p-Index From 2021 - 2026
8.666
P-Index
This Author published in this journals
All Journal COPING (Community of Publishing in Nursing) Jurnal Keperawatan Indonesia Nurse Media Journal of Nursing Jurnal Keperawatan Komunitas Jurnal Kesehatan Juiperdo Jurnal Riset Kesehatan Jurnal NERS Public Health of Indonesia Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Belitung Nursing Journal Jurnal Kesehatan Komunitas JURNAL CITRA KEPERAWATAN Jurnal Keperawatan Silampari Media Ilmu Kesehatan Nursing Current : Jurnal Keperawatan Jurnal Kesehatan Prima Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan Indonesian Journal for Health Sciences (IJHS) International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Faletehan Health Journal Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan J-Dinamika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Menara Ilmu Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Health Information : Jurnal Penelitian JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Dinamika Journal : Pengabdian Masyarakat Adi Husada Nursing Journal Journal of Community Empowerment for Health Jurnal Ners Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Kesehatan Lentera Perawat TROPHICO: Tropical Public Health Journal Berita Kedokteran Masyarakat Journal of Nursing Science Update DUNIA KEPERAWATAN: JURNAL KEPERAWATAN DAN KESEHATAN SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal Keperawatan Journal of Pubnursing Sciences Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Holistik Jurnal Kesehatan Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Holistik Jurnal Kesehatan VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Modification of cognitive behavior therapy to improve the skill of elderly with osteoarthritis Rizkiyani Istifada; Etty Rekawati; Widyatuti Widyatuti
Journal of Community Empowerment for Health Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcoemph.64312

Abstract

One of the characteristics of physical changes in the elderly involves a decrease in the musculoskeletal system, such as the depletion of the synovial joint fluid which has an impact on the pain felt in joints. This condition can cause a disruption of the quality of life for the elderly and results in increases in the family burden. The purpose of cognitive-behavioral therapy in nurse care planning is to provide an overview of the implementation of family care nursing, community care health nursing, and management of health services by community health nurses to the elderly with osteoarthritis. The innovation and development of this senior citizen community program, initially named Lansia SMART (SMART Elderly), consists of six sessions, including psychoeducation sessions, cognitive restructuring sessions, pain management sessions with progressive muscle relaxation, activity scheduling sessions, problem-solving sessions, and tutorial sessions for the Lansia SMART (SMART Elderly) group with the Android application. The final maintaining challenging stage of these services involved 59 elderly participants. Data analysis used paired T-tests. The results of this innovation showed significant differences in the behavior of the elderly participants after the implementation of the SMART Elderly program (p < 0.05). The SMART Elderly program was effective to improve the elderly participants’ behavior. Nurses can use cognitive behavioral therapy to improve the process of self-management of osteoarthritis among their clients.
PELAYANAN KESEHATAN PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI TINGKAT PELAYANAN PRIMER: SYSTEMATIC REVIEW Didi Kurniawan; Etty Rekawati; Junaiti Sahar
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 10 No 4 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.337 KB) | DOI: 10.24843/coping.2022.v10.i04.p11

Abstract

Penderita hipertensi terus mengalami peningkatan sejalan dengan meningkatnya usia harapan hidup. Hipertensi sangat berbahaya karena dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, gagal ginjal bahkan kematian. Oleh karena itu, pelayanan kesehatan lansia dengan hipertensi perlu mendapat perhatian yang serius dari pemberi pelayanan kesehatan primer. Berdasarkan fakta tersebut maka dilakukan systematic review dengan tujuan memberikan gambaran pelaksanaan pelayanan kesehatan pada lansia dengan hipertensi di tingkat pelayanan primer. Metode yang digunakan yaitu kajian pustaka secara sistematis (systematic review) dari berbagai hasil penelitian yang bersumber pada data elektronik. Pencarian literatur dilakukan secara online dengan menggunakan basis data ScienceDirect, Scopus, Pubmed, ProQuest, Clinicalkey, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian sumber referensi adalah “management hypertension”, “elderly”, dan “primary care” serta dibatasi dalam rentang tahun 2016 hingga 2021. Hasil systematic review ini mengungkap bahwa pelayanan kesehatan di tingkat pelayanan primer telah menggunakan berbagai metode pendekatan seperti peningkatan keterlibatan keluarga, penggunaan SMS, telemonitoring, manajemen diri berbasis telepon selular, dan kunjungan langsung keluarga berupa program Perkesmas PIS-PK. Metode pendekatan tersebut bertujuan meningkatkan kepatuhan lansia penderita hipertensi dalam melaksanakan terapi farmakologi maupun non farmakologi. Kesimpulan bahwa pelayanan primer harus terus dikembangkan seiring kemajuan teknologi informasi tanpa mengesampingkan pelayanan langsung pada pasien dan peningkatan kualitas pemberi pelayanan kesehatan primer.
Diabetes Self-Management Education (DSME) Intervention to Improve Self-Care Management of Diabetes Mellitus Patients Annisa Wuri Kartika; Widyatuti Widyatuti; Etty Rekawati
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.628 KB) | DOI: 10.21776/ub.jik.2021.009.02.2

