Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN LINGKUNGAN HIDUP BERVISI KONSERVASI DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC SKILL PADA PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK DI SEKOLAH Baihaqi, Imam; Prasetyo, Andreas Priyono Budi; Retnoningsih, Amin
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 44, No 2 (2015): September 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v44i2.6677

Abstract

Pembelajaran IPA di SMP Negeri 13 Magelang selama ini belum menerapkan pembelajaran bervisi konservasi dengan pendekatan scientific skill. Pembelajaran masih menggunakan metode ceramah sehingga kurang aplikatif dan kurang memotivasi siswa dalam belajar Hal ini menyebabkan karakter konservasi siswa belum berkembang dengan baik. Oleh sebab itu perlu dikembangkan perangkat pembelajaran biologi bervisi konservasi dengan pendekatan scientific skill melalui pengolahan sampah organik di sekolah dan menguji efektifitas serta kepraktisan perangkat pembelajaran untuk menanamkan nilai-nilai konservasi siswa. Metode yang digunakan adalah Research and Development dengan menganalisis kebutuhan kemudian mengembangkan produk dan diuji validitas, efektivitas, dan kepraktisanya hingga diperoleh produk final. Produk yang dikembangkan adalah perangkat pembelajaran bervisi konservasi  dengan pendekatan scientific skill yang  meliputi silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), bahan ajar, lembar diskusi siswa (LDS), dan lembar penilaian scientific skill. Hasil penelitian berupa perangkat pembelajaran IPA materi lingkungan hidup bervisi konservasi dengan pendekatan scientific skill pada pengolahan sampah organik di sekolah cukup valid, praktis dan efektif untuk diterapkan dalam proses pembelajaran. Hasil uji coba menunjukkan rata-rata respon siswa 97,57% atau sangat baik,  rata-rata nilai  scientific skills siswa  3,53 atau baik, hasil  t-test menunjukkan sig = 0,001 = 0,1% 5 % dan nilai rata-rata  konservasi siswa sebesar 89,43 berada dalam kategori sangat baik.   Science teaching learning at Sekolah Menengah Pertama Negeri  13 Magelang at present has not applied yet the conservation  vision, using scientific skill approaches. Teaching learning process still uses lecturing methods, consequently it is not applicative and motivating students. It also makes student conservation character is not developed yet. Because of the needs, this study was aimed at developing science teaching tools grounded in conservation using scientific skill approaches through student activity ‘making compost’ at schools, and  testing its effectiveness and practicability, in terms of  student conservation values.  The method used is research and development by analyzing needs and then develop products and test their validity, effectiveness, and convenience to the final product obtained. products developed are learning devices visionary approach to conservation with scientific skills include syllabi, lesson plans, teaching materials, sheet student discussions, and scientific skills assessment sheet. The results of the research are: the science learning device of living space in conservational vision using scientific skill approach is valid, practice and effective to apply in teaching learning process. The result of the experiment shows the average of students responses 97. 57% (very good), the average of students scientific skill values 3.53 (good), The result of T-test shows sig = 0.001 = 0.1% 5% and The average of students conservation values 89.43 in very good category. 
PENERAPAN TEKNOLOGI ROASTER DENGAN KENDALI INTERNET OF THING BERBASIS ANDROID DAN SACHET OTOMATIS PADA PENGOLAHAN KOPI PREMIUM Bambang Sugiantoro; YB. Praharto; Utis Sutisna; Tris Sugiarto; Amin Retnoningsih; Annindya Ardiansari; Aji Purwinarko; Danang Dwi Saputro
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.11899

