Faculty of Law Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/respublica.v8i2.86584

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian terkait pola rekrutmen calon legislatif terhadap pemenuhan keterwakilan perempuan pada pemilihan umum tahun 2024 di Kabupaten Rembang. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris yaitu selain ditinjau melalui peraturan perundang-undangan juga dikaji tentang fakta hukum di lapangan. Dalam penelitian ini objek penelitian yang dikaji adalah Partai Demokrat Kabupaten Rembang, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Rembang dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Rembang. Partai politik tersebut dipilih dengan kriteria Partai politik yang berhasil meloloskan kadernya di DPRD Kabupaten Rembang tetapi tidak dengan caleg perempuannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga partai politik telah memenuhi kriteria dalam melakukan rekrutmen calon legislatif terhadap pemenuhan keterwakilan perempuan, akan tetapi pada hasil akhirnya tidak maksimal karena tidak ada perempuan yang mendapatkan kursi dari ketiga partai tersebut. Hal ini disebabkan karena ada hambatan internal dan eksternal. Hambatan Internalnya dalam partai politik adalah mekanisme tentang peningkatan keterwakilan perempuan tidak tertulis dalam AD ART partai politik, dan kurangnya kuantitas kader perempuan yang berpartisipasi dalam pemilihan umum legislatif daerah. Serta penokohan kader perempuan yang sangat minim di dalam diri partai. Sementara anggapan masyarakat bahwa perempuan tidak mempunyai kapabilitas dalam politik menjadi hambatan eksternal yang dihadapi partai politik dan perempuan sendiri
KEDUDUKAN DEMOKRASI: PENGANGKATAN TNI AKTIF SEBAGAI PJ KEPALA DAERAH Mochamad Rifqi Hananto; . Achmad
Res Publica: Jurnal Hukum Kebijakan Publik Vol 8, No 1 (2024): April
Publisher : Department of the Constitutional Law, Faculty of Law Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/respublica.v8i1.73544

Abstract

Artikel ini menganalisis tentang pengangkatan TNI aktif sebagai PJ kepala daerah yang ditinjau dari telaah yuridis untuk mengetahui legalitas dan pengaruhnya terhadap demokrasi di Indonesia. Tujuan dari artikel ini adalah untuk melakukan kajian yuridis terhadap kedudukan demokrasi di Indonesia pasca fenomena pengangkatan TNI aktif sebagai PJ kepala daerah. Sehingga nantinya pembahasan pada artikel ini mengerucut kepada dua hal yaitu, pertama adalah telaah yuridis peraturan perundang-undangan yang terkait untuk menganalisis legalitas pengangkatan TNI aktif menjadi PJ kepala daerah serta telaah demokrasi dari dua prinsip dasar demokrasi berupa prinsip keterbukaan dan prinsip pengawasan rakyat untuk melihat pengaruhnya terhadap demokrasi di Indonesia. Artikel ini dibuat dengan menggunakan metode penulisan normatif atau doktrinal yang diperoleh dari kajian analisis kepustakaan dari berbagai sumber yang kemudian dikombinasikan dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) untuk memperoleh tujuan yang dikehendaki. Karena mengingat peranan demokrasi di Indonesia menjadi hal yang penting sehingga harapannya tulisan ini dapat menjadi masukan dan pembelajaran bagi para pihak untuk melestarikan nilai demokrasi di Indonesia.
IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TERKAIT DENGAN PENGELOLAAN KEUANGAN DESA UNTUK PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN Hasna Tsani Febrianti; . Achmad
Res Publica: Jurnal Hukum Kebijakan Publik Vol 7, No 2: Agustus
Publisher : Department of the Constitutional Law, Faculty of Law Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/respublica.v7i2.51549