Abstract

Self-care management is an important component in the management of Diabetes Mellitus Type 2 (DMT2). Knowledge, self-efficacy, and compliance in self-care are the main factors to improving quality of life and preventing complications. Diabetes Self-Management Education (DSME) in support groups was used in community nursing interventions to improve diabetes self-care management. This study used a one-group pre-post design with t-test analysis to determine the ability of self-management levels and blood sugar values of the group with diabetes before and after the intervention. The instrument used was the Diabetes Self Care Management Questionnaire (DSMQ). Diabetes Mellitus patients received DSME intervention for two months. The number of samplings in this study was 49 people with diabetes. The findings show that in intervention groups, self-care improves, and blood sugar levels fall. There were significant changes in the diabetics' group (n = 48) before and after the intervention on self-care and blood glucose levels (p = 0.000 and p = 0.011). We suggest that the DSME might be given to the diabetes group by nurses as one of the strategies for implementing health education in the public health care program (PERKESMAS). 
Implementasi Program Keperawatan Komunitas “Langkah Mandiri” untuk Lansia Hipertensi Ni Luh Putu Dian Yunita Sari; Etty Rekawati; Widyatuti Widyatuti
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 6 NOMOR 2 SEPTEMBER 2022 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.768 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v6i2.8971

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang paling banyak dialami oleh lansia di Indonesia. Hal ini didukung dengan fenomena bahwa masih banyak lansia hipertensi yang tekanan darahnya belum terkontrol walaupun sudah minum obat antihipertensi.Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan manajemen diri dan juga mengontrol tekanan darah lansia hipertensi. Mitra pengabdian masyarakat ini adalah UPT Puskesmas Kecamatan Sukmajaya dan Kelurahan Mekarjaya, Kota Depok. Metode pengabdian masyarakat dalam program “Langkah Mandiri” (Lansia Gesit, Kuat, Aktif dan Harmoni dalam Manajemen Diri Hipertensi), berupa edukasi dengan pendekatan stimulation game, relaksasi otot progresif, pijat kaki dengan minyak pijat lavender dan musik relaksasi, imajinasi terbimbing dan latihan fisik orhiba. Beberapa intervensi ini kemudian dikemas ke dalam program berbasis web “SI-Langkah Mandiri” dengan harapan terjaga sustainibilitasnya. Hasil yang didapatkan adalah terjadi peningkatan yang signifikan pada skor tingkat pengetahuan hipertensi dan manajemen diri hipertensi. Selain itu, terjadi penurunan yang signifikan pada rerata nilai tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik. Program inovasi keperawatan sebagai pendamping obat antihipertensi yang didukung dengan pendekatan teknologi mampu mengoptimalkan perawatan diri lansia dengan penyakit kronis, khususnya hipertensi.
Improving The Health and Functional Status of Institutionalized Older Adults through The Nurse, Caregiver and Older-Adults Partnership Model (Miradasia) Junaiti Sahar; Dwi Nurviyandari Kusuma Wati; Etty Rekawati
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 22 No 2 (2019): July
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v22i2.924