Abstract

Abstrak: Desa Gondang, Kecamatan Karangreja, merupakan salah satu Desa penghasil kopi arabika dan robusta bermutu tinggi di Kabupaten Purbalingga. Produk kopi selama ini belum optimal dikembangkan untuk mencapai produk premium, karena keterbatasan pengetahuan dan teknologi proses. Kopi premium mempunyai nilai jual tinggi pada pasar nasional maupun internasional, baik dalam bentuk green bean, roast bean dan serbuk. Kopi yang dihasilkan di Desa ini bercirikan butir yang besar, bersih dan merata, berpotensi dikembangkan menjadi produk kopi premium. Penerapan teknologi tepat guna (TTG) proses pengolahan kopi premium, dengan melakukan penyuluhan, pelatihan penggunaan TTG, studi banding dan mengundang narasumber pengolah kopi dari UKM yang sudah maju. Mesin pengolah kopi premium yang dibantu kepada kelompok terdiri dari: (1) TTG mesin roaster kapasitas 20 kg/proses, dengan monitoring Internet of Thing (IoT) berbasis android; (2) TTG mesin sachet otomatis dengan variasi berat (30-250 gr); (3) TTG Sealing Continues untuk paking kopi ukuran diatas 500 gr; dan (4) Dry House dilengkapi panel solar sel, untuk stabilisasi suhu dan kelembaban. Selain itu dalam rangka penerapan mesin produksi otomatis, untuk layanan dan monitoring perkembangan kelompok telah dikembangkan Website modern untuk meningkatkan branding produk yang terintegrasi layanan penjualan online. Hasil pemberdayaan kelompok tani ini menunjukkan bahwa dari 11 orang anggota kelompok yang dilatih khusus pengolahan kopi premium, setelah dilakukan post test, diketahui 8 orang (73%) hasil sangat baik, 2 orang (18%) baik, dan 1 orang (9%) cukup. Hasil penerapan TTG menunjukkan 11 orang anggota kelompok Tani Bawono Lestari mampu meningkatkan variasi produk kopi arabika dan robusta masing-masing 3 jenis rasa khas yang diproses untuk dipasarkan pada premium market. Dampak penerapan proses pengolahan kopi premium meningkatkan nilai ekonomis produk sebesar 57%, harga produk kopi roastbean arabika meningkat dari rata-rata per kilogram Rp. 175.000/kg meningkat menjadi Rp. 235.500-250.000/kg, kopi robusta dari Rp. 75.000/kg menjadi Rp 117.000-120.000/kg, peningatan kapasitas produksi kopi olahan sebesar 73%, dari 175 kg/hari menjadi 306,25/hari.Abstract: Gondang Village, Karangreja District, is one of the villages producing high-quality Arabica and Robusta coffee in Purbalingga Regency. Due to limited knowledge and process technology, coffee products have not been developed optimally to achieve premium quality Regency. Due to limited knowledge and process technology, coffee products have not been developed optimally to achieve premium quality. Premium coffee has a high selling value in national and international markets, both in the form of green beans, roasted beans, and powder. The coffee produced in this village is characterized by large, clean, and even grain, which has the potential to be developed into premium coffee products. application of appropriate technology for premium coffee processing by conducting counseling, training on the use of appropriate technology, comparative studies, and inviting resource persons from advanced SMEs. The premium coffee processing machines assisted by the group consist of: (1) an appropriate technology roaster machine with a capacity of 20 kg/process, with Android-based Internet of Things (IoT) monitoring; (2) appropriate technology automatic sachet machines with weight variations (30–250 gr); (3) appropriate technology sealing machines for packing coffee sizes above 500 gr; and (4) a dry house equipped with solar cell panels to stabilize temperature and humidity. In addition, in the context of implementing automatic production machines for service and monitoring group developments, a modern website has been developed to improve product branding that is integrated with online sales services. The results of the empowerment of this farmer group showed that out of 11 group members who were specifically trained in premium coffee processing, after the post-test, it was found that 8 people (73%) had very good results, 2 people (18%) had good results, and 1 person (9%) had enough. The results of the application of appropriate technology showed that 11 members of the Bawono Lestari Farmer Group were able to increase the variety of Arabica and Robusta coffee products, each of which had three distinctive flavors and was processed to be marketed at the premium market. The impact of using the premium coffee processing process raises the economic value of the product by 57%, raising the price of Arabica roast bean coffee products from an average of Rp. 175,000 per kilogram to Rp. 235,500 to 250,000 per kilogram and raising the price of robusta coffee from Rp. 75,000 per kilogram to IDR 117,000-120,000 per kilogram, resulting in a 73% increase in processed coffee production capacity from 175 kg per day to 306.25 kg per day.
PENINGKATAN KUANTITAS, KUALITAS DAN KONTINUITAS INDUSTRI KERTAS HANDMADE Widowati Widowati; Amin Retnoningsih; Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti
Jurnal Abdimas Vol 21, No 1 (2017): June 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v21i1.10986