Abstract

Penelitian ini menganalisis dan mengkaji tentang pengelolaan keuangan desa sebagai wujud pelaksanaan dari peraturan perundang-undangan desa. Penelitian hukum ini menggunakan penelitian empiris yang bersifat deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif yang  menghasilkan data deskriptif analisis pada  Desa  Adirejakulon  di  Kabupaten  Cilacap.  Sumber  data  yang  diperoleh adalah sumber data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara dan observasi. Penelitian ini menunjukkan hasil yang diperoleh bahwa dalam pengelolaan keuangan desa untuk pembiayaan pembangunan  telah  melaksanakan  tahap  perencanaan,  pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban, dalam pengelolaan keuangan aparat desa Adirejakulon dibantu oleh pihak ketiga yaitu pendamping desa serta adanya pembinaan dan pengawasan yang dilaksanakan oleh Dispermades, Camat dan  BPD.  Hambatan  yang  dihadapi  adalah:  1)  sumber  daya  manusia;  2) keterlambatan realisasi turunnya dana desa; 3) perubahan secara terus menerus peraturan menteri keuangan tentang pengelolaan dana desa; 4) keadaan luar biasa yang menyebabkan perubahan anggaran belanja dan pendapatan desa mengalami perubahan akibat pandemi Coronavirus Disease that was discovered in 2019 atau disebut COVID-19; dan 5) kurangnya pengawasan dana desa dari lembaga tinggi negara.
Analisis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 93/PUU-XX/2022 Terhadap Pengampuan Bagi Penyandang Disabilitas Mental Haliza Azzahra; Sunny Ummul Firdaus; Achmad Achmad
Res Publica: Jurnal Hukum Kebijakan Publik Vol 9, No 3 (2025): Desember
Publisher : Department of the Constitutional Law, Faculty of Law Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/respublica.v9i3.91142

Abstract

This legal research aims to examine and analyze the Constitutional Court Decision Number 93/PUU-XX/2022 related to the judicial review of Article 433 of the Civil Code about Guardianship. The research method used is a normative or doctrinal legal research method with a case approach. The legal material collection technique used is library research. This research uses qualitative analysis techniques, which are rooted in the major premise and then propose the minor premise. Based on this research, the results obtained were that judges used historical, grammatical and systematic interpretation methods in their considerations. The judge partially granted the request and declared that Article 433 of the Civil Code was conditionally unconstitutional. In the aspect of legal protection for people with mental disabilities, the indicator used in this research is Article 9 of Law Number 8 of 2016 concerning Persons with Disabilities. Of the nine indicators in this article, it was found that the continued existence of the guardianship system means that the rights stated in Article 9 of the Law on Persons with Disabilities cannot all be fulfilled, so that legal protection for people with mental disabilities is not yet optimal.
ANALISIS DAMPAK RENCANA PEMEKARAN KELURAHAN JEBRES KOTA SURAKARTA TERHADAP PELAYANAN PUBLIK DAN APARATUR PEMERINTAHAN Ayu Tri Utami; . Achmad
Res Publica: Jurnal Hukum Kebijakan Publik Vol 7, No 2: Agustus
Publisher : Department of the Constitutional Law, Faculty of Law Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/respublica.v7i2.52901

Abstract

Pembentukan, pengahapusan, dan penggabungan kelurahan terkait dengan rencana pemekaran Kelurahan Jebres Kota Surakarta yang sedang berjalan. Selanjutnya mengkaji tentang dampak positif dan negatif yang akan terjadi atas rencana pemekaran Kelurahan Jebres Kota Surakarta pada aspek pelayanan publik dan aparatur pemerintahan.Penelitian hukum ini menggunakan penelitian normatif yang bersifat preskriptif, Sumber bahan hukum terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, Teknik  pengumpulan bahan hukum yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan cara mempelajari literatur dari buku, jurnal, artikel, dan bahan kepustakaan lainnya yang berkitan dengan masalah yang diteliti serta peraturan yang berhubungan dengan penelitian ini. Berdasarkan penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa rencana pemekaran Kelurahan Jebres Kota Surakarta ditinjau dengan pengaturan pembentukan kelurahan baru yang terdapat dalam Permendagri Nomor 31 Tahun 2006 tentang pembentukan, penghapusan, dan penggabungan kelurahan, belum memenuhi salah satu persyaratan pemekaran kelurahan yaitu syarat minimal luas wilayah dari kelurahan yang dimekarkan yaitu minimal 3 km2 dimana Kelurahan Jebres memiliki wilayah seluas 3,17 km2  yang akan dimekarkan menjadi 2 (dua) wilayah  kelurahan  yakni  Kelurahan  Jebres  dan  Kelurahan  Kentingan  dimana ketika pemekaran terjadi luas wilayah masing-masing kelurahan tersebut adalah kurang dari 3 km2. Dampak positif dari rencana pemekaran Kelurahan Jebres Kota Surakarta terhadap pelayanan publik dan aparatur pemerintahan antara lain;. Pertama, pelayanan publik menjadi lebih berkualitas dan memuaskan masyarakat; Kedua, meningkatnya efektifitas pelayanan kepada masyarakat; Ketiga, meningkatkan pengelolaan potensi daerah; Keempat, Penambahan sumber daya manusia aparatur pemerintah kelurahan yang berkualitas. Dampak negatif dari rencana pemekaran Kelurahan Jebres  antara lain;  Pertama, besarnya anggaran biaya pengadaan personel aparatur pemerintah dan sarana prasarana baru; Kedua, perubahan data administrasi kependudukan dan administrasi lainnya yang rumit; Ketiga, aparatur pemerintah yang baru cenderung belum terlalu menguasai dapat kewalahan untuk melayani masyarakat.
MENGURAI PERMASALAHAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA Rizal Irvan Amin; Achmad Achmad
Res Publica: Jurnal Hukum Kebijakan Publik Vol 4, No 2 (2020): Mei - Agustus 2020
Publisher : Department of the Constitutional Law, Faculty of Law Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/respublica.v4i2.45710