Abstract

Health and functional status are standard measurements in older adult’s services that showed physical and mental condition. However, institutionalized older adults with several adjustments and their limited source might cause compromised health and functional status. The quasi-experimental study aimed to investigate the effect of MiRaDaSia (nurses and caregivers joined the partnership model) on health and functional status among institutionalized older adults in Jakarta. It included 106 participants as intervention groups and 106 participants as control groups, who selected by multistage random sampling. We used the SF-12 and Barthel index to measure older-adults health and functional status. MiRaDaSia model was implemented for twelve weeks. Generally, there has been an increase in the mean of health and functional status after the intervention. There were significant improvements in functional condition between each group (p=0,001); however, mean difference oh health status show the significant increase only on six weeks following the intervention. MiRaDaSia can be implemented as a practical model to enhance services among institutionalized older-adults by professional’s staff as it encourages partnership among the nurse, caregiver, and the institutionalized older-adults. Future research may consider the effectiveness of the model in private institutional, with widening variation of older adults and caregivers’ characteristics as well as the different working environment of the institution. Abstrak Model Kemitraan Perawat, Caregiver, dan Lansia (Miradasia) Dalam Meningkatkan Status Kesehatan Dan Fungsional Lansia di Panti. Status kesehatan dan fungsional merupakan pengukuran standar yang harus dilakukan dalam menilai pelayanan kesehatan lansia yang meliputi pengkajian sampai evaluasi. Kedua pengukuran tersebut pada akhirnya menggambarkan kondisi fisik dan mental lansia. Namun, kondisi lansia yang berada di panti dengan berbagai permasalahan kesehatan dan keterbatasan sumber daya dapat menimbulkan gangguan pada status kesehatan dan fungsional lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan model praktik Kemitraan antara perawat, caregiver, dan lansia (MiRaDaSia) terhadap status kesehatan dan fungsional pada lansia yang tinggal di panti wilayah Jakarta. Penelitian dengan desain quasi-eksperimental melibatkan 2 kelompok yang terbagi menjadi 106 partisipan di kelompok intervensi serta 106 partisipan di kelompol kontrol. Pemilihan sampel dilakukan melalui multistage random sampling dengan alat pengukuran berupa SF-12 dan Barthel index untuk melihat staus kesehatan dan fungsional lansia. Model praktik keperawatan MiRaDaSia diimplementasikan selama 12 minggu pada kelompok intervensi. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan status kesehatan maupun fungsional status setelah intervensi model MiRaDaSia. Status fungsional secara signifikan mengalami peningkatan antara kelompok perlakuan (p=0,001) namun, beda reratastatus kesahatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengukuran 6 minggu setelah intervensi. terdapat peningkatan rerata status kesehatan setelah intervensi. Status kesehatan dan fungsional pada lansia dipengaruhi Model praktik keperawatan MiRaDaSia dapat diimplementasikan sebagai model praktik untuk meningkatkan pelayanan lansia oleh petugas maupuun tenaga profesional pada setting panti, karena memberikan penguatan pada kemitraan antara perawat, caregiver, dan lansia. Penelitian yang akan datang sebaiknya perlu mempertimbangkan penerapan model prakting di setting panti swasta, dengan variasi karakteristik lansia dan caregiver yang lebih banyak maupun lingkungan kerja institusi, untuk mengetahui lebih jauh tentang efektivitas model. Kata kunci: caregiver, lansia, lansia di panti, MiRaDaSia, status fungsional, status kesehatan
Efektifitas Aerobik dan Yoga dalam Meningkatkan Kualitas Hidup pada ODHA Oky Octaviani; Agung Waluyo; Etty Rekawati
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i2.933