Abstract

Permasalahan industri kecil kertas handmade bersumber dari belum optimalnya kuantitas dan kualitas produk yang pada akhirnya berdampak pada kontinuitas. Produksi kertas ini dipengaruhi cuaca, keterbatasan bahan dan teknik pembuatan kertas handmade yang pada akhirnya mempengaruhi kontinuitas produk. Konsumen kertas handmade yang umumnya pengrajin juga menghendaki kertas yang bervariasi dalam pembuatan produk berbahan kertas. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kemampuan industri kecil untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas kertas handmade serta produk berbahan kertas handmade. Implementasi ipteks dalam pembuatan kertas handmade menghasilkan 6 varian kertas yang dibuat dari bahan baku tunggal maupun campuran dari mendong, rumput, limbah kertas dan debog pisang dengan pewarnaan sintetis maupun alami dan corak menggunakan berbagai bentuk daun. Pemanfaatan alat potong yang bervariasi dan tajam juga telah menghasilkan 6 jenis paper box berbahan kertas handmade, termasuk bentuk yang cukup sulit dibuat seperti bulat, oval atau bentuk jantung. Pembuatan produk untuk jumlah tertentu telah dikuasai sehingga industri kecil mampu menerima pesanan dalam waktu relatif cepat sesuai kebutuhan konsumen.
Deteksi Daging Babi Pada Produk Bakso di Pusat Kota Salatiga Menggunakan Teknik Polymerase Chain Reaction Fidia Fibriana; Tuti Widianti; Amin Retnoningsih; Susanti -
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 4, No 2 (2012): September 2012
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v4i2.3928

Abstract

Teknik PCR mempunyai kemampuan yang sensitif untuk deteksi keberadaan daging babi di dalam daging segar maupun produk olahan yang dicampur dengan bahan lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah produk bakso yang dijajakan di pusat kota Salatiga mengandung daging babi. Teknik stratified random sampling digunakan untuk mengambil sampel bakso yang dijajakan 13 warung bakso dari 25 warung bakso yang tersebar di pusat Kota Salatiga. Isolasi dan purifikasi DNA sampel bakso, daging sapi, dan daging babi menggunakan metode isolasi DNA jaringan hewan. DNA hasil isolasi dilanjutkan proses PCR menggunakan primer p14 untuk mengamplifikasi lokus PRE-1 pada genom babi. Proses amplifikasi DNA dengan program denaturasi awal pada suhu 93 °C selama 2 menit, diikuti 45 siklus terdiri atas denaturasi 93 °C selama 1 menit, annealing 62 °C selama 30 detik, ekstensi 72 °C selama 1 menit, kemudian diakhiri ekstensi 72 °C selama 2 menit. Produk PCR yang diharapkan muncul berukuran 481bp. Hasil elektroforesis gel agarose 1,2% pada produk PCR menunjukkan adanya pita DNA spesifik berukuran 481 bp pada daging babi dan sampel bakso nomor tiga belas, sehingga disimpulkan warung bakso nomor tiga belas produk baksonya mengandung daging babi.PCR technique has the ability to be sensitive to the detection of the presence of pork in fresh meat and processed products are mixed with other materials. The aim of this research to determine whether the product meatballs are sold in downtown Salatiga containing pork. Stratified random sampling technique is used to take samples of meatballs stall which sold 13 of the 25 meatballs stalls in the Salatiga City centre. Isolation and purification of DNA samples of meatballs, beef, and pork using DNA isolation method of animal tissue. DNA isolation results continue the process of PCR using primers to amplify p14 locus PRE-1 in the pig genome. DNA amplification process with initial denaturation program at a temperature of 93 °C for 2 min, followed by 45 cycles consisting of denaturation 93 °C for 1 min, annealing 62 °C for 30 seconds, extension 72 °C for 1 minute, then topped extension 72 °C for 2 minutes. PCR products were expected to appear sized 481bp. Results of a 1.2% agarose gel electrophoresis of PCR products indicate a specific DNA band sized 481 bp on pork and meatball sample number thirteen, so it concluded meatball stall number thirteen baksonya products containing pork.
Comparison of Nutritional Content of Mangifera indica L. var. Wirasangka with Three Other Varieties in Tegal Regency Enni Suwarsi Rahayu; Amin Retnoningsih; Muhammad Abdullah; Priyanti Susanti
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 12, No 3 (2020): December 2020
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v12i3.26728