Abstract

The acute problem of regulation, both in terms of quantity and quality, is a inevitability. There has been discrepancy in the formation of laws and regulations, namely the mismatch between expectations and reality. This research aims to present and explain a portrait of the laws and regulations in Indonesia, both in terms of quantity and quality. This research is a prescriptive normative legal research through literature study use technical data analysis related to the themes discussed. Result research shows that there is an acute problem in the laws and regulations in Indonesia, where in quantity and obesity quality experiences conflict, overlap, inconsistency, multiple interpretations, and not operational. Lack of understanding of the nature of regulation and insecurity in maintaining the quality of the national legal system results in inability legal system to realize state finances. Therefore, it is needed an extraordinary breakthrough through a regulatory reform in order to regulate quantity laws and regulations can be controlled proportionally and the quality of the regulations legislation can also be improved.
Co-Authors Adriana Grahani Firdausy Adriana Grahani Firdausy Adriana Grahani Firdausy Adriana Grahani Firdausy Agus Riewanto Agus Riwanto Agus Riwanto Agus Riwanto Agus Riwanto Agus Riwanto, Agus Airlangga Surya Nagara Alfan Prahasta Adhisatya Alfatih, Muhammad Wildan Andina Elok Puri Maharani Andina Elok Puri Maharani Anisah, Lely Nur Anjasmara, Shehabudhi Septian Aryani Rachmawati Idris Ayu Tri Utami Ayun, Farid Qurota Bariyah, Laela Muslihatul Bela Annisa Dewa, Grabiella Dewangga Bangun Dhiyani, Aznika Putu Elinda Nur Hidayah Erlangga, Mikael Figo Bara Fajar Dwi Cahyo Febrita Putri Wahanani Firdausy , Adriana Grahani Haliza Azzahra Hari Purwadi, Hari Hasna Tsani Febrianti Hayati, Nayla Husnul Husodo, Jadmiko Anom iqbal farhan Isharyanto Isharyanto Isharyanto Isharyanto Listiana, Arnetta Listiyanda, Inggitma Raissa Syaba Madalina, Maria Madalina, Maria Mardikaningrum, Kusuma Prastiwi Mochamad Rifqi Hananto Muhammad Zuhal Qolbu Lathof Muhammad, Mahaputra Nur Mulyanto Mulyanto Murdita, Hana Ananda Nico Takbir Sanjaya Pujiyono Pujiyono Putri, Delasari Krisda Rejeki, Afifah Tri Rengganis, Latifah Amalia Rizal Irvan Amin Rodeana, Karl Valentino William Rosyida Wongso Suratna Sari, Intan Nurmala Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sunny Ummul Firdaus Sunny Ummul Firdaus Sunny Ummul Firdaus Sunny Ummul Firdaus Suranto Suranto Suranto Tauba Zaka Adkia Ummul Firdaus, Sunny Wisnu, Laksmidari Khansa Bella Wiwin Indriany Wulandari, Melisa Dwi Zakki Adlhiyati Zakki Adlhiyati