Abstract

Kualitas hidup pada ODHA sangat penting karena sangat berpengaruh terhadap proses pembentukan imun. Infeksi HIV tidak hanya mempengaruhi sistem kekebalan tubuh saja tetapi terdapat dampak pada sistem muskuloskeletal. Masalah otot seperti myalgia terjadi dua kali lebih sering pada ODHA dengan atau tanpa pengobatan. Tujuan sistematik review ini adalah untuk melihat bagaimana efektifitas aerobik dan yoga sebagai suatu upaya untuk meningkatkan kualitas hidup pada ODHA.  Metode yang digunakan yaitu menggunakan electronic data base dari jurnal yang telah dipublikasikan melalui SAGE Journals, SpringerLink, ResearchGate dan Taylor & Francis.  Kriteria inklusi ditetapkan yaitu artikel berbahasa inggris atau bahasa indonesia pada populasi ODHA usia dewasa. Total artikel yang didapatkan awal dari seluruh database adalah 2.767 artikel, setelah dilakukan skrining sesuai kriteria inklusi didapatkan enam artikel dengan berbagai jenis desain penelitian yang diterbitkan antara tahun 2018 sampai 2023. Hasil review dari enam artikel menyatakan bahwa aerobik maupun yoga sama-sama dapat meningkatkan kualitas hidup pada ODHA namun keduanya memiliki manfaat yang berbeda. Bagi ODHA yang tidak dapat mengikuti aerobik karena detak jantung yang tidak mempuni, maka yoga adalah opsi yang dapat dilakukan untuk tetap meningkatkan kualitas hidup. Kesimpulan, aerobik dan yoga merupakan upaya yang dapat dilakukan para ODHA dalam meningkatkan kualitas hidupnya pada masa kini. Aerobik berfokus pada olah gerak serta latihan kekuatan dan mempertahankan komposisi tubuh sehingga ODHA dapat memiliki kesehatan yang maksimal, sedangkan yoga merupakan kegiatan positif yang didasari dalam berfikir serta mengolah pernafasan dan ternyata berfungsi juga dalam memperbaiki postur tubuh. Latihan aerobik maupun yoga dapat dilakukan secara kontinyu dan minimal dilakukan dalam 4 minggu untuk menghasilkan peningkatan kualitas hidup pada ODHA.
Barriers and Support for Family Caregivers in Caring for Older Adults with Dementia: A Qualitative Study in Indonesia Rita Hadi Widyastuti; Junaiti Sahar; Etty Rekawati; Aria Kekalih
Nurse Media Journal of Nursing Vol 13, No 2 (2023): (August 2023)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/nmjn.v13i2.55729

Abstract

Background:  Understanding the barriers and support that family caregivers face when caring for older adults with dementia is critical for improving the quality of  dementia care. However, research in this area remains limited in Indonesia. Purpose: This study aimed to explore the barriers and support for family caregivers in caring for older adults with dementia in Indonesia.Methods: A descriptive phenomenological study was conducted among 15 family caregivers who cared for older adults with dementia. Purposive sampling was used to recruit the participants. Inclusion criteria included primary family caregivers who provided care for four hours per day for at least six months, were proficient in Indonesian, assisted older adults in daily activities, and were capable of expressing their experiences. Data were collected using in-depth semi-structured interviews and analyzed using the Colaizzi method.  Results: This study found that family caregivers faced barriers during the care of older adults with dementia, which have decreased the quality of care. These barriers included inadequate knowledge and skills of family caregivers regarding dementia, stigma, lack of knowledge and awareness in the community, limited availability of healthcare services, and healthcare professionals’ lack of knowledge about dementia. On the other hand, support received by family caregivers within the family, support from other family caregivers, and education provided by NGOs about caring for someone with dementia have shown a positive impact in reducing the burden on caregivers and improving the quality of care. Therefore, appropriate support is essential for family caregivers caring for older adults with dementia.Conclusion: This study showed that barriers originating from family caregivers, community awareness, access to health services, and barriers from health workers have impacted poor quality of care, while the support of families, fellow family caregivers, and NGOs have contributed to good quality of care. Further studies are needed to explore the perspectives of family caregivers representing different cultures in Indonesia.
Pemberdayaan pada Penderita Diabetes Tipe 2 dan Kader Kesehatan dalam Pelaksanaan Program Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) Arief Andriyanto; Etty Rekawati; Dwi Cahya Rahmadiyah
Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2020): May 2020
Publisher : Asosiasi Dosen Pengembang Masyarajat (ADPEMAS) Forum Komunikasi Dosen Peneliti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/engagement.v4i1.81

Abstract

Diabetes mellitus is classified as a non-communicable disease which has been estimated to have increased, so a risk factor control program recommended by the Ministry of Health is required according to the DM management pillar. Health cadre empowerment is also needed to actively support non-communicable diseases programs. The purpose of this community empowerment was to change the behaviour of people with type 2 diabetes in glucose control and improve the health cadres' skills in Posbindu PTM activities. The program was carried out in October 2018 until March 2019. The targets were: 86 type 2 diabetes patients, 24 cadres in Cisalak Pasar Kelurahan, 120 cadres in Cimanggis District, and 293 cadres in Depok City. The results showed that patients could control their glucose and health cadres experienced improved skills. The role of community nurses is continuously needed to provide appropriate interventions to the patients.
Strategi pendidikan kesehatan dan penurunan stigma TB di masyarakat: A systematic review Anggraini Marissa; Etty Rekawati; Astuti Nursasi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 3 (2024): Volume 18 Nomor 3
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i3.344