Abstract

Mangifera indica L. var. wirasangka or wirasangka mango, a local plant in Tegal Regency, has a low population because it is rarely planted by people as its unknown nutritional content. To increase people's interest in planting, it is necessary to know the nutritional content of wirasangka mango. The aim of the study was to compare the nutritional content of wirasangka mango with three other varieties in Tegal Regency. This study used a one-factor completely randomized design. The factor was the mango variety which included six varieties, namely the varieties of wirasangka from three areas, okyong, tengkoeh, and golek. The variables observed were content of water, fiber, fructose, β-carotene, potassium and iron, as well as vitamin C and antioxidant activity. Normally distributed data were analyzed using One-Way Analysis of Variance and Least Significant Difference (LSD) test. Besides, the non-normally distribution data were analyzed using Kruskal Walis and continued with post-hoc test, i.e. Mann-Whitney. The results showed that the levels of water, dietary fiber, fructose, β-carotene, and iron were significantly different at the significance level of 0.1. Wirasangka mango has a higher fiber, and fructose content, but lower of β-carotene and iron content compared to okyong, tengkoeh and golek mangoes. The levels of vitamin C, potassium, and antioxidant activity of wirasangka mango were equivalent to the three other varieties studied. Thus the wirasangka mango has advantages which are expected to increase the interest of people in Tegal Regency to plant this variety. As a result, its population in the future will also increase.
Development of Documentary Video Learning Media to Improve Student Learning Outcomes in Invertebrate Materials Aloysius Joko Susilo; Amin Retnoningsih; Saiful Ridlo
Journal of Innovative Science Education Vol 12 No 2 (2023): August 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jise.v12i2.72019

Abstract

Invertebrate learning should present real objects of observation in the classroom or laboratory. The average learning outcomes of class X students of Senior high school (SMA MIPA) in the 2021/2022 academic year for Invertebrates material is 68 and only 38% achieve KKM or minimum completeness criteria is 70. The value of attitudes and skills of students is also not optimal. The purpose of this study was to analyze the characteristics, validity, practicality, and effectiveness of documentary video learning media on invertebrate material at SMA Negeri 1 Pulokulon, Grobogan Regency. This research is research and development (R&D). Documentary videos are validated by experts and practitioners. Practicality is determined by the responses of students and teachers. The effectiveness of video documentaries was tested with the Pretest-Posttest Control Group Design. Data on attitudes and skills of students were observed by providing an assessment with a rating scale and then an independent t test was carried out. Classical completeness was analyzed by descriptive percentage. the independent t test was used to test whether there was a difference in the posttest mean between the experimental group and the control class. The results showed that the Invertebrates video material was prepared by considering format, content, language, and media engineering aspects, so that it spurred students in discovery learning activities, namely: identifying problems, observing, collecting data, compiling data, communicating, and concluding. The learning device in the form of documentary video learning media on invertebrate material is declared valid in the very good category. Documentary video learning media on Invertebrates material are stated to be practical. with very positive criteria. Documentary videos on Invertebrates are effective on cognitive learning outcomes, attitudes, and process skills.
Analisis Kesadaran Peserta Didik Terhadap Krisis Energi dan Tantangan Pembelajarannya pada Abad 21 Ahmad Minanur Rohim; Amin Retnoningsih; Aditya Marianti; Firman Hardianto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesadaran peserta didik terhadap krisis energi. Sumber data penelitian dilakukan melalui studi literatur.Pencarian artikel untuk mengumpulkan data memiliki beberapa tahapan. Tahapan tersebut diantaranya identifikasi, penyortiran 1, penyortiran 2, dan bagian yang masuk. Jumlah artikel 48 yang membahas kesadaran peserta didik terhadap krisis energi. Analisis difokuskan pada kesadaran peserta didik terhadap krisis energi dan tantangan pembelajarannya pada abad 21 dari berbagai artikel-artikel yang sudah terpublikasi secara nasional dan internasional. Berdasarkan hasil tersebut, publish artikel dengan tema kesadaran peserta didik terhadap krisis energi terbanyak pada tahun 2020 total 12 artikel dengan persentase 25%. Sementara tahun yang paling sedikit pada tahun 2021 sebanyak 1 artikel dengan persentase 2.1%. Lima negara yang berkontribusi dalam kesadaran krisis energi di antaranya United States, Malaysia, Greece, Taiwan, dan Eropa. Pembelajaran abad 21 membawa bangsa Indonesia setara dengan bangsa lain dalam dunia global.Karakteristik abad 21 untuk mencapainya adalah sebagai berikut knowledge-based society, ICT and media literacy skills, critical thinking skills, problem-solving skills, effective communication skills, dan collaborative skills. Tantangan pembelajaran abad 21 antara lain pendidik harus menguasai ICT, mendesain model pembelajaran aktif, dan pengajar harus mampu menyesuaikan dengan lingkungan.
Urgensi dan Tantangan Mengajarkan Pendidikan Kebencanaan Melalui Pembelajaran IPA Elvara Norma Aroyandini; Ani Rusilowati; Supriyadi Supriyadi; Hartono Hartono; Amin Retnoningsih; Aditya Marianti; Nur Hamid; Juhadi Juhadi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan kebencanaan di negara yang rawan bencana seperti Indonesia merupakan suatu keharusan. Pendidikan kebencanaan salah satunya dapat dilakukan di sekolah melalui integrasi dengan pembelajaran IPA. Penelitian naratif reviu ini akan menganalisis secara mendalam literatur terkait integrasi pembelajaran IPA dengan pendidikan kebencanaan. Sebanyak 25 artikel jurnal dan prosiding internasional bereputasi maupun nasional terindeks akan dianalisis guna mengetahui tentang urgensi dan tantangan yang dihadapi dalam pendidikan kebencanaan melalui integrasi dengan pembelajaran IPA. Hasil menunjukkan bahwa pendidikan kebencanaan dapat dilakukan melalui pembelajaran IPA. Hal tersebut sangat urgent untuk dilakukan diantaranya karena kejadian bencana di Indonesia terus mengalami perubahan, seiring perubahan iklim; karena literasi kebencanaan siswa yang rendah; serta belum meratanya pendidikan kebencanaan. Integrasi tersebut pada akhirnya menjadi pilihan yang paling efektif. Meskipun begitu, dalam pengimplementasiannya ditemukan tantangan selama proses pelaksanaan pendidikan kebencanaan yang terintegrasi pendidikan IPA yaitu terkait aspek regulasi dan mandat, kemampuan guru, panduan dan bahan ajar, kemampuan inovasi dan kerja sama, pendanaan, serta partisipasi siswa.
Integrated Science Learning with Peatland Ecosystem Knowledge Maolina Asi; Amin Retnoningsih; Andin Irsadi