Abstract

Background: Tuberculosis stigma is a challenge in TB management for health care in the community. According to previous research, health education can significantly improve knowledge about TB and reduce public stigma against it. Purpose: To identify how interventions can improve public knowledge about tuberculosis and decrease the stigma people have about TB. Method: Systematic review academic articles were searched through online databases from 2018 to 2022, and 6 articles were obtained for analysis. Results: Health education was provided to the community with a variety of approaches, including structured education, empowerment of the community, support and motivation from the community cadres, a gender approach, and workshop/compliance for service provider agency officials. Conclusion: The provision of structured health education and the approach characterized by local communities proved effective in increasing knowledge about TB and reducing the growing stigma in the community towards TB patients.   Keywords: Health Education; Social Stigma; Tuberculosis (TB).   Pendahuluan: Stigma terhadap TB adalah tantangan dalam pengelolaan TB bagi tenaga kesehatan di masyarakat. Dari penelitian terdahulu, secara signifikan pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan mengenai TB dan menurunkan stigma masyarakat terhadap TB. Tujuan: Untuk mengidentifikasi intervensi yang dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai TB dan menurunkan stigma TB. Metode: Systematic review menggunakan penelusuran artikel akademik melalui online database dari tahun 2018-2022 dan didapatkan 6 artikel untuk dianalisis. Hasil: Pendidikan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat dengan berbagai strategi pendekatan antara lain,  edukasi terstruktur, pemberdayaan masyarakat, dukungan dan motivasi dari kader masyarakat, pendekatan gender, dan pelatihan bagi petugas instansi pemberi layanan.  Simpulan: Pemberian pendidikan kesehatan terstruktur dan pendekatan sesuai dengan kondisi masyarakat setempat terbukti efektif dalam peningkatan pengetahuan mengenai TB dan menurunkan stigma yang berkembang di masyarakat terhadap penderita TB.   Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan; Stigma Masyarakat; Tuberkulosis (TB).
A Concept Analysis of Coping in Caregivers of Older People with Dementia Rita Hadi Widyastuti; Junaiti Sahar; Etty Rekawati
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 3: September 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.621 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i3.1238