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 7 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Science learning associated with Socio Scientific Issues has the potential to increase scientific and environmental literacy. This research is a qualitative study with a survey method to analyze the impact of socio-scientific issues on the peat environment through the frequency of its implementation in science learning, students' initial knowledge and opinions about peat, and the types of media for peat recognition. This research is a preliminary study to develop science learning media that can improve scientific and environmental literacy about peat in Central Kalimantan.[U1] Subyek of this research were 83 junior high school students at SMPN 5 Palangka Raya and SMPN 7 Cempaga, Central Kalimantan. The results showed that as many as 29.8% of students had never studied peat. Their knowledge was limited to a general knowledge of peat from the internet. The needs analysis results show that almost all students (99%) need peat introduction media, 65% choose video media, 23% choose educational games, and the rest choose electronic books. The type of media needed by these students is a reference for developing interactive learning media to introduce peatland.
KARAKTERISTIK MORFOLOGI DAN LUASAN PILEUS JAMUR TIRAM AKIBAT PERBEDAAN PENEMPATAN MEDIA BAGLOG Maulida Nuradellia; Frisca Dynasti Putri; Timotius Surya Saputra; Muhammad Isbat Amrullah; Fadhila Fauzia Syahriar; Amin Retnoningsih
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 11 (2023)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur Tiram Putih merupakan salah satu jenis jamur pangan yang banyak dibudidayakan oleh petani jamur. Budidaya jamur tiram putih mudah untuk dilakukan karena tidak membutuhkan biaya perawatan mahal serta tidak memerlukan lahan yang luas. Kumbung jamur digunakan sebagai tempat penyimpanan rak media baglog untuk produksi jamur tiram. Luas area kumbung jamur menjadi salah satu perhitungan yang harus disiapkan oleh pembudidaya jamur sebelum mengembangkan usaha. Tujuan kegiatan PKL ini adalah menganalisis dampak penempatan posisi baglog terhadap karakteristik morfologi dan luasan pileus jamur tiram. Hasil kegiatan analisis ini menunjukkan bahwa posisi penempatan baglog secara vertikal lebih efektif dan efisien dalam menghasilkan pertumbuhan jamur tiram putih. Posisi penempatan baglog secara horizontal dapat memuat jumlah penyimpanan baglog yang lebih maksimal dibandingkan posisi penempatan baglog secara vertikal. Posisi penempatan baglog secara horizontal memungkinkan pencegahan terjadinya pembusukan akibat penyiraman air pada media baglog serta mampu memproduksi jumlah badan buah jamur tiram lebih banyak dibandingkan dengan posisi vertikal. Sehingga posisi penempatan baglog secara horizontal dalam budidaya jamur tiram cocok diterapkan oleh petani jamur tiram karena dengan luas kumbung jamur yang minimal dapat menghasilkan jumlah jamur yang maksimal akibat penempatan posisi baglog secara horizontal.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Latif Abdullah Muamar Aditya Marianti Ahmad Minanur Rohim Ahmad Solikin Ajeng Mudaningrat Aji Purwinarko, Aji Akbar, Bintang Faisal Albian Mubarak Alex Hartana Alex Hartana Aloysius Joko Susilo Amin Pujiati Andin Irsadi Andreas Priyono Budi Prasetyo Ani Rusilowati Annindya Ardiansari Aprilianingtyas Anggraeni, Aprilianingtyas Asi, Maolina Avif Intan Linawati, Avif Intan Awan Usy Syuru, Awan Usy Azfa, Zuraida Anissa Baihaqi, Imam Bambang Riyono Bambang Sugiantoro Bambang Sugiantoro Bayu Triwibowo Betty Shinta Indriani Budiman, Kholiq Dyah Rini Indriyanti Efdika, Muhamad Fadil Eling Purwantoyo Elvara Norma Aroyandini Endah Suwarni Enni S. Rahayu Enni Suwarsi Rahayu Fadhila Fauzia Syahriar Fathur Rokhman Fathur Rokhman Fauziyyah, Alyaa Fidia Fibriana Fikri, Irvan Maulana Firman Hardianto fitria ningsih Frisca Dynasti Putri Habibah, Berlian Ummu Hadiati, Devi Hadiyanti, Luthfia Nur Hamid, Nur Hanifah, Husnul Hartono Hartono Hasanah Ratri Handayani, Hasanah Ratri Hendi Pratama Ika Puspita Sari Imam Baihaqi Izdiharsant, Almaas Izza, Fika Rofiuddin Juhadi Juhadi Karmesti, Danissa Wirna Kartuti, Kartuti Krispinus Kedati Pukan Laraswati, Vivi Anggraeni Lina Herlina Maghfiroh, Ana Nailatul Maolina Asi Maolina Asi Margareta Rahayuningsih Nugroho Edi K Marini . Mariya Ulfa Mariyam, Siti Neng Maulida Nuradellia Mentari Setiawati, Mentari Mualimaturrochmah, Mualimaturrochmah Muamar, Abdullah Muhammad Abdullah Muhammad Isbat Amrullah Muhammad Khafid Mustofa , Moh. Solehatul Nabila, Chelsea Eka Putrista Naila Istianah Narinda Intany, Narinda Ngabiyanto - Nicky, Dhea Ning Setiati Nur Kusuma Dewi Okky Irmina Safitri, Okky Irmina Oktafiani, Rizka Okta Prikadiastuti, Idaliani Prikadiastuti, Idaliani Priyanti Susanti Putri, Raras Widiasri Rina Munawar Istiani, Rina Munawar Rita Megia Rita Megia Rizka Okta Oktafiani Rizka Oktafiani Rizki, Angela Dita Rohman, Farid Fadhlu Sa'idah, Nailiya Safitri, Naziah Febri Saiful Ridlo Sari, Ika Puspita Sa’adah, Nur Shofiyati, Aida Sigit Saptono Siti Alimah Solichin Solichin Sri Ngabekti Sri Rizki Sianturi, Advend Subiyati Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti SUMADI SUMADI Supriyadi Supriyadi Susanti - Susanti - Susanti, Priyanti Syuru, Awan Usy Talitha Widiatningrum Thalita Widiatiningrum Timotius Surya Saputra Tommi Yuniawan Tri Lestari Handayani Tris Sugiarto Tuti Widianti Tuti Widianti Utis Sutisna Vitradesie Noekent, Vitradesie Wasil Hidayah, Wasil Widiatiningrum, Thalita Widowati, Widowati Wiwi Isnaeni YB. Praharto Yundari, Yundari Yustinus Ulung Anggraito Zahra, Oktavina Nikmatuz Zubail, Dien Rosiana