Abstract

Various terms have been used to define coping in caregivers of older people with dementia with varied abstract concepts that are widely used in nursing and other disciplines, such as psychology, medicine, and education. A strong understanding of the concept of caregiver coping is essential as a basis for providing appropriate nursing care. This concept analysis aims to clarify the concept of coping in caregivers of older people with dementia and develop the operational definition, attributes, antecedents, and consequences of this concept. This study utilizes Walker and Avant’s concept analysis method. The analysis shows that coping attributes of caregivers of older people with dementia include cognitive and behavioral efforts in providing care, stress adaptation, and use of resources on oneself and the environment. Antecedents of coping include characteristics of caregivers, stressors, and caregivers’ assessment of an event. Meanwhile, the consequences include positive impacts and negative impacts. This analysis can help nurses understand the concept and determine appropriate assessments and interventions for caregivers of older people with dementia. It is suggested that nurses be aware of caregivers’ characteristics, stressors, and assessment of an event. Further research is needed to investigate the need for intervention on the consequences of coping in caregivers of older people with dementia. Abstrak: Berbagai istilah digunakan untuk mendefinisikan koping caregiver lansia dengan demensia  dengan konsep abstrak yang bervariasi luas yang  digunakan di semua bidang keperawatan, serta dalam disiplin ilmu lain seperti psikologi, kedokteran, dan pendidikan. Pemahaman yang kuat tentang konsep koping caregiver lansia dengan demensia penting dalam keperawatan untuk dapat menjadi dasar dalam melakukan asuhan keperawatan yang tepat. Tujuan dari analisa konsep ini adalah untuk memperjelas konsep Koping caregiver dan mengembangkan definisi operasional dari konsep koping caregiver lansia dengan demensia, atribut , Antesenden dan konsekuensi dari konsep koping caregiver lansia dengan demensia. Metode yang digunakan adalah dengan Pendekatan analisis konsep Walker dan Avant. Hasil analisis menunjukkan bahwa atribut koping caregiver lansia dengan demensia meliputi Upaya kognitif dan perilaku, selama melakukan perawatan, adaptasi terhadap stress, dan Penggunaan sumber pada diri dan lingkungan. Anteseden untuk koping caregiver lansia meliputi karakteristik caregiver, stresor dan penilaian caregiver terhadap suatu peristiwa. Konsekuensinya meliputi dampak positif dan dampak negative. Analisis ini membantu perawat untuk memahami konsep dan menentukan pengkajian dan intervensi yang tepat bagi caregiver lansia dengan demensia. Disarankan bahwa perawat harus menyadari karakteristik caregiver, stresor dan penilaian caregiver terhadap suatu peristiwa. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menganalisis kebutuhan intervensi  terhadap konsekuensi dari koping caregiver lansia dengan demensia.
Co-Authors A.A. Ayu Rani Puspadewi AA Sudharmawan, AA Achir Yani S. Hamid Adawiyah, Robiyatul Agung Waluyo Agus Setiawan Agus Setiawan Akbar, M. Agung Al Djuwardi, Aminah Soemadi Allenidekania Allenidekania Anggraini Marissa Aria Kekalih Arief Andriyanto Arief Andriyanto, Arief Arifin, Yelly Sari Arjuna Arjuna Arnoldy, Vincentia Exandy Salvera Astuti Nursasi Astuti Yuni Nursasi Azwar Azwar Budi Anna Keliat Cahyani, Reztika Candra, Adil Chodidjah, Siti Dahlia, Debie - Defrima Oka Surya Didi Kurniawan Didi Kurniawan Dikha Ayu Kurnia Dwi Cahya Rahmadiyah Dwi Nurviyandari Ede Surya Darmawan Efendi, Jamilatur Rasyidah Eriska, Winda Faridah, Ida Fatin, Nurul Fikri Fikri Fina Mahardini Fitriani Fitriani Fonny Veronika Runtulalo Fransiska Novita Sari Gupta, Prateek Handayani, Eka Sila Henny Permatasari Ikhwanudin Ikhwanudin Imami Nur Rachmawati Indah Permata Sari Indah Permata Sari Indah Permatasari Iskandar, Syahrani Istifada, Rizkiyani Iswanto Iswanto Junaiti Sahar Juniati Sahar Juniati Sahar, Juniati Kartika, Annisa Wuri Kasfi, Anna Kristamuliana Kristamuliana Kuntarti Kusuma, Ceacilia Nika Candra Lestari, Ayu Widya Lily Herlinah Lita Heni Kusumawardani Mahmuddin Mahmuddin Mardhatillah, Mardhatillah Marwah Marwah Matanari, Tety Nikasia Mersiliya Sauliyusta Nani Nurhaeni Ni Made Candra Citra Sari Nuridah Nuridah Oky Octaviani Poppy Fitriani Poppy Fitriyani Prateek Gupta Prio, Asminarsih Zainal Pulungan, Indira Mastura Putra, Mepsa Rachmawati, Utami Rahayu, Bhekti Yuniarti Rahmawani, Atika Ratna Lestari Ratu Ayu Dewi Sartika Ratu Ayu Dewi Sartika Rita Hadi Widyastuti Rita Hadi Widyastuti Rita Hadi Widyastuti Rizkiyani Istifada rohayati rohayati Rohayati, Rohayati Royani Royani Ryanti Maranata Safaruddin Sagala, Adi Brando M Sahara, Elvira Saraswati, Sarita Sari, Ni Luh Putu Dian Yunita Sheirly Mariani Sigit Mulyono Silvia Elki Putri Sinurat, Diana Nurhayati Siti Hardiyanti Sovia Sovia Sri Wulan Widyawati Sri Yona Susana Susana Sutrisno, Sutrisno Tandilangi, Trisnawati Paulus Tinneke A. Tololiu Trisno Putri, Noor Rochmah Ida Ayu Wafa Sofia Fitri Wahyuni, Anyta Hera Wanda , Dessie Wang, Jing Jy Wati, Dwi Nurviandari Kusuma Wati, Dwi Nurviyandari Kusuma Widyatuti Widyatuti Wiwin Wiarsih Yossie Susanti Eka Putri Yulita, Refi Yusriana Yusriana